Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

Ferdiansyah: Kepala Sekolah Jangan Hanya Tunggu Dana BOS

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Konsep kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan kembali mendapat sorotan. Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah menilai kepala sekolah, manajer sekolah, dan pemimpin ekosistem pendidikan tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, sekolah membutuhkan figur yang mampu melihat peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi di tengah keterbatasan.

Pandangan tersebut ia sampaikan saat membahas penguatan kepemimpinan sekolah. Menurut Ferdiansyah, pola pikir pasif sudah tidak relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

“Bahasa kerennya, kepala sekolah itu Direktur Utama sekolah. Karena itu harus memahami ekosistemnya, mulai dari pelajar, guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kepala Sekolah Tidak Cukup Menjadi Pengawas Kelas

Ferdiansyah menegaskan, peran kepala sekolah telah berubah. Pemimpin sekolah harus mampu menggerakkan seluruh komponen pendidikan agar saling mendukung.

Selain mengelola proses belajar mengajar, kepala sekolah juga perlu memperkuat hubungan dengan masyarakat, tokoh lingkungan, hingga orang tua siswa. Dengan demikian, sekolah tidak berjalan sendiri.

Menurutnya, kemampuan memimpin menjadi faktor penting. Oleh sebab itu, calon kepala sekolah perlu memiliki pendidikan dan pembekalan khusus agar mampu menjalankan fungsi tersebut secara optimal.

“Bagaimana nanti bisa memimpin dengan memberdayakan semua komponennya,” katanya.

Jangan Selalu Bergantung pada Dana BOS

Di sisi lain, Ferdiansyah mengingatkan bahwa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan berbagai bantuan pemerintah memiliki keterbatasan.

Karena itu, kepala sekolah perlu melahirkan berbagai terobosan. Ia menilai kemampuan membaca peluang menjadi salah satu kunci agar sekolah tetap berkembang.

Menurutnya, pengelolaan sekolah harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan adaptif. Pemimpin pendidikan yang inovatif akan lebih mudah menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah dapat membangun kemandirian sekaligus memperkuat perannya di tengah masyarakat.

Sampah Organik Bisa Menjadi Peluang bagi Sekolah

Ferdiansyah juga menyinggung persoalan lingkungan yang semakin mendesak. Ia menilai masalah sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban.

Sebaliknya, sekolah dapat menjadikannya sebagai peluang ekonomi dan sarana pendidikan karakter.

Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk. Selanjutnya, hasil tersebut dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan petani di sekitar sekolah.

Bahkan, ia mencontohkan kemungkinan pertukaran hasil pupuk dengan produk pertanian seperti singkong. Pola seperti itu dinilai mampu menghadirkan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Penguatan ekosistem jangan dimaknai sempit. Kepala sekolah harus berpikir luas, jeli, dan cepat terhadap berbagai persoalan di lingkungannya,” tegasnya.

Sekolah Bisa Menjadi Pusat Inovasi dan Industri Kecil

Lebih jauh, Ferdiansyah melihat sekolah memiliki peluang berkembang menjadi pusat inovasi berbasis masyarakat.

Ia mencontohkan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Barang bekas, menurutnya, dapat diolah kembali sehingga menghasilkan perlengkapan yang bermanfaat.

Selain itu, apabila sekolah kejuruan memiliki keleluasaan pengelolaan seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), potensi pengembangan industri kecil akan semakin terbuka.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu sekolah memperoleh tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan keterampilan peserta didik.

Kepemimpinan Sekolah Harus Menyesuaikan Zaman

Perubahan zaman menuntut pemimpin pendidikan memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengelola administrasi.

Kini, kepala sekolah dituntut menjadi penghubung antara sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan sekitar. Semakin kuat ekosistem yang dibangun, semakin besar peluang sekolah berkembang.

Karena itu, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan membangun kolaborasi justru menjadi modal yang semakin penting di era sekarang.

Di tengah keterbatasan anggaran, sekolah yang maju bukan selalu yang paling kaya, melainkan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang mampu mengubah masalah menjadi peluang. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakti Religi Polres Tasikmalaya

    Sambut Hari Bhayangkara, Polres Tasikmalaya Bersihkan Masjid dan Sentuh Hati Warga

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah berbagai agenda menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya memilih cara yang sederhana namun bermakna. Alih-alih hanya menggelar seremoni, jajaran kepolisian turun langsung membersihkan Masjid Agung Mangunreja bersama masyarakat dalam kegiatan Bakti Religi yang berlangsung Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa pendekatan humanis Polri tidak selalu hadir melalui […]

  • Penipuan pinjaman

    Putusan MA Menegaskan Penipuan Berkedok Pinjaman

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 736 K/Pid/2025 menegaskan satu hal penting: kebohongan yang digunakan untuk meyakinkan orang agar memberikan pinjaman uang bukan sekadar wanprestasi, melainkan tindak pidana penipuan. Di tengah praktik pinjam-meminjam yang kerap berbasis relasi personal dan rasa saling percaya, putusan ini relevan karena menyentuh ruang paling rentan dalam kehidupan warga—kepercayaan yang […]

  • penggelapan dana

    Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman penjara atas penggelapan dana salah transfer. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Seorang pria di Singapura dijatuhi hukuman 12 minggu penjara setelah terbukti menggunakan dana salah transfer yang seharusnya dikembalikan kepada institusi pengirim. Kasus ini menyoroti pentingnya integritas pribadi dalam sistem keuangan modern yang semakin bergantung pada kepercayaan dan kecepatan transaksi digital. Putusan […]

  • Polisi Pangandaran membantu wisatawan memperbaiki kunci motor rusak saat Operasi Ketupat Lodaya 2026 di kawasan Pantai Pangandaran.

    Motor Wisatawan Terkunci di Pantai Pangandaran, Aksi Cepat Polisi Ini Bikin Haru

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi polisi bantu wisatawan Pangandaran kembali menjadi perhatian publik. Kejadian ini memperlihatkan bagaimana aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat. Dalam momen Operasi Ketupat Lodaya 2026, seorang anggota polisi terlihat membantu wisatawan yang mengalami masalah pada sepeda motor di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Rabu (25/3/2026). Peristiwa […]

  • Kepala Desa Masuk Kampus

    Program Kepala Desa Masuk Kampus Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Biasanya mereka memimpin rapat desa, meninjau pembangunan jalan, atau berdialog dengan warga di balai desa. Namun, mulai akhir Juni 2026 ini, sejumlah kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia akan kembali memasuki ruang kelas. Bedanya, kali ini mereka belajar di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI). Kemendagri dan […]

  • Pep Guardiola mengenakan keffiyeh saat menyampaikan pidato pro-Palestina dan mengkritik diamnya pemimpin dunia

    Pidato Pro-Palestina Pep Guardiola

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pep Guardiola tidak sedang membahas taktik atau trofi. Ia berdiri di atas panggung dengan satu pesan sederhana namun mengguncang: anak-anak Palestina terus terbunuh, sementara dunia memilih diam. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, pelatih Manchester City itu menyampaikan pidato pro-Palestina yang langsung menyita perhatian publik internasional. Guardiola tampil mengenakan keffiyeh. Simbol […]

expand_less