Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suasana masjid mulai lengang selepas salat Magrib. Sebagian jamaah sudah pulang. Beberapa anak masih duduk di serambi sambil mengaji. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengangkat tangan ketika pengajian membahas tentang Dajjal.

Pertanyaannya sederhana.

“Kalau iman kita kuat, kenapa Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menghadapi Dajjal? Mengapa justru disuruh menjauh?”

Pertanyaan itu membuat sebagian jamaah terdiam.

Sebab selama ini banyak orang membayangkan bahwa keberanian adalah cara terbaik menghadapi fitnah. Semakin kuat iman seseorang, semakin dekat ia bisa mendekati sumber godaan tanpa terpengaruh.

Namun hadis Rasulullah ﷺ justru menunjukkan hal yang berbeda.

Ketika berbicara tentang fitnah Dajjal, Rasulullah tidak memerintahkan umatnya untuk berdebat, membuktikan diri paling kuat, atau menguji keteguhan iman dengan mendekatinya.

Sebaliknya, beliau memerintahkan umat Islam untuk menjauhinya.

Di balik perintah itu tersimpan pelajaran psikologis dan spiritual yang sangat dalam. Bahkan, pelajaran tersebut terasa semakin relevan di zaman sekarang.

Rasulullah Menyuruh Umat Menjauh dari Dajjal

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mendengar tentang Dajjal maka hendaklah ia menjauhinya. Demi Allah, sesungguhnya seseorang datang kepadanya dengan mengira dirinya beriman, lalu ia mengikutinya karena syubhat yang dibawanya.”

(HR. Abu Dawud)

Perhatikan kalimat dalam hadis tersebut.

“Seseorang datang kepadanya dengan mengira dirinya beriman.”

Artinya, orang yang terpengaruh Dajjal bukan selalu mereka yang lemah.

Bukan selalu mereka yang tidak berilmu.

Bahkan bisa jadi seseorang yang merasa dirinya kuat.

Di sinilah letak bahaya yang sering tidak disadari.

Kadang-kadang yang menjatuhkan manusia bukan kebodohan.

Melainkan rasa terlalu percaya diri.

Mengapa Orang Pintar Pun Bisa Tersesat?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat fenomena yang menarik.

Ada orang yang berhasil menempuh pendidikan tinggi tetapi tertipu investasi bodong.

Ada yang berpengalaman puluhan tahun dalam bisnis namun masih menjadi korban penipuan.

Dan ada pula yang rajin membaca tetapi tetap termakan berita palsu.

Di warung kopi, di grup WhatsApp keluarga, atau di media sosial, kalimat seperti ini sering terdengar:

“Saya mah tidak mungkin tertipu.”

Ironisnya, tidak lama kemudian orang yang sama ikut menyebarkan informasi yang ternyata tidak benar.

Manusia memang memiliki keterbatasan.

Karena itu Allah SWT mengingatkan:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”

(QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini tidak hanya berbicara tentang ilmu.

Ayat ini juga berbicara tentang kerendahan hati.

Sebab orang yang sadar akan keterbatasannya biasanya lebih berhati-hati sebelum percaya, sebelum berbicara, dan sebelum mengambil keputusan.

Bahaya Merasa Diri Paling Benar

Salah satu pelajaran besar dari hadis tentang Dajjal adalah pentingnya sikap tawadhu.

Semakin seseorang merasa dirinya kebal terhadap kesalahan, semakin besar risiko ia lengah.

Hal itu bukan hanya berlaku dalam urusan agama.

Dalam kehidupan sosial pun demikian.

Tidak sedikit konflik bermula karena masing-masing pihak merasa paling benar. Tidak sedikit perselisihan berkepanjangan terjadi karena seseorang lebih sibuk mempertahankan gengsi daripada mencari kebenaran.

Padahal Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh.”

(QS. Luqman: 18)

Kesombongan sering datang dengan wajah yang halus.

Kadang tidak berupa ucapan.

Kadang berupa keyakinan bahwa diri sendiri tidak mungkin salah.

Mengapa Nabi Tidak Menyuruh Umat Mendebat Dajjal?

Pertanyaan ini sering muncul.

Bukankah kebenaran seharusnya diperjuangkan?

Bukankah kebatilan harus dilawan?

Tentu saja.

Namun Rasulullah ﷺ memahami bahwa fitnah Dajjal berada di luar ukuran fitnah biasa.

Beliau bersabda:

“Tidak ada fitnah yang lebih besar antara penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.”

(HR. Muslim)

Karena itulah Nabi tidak mengajarkan sikap nekat.

Beliau mengajarkan kewaspadaan.

Sama seperti seseorang tidak perlu membuktikan keberanian dengan berjalan ke tengah kobaran api, seorang Muslim juga tidak perlu menguji imannya dengan mendekati sumber fitnah.

Ada peperangan yang dimenangkan dengan maju.

Tetapi ada pula peperangan yang dimenangkan dengan menjauh.

Pelajaran untuk Zaman Media Sosial

Pelajaran ini terasa sangat dekat dengan kehidupan modern.

Hari ini banyak orang masuk ke ruang perdebatan yang penuh emosi. Banyak yang sengaja mendatangi konten yang merusak akidah hanya untuk membuktikan dirinya kuat. Banyak pula yang merasa mampu menyaring semuanya sendiri.

Padahal tidak semua orang keluar dari tempat itu dengan kondisi yang sama ketika masuk.

Sebagian membawa keraguan.

Sebagian kehilangan ketenangan.

Dan sebagian lagi kehilangan arah.

Karena itu, menjaga hati kadang lebih penting daripada memenangkan perdebatan.

Menjaga iman kadang lebih penting daripada membuktikan diri paling pintar.

Cara Menjaga Diri dari Fitnah Dajjal

Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa benteng perlindungan.

Salah satunya membaca dan memahami Surah Al-Kahfi.

Beliau bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”

(HR. Muslim)

Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa perlindungan dari fitnah Dajjal, memperkuat tauhid, memperdalam ilmu agama, dan membiasakan diri melakukan muhasabah.

Sebab iman tidak hanya dijaga dengan pengetahuan.

Iman juga dijaga dengan kerendahan hati.

Pelajaran yang Sering Terlupakan

Mungkin itulah sebabnya Rasulullah tidak memerintahkan umat untuk mendekati Dajjal.

Beliau memahami tabiat manusia.

Beliau memahami bahwa hati bisa berubah.

Dan beliau memahami bahwa akal bisa tergelincir.

Serta beliau memahami bahwa orang yang paling berbahaya bukan selalu yang paling lemah.

Terkadang justru yang paling berbahaya adalah mereka yang merasa dirinya tidak mungkin jatuh.

Dajjal tidak akan menipu manusia dengan mengatakan bahwa dirinya pendusta. Ia akan datang dengan keyakinan, pesona, dan janji yang tampak meyakinkan. Karena itu, benteng pertama dari fitnah bukanlah keberanian untuk mendekat, melainkan kerendahan hati untuk mengakui bahwa tanpa pertolongan Allah, siapa pun bisa tersesat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Pangandaran membantu wisatawan memperbaiki kunci motor rusak saat Operasi Ketupat Lodaya 2026 di kawasan Pantai Pangandaran.

    Motor Wisatawan Terkunci di Pantai Pangandaran, Aksi Cepat Polisi Ini Bikin Haru

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi polisi bantu wisatawan Pangandaran kembali menjadi perhatian publik. Kejadian ini memperlihatkan bagaimana aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat. Dalam momen Operasi Ketupat Lodaya 2026, seorang anggota polisi terlihat membantu wisatawan yang mengalami masalah pada sepeda motor di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Rabu (25/3/2026). Peristiwa […]

  • digital publik

    Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website […]

  • Situasi keamanan WNI di Meksiko meningkat pascakerusuhan kartel, Kemlu imbau waspada dan jaga komunikasi KBRI.

    WNI di Meksiko Diminta Siaga, Kerusuhan Kartel Meluas

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi keamanan WNI di Meksiko kembali menjadi sorotan setelah kerusuhan kartel meningkat di sejumlah wilayah. Pemerintah memastikan warga negara Indonesia atau diaspora Indonesia di Meksiko dalam kondisi aman. Meski demikian, Kemlu meminta seluruh WNI di Meksiko meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi intensif dengan KBRI Mexico City. Sejak eskalasi keamanan terjadi, pemerintah […]

  • Pria Tewas Dalam Mobil

    Jalan KHZ Mustofa Mendadak Sunyi Saat Warga Temukan Pria Tewas di Mobil

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DAERAH – Pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, awalnya berjalan seperti biasa. Kendaraan melintas rapat. Pedagang membuka toko. Pengemudi ojek online duduk menunggu orderan sambil menyeruput kopi. Namun menjelang siang, suasana berubah. Sebuah Daihatsu Sigra abu-abu bernopol Z 129 MJ yang sejak pagi terparkir di pinggir jalan mendadak menjadi pusat perhatian warga. […]

  • ATCS Tasikmalaya

    Teknologi Ini Diam-Diam Mengatur Jalanan Tasikmalaya Setiap Hari

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Area Traffic Control System (ATCS) Kota Tasikmalaya kini menjadi teknologi yang bekerja hampir di setiap perjalanan warga, meski banyak orang belum menyadarinya. Sistem lalu lintas pintar ini mengatur ritme kendaraan melalui jaringan CCTV dan kontrol lampu otomatis sehingga arus kendaraan tetap bergerak stabil di berbagai persimpangan utama. Dalam konsep sistem lalu […]

  • penyelundupan manusia

    Terungkap! Indonesia Jadi Jalur Penyelundupan Manusia ke Australia

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus penyelundupan manusia kembali mencuat dan langsung memantik perhatian publik. Aparat mengungkap dugaan praktik pengiriman manusia secara ilegal ke Australia dengan memanfaatkan Indonesia sebagai jalur transit. Dalam perkara ini, tiga warga negara Pakistan diduga berperan aktif mengatur pergerakan korban dari awal hingga rencana keberangkatan. Informasi ini muncul setelah Direktorat Jenderal Imigrasi […]

expand_less