Camat Tarogong Kaler Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program MBG bersama SPPG yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis(9/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Garut atau Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat melalui langkah evaluasi dan koordinasi lintas pelaksana. Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama para pengelola SPPG Tarogong Kaler di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat penerima.
Rakhmat menegaskan, evaluasi rutin menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak yang terlibat.
Koordinasi Jadi Kunci Keberhasilan Program
Monitoring dan evaluasi diikuti seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler.
Dalam forum tersebut, peserta membahas perkembangan pelaksanaan program, mengevaluasi capaian, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan agar pelayanan semakin optimal.
Menurut Rakhmat Alamsyah, komunikasi yang terbuka menjadi fondasi utama agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan sinergi yang baik, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai koordinasi yang kuat akan mempercepat penyelesaian persoalan teknis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di setiap SPPG.
Pengelola SPPG Sampaikan Evaluasi Lapangan
Kegiatan monitoring dipandu oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tarogong Kaler, Herna Setiawati, S.IP., M.Si.
Selama berlangsungnya evaluasi, para pengelola SPPG aktif menyampaikan pengalaman, tantangan, serta berbagai masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Diskusi berlangsung interaktif karena setiap peserta memiliki kesempatan menyampaikan kendala yang mereka hadapi, mulai dari aspek pelayanan hingga koordinasi operasional.
Melalui forum tersebut, pemerintah kecamatan bersama pengelola SPPG merumuskan sejumlah langkah perbaikan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, tertib, dan tepat sasaran.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik yang telah diterapkan di masing-masing satuan pelayanan sehingga dapat menjadi referensi bagi pengelola lainnya.
Pemerintah Kecamatan Dorong Pelayanan Berkualitas
Rakhmat menegaskan monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan mengawasi pelaksanaan program, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang semakin profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga memerlukan koordinasi yang solid, pengawasan yang konsisten, serta komitmen seluruh pelaksana.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Tarogong Kaler akan terus melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kendala dapat segera diatasi sebelum berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, pengelola SPPG, dan seluruh pihak terkait terus terjaga sehingga kualitas layanan semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Program yang baik tidak cukup hanya dijalankan, tetapi harus terus dievaluasi. Dari koordinasi yang kuat lahir pelayanan yang berkualitas, dan dari pelayanan yang berkualitas tumbuh generasi yang lebih sehat. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar