Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Ke Mana Uang PBJT Listrik Masyarakat Mengalir?

Ke Mana Uang PBJT Listrik Masyarakat Mengalir?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap bulan masyarakat membayar tagihan listrik. Di dalam pembayaran tersebut terdapat PBJT Listrik atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga hari ini, masih banyak warga yang belum mengetahui berapa sebenarnya pajak listrik yang dipungut, berapa yang masuk ke kas daerah, dan berapa yang digunakan untuk penerangan jalan umum (PJU).

Pertanyaan itu semakin relevan ketika kebutuhan transparansi keuangan daerah menjadi perhatian publik. Di satu sisi, masyarakat membayar pajak melalui konsumsi listrik. Di sisi lain, warga juga berharap dapat melihat hubungan yang jelas antara pajak yang dibayar dengan kualitas layanan penerangan jalan yang mereka nikmati.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2023 dan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2024, dasar pengenaan PBJT tenaga listrik berasal dari nilai jual tenaga listrik yang dibayarkan pengguna akhir. Dengan kata lain, setiap transaksi listrik berpotensi menghasilkan penerimaan daerah. Selain itu, aturan juga mengamanatkan adanya alokasi tertentu untuk mendukung penyediaan penerangan jalan umum.

PBJT Listrik Menjadi Sumber PAD yang Stabil

Tidak banyak jenis pajak daerah yang memiliki karakter stabil seperti PBJT Listrik. Selama masyarakat menggunakan listrik, penerimaan daerah dari sektor ini terus berjalan.

Dokumen analisis yang beredar memperkirakan potensi penerimaan PBJT tenaga listrik Kota Tasikmalaya dapat mencapai sekitar Rp54,81 miliar per tahun. Sementara itu, realisasi atau proyeksi penerimaan yang pernah dipublikasikan berada pada kisaran Rp43 miliar hingga Rp48 miliar per tahun.

Selisih tersebut belum tentu menunjukkan adanya masalah. Sebab, model perhitungan tersebut menggunakan sejumlah asumsi dan bukan data resmi distribusi pelanggan PLN. Bahkan dokumen itu sendiri menegaskan bahwa angka tersebut hanya alat uji kewajaran dan bukan klaim angka pasti.

Namun demikian, adanya selisih potensi dan realisasi tetap memunculkan pertanyaan yang wajar dari masyarakat.

Apa penyebab perbedaannya?

Apakah karena banyak objek yang mendapat pengecualian?

Apakah karena struktur pelanggan berbeda dari asumsi?

Ataukah ada faktor administrasi dan pencatatan lainnya?

Tiga Angka yang Perlu Diketahui Publik

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terdapat tiga data yang sangat penting.

Pertama, total PBJT Listrik yang dipungut dari pelanggan.

Kedua, total PBJT yang diterima Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Ketiga, total anggaran yang benar-benar digunakan untuk penyediaan dan pemeliharaan penerangan jalan umum.

Jika ketiga angka itu tersedia secara terbuka, maka masyarakat dapat memahami hubungan antara pajak yang dibayar dan manfaat yang diterima.

Transparansi semacam ini juga dapat mengurangi spekulasi yang tidak perlu. Sebaliknya, keterbukaan data justru memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah maupun penyedia tenaga listrik.

Mengapa Transparansi Menjadi Penting?

Di sejumlah ruas jalan, masyarakat masih sering mengeluhkan lampu penerangan yang redup atau tidak berfungsi. Pada saat yang sama, warga tetap membayar komponen pajak dalam tagihan listrik mereka.

Kondisi tersebut membuat pertanyaan mengenai penggunaan dana PBJT menjadi semakin relevan.

Publik tentu tidak sedang meminta data pribadi pelanggan. Yang dibutuhkan adalah data agregat yang dapat menunjukkan besaran penerimaan dan penggunaannya secara umum.

Apalagi, dokumen analisis yang sama juga menyebutkan bahwa untuk menilai apakah penerimaan PBJT sudah optimal, diperlukan keterbukaan mengenai jumlah pelanggan per golongan, nilai transaksi listrik, total PBJT yang disetor, serta alokasi untuk PJU.

Karena itu, keterbukaan data bukan semata-mata soal angka. Transparansi merupakan bagian dari akuntabilitas publik.

Semakin terbuka informasi yang tersedia, semakin mudah masyarakat memahami bagaimana uang yang mereka bayarkan dikelola.

Bukan Soal Mencari Kesalahan

Penting untuk dipahami bahwa pertanyaan mengenai PBJT Listrik bukan berarti menuduh adanya kebocoran penerimaan daerah.

Hingga saat ini belum terdapat data yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran ataupun kerugian daerah.

Justru karena itulah keterbukaan informasi menjadi penting.

Data yang lengkap akan membantu menjawab berbagai pertanyaan secara objektif. Jika ternyata seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan, maka transparansi akan memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik.

Sebaliknya, jika terdapat perbedaan data atau persoalan administrasi, maka semua pihak dapat segera melakukan perbaikan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya ingin membayar pajak. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana pajak itu bekerja untuk kepentingan bersama.

Setiap lampu jalan yang menyala berasal dari uang publik. Karena itu, publik tidak hanya berhak membayar PBJT Listrik, tetapi juga berhak mengetahui ke mana setiap rupiah itu mengalir dan manfaat apa yang kembali kepada masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi refleksi makna zuhud dalam kehidupan modern dengan seseorang merenung di tengah hiruk pikuk dunia

    Zuhud atau Malas Berkedok Agama? Ini yang Jarang Berani Dibahas

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    pi albadarpost.com, OPINI – Makna zuhud sering terdengar mulia. Namun dalam praktik, zuhud dalam Islam kerap berubah arah. Banyak yang menyebut hakikat zuhud sebagai hidup sederhana tanpa ambisi. Bahkan, ada yang menjadikannya alasan untuk tidak bergerak. Pertanyaannya sederhana. Ini benar zuhud… atau sekadar nyaman tidak berusaha? Ketika Zuhud Dijadikan Alasan, Bukan Pilihan Sadar Fenomena ini […]

  • suap jabatan Ponorogo

    OTT KPK Ponorogo Kembali Jerat Pejabat Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    OTT KPK Ponorogo kembali dilakukan, lembaga antikorupsi memastikan proses penetapan status hukum dalam 1×24 jam. albadarpost.com, LENSA – Gelombang penindakan korupsi kembali menggema setelah OTT KPK Ponorogo dilakukan pada Jumat, 7 November 2025. Operasi yang berlangsung di Jawa Timur ini menandai langkah terbaru lembaga antirasuah dalam membongkar dugaan praktik koruptif di tingkat daerah. OTT KPK […]

  • ulama Nusantara Timur Tengah

    Jejak Tersembunyi Ulama Nusantara di Timur Tengah

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kalau kita mundur jauh ke belakang, hubungan ulama Nusantara di Timur Tengah ternyata bukan cerita singkat. Ada perjalanan panjang, penuh keterbatasan, bahkan sering kali ditempuh dengan cara yang hari ini sulit dibayangkan. Sebagian besar dari mereka berangkat tanpa kepastian pulang, hanya berbekal tekad untuk belajar agama langsung dari sumbernya. Di Mekkah dan […]

  • Mutasi Polresta Tasikmalaya

    Mutasi Besar di Polresta Tasikmalaya, Dua Jabatan Strategis Resmi Berganti

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Mutasi Polresta Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah dua posisi strategis resmi berganti pada Selasa (9/6/2026). Pergantian Wakapolresta dan Kasat Reskrim ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan, pelayanan masyarakat, dan penegakan hukum di Tasikmalaya. Suasana khidmat terlihat di halaman Mapolresta Tasikmalaya saat Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto memimpin langsung Upacara […]

  • ilustrasi kedermawanan Usman bin Affan menyerahkan harta untuk membantu kaum Muslimin

    Derma Tanpa Batas: Kisah Mengharukan Usman bin Affan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kedermawanan Usman bin Affan selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Islam. Sosok sahabat Nabi ini dikenal karena kemurahan hati, infak tanpa batas, dan kepedulian sosial yang luar biasa. Bahkan, kedermawanan Usman bin Affan kerap disebut sebagai simbol sedekah terbesar dalam sejarah Islam. Ia bukan hanya saudagar kaya, melainkan juga pribadi yang […]

  • Ilustrasi pemeriksaan KPK terhadap dugaan aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat dalam kasus Bank BJB

    Pemeriksaan Ridwan Kamil dan Peran Asisten Pribadi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa asisten pribadi Ridwan Kamil memunculkan berbagai tafsir di ruang publik. Namun jika ditarik ke konteks hukum dan tata kelola kekuasaan, langkah tersebut justru menunjukkan pola penyidikan yang lazim dalam perkara korupsi berskala besar. Pemeriksaan Ridwan Kamil tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya menelusuri […]

expand_less