Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa Barat. Mereka menancapkan bibit-bibit tersebut di lahan 2,3 hektare yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan tutupan vegetasi.

Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Pohon Sedunia. Namun, bagi para relawan, momentum itu bukan sekadar seremoni tahunan. Aksi tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya risiko longsor, penurunan kualitas tanah, serta menyusutnya ragam flora lokal. Dari 200 pohon yang ditanam, sekitar 40 di antaranya merupakan pohon langka yang kini sulit ditemukan di hutan-hutan Jawa Barat.

“Banyak jenis pohon lokal yang sudah jarang terlihat. Ketika hilang, ekosistem ikut melemah,” kata salah satu koordinator aksi. Ia menyebut pohon-pohon itu memiliki peran ekologis penting, mulai dari menjaga ketersediaan air hingga menstabilkan struktur tanah di wilayah perbukitan Tasikmalaya.


Perubahan Lahan dan Pentingnya Tanam Pohon Langka

Tasikmalaya berada di kawasan dengan karakter geologi labil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat, sebagian besar titik rawan longsor berada di wilayah yang pernah mengalami perubahan fungsi lahan. Dalam tiga tahun terakhir, konversi lahan untuk permukiman dan perkebunan komersial meningkat, sehingga kebutuhan rehabilitasi melalui tanam pohon langka menjadi semakin mendesak.

Para relawan menilai arboretum dapat berfungsi sebagai kawasan belajar publik. Di sana, warga dapat mengenali jenis-jenis asli Jawa Barat yang perlahan menghilang karena fragmentasi habitat. Beberapa bibit seperti ki beusi, huru areng, serta jenis-jenis puspa sudah masuk kategori rentan berdasarkan penilaian pengamat lokal.

Baca juga: PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

Model penanaman kali ini juga dilengkapi pelatihan pembibitan. Warga diajarkan teknik memilih biji, menyemai, hingga memindahkan bibit ke media tanam yang tepat. Pendekatan ini dipilih agar gerakan konservasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi praktik keseharian warga dalam mengelola pekarangan dan lahan sekitar rumah.


Dampak Sosial, Ekologi, dan Pembelajaran Lingkungan

Aksi tanam pohon langka dinilai memberi efek berlapis, bukan hanya pada ekologi. Di tingkat keluarga, para relawan memperkenalkan konsep pembelajaran lingkungan yang bisa diterapkan di rumah. Anak-anak dan remaja yang mengikuti kegiatan ini diajak memahami jalur tumbuh sebuah pohon, kebutuhan air, dan ancaman perubahan iklim terhadap spesies endemik.

Di sekolah-sekolah sekitar Gunung Tanjung, beberapa guru mulai mengadopsi kegiatan ini sebagai materi pembelajaran luar kelas. Pendekatan ini sejalan dengan dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini.

Dari sudut fiskal, program rehabilitasi berbasis komunitas dinilai lebih efisien bagi pemerintah daerah. Tanpa perlu menggelontorkan anggaran besar, kegiatan konservasi dapat berjalan dengan dukungan warga. Pemerintah cukup menyediakan dukungan teknis, bibit tambahan, atau penyediaan lahan. Model seperti ini membantu menekan biaya penanganan pascabencana yang selama ini menjadi beban APBD.

Bagi warga, kehadiran arboretum menjadi ruang sosial yang baru. Mereka berkumpul untuk mengelola tanaman, saling bertukar bibit, dan merawat jalur-jalur tanam. Kegiatan yang tampak sederhana ini memberi efek psikologis yang tidak kecil: rasa memiliki terhadap lingkungan dan penguatan jejaring sosial desa.

Gerakan tanam pohon langka memperkuat ekosistem Tasikmalaya sekaligus meningkatkan kesadaran warga pada mitigasi bencana berbasis komunitas. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Bayern vs Real Madrid dengan analisis statistik, peluang gol, dan performa terbaru di Allianz Arena

    Bayern vs Real Madrid: Data Terbaru Bikin Kaget, Siapa Sebenarnya Unggul?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Prediksi Bayern vs Real Madrid langsung menyita perhatian publik. Duel Bayern Munich vs Real Madrid bukan hanya soal siapa menang, tetapi siapa yang siap bertahan di tekanan tertinggi. Banyak yang mencari prediksi Bayern Munich vs Real Madrid, analisis Bayern vs Madrid, hingga peluang Bayern vs Real Madrid—semuanya mengarah pada satu hal: laga ini bisa mengubah arah […]

  • Kecelakaan Bus

    Mahasiswa Garut Tewas dalam Kecelakaan Bus di Banjar

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu kembali menyita perhatian publik. Insiden maut yang melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan sepeda motor Honda Vario ini terjadi di Jalan Siliwangi, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa seorang mahasiswa muda asal Kabupaten Garut. Dalam hitungan […]

  • kemiskinan ekstrem Lebak

    Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali muncul setelah seorang lansia dan anak ODGJ hidup tanpa bantuan pemerintah. Kemiskinan Ekstrem Lebak dan Kelalaian Pengawasan Negara albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali menjadi sorotan setelah seorang lansia dan putranya yang hidup dengan gangguan jiwa bertahan di gubuk rapuh tanpa dukungan negara. Kisah ini mencerminkan celah serius […]

  • putusan Mahkamah Agung

    Putusan MA dan Sikap Negara terhadap Kepala Daerah Terpidana

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan batas negara melindungi pemerintahan dari pejabat terpidana narkotika. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan mantan bupati terkait pemberhentiannya karena perkara narkotika bukan sekadar penegasan hukum administratif. Ia menyentuh wilayah yang lebih sensitif: bagaimana negara menjaga keberlanjutan pemerintahan tanpa terjebak pada prosedur yang justru merugikan warga. Di tengah tuntutan […]

  • Ilustrasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah Indonesia berdasarkan Perpres 12 Tahun 2021 dan prinsip akuntabilitas hukum.

    Pengadaan Pemerintah di Persimpangan Hukum dan Akuntabilitas

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu titik paling menentukan dalam penyelenggaraan negara. Melalui mekanisme inilah anggaran publik dialihkan menjadi infrastruktur, layanan sosial, dan program strategis yang menyentuh kehidupan masyarakat. Karena itu, pengadaan tidak boleh dipahami semata sebagai urusan teknis, melainkan sebagai amanah kekuasaan yang mengandung tanggung jawab hukum dan moral. […]

  • Uya Kuya dikhianati

    Uya Kuya Kecewa Merasa Dikhianati Teman Sendiri di Tengah Badai Hujatan Netizen

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Uya Kuya kecewa karena merasa dikhianati teman sendiri saat dihujat netizen dan rumahnya dijarah. Uya Kuya Ungkap Kekecewaan Usai Dikhianati Teman Sendiri albadarpost.com, HUMANIORA – Artis sekaligus anggota DPR Uya Kuya mengaku kecewa dan terluka secara emosional setelah merasa dikhianati oleh orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat. Kekecewaan itu muncul di tengah […]

expand_less