Garut Gandeng LMAN, Aset Daerah Tak Lagi Sekadar Jadi Catatan
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemkab Garut dan Lembaga Manajemen Aset Negara tentang Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah di Lingkungan Pemkab Garut, di Kantor Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di banyak daerah, aset pemerintah sering terlihat megah di atas kertas. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ada lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Ada bangunan yang berdiri tetapi belum menghasilkan nilai tambah. Ada pula aset yang tercatat dalam administrasi, tetapi belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Persoalan itu bukan hanya terjadi di satu wilayah. Karena itu, ketika Aset Garut menjadi fokus pembenahan melalui kerja sama dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), langkah tersebut menarik perhatian. Di tengah tuntutan tata kelola yang semakin baik, optimalisasi aset daerah kini menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selasa (23/6/2026), Pemerintah Kabupaten Garut resmi menandatangani Nota Kesepakatan tentang Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah bersama LMAN di Kantor LMAN, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Penandatanganan kerja sama tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
Aset Daerah Tidak Boleh Hanya Menjadi Angka di Laporan
Bagi sebagian masyarakat, pembahasan aset daerah mungkin terdengar teknis dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal dampaknya sangat dekat dengan pelayanan publik dan pembangunan.
Ketika aset daerah dikelola secara efektif, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan manfaat ekonomi, memperluas pelayanan masyarakat, serta membuka ruang investasi yang lebih sehat.
Sebaliknya, aset yang tidak terkelola dengan baik sering kali hanya menjadi beban administrasi.
Karena itu, Pemkab Garut memandang pengelolaan aset sebagai agenda strategis yang tidak bisa ditunda.
Dalam keterangannya, Abdusy Syakur Amin menjelaskan bahwa LMAN dipilih karena memiliki pengalaman, integritas, dan rekam jejak yang kuat dalam mendukung pengelolaan aset pemerintah.
Selain itu, Pemkab Garut juga memperoleh berbagai referensi positif dari daerah lain yang telah bekerja sama dengan lembaga tersebut.
Menjawab Catatan yang Berulang dalam Pemeriksaan BPK
Kerja sama ini tidak lahir tanpa alasan.
Selama beberapa tahun terakhir, tata kelola aset daerah menjadi salah satu aspek yang kerap mendapat perhatian dalam hasil pemeriksaan keuangan pemerintah daerah.
Abdusy Syakur Amin secara terbuka mengakui bahwa persoalan tersebut menjadi bagian dari catatan yang perlu terus diperbaiki.
Karena itu, kolaborasi dengan LMAN diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat administrasi aset sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaannya.
Langkah ini menunjukkan pendekatan yang lebih proaktif. Alih-alih menunggu persoalan berulang, pemerintah daerah memilih membangun sistem yang lebih baik melalui pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Dengan demikian, pembenahan tidak berhenti pada dokumen administrasi semata, tetapi berlanjut pada implementasi yang lebih terukur.
Dari Pemetaan hingga Optimalisasi Pemanfaatan

Penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemkab Garut dan Lembaga Manajemen Aset Negara tentang Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah di Lingkungan Pemkab Garut, di Kantor Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Nota kesepakatan tersebut menjadi dasar kerja sama dalam berbagai tahapan pengelolaan aset daerah.
Mulai dari kajian, pemetaan, identifikasi potensi pemanfaatan, hingga penyusunan strategi optimalisasi Barang Milik Daerah.
Melalui proses tersebut, aset yang selama ini belum memberikan manfaat maksimal dapat dipetakan berdasarkan potensi dan karakteristiknya.
Selanjutnya, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan arah pemanfaatan yang paling sesuai.
Pendekatan seperti ini penting karena setiap aset memiliki tantangan dan peluang yang berbeda.
Oleh sebab itu, pemetaan yang akurat menjadi langkah awal sebelum menentukan strategi pemanfaatan yang produktif.
Mendorong Ekonomi Daerah Lewat Tata Kelola yang Lebih Baik
Optimalisasi aset bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan.
Lebih jauh dari itu, pengelolaan aset yang baik dapat membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.
Ketika aset pemerintah dimanfaatkan secara tepat, nilai ekonominya dapat meningkat. Pada saat yang sama, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih baik maupun aktivitas ekonomi yang berkembang.
Selain fokus pada pemanfaatan aset, kerja sama dengan LMAN juga mencakup program bimbingan teknis dan pendampingan bagi aparatur pemerintah daerah.
Langkah tersebut penting agar pengelolaan aset berjalan secara akuntabel, efektif, dan efisien sesuai prinsip tata kelola modern.
Bagi Garut, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Lebih dari itu, ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pengelolaan aset yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil.
Aset daerah yang hanya tersimpan dalam daftar inventaris tidak akan mengubah apa pun. Namun ketika aset dikelola dengan baik, dipetakan secara tepat, dan dimanfaatkan secara produktif, ia dapat berubah menjadi sumber manfaat yang menggerakkan pembangunan. Garut tampaknya sedang mencoba membuka pintu menuju arah itu. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar