Kejurprov Karate Jabar 2026 di Tasikmalaya, Banyak Atlet Membawa Mimpi Besar
- account_circle redaktur
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Atlet karate bertanding dalam Kejurprov Karate Jabar 2026 di GOR Siliwangi Kota Tasikmalaya, Minggu (7/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kejurprov Karate Jabar 2026 bukan hanya soal medali dan kemenangan di atas tatami. Di balik tendangan, pukulan, dan teriakan semangat yang menggema di GOR Siliwangi Kota Tasikmalaya, ratusan atlet muda datang membawa harapan yang lebih besar: masa depan.
Kejuaraan Provinsi Jawa Barat Satria Tama Karate 2026 yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, mempertemukan sekitar seratus karateka dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Ajang ini diikuti peserta dari kategori usia anak hingga dewasa.
Sejak pagi, suasana GOR Siliwangi sudah ramai. Suara peluit wasit terdengar bersahutan. Di sudut arena, beberapa atlet muda tampak melakukan pemanasan ringan sambil sesekali melirik jadwal pertandingan yang ditempel di papan informasi. Sementara itu, para orang tua terlihat sibuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Bukan Sekadar Kejuaraan, Tetapi Jalur Prestasi
Ketua Panitia Pelaksana, Yanyan Insan Sidiq, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, Kejurprov Karate Jabar menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet sejak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah atlet binaan Satria Tama sebelumnya telah berhasil menembus kejuaraan tingkat nasional. Karena itu, kejuaraan seperti ini memiliki peran strategis untuk mengukur perkembangan kemampuan para karateka.
Selain mengejar prestasi olahraga, banyak atlet juga memanfaatkan jalur karate untuk membuka peluang pendidikan dan karier.
“Prestasi olahraga dapat menjadi nilai tambah untuk masuk sekolah unggulan maupun mengikuti seleksi di sejumlah instansi,” ujar Yanyan.
Karena itu, semangat yang terlihat di arena pertandingan tidak hanya datang dari para atlet. Orang tua, pelatih, dan pendukung juga memiliki harapan yang sama besar.
Sesekali terdengar sorakan kecil ketika seorang atlet berhasil mencetak poin. Tidak lama kemudian, suasana kembali hening saat pertandingan berikutnya dimulai.
Pertandingan Berlangsung Ketat dengan Dua Sistem Berbeda
Di arena pertandingan, setiap detik memiliki arti penting.
Ketua Umum Majelis Sabuk Hitam Satria Tama sekaligus Kepala Wasit dan Juri Pertandingan, Ii Ruhiat, S.Pd., menjelaskan bahwa setiap partai berlangsung selama satu menit dengan dua sistem pertandingan yang diterapkan.
Sistem pertama adalah Kyokushin atau full contact. Dalam aturan ini, pukulan dan sikutan ke area wajah maupun leher tidak diperbolehkan. Namun, tendangan ke kepala tetap menjadi bagian yang sah dalam pertandingan.
Sementara itu, sistem kedua menggunakan Shinken Shobu. Pada kategori ini, teknik yang diperbolehkan lebih beragam, termasuk pukulan ke wajah, sikutan, bantingan, hingga kuncian dengan penggunaan pelindung tangan sebagai syarat wajib.
Menurut Ii Ruhiat, seluruh wasit dan juri yang bertugas telah memiliki lisensi sehingga proses penilaian berjalan sesuai standar pertandingan.
Hal itu penting karena pertandingan berlangsung cepat. Dalam beberapa partai, pemenang bahkan sudah dapat ditentukan hanya dalam hitungan detik setelah serangan efektif mengenai sasaran.
Disporabudpar Ingatkan Pentingnya Perlindungan Atlet
Selain aspek prestasi, perhatian terhadap keselamatan atlet juga menjadi sorotan.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, menyambut baik pelaksanaan Kejurprov Karate Jabar 2026. Menurutnya, kompetisi tingkat provinsi memiliki peran penting untuk mengukur kualitas pembinaan olahraga di daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa karate termasuk cabang olahraga yang memiliki risiko cedera.
Karena itu, pelatih dan orang tua perlu memberikan perlindungan tambahan melalui asuransi atlet.
Momon juga menekankan pentingnya administrasi kejuaraan yang tertib. Menurutnya, piagam penghargaan tingkat provinsi harus memperoleh pengesahan pejabat berwenang agar memiliki kekuatan administrasi yang jelas.
Karate Tasikmalaya Terus Tumbuh
Perkembangan olahraga karate di Tasikmalaya mendapat perhatian positif dari berbagai pihak.
Sekretaris KORMI Kota Tasikmalaya, Rohimat, menilai minat masyarakat terhadap karate terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, karate bukan hanya mengajarkan teknik bela diri. Lebih dari itu, olahraga ini membentuk disiplin, pengendalian diri, serta mental pantang menyerah.
Karena alasan tersebut, banyak orang tua mulai mengenalkan karate kepada anak-anak mereka sejak usia dini.
Di tribun penonton, terlihat beberapa atlet kecil masih mengenakan sabuk berwarna putih. Mereka memperhatikan jalannya pertandingan dengan serius. Sesekali mereka menirukan gerakan yang dilakukan seniornya di arena.
Mungkin hari ini mereka hanya menjadi penonton.
Namun beberapa tahun ke depan, mereka bisa saja berdiri di tengah arena membawa nama Tasikmalaya, Jawa Barat, bahkan Indonesia.
Kejurprov Karate Jabar 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang naik podium hari ini. Kejuaraan ini juga menjadi ruang pertemuan antara kerja keras, disiplin, dan mimpi yang sedang tumbuh.
Di atas tatami, kemenangan memang hanya milik satu orang. Namun di balik setiap pertandingan, lahir ratusan mimpi yang sedang belajar menjadi kenyataan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar