Garut Belajar dari Kepri, Ada Apa dengan IPM?
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, di kawasan Cipanas, Garut, Sabtu (13/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — IPM Garut kembali menjadi sorotan setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, di kawasan Cipanas, Garut. Dalam pertemuan tersebut, isu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau kualitas pembangunan manusia menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas.
Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebenarnya tidak sekadar agenda silaturahmi. Di balik suasana hangat yang berlangsung di Sabda Alam Hotel & Resort, tersimpan satu pertanyaan besar: bagaimana provinsi yang terdiri dari ribuan pulau mampu menembus tiga besar IPM nasional, sementara banyak daerah lain masih berjuang mengejar ketertinggalan?
Menjelang siang, sejumlah tamu terlihat berdatangan ke lokasi pertemuan. Di halaman hotel, kendaraan rombongan terparkir berjajar. Beberapa pegawai daerah tampak berbincang santai sebelum acara dimulai. Namun di ruang pertemuan, pembicaraan berkembang ke arah yang jauh lebih strategis daripada sekadar kunjungan balasan antarpemerintah daerah.
Bupati Garut Soroti Tantangan Pembangunan Manusia
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara terbuka mengakui bahwa Garut masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia.
Menurutnya, keberhasilan Kepulauan Riau layak menjadi bahan pembelajaran. Kepri mampu menempatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan capaian IPM terbaik di Indonesia meskipun wilayahnya tersebar di banyak pulau.
Sebaliknya, Garut memiliki tantangan yang berbeda. Wilayahnya berada dalam satu daratan utama, tetapi masih menghadapi pekerjaan rumah dalam berbagai sektor pembangunan.
Karena itu, Syakur menilai kunjungan tersebut memberi kesempatan bagi Garut untuk memperoleh wawasan baru mengenai strategi percepatan pembangunan.
Bagi pemerintah daerah, peningkatan IPM tidak hanya berkaitan dengan angka statistik. Di dalamnya terdapat persoalan pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat, hingga kualitas pelayanan publik.
Kepri Tawarkan Kolaborasi di Tengah Turbulensi APBD
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyoroti kondisi yang saat ini dihadapi banyak pemerintah daerah di Indonesia.
Menurutnya, dinamika fiskal dan keterbatasan ruang anggaran menuntut kepala daerah untuk lebih kreatif dalam mencari solusi pembangunan.
Karena itu, ia mendorong penguatan kerja sama antardaerah sebagai salah satu strategi menghadapi tantangan tersebut.
Ansar melihat peluang kolaborasi yang cukup besar antara Kepri dan Garut. Meski berasal dari karakter wilayah yang berbeda, kedua daerah memiliki potensi yang bisa saling melengkapi.
Ia menilai langkah awal seperti diskusi dan pertukaran pengalaman justru sering menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih besar pada masa mendatang.
Pariwisata Bisa Menjadi Jembatan Garut dan Kepri
Salah satu sektor yang paling menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pariwisata.
Ansar Ahmad secara khusus menyoroti potensi wisata Kabupaten Garut yang menurutnya sangat lengkap. Garut memiliki bentang alam pegunungan, kawasan wisata air panas, industri resort yang berkembang, serta aktivitas ekonomi kreatif yang terus tumbuh.
Potensi tersebut membuka peluang lahirnya konsep tourism linkage atau keterkaitan destinasi wisata antara Garut dan Kepulauan Riau.
Gagasan ini cukup menarik. Wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau berpeluang mengenal destinasi Garut. Sebaliknya, promosi lintas daerah dapat membuka pasar baru bagi pelaku usaha wisata lokal.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, model kolaborasi seperti ini juga berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM.
Bukan Soal Siapa Lebih Hebat
Di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat, pesan yang disampaikan Gubernur Kepri justru cukup sederhana.
Menurutnya, tidak ada daerah yang sepenuhnya lebih unggul dibanding daerah lain. Setiap wilayah memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing.
Karena itu, kolaborasi menjadi lebih penting daripada sekadar membandingkan capaian.
Pandangan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Banyak daerah membutuhkan inspirasi baru, sementara daerah lain memiliki pengalaman yang bisa dibagikan.
Pertemuan Garut dan Kepri mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun jika diskusi itu benar-benar berlanjut menjadi program konkret, dampaknya bisa jauh melampaui seremoni kunjungan.
Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak menunggu banyaknya pertemuan. Masyarakat menunggu hasil nyata yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Garut mungkin tidak memiliki ribuan pulau seperti Kepulauan Riau. Namun jika mampu menyerap pelajaran yang tepat, satu ide yang dijalankan dengan serius bisa lebih berharga daripada seribu pulau yang hanya dikagumi dari kejauhan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar