Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Syekh Athaillah: Bahaya Mengejar Terkenal dalam Beramal

Syekh Athaillah: Bahaya Mengejar Terkenal dalam Beramal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Syekh Athaillah, melalui hikmah-hikmahnya dalam Al-Hikam, mengajarkan bahwa tawadhu, ikhlas, dan menjauhi riya merupakan fondasi setiap amal. Pesan itu justru terasa semakin relevan ketika banyak orang berlomba mengejar perhatian, pengakuan, dan popularitas. Di tengah budaya yang mengukur keberhasilan dari seberapa sering seseorang tampil, ajaran Syekh Athaillah mengajak manusia kembali memeriksa niat sebelum mencari tepuk tangan.

Fenomena tersebut bukan hanya terjadi di ruang publik. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat tergoda mengukur nilai dirinya dari pujian yang diterima. Amal yang semula lahir karena Allah perlahan berubah menjadi upaya memperoleh pengakuan. Di sinilah letak ironi zaman: semakin mudah dikenal, semakin berat menjaga keikhlasan.

Syekh Athaillah menulis sebuah hikmah yang terus dikutip hingga kini:

اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ، فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نَتَاجُهُ

“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan. Sebab setiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, tidak akan sempurna buahnya.”

Kalimat singkat itu menghadirkan gambaran sederhana. Pohon yang berakar kuat tidak lahir dari tempat yang tinggi, melainkan dari tanah yang rela diinjak. Semakin dalam akar menembus bumi, semakin kokoh pohon menghadapi angin.

Tawadhu Bukan Merendahkan Diri, Tetapi Menempatkan Hati

Sebagian orang memahami tawadhu sebagai sikap meremehkan kemampuan diri. Padahal Islam mengajarkan hal yang berbeda. Tawadhu berarti menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah, sehingga tidak ada alasan untuk menyombongkan diri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Man tawādha’a rafa’ahullāh wa man takabbara waḍa’ahullāh.”

“Siapa yang merendahkan diri karena Allah, Allah akan mengangkat derajatnya. Sebaliknya, siapa yang menyombongkan diri, Allah akan merendahkannya.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari pencitraan. Sebaliknya, Allah sendiri yang meninggikan orang-orang yang menjaga kerendahan hati.

Karena itu, seorang mukmin tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Jika kemudian ia dikenal karena ilmunya atau manfaat yang diberikannya, hal itu merupakan amanah yang harus dijaga, bukan prestasi yang layak dibanggakan.

Popularitas Bisa Menjadi Nikmat, Bisa Pula Menjadi Ujian

Ulama besar Ibrahim bin Adham pernah mengingatkan:

“Tidak benar-benar jujur kepada Allah orang yang mencintai popularitas.”

Ucapan tersebut tidak berarti Islam melarang seseorang dikenal masyarakat. Banyak nabi, sahabat, dan ulama saleh memiliki pengaruh yang luas.

Namun persoalannya bukan pada dikenal atau tidak dikenal, melainkan pada tujuan di balik setiap amal.

Jika seseorang berbuat baik agar dipuji, maka pujian itulah yang sedang ia kejar. Sebaliknya, apabila ia beramal semata-mata mengharap rida Allah, maka pujian maupun celaan manusia tidak lagi menjadi penentu kebahagiaannya.

Di sinilah hati diuji. Semakin besar sorotan, semakin besar pula godaan untuk menikmati tepuk tangan.

Orang Ikhlas Tidak Gelisah Ketika Namanya Terlupakan

Ayyub As-Sakhtiyani pernah berkata:

“Demi Allah, tidak ada hamba yang benar-benar ikhlas kepada Allah kecuali ia merasa senang jika dirinya tidak menjadi pusat perhatian.”

Nasihat ini terasa begitu kontras dengan kebiasaan manusia modern. Banyak orang takut kehilangan perhatian, padahal para ulama terdahulu justru takut kehilangan keikhlasan.

Mereka memahami bahwa amal tidak memerlukan panggung agar bernilai. Sebaliknya, amal yang tersembunyi sering kali lebih selamat dari penyakit hati.

Keikhlasan tumbuh ketika seseorang tetap berbuat baik, sekalipun tidak ada yang memuji dan tidak ada yang mengetahui.

Riya Datang Tanpa Suara

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa riya, meskipun sedikit, termasuk bentuk syirik kecil. Hadis ini menjadi peringatan agar setiap muslim terus mengoreksi niatnya.

Riya sering kali tidak hadir dalam bentuk kesombongan yang terang-terangan. Ia muncul melalui bisikan halus: ingin dianggap dermawan, ingin dipandang paling saleh, atau berharap memperoleh penghormatan dari manusia.

Karena itulah para ulama lebih sering memeriksa niatnya sendiri daripada sibuk menilai niat orang lain.

Sikap tersebut menjadi pelajaran penting. Memperbaiki hati jauh lebih bermanfaat daripada mengejar citra yang hanya bertahan sesaat.

Kemuliaan Tidak Selalu Berjalan Bersama Ketenaran

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Allah mencintai hamba-hamba yang bertakwa, rendah hati, dan tidak mencari ketenaran. Jika mereka tidak terlihat, tidak ada yang mencarinya. Namun di sisi Allah, mereka memiliki kedudukan yang mulia.

Inilah ukuran yang berbeda antara langit dan bumi.

Manusia sering mengukur keberhasilan dari seberapa banyak orang mengenalnya. Allah justru melihat seberapa bersih hati seseorang ketika beramal.

Syekh Athaillah mengingatkan bahwa akar yang tersembunyi justru menopang pohon yang menjulang. Demikian pula keikhlasan. Ia mungkin tidak tampak di mata manusia, tetapi menjadi sebab diterimanya amal di sisi Allah.

Pada akhirnya, sejarah tidak selalu diubah oleh mereka yang paling terkenal. Sering kali, perubahan besar lahir dari hati-hati yang bekerja dalam diam, beramal tanpa menunggu tepuk tangan, lalu pulang membawa satu harapan: semoga Allah menerima setiap langkah yang tidak pernah diketahui manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • Sate Daging Kurban

    Kenapa Sate Daging Kurban Sering Keras? Ini 5 Solusinya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sate daging kurban menjadi salah satu olahan paling favorit saat Idul Adha. Namun tidak sedikit orang mengeluh karena sate terasa keras, alot, atau kurang juicy meski bumbunya sudah terasa enak. Padahal membuat sate daging kurban empuk sebenarnya tidak selalu sulit. Kadang masalahnya justru ada pada cara memotong, membakar, atau mengolah daging sebelum […]

  • Ilustrasi seorang Muslim makan dengan tangan kanan sambil membaca doa sesuai sunnah makan Rasulullah SAW.

    Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sunnah Makan bukan sekadar adab biasa, melainkan tuntunan Rasulullah yang penuh hikmah. Banyak orang mengenal adab makan dalam Islam, tetapi belum memahami detail Sunnah Makan yang jarang diamalkan. Padahal, tuntunan makan Rasulullah SAW bukan hanya soal sopan santun, melainkan jalan menuju keberkahan dan kesehatan jiwa. Di era serba cepat, banyak orang makan […]

  • Ilustrasi pelaku UMKM mengembangkan bisnis kecil dengan strategi digital marketing dan inovasi produk.

    Strategi UMKM, Dari Jualan Rumahan Jadi Bisnis Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak sedikit pelaku usaha kecil memiliki produk bagus, rasa enak, atau kualitas yang layak bersaing. Namun, bisnis mereka tetap jalan di tempat. Di sisi lain, ada UMKM lain yang justru tumbuh cepat meski memulai dari garasi rumah atau modal terbatas. Fenomena itu membuat banyak orang mulai mencari strategi UMKM yang benar-benar […]

  • Kesehatan Publik

    Singapura Perketat Vape, Pasar Gelap Ikut Bergerak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai negara dengan pendekatan keras terhadap zat adiktif. Pemerintah memperluas penindakan terhadap rokok elektrik atau vape dengan alasan perlindungan kesehatan publik, menyusul temuan meningkatnya penggunaan vape yang dicampur zat narkotika. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada perilaku konsumsi di dalam negeri, tetapi juga memunculkan perdebatan tentang kebebasan […]

  • belanja fiber optik

    Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Redaksi Albadarpost menyoroti belanja fiber optik Kominfo Tasikmalaya yang mengaburkan aset, dan layanan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Selama empat tahun berturut-turut, Kominfo Kota Tasikmalaya menganggarkan pos bernama belanja fiber optik untuk ratusan site intranet, berdampingan dengan belanja internet dedicated bernilai miliaran rupiah. Secara administratif, anggaran ini sah. Namun secara kebijakan publik, ia bermasalah sejak di […]

expand_less