Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Garut Belajar dari Kepri, Ada Apa dengan IPM?

Garut Belajar dari Kepri, Ada Apa dengan IPM?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHIPM Garut kembali menjadi sorotan setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, di kawasan Cipanas, Garut. Dalam pertemuan tersebut, isu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau kualitas pembangunan manusia menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas.

Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebenarnya tidak sekadar agenda silaturahmi. Di balik suasana hangat yang berlangsung di Sabda Alam Hotel & Resort, tersimpan satu pertanyaan besar: bagaimana provinsi yang terdiri dari ribuan pulau mampu menembus tiga besar IPM nasional, sementara banyak daerah lain masih berjuang mengejar ketertinggalan?

Menjelang siang, sejumlah tamu terlihat berdatangan ke lokasi pertemuan. Di halaman hotel, kendaraan rombongan terparkir berjajar. Beberapa pegawai daerah tampak berbincang santai sebelum acara dimulai. Namun di ruang pertemuan, pembicaraan berkembang ke arah yang jauh lebih strategis daripada sekadar kunjungan balasan antarpemerintah daerah.

Bupati Garut Soroti Tantangan Pembangunan Manusia

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara terbuka mengakui bahwa Garut masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia.

Menurutnya, keberhasilan Kepulauan Riau layak menjadi bahan pembelajaran. Kepri mampu menempatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan capaian IPM terbaik di Indonesia meskipun wilayahnya tersebar di banyak pulau.

Sebaliknya, Garut memiliki tantangan yang berbeda. Wilayahnya berada dalam satu daratan utama, tetapi masih menghadapi pekerjaan rumah dalam berbagai sektor pembangunan.

Karena itu, Syakur menilai kunjungan tersebut memberi kesempatan bagi Garut untuk memperoleh wawasan baru mengenai strategi percepatan pembangunan.

Bagi pemerintah daerah, peningkatan IPM tidak hanya berkaitan dengan angka statistik. Di dalamnya terdapat persoalan pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat, hingga kualitas pelayanan publik.

Kepri Tawarkan Kolaborasi di Tengah Turbulensi APBD

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyoroti kondisi yang saat ini dihadapi banyak pemerintah daerah di Indonesia.

Menurutnya, dinamika fiskal dan keterbatasan ruang anggaran menuntut kepala daerah untuk lebih kreatif dalam mencari solusi pembangunan.

Karena itu, ia mendorong penguatan kerja sama antardaerah sebagai salah satu strategi menghadapi tantangan tersebut.

Ansar melihat peluang kolaborasi yang cukup besar antara Kepri dan Garut. Meski berasal dari karakter wilayah yang berbeda, kedua daerah memiliki potensi yang bisa saling melengkapi.

Ia menilai langkah awal seperti diskusi dan pertukaran pengalaman justru sering menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih besar pada masa mendatang.

Pariwisata Bisa Menjadi Jembatan Garut dan Kepri

Salah satu sektor yang paling menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pariwisata.

Ansar Ahmad secara khusus menyoroti potensi wisata Kabupaten Garut yang menurutnya sangat lengkap. Garut memiliki bentang alam pegunungan, kawasan wisata air panas, industri resort yang berkembang, serta aktivitas ekonomi kreatif yang terus tumbuh.

Potensi tersebut membuka peluang lahirnya konsep tourism linkage atau keterkaitan destinasi wisata antara Garut dan Kepulauan Riau.

Gagasan ini cukup menarik. Wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau berpeluang mengenal destinasi Garut. Sebaliknya, promosi lintas daerah dapat membuka pasar baru bagi pelaku usaha wisata lokal.

Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, model kolaborasi seperti ini juga berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga produk UMKM.

Bukan Soal Siapa Lebih Hebat

Di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat, pesan yang disampaikan Gubernur Kepri justru cukup sederhana.

Menurutnya, tidak ada daerah yang sepenuhnya lebih unggul dibanding daerah lain. Setiap wilayah memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing.

Karena itu, kolaborasi menjadi lebih penting daripada sekadar membandingkan capaian.

Pandangan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Banyak daerah membutuhkan inspirasi baru, sementara daerah lain memiliki pengalaman yang bisa dibagikan.

Pertemuan Garut dan Kepri mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun jika diskusi itu benar-benar berlanjut menjadi program konkret, dampaknya bisa jauh melampaui seremoni kunjungan.

Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak menunggu banyaknya pertemuan. Masyarakat menunggu hasil nyata yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Garut mungkin tidak memiliki ribuan pulau seperti Kepulauan Riau. Namun jika mampu menyerap pelajaran yang tepat, satu ide yang dijalankan dengan serius bisa lebih berharga daripada seribu pulau yang hanya dikagumi dari kejauhan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hikmah Haji 2026

    Ketika Haji Berakhir, Ujian Sebenarnya Dimulai

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Musim haji 1447 Hijriah atau Haji 2026 perlahan memasuki penghujungnya. Sebagian jemaah telah kembali ke tanah air. Sebagian lainnya masih menjalani proses pemulangan dari Tanah Suci. Namun, bagi seorang Muslim, ada satu pertanyaan yang mungkin lebih penting daripada jadwal kepulangan, jumlah koper, atau oleh-oleh yang dibawa pulang: Apakah perjalanan menuju Allah juga […]

  • Sistem Jepang

    Rahasia Sistem Jepang Cetak Bintang Sepak Bola Asia

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mengapa sistem Jepang hampir setiap tahun mampu melahirkan pemain yang bersaing di liga-liga elite Eropa, sementara banyak negara Asia, termasuk Indonesia, masih berjuang membangun regenerasi? Jawabannya tidak semata terletak pada bakat individu. Kuncinya justru berada pada sistem pembinaan Jepang yang dirancang secara terstruktur, berkelanjutan, dan konsisten selama puluhan tahun. Baik Jepang maupun Korea […]

  • bubur khas Nusantara

    Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun […]

  • Resep Ayam Bumbu Merah

    Resep Ayam Bumbu Merah, Gurih dan Bikin Lupa Diet

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Ayam Bumbu Merah selalu menjadi incaran banyak orang ketika ingin menghadirkan lauk istimewa di meja makan. Tak hanya populer sebagai menu hajatan, masakan ayam berbumbu merah juga menjadi pilihan favorit keluarga karena cita rasanya yang gurih, manis, sedikit pedas, dan kaya rempah. Menu ayam merah rumahan ini memiliki keunggulan pada bumbu […]

  • reintroduksi banteng jawa

    BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat […]

  • Sekolah Swasta Jabar

    Tak Lolos Negeri, Siswa Jabar Masih Punya Harapan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sekolah Swasta Jabar kini menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Melalui kerja sama dengan sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan calon murid yang belum diterima di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, keterbatasan daya tampung sekolah […]

expand_less