Diduga Puntung Rokok Picu Kebakaran Bendungan Leuwikeris
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas BPBD Ciamis bersama Damkar memadamkan kebakaran lahan di kawasan Bendungan Leuwikeris, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing. Jumat, (3/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com,BERITA DAERAH – Kebakaran Bendungan Leuwikeris terjadi di kawasan Bendungan Leuwikeris, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/7/2026). Kebakaran Leuwikeris itu diduga dipicu puntung rokok yang dibuang ke tumpukan sampah hingga api merambat ke lahan kering di sekitarnya. Berdasarkan laporan BPBD Ciamis, petugas berhasil mengendalikan kebakaran sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Laporan hasil kaji cepat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Ciamis mencatat kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara itu, laporan pertama diterima petugas melalui sambungan telepon pada pukul 19.55 WIB.
Api Diduga Berasal dari Tumpukan Sampah
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Ciamis, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang ke area penempatan sampah.
Selanjutnya, bara api membakar tumpukan sampah sebelum merambat ke lahan yang dipenuhi rumput dan material kering. Kondisi tersebut membuat kobaran api cepat meluas di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran terjadi di kawasan Bendungan Leuwikeris, tepatnya di Dusun Guha RT 22/RW 09, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing.
Meski api sempat membakar area lahan, petugas segera menuju lokasi setelah menerima laporan sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.
BPBD Bersama Damkar dan Warga Lakukan Pemadaman
BPBD Kabupaten Ciamis berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, aparat pemerintah setempat, serta masyarakat untuk melakukan pemadaman.
Kolaborasi tersebut berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu relatif singkat.
Berdasarkan hasil kaji cepat, kebakaran menghanguskan area penempatan sampah dan lahan seluas sekitar 25 × 15 meter.
Selain itu, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Hingga proses penanganan selesai, kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak ditemukan ancaman terhadap permukiman warga.
Kondisi Lokasi Sudah Aman
Setelah api padam, petugas melakukan pemeriksaan di seluruh area terdampak untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lokasi telah aman.
BPBD Kabupaten Ciamis juga mencatat tidak ada kebutuhan mendesak maupun bantuan darurat karena kebakaran hanya mengenai area penempatan sampah dan lahan di sekitar lokasi.
Selanjutnya, petugas mendokumentasikan lokasi kejadian sebagai bagian dari laporan penanganan bencana.
Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran Lahan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan yang dipenuhi rumput kering dan tumpukan sampah memiliki risiko tinggi mengalami kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika beraktivitas di area terbuka serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu munculnya api.
Kewaspadaan bersama menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran lahan di berbagai wilayah.
Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga dapat membantu meminimalkan potensi kebakaran di kawasan terbuka.
BPBD Lakukan Pendataan Pascakejadian
Setelah proses pemadaman selesai, tim assessment BPBD Kabupaten Ciamis melaksanakan pendataan dan penyusunan laporan hasil kaji cepat sebagai dasar dokumentasi penanganan kejadian.
Tim assessment melibatkan personel BPBD yang bertugas melakukan identifikasi lokasi, menghitung dampak kebakaran, serta memastikan kondisi di lapangan telah kondusif.
Hingga laporan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Ciamis diterbitkan, kondisi di kawasan Bendungan Leuwikeris telah dinyatakan aman dan petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar