Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa Barat. Mereka menancapkan bibit-bibit tersebut di lahan 2,3 hektare yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan tutupan vegetasi.

Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Pohon Sedunia. Namun, bagi para relawan, momentum itu bukan sekadar seremoni tahunan. Aksi tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya risiko longsor, penurunan kualitas tanah, serta menyusutnya ragam flora lokal. Dari 200 pohon yang ditanam, sekitar 40 di antaranya merupakan pohon langka yang kini sulit ditemukan di hutan-hutan Jawa Barat.

“Banyak jenis pohon lokal yang sudah jarang terlihat. Ketika hilang, ekosistem ikut melemah,” kata salah satu koordinator aksi. Ia menyebut pohon-pohon itu memiliki peran ekologis penting, mulai dari menjaga ketersediaan air hingga menstabilkan struktur tanah di wilayah perbukitan Tasikmalaya.


Perubahan Lahan dan Pentingnya Tanam Pohon Langka

Tasikmalaya berada di kawasan dengan karakter geologi labil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat, sebagian besar titik rawan longsor berada di wilayah yang pernah mengalami perubahan fungsi lahan. Dalam tiga tahun terakhir, konversi lahan untuk permukiman dan perkebunan komersial meningkat, sehingga kebutuhan rehabilitasi melalui tanam pohon langka menjadi semakin mendesak.

Para relawan menilai arboretum dapat berfungsi sebagai kawasan belajar publik. Di sana, warga dapat mengenali jenis-jenis asli Jawa Barat yang perlahan menghilang karena fragmentasi habitat. Beberapa bibit seperti ki beusi, huru areng, serta jenis-jenis puspa sudah masuk kategori rentan berdasarkan penilaian pengamat lokal.

Baca juga: PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

Model penanaman kali ini juga dilengkapi pelatihan pembibitan. Warga diajarkan teknik memilih biji, menyemai, hingga memindahkan bibit ke media tanam yang tepat. Pendekatan ini dipilih agar gerakan konservasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi praktik keseharian warga dalam mengelola pekarangan dan lahan sekitar rumah.


Dampak Sosial, Ekologi, dan Pembelajaran Lingkungan

Aksi tanam pohon langka dinilai memberi efek berlapis, bukan hanya pada ekologi. Di tingkat keluarga, para relawan memperkenalkan konsep pembelajaran lingkungan yang bisa diterapkan di rumah. Anak-anak dan remaja yang mengikuti kegiatan ini diajak memahami jalur tumbuh sebuah pohon, kebutuhan air, dan ancaman perubahan iklim terhadap spesies endemik.

Di sekolah-sekolah sekitar Gunung Tanjung, beberapa guru mulai mengadopsi kegiatan ini sebagai materi pembelajaran luar kelas. Pendekatan ini sejalan dengan dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini.

Dari sudut fiskal, program rehabilitasi berbasis komunitas dinilai lebih efisien bagi pemerintah daerah. Tanpa perlu menggelontorkan anggaran besar, kegiatan konservasi dapat berjalan dengan dukungan warga. Pemerintah cukup menyediakan dukungan teknis, bibit tambahan, atau penyediaan lahan. Model seperti ini membantu menekan biaya penanganan pascabencana yang selama ini menjadi beban APBD.

Bagi warga, kehadiran arboretum menjadi ruang sosial yang baru. Mereka berkumpul untuk mengelola tanaman, saling bertukar bibit, dan merawat jalur-jalur tanam. Kegiatan yang tampak sederhana ini memberi efek psikologis yang tidak kecil: rasa memiliki terhadap lingkungan dan penguatan jejaring sosial desa.

Gerakan tanam pohon langka memperkuat ekosistem Tasikmalaya sekaligus meningkatkan kesadaran warga pada mitigasi bencana berbasis komunitas. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PORSADIN Indihiang

    815 Santri Meriahkan PORSADIN XI Indihiang 2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi ratusan santri yang datang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang. PORSADIN Indihiang 2026 yang mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih […]

  • Pencak Silat Militer

    Pangdam Siliwangi Kukuhkan PSM, Bentuk Generasi Berkarakter

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pencak Silat Militer tidak lagi dipandang sekadar seni bela diri atau aktivitas olahraga. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Pencak Silat Militer (PSM) justru didorong menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan. Pesan itulah yang mengemuka saat Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mengukuhkan […]

  • persiapan menyambut Ramadhan

    Menata Hati Sebelum Fajar Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ramadhan tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu memberi tanda, seperti tamu mulia yang mengirim kabar lebih dulu agar tuan rumah bersiap. Angin Sya’ban membawa aroma itu—aroma rindu, harap, dan juga kegelisahan. Sebab Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan cermin besar yang akan memantulkan seberapa siap hati dan hidup kita menjemputnya. Allah SWT […]

  • Poster rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat 2026 bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

    Kesempatan Emas! OJK Jabar Cari Duta Literasi Keuangan 2026

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat membuka rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK 2026 bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat. Program duta edukasi keuangan OJK ini bertujuan memperluas literasi keuangan di berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas masyarakat. Rekrutmen Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat terbuka […]

  • insentif guru keagamaan

    Pemkot Bandung Salurkan Insentif Guru Keagamaan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menyalurkan insentif guru keagamaan untuk memperkuat kualitas pendidikan agama di kota. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan penyaluran insentif guru keagamaan kepada lebih dari sembilan ribu penerima. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat layanan pendidikan agama sekaligus memberi kepastian dukungan bagi para pendidik nonformal dan formal di tingkat madrasah. Kebijakan tersebut menjadi […]

  • Learning Loss

    Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik. albadarpost.com, HUMANIORA – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang rendah di berbagai daerah tidak dapat dipahami sekadar sebagai kegagalan siswa dalam menjawab soal. Data hasil TKA justru membuka persoalan yang lebih dalam: masalah struktural pendidikan nasional yang belum tertangani secara […]

expand_less