Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Candranegara: Guru Harus Jadi Sahabat Murid

Diky Candranegara: Guru Harus Jadi Sahabat Murid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Konsep guru sahabat murid kembali menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara menegaskan bahwa guru SD dan SMP tidak cukup hanya menjadi penyampai materi pelajaran. Sebaliknya, guru harus mampu menjadi pendamping, sahabat, sekaligus penggerak daya pikir peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Diky saat menanggapi pelaksanaan workshop peningkatan kompetensi guru yang diinisiasi oleh salah satu anggota DPR RI. Menurutnya, penguatan kompetensi guru tidak boleh berhenti pada aspek administrasi dan metode mengajar semata, tetapi harus menyentuh cara guru membangun hubungan dengan murid.

Guru Tidak Boleh Menjawab “Baca Buku Saja”

Diky menilai, masih terdapat pola pembelajaran yang terlalu berorientasi pada buku dan belum sepenuhnya mendorong interaksi aktif antara guru dan siswa.

Ia mencontohkan situasi ketika seorang murid mengajukan pertanyaan di kelas, namun justru diminta mencari jawabannya sendiri melalui buku pelajaran.

“Tujuan utamanya adalah supaya guru SD dan SMP benar-benar bisa menjadi sahabat murid. Guru jangan sampai ketika anak bertanya, malah dijawab ‘coba pelajari sendiri atau buka bukunya’. Hal seperti itu jangan terjadi,” ujarnya.

Menurut Diky, jawaban guru terhadap pertanyaan murid bukan sekadar transfer informasi. Lebih dari itu, jawaban tersebut dapat menentukan rasa percaya diri dan semangat belajar seorang anak.

Setiap Anak Memiliki Cara Belajar yang Berbeda

Wakil Wali Kota Tasikmalaya itu juga mengingatkan bahwa tidak ada kelas yang benar-benar homogen. Dalam satu ruang belajar, terdapat anak-anak dengan kemampuan, karakter, dan kecepatan berpikir yang berbeda-beda.

Karena itu, guru dituntut untuk memahami keragaman tersebut.

“Dalam satu kelas pasti ada murid yang berpikir cepat dan ada yang butuh waktu lebih lama untuk memahami. Kondisi ini pasti memengaruhi semangat belajar murid,” kata Diky.

Pendekatan pembelajaran yang sama terhadap seluruh siswa, menurutnya, berpotensi membuat sebagian anak kehilangan motivasi belajar.

Sebaliknya, ketika guru memahami karakter setiap murid, proses belajar akan menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

Guru Harus Mampu Memancing Daya Pikir Anak

Diky menjelaskan bahwa peran guru modern bukan lagi sekadar menyampaikan jawaban. Guru justru harus mampu mendorong murid untuk berpikir lebih dalam.

Ia memberikan contoh sederhana.

Ketika seorang guru bertanya tentang sebuah gelas, maka pembelajaran tidak boleh berhenti pada jawaban “ini gelas”.

Guru harus melanjutkan pertanyaan berikutnya.

Untuk apa gelas digunakan? Mengapa manusia membutuhkan gelas? Apa manfaatnya? Bagaimana jika gelas tidak ada?

Melalui cara tersebut, anak akan belajar membangun logika, analisis, dan kreativitas.

“Guru harus bertanya lagi, gelas itu untuk apa, manfaatnya apa, sampai muncul pemikiran dari anak,” katanya.

Pendekatan seperti ini, menurut Diky, akan membantu siswa menjadi lebih aktif dan percaya diri.

Workshop Guru Harus Melahirkan Cara Mengajar Baru

Diky menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan workshop guru tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya selalu terbuka terhadap berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD Kota Tasikmalaya.

“Kami Pemkot selalu welcome setiap ada tamu. Untuk kegiatan workshop guru ini kami tidak menggunakan APBD sama sekali,” jelasnya.

Namun demikian, manfaat utama yang diharapkan bukan sekadar pelaksanaan kegiatan seremonial, melainkan lahirnya pola pembelajaran baru yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa.

Menurutnya, seorang guru ideal harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus sahabat bagi peserta didiknya.

Pendidikan Bukan Sekadar Soal Nilai

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup.

Anak-anak membutuhkan guru yang mampu mendengar, memahami, dan membimbing mereka sebagai manusia.

Mungkin karena itulah, pesan sederhana dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya ini terasa relevan bagi dunia pendidikan saat ini: guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga menghadirkan rasa aman, rasa percaya diri, dan semangat untuk terus belajar.

Pada akhirnya, murid mungkin akan lupa rumus yang diajarkan gurunya. Namun, mereka hampir tidak pernah lupa pada guru yang pernah membuat mereka merasa didengar, dihargai, dan dipercaya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Baru Sepak Bola

    Generasi Baru Mulai Geser Era Messi-Ronaldo

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Generasi Baru Sepak Bola menjadi salah satu cerita terbesar di Piala Dunia 2026. Di tengah persaingan menuju babak-babak akhir turnamen, perhatian publik perlahan bergeser dari dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menuju para pemain muda yang tampil menentukan. Fenomena regenerasi sepak bola dunia itu terlihat semakin jelas ketika banyak tim memberi kepercayaan […]

  • Ilustrasi pengamatan hilal saat matahari terbenam sebagai bagian dari metode penanggalan Hijriah dalam Islam.

    Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern. Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan […]

  • Banjir Dayeuhkolot

    Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Banjir Dayeuhkolot kembali merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga setelah hujan deras sejak Kamis. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Dayeuhkolot kembali menggenangi kawasan permukiman di Kabupaten Bandung setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang hingga sore. Air mulai naik menjelang malam dan bertahan sampai Jumat pagi, menyebabkan aktivitas warga tersendat di sejumlah titik. Genangan […]

  • menunda amal baik

    Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab […]

  • Piala Dunia 2030

    Piala Dunia 2030 Ubah Sejarah, Digelar di Tiga Benua

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2030 tidak hanya akan melahirkan juara dunia baru. Lebih dari itu, World Cup 2030 akan mengubah cara dunia memandang penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di planet ini. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia FIFA 2030 digelar di tiga benua dengan melibatkan enam negara, sebuah keputusan yang langsung memicu perhatian jutaan […]

  • status KTP

    Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Masalah status KTP buruh perkebunan di Jember menghambat akses bantuan sosial dan kesehatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Status KTP yang keliru membuat Buniman, 65 tahun, hidup di tengah kemiskinan ekstrem tanpa akses bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Warga Perkebunan Kopi Silosanen, Kecamatan Silo, Jember, itu tercatat sebagai karyawan BUMN pada kartu identitasnya, padahal ia hanya buruh […]

expand_less