Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara, Belah Agenda, Tinggalkan Mesjid Agung, Jumat(19/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Mustika Darling atau gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kota Tasikmalaya. Program yang juga dikenal sebagai gerakan optimalisasi lahan rumah tangga ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Kota Tasikmalaya itu dihadiri ribuan anggota Muslimat NU serta sejumlah tokoh daerah, termasuk Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Kang Diky Candranegara (KDC). Selain mengikuti agenda sosialisasi, peserta juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara RSIA Muslimat NU dan BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya.
Pekarangan Rumah Bukan Lagi Ruang Kosong
Dalam pemaparannya, Menteri PPPA mengajak masyarakat untuk memandang pekarangan rumah sebagai aset produktif yang mampu mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Melalui konsep Mustika Darling, masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menanam berbagai kebutuhan sehari-hari seperti cabai, tomat, pakcoy, hingga tanaman herbal keluarga.
Selain membantu menekan pengeluaran rumah tangga, langkah tersebut juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan apabila hasil panen memiliki nilai jual.
Karena itu, program ini tidak hanya berbicara tentang aktivitas bercocok tanam, tetapi juga membangun kemandirian keluarga dari tingkat paling dasar.
KDC: Kreativitas Menjadi Kunci di Tengah Kondisi Fiskal
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Kang Diky Candranegara menilai gagasan pemanfaatan pekarangan sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Menurutnya, ketika ruang fiskal pemerintah menghadapi berbagai tantangan, masyarakat perlu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa kreativitas dan kemampuan memanfaatkan potensi lokal menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
“Pemanfaatan pekarangan bukan hanya soal menanam, tetapi juga tentang membangun kemandirian, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar KDC.
Menurutnya, gerakan seperti Mustika Darling dapat berkembang menjadi budaya produktif apabila masyarakat menjalankannya secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain itu, program tersebut memiliki keunggulan karena tidak memerlukan modal besar namun mampu memberikan manfaat yang langsung dirasakan keluarga.
Muslimat NU Dinilai Punya Peran Strategis
Kehadiran ribuan anggota Muslimat NU dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program berbasis keluarga.
KDC berharap para peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan semangat pemanfaatan pekarangan kepada lingkungan sekitar.
Apalagi, perempuan memiliki peran penting dalam mengelola kebutuhan pangan keluarga serta menjaga kesehatan rumah tangga.
Keberhasilan Mustika Darling bergantung pada peran aktif masyarakat, terutama kaum ibu sebagai penggerak utama keluarga.
Selain menyediakan pangan sehat, pemanfaatan pekarangan juga mempererat kebersamaan warga melalui kegiatan bercocok tanam dan berbagi hasil panen.
Dari Masjid Agung ke Mangkubumi, KDC Lanjut Serap Aspirasi UMKM
Kang Diky melanjutkan kunjungan ke Mangkubumi untuk berdialog dengan pelaku UMKM tahu mengenai berbagai tantangan usaha.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha kecil yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya produksi, pemasaran, hingga akses permodalan.
KDC menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga melalui program seperti Mustika Darling perlu berjalan beriringan dengan dukungan terhadap sektor usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Karena itu, kolaborasi antara pemberdayaan keluarga dan pengembangan UMKM menjadi langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan tangguh.
Gerakan Kecil yang Bisa Memberi Dampak Besar
Program Mustika Darling menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah sederhana. Sebidang pekarangan yang sebelumnya kosong dapat berubah menjadi sumber pangan sehat, ruang edukasi keluarga, bahkan peluang usaha baru.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus bergerak dinamis, masyarakat membutuhkan solusi yang mudah diterapkan, murah, dan berdampak langsung. Pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu jawaban yang realistis sekaligus berkelanjutan.
Ketika keluarga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan ekonomi rumah tangga akan semakin kuat dan kualitas hidup masyarakat pun meningkat.
Ketahanan ekonomi tidak selalu lahir dari proyek besar. Terkadang, ia tumbuh dari sebutir benih yang ditanam di halaman rumah dan dirawat dengan semangat kemandirian. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar