Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Konsep kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan kembali mendapat sorotan. Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah menilai kepala sekolah, manajer sekolah, dan pemimpin ekosistem pendidikan tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, sekolah membutuhkan figur yang mampu melihat peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi di tengah keterbatasan.

Pandangan tersebut ia sampaikan saat membahas penguatan kepemimpinan sekolah. Menurut Ferdiansyah, pola pikir pasif sudah tidak relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

“Bahasa kerennya, kepala sekolah itu Direktur Utama sekolah. Karena itu harus memahami ekosistemnya, mulai dari pelajar, guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kepala Sekolah Tidak Cukup Menjadi Pengawas Kelas

Ferdiansyah menegaskan, peran kepala sekolah telah berubah. Pemimpin sekolah harus mampu menggerakkan seluruh komponen pendidikan agar saling mendukung.

Selain mengelola proses belajar mengajar, kepala sekolah juga perlu memperkuat hubungan dengan masyarakat, tokoh lingkungan, hingga orang tua siswa. Dengan demikian, sekolah tidak berjalan sendiri.

Menurutnya, kemampuan memimpin menjadi faktor penting. Oleh sebab itu, calon kepala sekolah perlu memiliki pendidikan dan pembekalan khusus agar mampu menjalankan fungsi tersebut secara optimal.

“Bagaimana nanti bisa memimpin dengan memberdayakan semua komponennya,” katanya.

Jangan Selalu Bergantung pada Dana BOS

Di sisi lain, Ferdiansyah mengingatkan bahwa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan berbagai bantuan pemerintah memiliki keterbatasan.

Karena itu, kepala sekolah perlu melahirkan berbagai terobosan. Ia menilai kemampuan membaca peluang menjadi salah satu kunci agar sekolah tetap berkembang.

Menurutnya, pengelolaan sekolah harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan adaptif. Pemimpin pendidikan yang inovatif akan lebih mudah menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah dapat membangun kemandirian sekaligus memperkuat perannya di tengah masyarakat.

Sampah Organik Bisa Menjadi Peluang bagi Sekolah

Ferdiansyah juga menyinggung persoalan lingkungan yang semakin mendesak. Ia menilai masalah sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban.

Sebaliknya, sekolah dapat menjadikannya sebagai peluang ekonomi dan sarana pendidikan karakter.

Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk. Selanjutnya, hasil tersebut dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan petani di sekitar sekolah.

Bahkan, ia mencontohkan kemungkinan pertukaran hasil pupuk dengan produk pertanian seperti singkong. Pola seperti itu dinilai mampu menghadirkan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Penguatan ekosistem jangan dimaknai sempit. Kepala sekolah harus berpikir luas, jeli, dan cepat terhadap berbagai persoalan di lingkungannya,” tegasnya.

Sekolah Bisa Menjadi Pusat Inovasi dan Industri Kecil

Lebih jauh, Ferdiansyah melihat sekolah memiliki peluang berkembang menjadi pusat inovasi berbasis masyarakat.

Ia mencontohkan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Barang bekas, menurutnya, dapat diolah kembali sehingga menghasilkan perlengkapan yang bermanfaat.

Selain itu, apabila sekolah kejuruan memiliki keleluasaan pengelolaan seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), potensi pengembangan industri kecil akan semakin terbuka.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu sekolah memperoleh tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan keterampilan peserta didik.

Kepemimpinan Sekolah Harus Menyesuaikan Zaman

Perubahan zaman menuntut pemimpin pendidikan memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengelola administrasi.

Kini, kepala sekolah dituntut menjadi penghubung antara sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan sekitar. Semakin kuat ekosistem yang dibangun, semakin besar peluang sekolah berkembang.

Karena itu, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan membangun kolaborasi justru menjadi modal yang semakin penting di era sekarang.

Di tengah keterbatasan anggaran, sekolah yang maju bukan selalu yang paling kaya, melainkan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang mampu mengubah masalah menjadi peluang. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi dramatis Perang Uhud dengan pasukan bertempur dan pemanah meninggalkan posisi strategis di bukit

    Perang Uhud: Saat Kemenangan di Depan Mata Jadi Kekalahan Menyakitkan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perang Uhud bukan sekadar kisah pertempuran biasa. Dalam Perang Uhud, atau pertempuran Uhud ini, kemenangan yang sudah hampir diraih justru berubah menjadi kekalahan yang menyakitkan. Peristiwa Perang Uhud menghadirkan satu realitas pahit: satu celah kecil bisa meruntuhkan segalanya dalam hitungan menit. Bayangkan situasinya—pasukan sudah unggul, lawan mulai mundur, dan harapan kemenangan terbuka […]

  • Pelayanan Publik

    Bupati Ciamis Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Desa

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Bupati Ciamis menegaskan Pelayanan Publik dan kemandirian desa dalam Apel Akbar PPDI 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ribuan perangkat desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis berkumpul di halaman Pendopo Bupati untuk mengikuti Apel Akbar PPDI 2025 pada Jumat, 12 Desember 2025. Gelaran yang dipimpin langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, itu menjadi momentum bagi pemerintah […]

  • Pelepasan MTs Al-Muniroh

    Haru, Pelepasan Siswa MTs Al-Muniroh Usung Filosofi Ngalanglang, Ngahudang, Dangiang

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tema Sunda yang sarat filosofi mewarnai pelepasan siswa MTs Al-Muniroh Sukahurip Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di halaman Komplek Pesantren Al-Muniroh, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026). Mengusung tema “Ngalanglang, Ngahudang, Dangiang; Diasuh ku Pangaweruh, Diasah ku Kanyaah, Diasih ku Pangarti”, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar acara pelepasan siswa. Tema itu […]

  • Ilustrasi kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza yang dicegat militer Israel di Laut Mediterania

    Israel Cegat Flotila Bantuan Gaza, 31 Aktivis Terluka

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketegangan konflik Timur Tengah kembali memanas setelah Israel mencegat flotila bantuan Gaza yang membawa misi kemanusiaan untuk warga Palestina. Insiden itu menyebabkan sedikitnya 31 aktivis terluka dan langsung memicu reaksi keras dari berbagai organisasi internasional. Kapal bernama Global Sumud tersebut berlayar menuju Jalur Gaza melalui Laut Mediterania dengan membawa bantuan kemanusiaan […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • tanggap darurat Garut.

    Pemkab Garut Perpanjang Tanggap Darurat demi Pulihkan Akses Warga

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pemkab memperpanjang tanggap darurat Garut 14 hari untuk percepatan penanganan longsor, banjir, dan pergeseran tanah. albadarpost.com, LENSA – Pemkab Garut kembali memperpanjang status tanggap darurat Garut selama 14 hari setelah rangkaian bencana hidrometeorologi masih terjadi dan penanganan infrastruktur rusak belum sepenuhnya selesai. Perpanjangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan akses warga tidak kembali terputus dan […]

expand_less