Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Heatstroke di Piala Dunia 2026, Apa Pesan Islam?

Heatstroke di Piala Dunia 2026, Apa Pesan Islam?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjaga kesehatan dalam Islam bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari ajaran agama yang sangat mendasar. Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, pembahasan mengenai menjaga kesehatan kembali menjadi perhatian setelah sejumlah penonton dilaporkan mengalami heatstroke akibat cuaca ekstrem saat Fan Festival di Texas.

Dikutip dari Primaya Hospital, heat stroke adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Peningkatan suhu yang juga disebut sengatan panas ini termasuk kondisi medis darurat karena bisa bersamaan dengan kegagalan fungsi organ dan sistem saraf pusat.

Fenomena tersebut mengingatkan bahwa kesehatan dan keselamatan manusia memiliki posisi yang sangat penting dalam syariat Islam. Sebab, menjaga tubuh dari bahaya merupakan bagian dari tujuan utama diturunkannya agama.

Di beberapa area fan zone, suasana sempat berubah dari riuh menjadi penuh kewaspadaan. Sebagian penonton terlihat bergegas mencari tempat teduh. Ada yang membasahi wajah dengan air mineral, ada yang mengipasi dirinya menggunakan selebaran pertandingan, sementara petugas kesehatan hilir mudik membantu mereka yang mulai mengeluhkan pusing dan kelelahan akibat teriknya cuaca. Sesekali, pengumuman dari pengeras suara terdengar mengingatkan pengunjung agar memperbanyak minum dan tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sehebat apa pun manusia menikmati sebuah perayaan, tubuh tetap memiliki batas yang harus dihormati.

Hifzh an-Nafs, Menjaga Jiwa Merupakan Tujuan Syariat

Dalam kajian maqashid syariah, para ulama menjelaskan adanya lima tujuan utama yang harus dijaga. Salah satunya adalah hifzh an-nafs, yakni menjaga jiwa manusia.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”

(QS. Al-Baqarah: 195)

Selain itu, Allah SWT juga berfirman:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”

(QS. An-Nisa: 29)

Karena itu, menjaga kesehatan dalam Islam bukan hanya perkara kebiasaan hidup sehat. Lebih dari itu, ia merupakan bagian dari ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Islam Mengajarkan Mencegah Mudarat

Di sisi lain, Islam sangat menekankan pentingnya menghindari bahaya.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

(HR. Ibnu Majah)

Hadis tersebut menjadi landasan penting dalam banyak persoalan fikih kontemporer. Oleh sebab itu, memakai topi saat cuaca panas, mencari tempat teduh, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, hingga beristirahat ketika merasa lelah termasuk bentuk ikhtiar yang sejalan dengan ajaran Islam.

Lebih jauh lagi, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atas dirimu.”

(HR. Bukhari)

Artinya, tubuh manusia bukan sesuatu yang boleh diabaikan. Sebaliknya, ia harus dijaga dan diperlakukan dengan baik.

Dua Nikmat yang Sering Dilalaikan Manusia

Menariknya, Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya tentang dua nikmat yang sering dianggap biasa.

Beliau bersabda:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini terasa semakin relevan di tengah berbagai kesibukan dan euforia yang menyertai Piala Dunia.

Tak sedikit orang rela begadang hingga dini hari demi menyaksikan pertandingan favoritnya. Sebagian lainnya rela bepergian jauh untuk merasakan atmosfer sepak bola secara langsung. Namun, dalam semangat tersebut, kesehatan sering kali menjadi hal yang terlupakan.

Padahal, ketika nikmat sehat hilang, manusia baru menyadari betapa berharganya karunia tersebut.

Bolehkah Membatalkan Puasa Sunnah Demi Kesehatan?

Selanjutnya, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan, yaitu apakah seseorang boleh membatalkan puasa sunnah apabila kondisi tubuhnya melemah?

Para ulama menjelaskan bahwa menghilangkan bahaya lebih diutamakan.

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الضَّرَرُ يُزَالُ

“Bahaya harus dihilangkan.”

Sementara itu, Allah SWT berfirman:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

(QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu, apabila seseorang yang sedang menjalankan puasa sunnah mengalami kondisi yang berpotensi membahayakan kesehatan, maka ia diperbolehkan berbuka.

Syariat Islam tidak dibangun untuk menyulitkan manusia. Sebaliknya, agama ini hadir untuk menghadirkan kemaslahatan.

Menjadi Mukmin yang Kuat dan Sehat

Selain menjaga keselamatan jiwa, Islam juga mendorong umatnya agar memiliki tubuh yang kuat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”

(HR. Muslim)

Karena itu, menjaga pola makan, berolahraga, mencukupi waktu istirahat, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan bagian dari ikhtiar yang dianjurkan.

Sebab, tubuh yang sehat akan membantu seseorang menjalankan berbagai bentuk ibadah dan aktivitas dengan lebih baik.

Piala Dunia Akan Berakhir, Nikmat Sehat Harus Tetap Dijaga

Piala Dunia selalu menghadirkan kegembiraan. Stadion bergemuruh oleh sorak-sorai. Bendera berbagai negara berkibar. Tangis dan tawa bercampur menjadi satu dalam setiap pertandingan.

Namun, di balik kemeriahan itu, ada pelajaran yang sering luput dari perhatian.

Tubuh manusia memiliki batas.

Tidak semua orang mampu bertahan menghadapi panas yang menyengat. Tidak semua orang sanggup terus beraktivitas tanpa istirahat. Bahkan, di tengah pesta sepak bola terbesar di dunia, sebagian orang justru harus mendapatkan pertolongan medis karena kondisi fisiknya melemah.

Piala Dunia 2026 pada akhirnya akan selesai. Trofi akan berpindah tangan. Euforia perlahan akan mereda.

Namun, ada satu nikmat yang seharusnya terus dijaga oleh setiap muslim, yaitu kesehatan.

Sebab, tubuh ini bukan sepenuhnya milik kita. Ia adalah amanah dari Allah SWT.

Kelak, bukan hanya tentang berapa banyak pertandingan yang kita saksikan yang akan ditanyakan. Lebih dari itu, manusia juga akan dimintai pertanggungjawaban tentang bagaimana ia menjaga nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Karena sesungguhnya, kemenangan terbesar bukanlah ketika tim kesayangan berhasil mengangkat trofi.

Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika seorang hamba mampu menjaga amanah berupa tubuh yang sehat, lalu menggunakannya untuk semakin mendekat kepada Allah SWT.

Nikmat sehat sering terasa biasa ketika masih dimiliki. Namun, ketika ia pergi, manusia baru menyadari bahwa tidak ada sorak kemenangan, tidak ada trofi, dan tidak ada perayaan yang lebih berharga daripada kesempatan untuk tetap bersujud kepada-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

  • Pinjol Darurat

    Ambulans Dipakai Tagih Pinjol, DPR RI Minta Debt Collector Ditindak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suara sirene ambulans biasanya membuat warga panik. Orang-orang memberi jalan karena mengira ada nyawa yang harus segera diselamatkan. Namun belakangan, fasilitas darurat itu justru diduga dipakai untuk kepentingan penagihan pinjaman online atau pinjol darurat. Kasus ini memantik kemarahan publik setelah muncul laporan tentang debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans dan pemadam […]

  • penyitaan kendaraan

    Korlantas Polri Tegaskan Penyitaan Kendaraan Hanya Langkah Terakhir, Prioritaskan Ketertiban dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Korlantas Polri menegaskan penyitaan kendaraan hanya dilakukan pada kasus berisiko tinggi dan tidak sesuai aturan. Korlantas Polri Pastikan Penyitaan Kendaraan Bukan Langkah Utama albadarpost.com, HUMANIORA – Korlantas Polri menegaskan bahwa tindakan penyitaan kendaraan tidak akan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas biasa. Langkah tersebut, menurut Polri, merupakan upaya terakhir apabila kendaraan terbukti digunakan untuk aktivitas berisiko […]

  • Rincian pembagian Dana Desa 2026 sebesar Rp 60,57 triliun sesuai PMK Nomor 7 Tahun 2025.

    Dana Desa 2026 Resmi Rp 60,57 Triliun, Ini Skemanya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah memastikan Dana Desa 2026 mencapai Rp 60,57 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Kebijakan anggaran desa 2026 atau pagu dana desa nasional tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam memperkuat pembangunan berbasis desa. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah menetapkan tata kelola, skema pembagian, serta prioritas penggunaan Dana […]

  • car free night Puncak

    Car Free Night Puncak Diterapkan Polisi, Akses Wisata Ditutup

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Polisi menutup Jalur Puncak lewat car free night saat Tahun Baru demi tekan kepadatan lalu lintas. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian memberlakukan car free night Puncak pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Kebijakan ini menutup total akses kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Penutupan dilakukan untuk mengendalikan kepadatan lalu […]

  • Suasana pelaksanaan UABN MDT 2026 di Madrasah Diniyah Al-Mansuriah Sinagar Sukaratu Tasikmalaya.

    UABN MDT Sukaratu 2026 Resmi Berakhir, 93 Siswa Ikuti Ujian Diniyah

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaksanaan UABN MDT Sukaratu Tahun Pelajaran 2025–2026 resmi berakhir pada Kamis (7/5/2026). Ujian Akhir Bersama Nasional Madrasah Diniyah Takmiliyah jenjang Ula tersebut berlangsung selama empat hari dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh semangat belajar dari para siswa. Kegiatan ujian dipusatkan di Madrasah Diniyah Al-Mansuriah Sinagar, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, di […]

expand_less