Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Laut Pangandaran Tercemar Batu Bara, DPRD Minta Penanganan Darurat

Laut Pangandaran Tercemar Batu Bara, DPRD Minta Penanganan Darurat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tumpahan batu bara Pangandaran kembali menjadi sorotan setelah material batu bara diduga mencemari perairan sekitar Karangtirta. Pencemaran laut di Pangandaran ini tidak hanya mengancam ekosistem pesisir, tetapi juga berpotensi mengguncang sektor perikanan, pariwisata, hingga pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Kekhawatiran tersebut menguat setelah Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, meminta seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan pemilik tongkang, untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan pemulihan lingkungan. Menurutnya, keterlambatan respons dapat memperbesar dampak kerusakan yang muncul di kawasan pesisir selatan Jawa Barat tersebut.

Tumpahan Batubara Pangandaran Ancaman Nyata bagi Nelayan dan Ekosistem Laut

Perairan Karangtirta selama ini menjadi ruang hidup bagi berbagai jenis biota laut serta sumber penghasilan bagi nelayan tradisional. Namun, keberadaan material batu bara di laut menimbulkan ancaman serius terhadap keseimbangan ekosistem yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Dikutip dari Detik.com, Asep Noordin menjelaskan bahwa tumpahan batu bara berpotensi merusak terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan. Jika kondisi ini terus berlangsung, populasi ikan dapat menurun dan hasil tangkapan nelayan ikut terdampak.

Selain itu, kualitas air laut juga berisiko mengalami penurunan. Air yang semakin keruh dapat mengganggu kehidupan organisme laut dan mempersempit ruang produktif bagi nelayan tangkap maupun pelaku usaha jaring arad yang beroperasi di wilayah Pangandaran.

Bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar bentang alam. Laut merupakan sumber nafkah yang menopang kehidupan ribuan keluarga setiap hari. Karena itu, pencemaran yang terjadi saat ini memunculkan kekhawatiran luas di kalangan warga.

Pariwisata Pangandaran Ikut Terancam Akibat Tumpahan Batubara  Pangandaran

Dampak tumpahan batu bara tidak berhenti pada sektor perikanan. Kawasan wisata unggulan Pangandaran juga berpotensi menghadapi tekanan apabila pencemaran terus meluas.

Pantai Batu Hiu dan Tanjung Cemara selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan yang mencari panorama laut selatan yang masih alami. Namun, jika kualitas perairan menurun atau warna air berubah akibat pencemaran, citra destinasi wisata dapat ikut terdampak.

Wisatawan umumnya memilih lokasi wisata yang bersih dan nyaman. Oleh sebab itu, isu lingkungan sering kali berpengaruh langsung terhadap minat kunjungan. Ketika kabar pencemaran menyebar luas, pelaku usaha wisata, pedagang, hingga pengelola destinasi berpotensi merasakan dampaknya.

Selain itu, DPRD Pangandaran juga mengkhawatirkan kemungkinan terlepasnya kandungan logam berat dari material batu bara ke lingkungan perairan. Kondisi tersebut tentu membutuhkan kajian ilmiah dan langkah mitigasi yang cepat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Kekhawatiran Meluas ke Area Pertanian

Ancaman berikutnya muncul dari kemungkinan penyebaran polutan ke wilayah daratan. Arus laut yang cukup kuat berpotensi membawa material pencemar menuju kawasan muara dan aliran sungai yang terhubung dengan area pertanian warga.

Menurut Asep, apabila penanganan berlangsung lambat, air yang tercemar berisiko memasuki kawasan sekitar Sungai Karangtirta hingga berdampak pada lahan pertanian di wilayah Sukaresi dan Cibena.

Skenario tersebut tentu menjadi perhatian serius karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Pangandaran. Jika kualitas air menurun, produktivitas lahan dapat terganggu dan petani menghadapi risiko kerugian yang tidak kecil.

Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan menunggu dampak meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

DPRD Siapkan Langkah Koordinasi

Sebagai tindak lanjut, DPRD Pangandaran berencana menggelar rapat koordinasi bersama berbagai instansi terkait. Forum tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, TNI AL, Polair, Syahbandar, serta lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengawasan lingkungan dan perairan.

Selain itu, DPRD juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup untuk mempercepat proses penanganan.

Asep menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus mengambil langkah nyata untuk memastikan kerusakan tidak semakin meluas.

Saat ini masyarakat berharap proses penanggulangan dapat berjalan cepat, transparan, dan terukur. Semakin cepat pencemaran ditangani, semakin besar peluang menjaga laut Pangandaran tetap menjadi sumber kehidupan, destinasi wisata unggulan, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat pesisir.

Ketika laut terluka, yang terancam bukan hanya ekosistemnya, tetapi juga dapur nelayan, sawah petani, dan masa depan pariwisata Pangandaran. Bertindak cepat hari ini jauh lebih murah daripada menanggung kerugian besar esok hari. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hak asuh anak setelah perceraian

    Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Tanggung Jawab Orang Tua Menurut Hukum Islam dan UU Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Hak asuh anak setelah perceraian diatur hukum Islam dan UU, demi kepentingan terbaik bagi anak. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan suami istri, tetapi juga permulaan babak baru yang menentukan arah hidup anak-anak mereka. Dalam konteks hukum Islam maupun sistem perundang-undangan Indonesia, hak asuh anak setelah perceraian bukan sekadar soal siapa yang berhak, […]

  • Peluncuran Program SADESA Satu Desa Satu Sarjana oleh Pemkab Tasikmalaya dengan beasiswa penuh pendidikan tinggi bagi pemuda desa

    SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah. Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu […]

  • gadai anak

    Ayah Gadaikan Anak dan Gagalnya Perlindungan Sosial

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kasus ayah gadaikan anak menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan sosial dan keadilan keluarga. albadarpost.com, EDITORIAL – Rantai tragedi yang menimpa bocah Tasikmalaya terjadi bukan dalam ruang kosong. Seorang ayah menyerahkan anaknya kepada keluarga di Gresik sebagai jaminan pinjaman Rp25 juta. Tidak ada negosiasi panjang, tidak ada pengawasan negara, dan tidak ada pagar sosial yang […]

  • Sate Daging Kurban

    Kenapa Sate Daging Kurban Sering Keras? Ini 5 Solusinya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sate daging kurban menjadi salah satu olahan paling favorit saat Idul Adha. Namun tidak sedikit orang mengeluh karena sate terasa keras, alot, atau kurang juicy meski bumbunya sudah terasa enak. Padahal membuat sate daging kurban empuk sebenarnya tidak selalu sulit. Kadang masalahnya justru ada pada cara memotong, membakar, atau mengolah daging sebelum […]

  • Perpanjangan STNK Online

    Perpanjangan STNK Online Kini Lebih Mudah, Cepat, dan Aman Lewat Aplikasi Signal

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Perpanjangan STNK online kini lebih cepat dan mudah lewat aplikasi Signal tanpa antre di Samsat. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah mempercepat digitalisasi layanan publik di bidang transportasi. Kini, perpanjangan STNK online dapat dilakukan tanpa harus antre di kantor Samsat berkat aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal). Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memangkas birokrasi sekaligus […]

  • Bahaya Ujub

    Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Menjelang Subuh, lampu masjid kampung masih menyala. Beberapa jamaah datang sambil merapatkan jaket. Ada yang baru mematikan mesin motor. Ada yang terburu-buru karena hampir tertinggal iqamah. Semuanya tampak biasa. Sangat biasa. Namun kehidupan sering menyimpan ironi yang tidak terlihat dari luar. Seseorang bisa rajin ke masjid setiap hari, tetapi hatinya perlahan dipenuhi […]

expand_less