Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu?”

Kalimat-kalimat dalam Al-Hikam Ibnu Athaillah tentang Hijab Allah terasa seperti tamparan yang halus, tetapi menghunjam. Frasa Hijab Allah, tertutupnya hati dari Allah, atau terhalangnya ma’rifat kepada-Nya bukan berbicara tentang Allah yang jauh. Justru sebaliknya, manusialah yang sibuk membangun dinding di dalam dirinya sendiri.

Ironinya, manusia modern begitu percaya pada apa yang terlihat oleh mata, tetapi sering mengabaikan Zat yang membuat semua itu dapat terlihat. Dunia dipeluk erat, sementara Sang Pencipta sekadar menjadi pengetahuan, bukan lagi kesadaran hidup.

Satir Kehidupan: Sibuk Mengejar Bayangan, Lupa Matahari

Ada ironi yang terus berulang sepanjang zaman.

Orang rela menempuh perjalanan ribuan kilometer demi menikmati panorama alam. Kamera dipenuhi foto gunung, laut, dan langit. Namun, ketika ditanya siapa yang menciptakan semua keindahan itu, jawabannya sering hanya sebatas teori.

Padahal, menurut Ibnu Athaillah, alam bukan penghalang menuju Allah. Alam justru merupakan penunjuk arah menuju-Nya.

Yang menjadi hijab bukan gunung.

Bukan langit.

Bukan harta.

Dan bukan jabatan.

Melainkan hati yang berhenti membaca tanda-tanda kebesaran Allah.

Dalam perspektif tasawuf yang diajarkan Ibnu Athaillah, hafalan ilmu agama saja belum cukup jika tidak diiringi penyucian hati. Padahal lisan bisa menghafal ribuan ayat, sementara hati tetap kosong dari rasa hadir bersama-Nya.

Al-Hikam: Allah Lebih Nyata daripada Semua yang Kita Lihat

Dalam kutipan Al-Hikam dijelaskan secara bertingkat:

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الظَّاهِرُ فِي كُلِّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu.”

Kemudian dilanjutkan:

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ النَّاظِرُ لِكُلِّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab, padahal Dia tampak pada setiap sesuatu.”

Lalu mencapai puncaknya:

كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَلَوْلَاهُ مَا كَانَ وُجُودُ كُلِّ شَيْءٍ

“Bagaimana mungkin Allah dihijab, padahal tanpa-Nya tidak akan ada satu pun yang wujud. (Yang dimaksud bukan Allah menyatu dengan makhluk, melainkan tanda-tanda kekuasaan, kebesaran, dan sifat-sifat-Nya tampak melalui ciptaan-Nya).

Kalimat-kalimat tersebut membangun satu kesimpulan yang kuat.

Jika semua yang ada berasal dari Allah, menunjukkan kekuasaan Allah, dan bergantung kepada Allah, lalu apa sebenarnya yang menutupi manusia dari mengenal-Nya?

Jawabannya bukan alam.

Menurut penjelasan para ulama tasawuf, termasuk yang dipahami dari Al-Hikam, jawabannya adalah hijab hati sering dikaitkan dengan dominasi hawa nafsu, kesombongan, dan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia.

Dalil Al-Qur’an: Allah Sangat Dekat

Allah SWT berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.”

(QS. Al-Baqarah: 186)

Firman Allah lainnya:

“Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

(QS. Qaf: 16)

Sementara itu Allah juga mengingatkan:

“Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah (rahmat dan kekuasaan) Allah.”

(QS. Al-Baqarah: 115)

Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa kedekatan Allah bukan persoalan jarak, melainkan persoalan kesadaran hati.

Hijab Terbesar Ternyata Bukan Dunia, tetapi Ego

Satir terbesar sebenarnya bukan ditujukan kepada orang lain.

Ia mengarah kepada diri kita sendiri.

Kita sering berkata mencari Allah.

Namun, waktu habis mengejar pujian manusia.

Kita mengaku mencintai akhirat.

Namun, hati gelisah hanya karena kehilangan sedikit keuntungan dunia.

Kita mengaku bertawakal.

Namun, ketakutan kepada masa depan lebih besar daripada keyakinan kepada pertolongan Allah.

Inilah hijab yang sesungguhnya.

Bukan kain.

Bukan tembok.

Dan bukan langit.

Tetapi ego yang merasa mampu hidup tanpa terus mengingat Allah.

Penutup

Ibnu Athaillah seolah mengajak manusia berhenti menyalahkan keadaan.

Allah tidak pernah pergi.

Allah tidak pernah bersembunyi.

Dan Allah juga tidak membutuhkan manusia untuk menemukan-Nya.

Justru manusialah yang terlalu sibuk memandang ciptaan hingga lupa kepada Sang Pencipta.

Mata melihat alam.

Akal mengagumi hukum-hukumnya.

Namun, hanya hati yang bersih mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah di balik semuanya.

Sebab itu, perjalanan menuju Allah bukan dimulai dengan melangkah lebih jauh, melainkan dengan membersihkan hati dari kesombongan, hawa nafsu, dan kecintaan yang berlebihan kepada dunia.

Bukan karena Allah terlalu jauh sehingga sulit ditemukan. Masalahnya, hati kita terlalu penuh oleh dunia sehingga tidak lagi memiliki ruang untuk melihat-Nya. Hijab terbesar bukan berada di depan mata, melainkan tumbuh diam-diam di dalam dada. (Red)

  • Sumber utama: Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari.
  • Penjelasan bahwa kutipan merupakan terjemahan yang beredar di Indonesia dan dapat memiliki variasi redaksi.
  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ngarumat hulu cai

    Hari Ini Rawat Alam, Besok Alam Jaga Kita: Momen Menggetarkan di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Gunung Kokosan Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, terasa berbeda pada peringatan Hari Bumi 2026, Rabu 22 April 2026. Di tengah hijaunya pepohonan dan gemericik air, gaung ngarumat hulu cai menggema—bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan nyata menjaga sumber kehidupan: air. Sejak awal kegiatan dimulai, pesan tentang pelestarian […]

  • Korban Tenggelam Waduk Saguling

    Korban Tenggelam Waduk Saguling Ditemukan Hari Ketiga

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Korban tenggelam Waduk Saguling akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan setelah tiga hari melakukan pencarian Waduk Saguling secara intensif. Korban bernama Deni Kurniawan (19) ditemukan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 17.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di perairan Waduk Saguling, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jenazah korban ditemukan […]

  • Tafsir Al-Ma'idah 2

    Tafsir Al-Ma’idah 2: Kunci Kolaborasi Umat

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada kerja sama yang menghadirkan keberkahan, sementara kerja sama lainnya justru melahirkan kerusakan? Tafsir Al-Ma’idah 2 memberikan jawaban yang tegas. Melalui QS. Al-Ma’idah ayat 2, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, sekaligus melarang saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Pesan tersebut bukan hanya menjadi pedoman […]

  • Larangan Display Rokok

    Pemkot Tasikmalaya Sidak Display Rokok, Ritel Masih Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah minimarket pada Selasa (30/6/2026) dengan memfokuskan pengawasan pada larangan display rokok, display produk tembakau, dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Melalui kegiatan tersebut, pemerintah mengevaluasi kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan larangan menampilkan produk tembakau dan rokok elektronik di area penjualan. Selain itu, sidak […]

  • pembunuhan penjaga konter

    Buruh di Bandung Bunuh Penjaga Konter demi Judi Online

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Buruh di Bandung bunuh penjaga konter demi bayar utang judi online, polisi ungkap motif dan kronologinya. albadarpost.com, LENSA – Tiga hari pelarian seorang buruh berakhir di tangan polisi. Pelaku pembunuhan penjaga konter ponsel di kawasan Sukamulya, Kota Bandung, akhirnya ditangkap. Ia mengaku nekat menghabisi nyawa korban demi menutup utang judi online yang menjeratnya. Pelaku Pembunuhan […]

  • PP Tunas

    PP Tunas Berlaku! 13 Juta Santri dan Siswa Siap Hadapi Dunia Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – PP Tunas resmi berlaku dan langsung mendorong penguatan literasi digital santri dan siswa di bawah naungan Kementerian Agama. Kebijakan perlindungan anak digital ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ruang digital aman, sekaligus membentuk generasi muda yang cakap teknologi dan beretika. Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak […]

expand_less