Jelang Subuh, Avanza Travel Tabrak Pohon di Tamansari
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Gunungkalong beramai-ramai evakuasi mobil avanza yang melintang, Minggu (14/6/2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Provinsi kawasan Gunungkalong, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi Z 1614 VI yang membawa rombongan keluarga dari Bandung menuju Pangandaran kehilangan kendali dan menghantam pohon di tepi jalan.
Akibat kejadian tersebut, lima penumpang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat.
Saat matahari belum sepenuhnya terbit, suasana di lokasi masih terlihat lengang. Pecahan kaca tampak berserakan di atas aspal. Sementara itu, bagian depan kendaraan ringsek cukup parah hingga area mesin terlihat rusak akibat benturan keras.
Mobil tersebut dikemudikan Ujang Hendri Meipiana (31), warga Dusun Gunungtiga RT 05 RW 06, Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Menurut keterangan Ujang, dirinya mengantar lima penumpang yang merupakan satu keluarga dari Bandung menuju Pangandaran menggunakan kendaraan travel asal Pangandaran yang sehari sebelumnya beroperasi di wilayah Bandung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan diduga kehilangan kendali ketika melintasi tikungan kiri di kawasan Gunungkalong yang masih sepi pada dini hari. Setelah keluar jalur, mobil langsung menghantam pohon di sisi jalan dengan keras.
Benturan tersebut membuat bagian depan kendaraan rusak berat. Selain itu, ban depan dan ban belakang kanan juga mengalami pecah. Posisi kendaraan sempat melintang di badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas yang mulai ramai menjelang pagi.
Anggota Polsek Cibeureum, Aiptu H. Yanyan, yang menerima laporan dari warga segera mendatangi lokasi kejadian. Ia bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban.
“Ya, kecelakaannya sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu kondisi jalan masih sepi. Kendaraan yang melintas sempat kami alihkan karena posisi mobil melintang di jalan,” ujar Aiptu H. Yanyan di lokasi.
Kelima korban mengalami luka ringan hingga luka sedang akibat benturan dan serpihan kaca. Petugas segera membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Warga Bergotong Royong Evakuasi Kendaraan
Sebelum petugas lalu lintas tiba, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi berinisiatif membantu mengevakuasi kendaraan. Mereka bergotong royong mendorong mobil yang rusak ke bahu jalan agar arus lalu lintas kembali normal.
Beberapa pengendara yang melintas bahkan sempat berhenti untuk membantu proses evakuasi. Upaya tersebut dilakukan karena jalur provinsi mulai dipadati kendaraan pada pagi hari.
Setelah situasi lebih terkendali, personel Satlantas Polresta Tasikmalaya datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian mengevakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan berat.
Jalur Wisata Pangandaran Perlu Kewaspadaan Ekstra
Jalur Bandung-Tasikmalaya-Pangandaran dikenal sebagai salah satu rute favorit wisatawan menuju kawasan pantai selatan Jawa Barat. Pada akhir pekan maupun musim liburan, arus kendaraan di jalur tersebut biasanya meningkat cukup signifikan.
Karena itu, polisi mengingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara pada dini hari hingga menjelang pagi. Kondisi tubuh yang lelah, konsentrasi yang menurun, serta kecepatan yang tidak terkendali sering menjadi pemicu kecelakaan tunggal.
Selain memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, pengemudi juga disarankan beristirahat apabila mulai merasakan kantuk atau kelelahan selama perjalanan.
Korban Masih Dalam Perawatan
Hingga berita ini diturunkan, kelima korban masih menjalani perawatan medis. Meski demikian, kondisi mereka dilaporkan stabil.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan yang terjadi di jalur provinsi tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju tujuan wisata tidak hanya membutuhkan kendaraan yang layak jalan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi yang benar-benar siap menghadapi perjalanan jauh.
Ketika jalan tampak sepi dan tujuan sudah di depan mata, justru kewaspadaan tidak boleh berkurang. Satu detik lengah bisa mengubah seluruh perjalanan menjadi musibah. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar