Dalam Kurang dari Dua Jam, Tiga Rumah di Cipedes Tinggal Arang
- account_circle redaktur
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim damkar kota, Kabupaten Tasikmalaya berjibaku padamkan tiga rumah, Jumat (26/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musibah kebakaran Tasikmalaya kembali menyisakan duka mendalam. Kebakaran hebat yang terjadi di Kampung Pelang, RT 002 RW 006, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026) sore, menghanguskan tiga rumah warga dan membuat sedikitnya 15 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa kebakaran Cipedes Tasikmalaya itu berlangsung begitu cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, rumah milik Agus, Aan, dan Cucu berubah menjadi puing dan arang. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru Kota Tasikmalaya.
Bagi warga sekitar, sore itu berubah menjadi kepanikan yang sulit dilupakan.
Kepanikan Pecah, Api Menjalar Sangat Cepat
Menurut keterangan warga di lokasi, kepanikan terjadi sesaat setelah kobaran api mulai membesar. Teriakan warga yang meminta pertolongan terdengar bersahut-sahutan, sementara masyarakat sekitar berupaya menyelamatkan diri dan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Material bangunan yang didominasi kayu membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.
“Kayunya banyak. Sekali nyambar, langsung ke rumah sebelah. Kanan, kiri, depan, belakang. Semua kena,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember, selang, dan sumber air yang tersedia. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebarannya.
Suasana di lokasi berubah menjadi kepanikan. Sejumlah warga terlihat berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dibawa keluar, sementara yang lain hanya bisa menyaksikan kobaran api membesar.

Tiga rumah di Sukamanah rata dengan tanah, Jumat (26/6/2026).
Empat Armada Dikerahkan, Pemadaman Berlangsung 85 Menit
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya sekitar pukul 16.10 WIB.
Merespons laporan tersebut, Damkar Kota Tasikmalaya langsung mengerahkan tiga unit armada, yakni Fire Truck 03, Fire Truck 04, dan Fire Truck 05. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menurunkan satu unit kendaraan water supply.
Untuk mempercepat penanganan, Damkar Kabupaten Tasikmalaya juga mengirimkan satu unit armada tambahan.
Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 16.25 WIB. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena api dengan cepat membakar material bangunan yang mudah terbakar.
Komandan Regu 3 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, Budi Permana, mengatakan bahwa prioritas utama petugas adalah mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Api terlalu cepat. Rumah berbahan kayu jadi seperti korek api. Kami fokus memutus rambatannya ke rumah lain,” ujar Budi usai proses pemadaman.
Setelah berjibaku selama sekitar satu jam 25 menit, petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh kobaran api pada pukul 17.50 WIB.
Tiga Rumah Rata dengan Tanah, Belasan Warga Kehilangan Tempat Pulang
Akibat kebakaran tersebut, tiga rumah milik Agus, Aan, dan Cucu mengalami kerusakan sangat berat hingga rata dengan tanah.
Saat api berhasil dipadamkan, yang tersisa hanyalah puing bangunan, kayu yang menghitam, serta berbagai barang rumah tangga yang tidak lagi dapat digunakan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran ini dirasakan sangat besar oleh para korban. Sedikitnya 15 jiwa kini kehilangan tempat tinggal dan harus menghadapi kenyataan bahwa rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung telah hilang dalam waktu singkat.
Sejumlah warga tampak bertahan di sekitar lokasi kebakaran sambil memperhatikan sisa-sisa bangunan yang hangus. Sebagian lainnya dibantu keluarga dan tetangga untuk mengamankan barang-barang yang masih tersisa.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendataan dan penelusuran oleh petugas terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga menyisakan kehilangan yang sulit diukur dengan angka.
Dalam waktu kurang dari dua jam, tiga rumah berubah menjadi abu. Namun bagi 15 jiwa yang kehilangan tempat pulang, yang paling sulit dibangun kembali bukanlah tembok rumah, melainkan kenangan yang ikut hangus bersama kobaran api. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar