Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika halaman Masjid Jami Al Ihsan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai dipenuhi warga. Jerigen dan galon tersusun rapi. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para orang tua datang bergantian. Mereka bukan hendak menghadiri pengajian ataupun salat berjamaah, melainkan mengantre mendapatkan air bersih.

Di tengah krisis air yang melanda wilayah tersebut selama hampir dua bulan terakhir, masjid berubah menjadi penyelamat kehidupan. Bagi sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat, aliran air dari masjid menjadi satu-satunya harapan ketika sumur-sumur rumah mengering.

Fenomena ini bukan sekadar kisah tentang kekeringan. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menghadirkan kembali fungsi masjid sebagaimana diajarkan Islam sejak masa Rasulullah SAW, yakni menjadi pusat kemaslahatan umat.

Masjid Menjawab Kebutuhan Paling Dasar Manusia

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menghadapi situasi yang tidak mudah. Di satu sisi, air diperlukan untuk kebutuhan warga. Di sisi lain, air juga harus tersedia bagi jamaah yang hendak berwudu.

Karena itu, DKM mengambil jalan tengah. Warga tetap diperbolehkan mengambil air, tetapi aktivitas tersebut dihentikan sekitar 10 menit sebelum azan agar persediaan air cukup untuk keperluan ibadah.

Keputusan sederhana itu memperlihatkan satu nilai penting dalam Islam, yakni menjaga keseimbangan antara hak beribadah dan hak memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Dan Kami menjadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya: 30).

Ayat ini mengingatkan bahwa air bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian dari nikmat Allah yang menopang seluruh kehidupan.

Masjid Sejak Awal Memang Hadir untuk Melayani Umat

Ketika Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi di Madinah, fungsinya tidak terbatas sebagai tempat salat.

Masjid menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, bahkan tempat menerima tamu dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Apa yang dilakukan Masjid Jami Al Ihsan hari ini seakan menghidupkan kembali semangat tersebut. Di tengah keterbatasan, masjid hadir sebagai tempat yang paling mudah dijangkau masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah yang paling utama adalah memberikan air.”
(HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh sejumlah ulama).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa membantu orang memperoleh air termasuk amal yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Masjid Penyelamat Air

Warga Desa Kertanegla, Kabupaten Tasikmalaya antre mengambil air bersih di Masjid Jami Al Ihsan, Minggu (28/6/2026).

Krisis Air Mengajarkan Kepedulian Sosial

Pemerintah Desa Kertanegla mencatat sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga terdampak kekeringan. Hampir setiap musim kemarau, dua dusun di wilayah tersebut mengalami persoalan yang sama.

Pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan berharap distribusi air bersih maupun pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan.

Namun, selama solusi permanen belum tersedia, solidaritas masyarakat menjadi penyangga utama.

Warga rela mengantre. Pengurus masjid mengatur pembagian air. Setiap keluarga hanya mengambil dua hingga tiga jerigen agar seluruh warga tetap memperoleh bagian.

Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat ketika menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

“Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2).

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan hanya nilai kemanusiaan, tetapi juga perintah agama.

Air Boleh Terbatas, Kepedulian Jangan Sampai Kering

Krisis air memang menguji kesabaran. Akan tetapi, ujian itu juga memperlihatkan bahwa kepedulian masih mengalir di tengah masyarakat.

Masjid Jami Al Ihsan tidak hanya menyediakan air. Masjid juga menghadirkan rasa aman bagi warga yang setiap hari memikirkan kebutuhan paling mendasar keluarganya.

Peristiwa di Kecamatan Bojonggambir mengajarkan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari ramainya saf salat, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.

Ketika sebuah masjid mampu menjadi tempat ibadah sekaligus tempat berteduh bagi kebutuhan sosial, di situlah nilai rahmatan lil ‘alamin benar-benar tampak dalam kehidupan sehari-hari.

Masjid yang makmur bukan hanya dipenuhi jamaah ketika azan berkumandang, tetapi juga menjadi tempat pertama yang membuka pintu saat tetangganya kehausan. Di situlah ibadah dan kemanusiaan bertemu dalam satu mata air keberkahan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soto ayam kampung kuah bening gurih dengan suwiran ayam, bihun, kol, dan bawang goreng dalam mangkuk hangat

    Bocor! Rahasia Soto Ayam Kampung Gurih yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencoba membuat soto ayam kampung, tetapi hasilnya sering terasa biasa saja. Padahal, rahasia resep dan cara membuat soto ayam kampung bukan hanya soal bumbu. Ada teknik kecil yang sering terlewat, padahal justru menentukan rasa. Dengan memahami resep soto ayam kampung secara utuh—mulai dari bahan, proses, hingga penyajian—kamu bisa mendapatkan kuah […]

  • kasus perundungan Tangsel

    Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus. albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka […]

  • RS TNT Tasikmalaya

    Tanpa Banyak Sorotan, RS TNT Tasikmalaya Siap Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – RS Tani dan Nelayan (TNT) Kabupaten Tasikmalaya kini tengah bersiap naik level menjadi rumah sakit tipe D. Perubahan ini tidak banyak disorot, namun dampaknya besar bagi layanan kesehatan Tasikmalaya dan akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih baik. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan […]

  • Rumah Layak Huni

    Rumah Reyot Ibu Minawati Dibangun Bersama, Warga Garut Terharu

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suara palu, cangkul, dan obrolan hangat warga terdengar sejak pagi di Kampung Cihalimun, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Minggu (28/6/2026). Di tengah suasana gotong royong itu, harapan baru mulai dibangun untuk menghadirkan rumah layak huni bagi Ibu Minawati, seorang warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Rehabilitasi […]

  • Menghadap Laut Pangandaran

    Menghadap Laut Pangandaran 2026: Cara Berbeda Sambut HUT RI

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Menghadap Laut Pangandaran 2026 membawa cara berbeda dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bukan hanya upacara dan perlombaan, momentum ini mengajak masyarakat melihat kembali hubungan dengan pantai, laut, dan lingkungan pesisir yang menjadi bagian penting kehidupan Pangandaran. Kegiatan Menghadap Laut 2026 dijadwalkan berlangsung di Pantai Barat Pangandaran pada Sabtu, 15 Agustus […]

  • Lahan Sawah Tasikmalaya

    Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya. Peringatan […]

expand_less