Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Putra Diky Chandra Menikah, Tak Ada Tamu VIP dan Karpet Merah

Putra Diky Chandra Menikah, Tak Ada Tamu VIP dan Karpet Merah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sabtu pagi, 6 Juni 2026, menjadi hari yang sulit dilupakan bagi keluarga Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Chandra Negara. Di tanggal yang dianggap istimewa oleh banyak pasangan, Pernikahan Putra Diky Chandra berlangsung dalam suasana hangat dan sederhana. Putra sulungnya, Raden Diffa M Chandra, resmi mempersunting Putri Endita dalam prosesi yang digelar di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kabar bahagia itu segera menyebar ke berbagai kalangan di Kota Tasikmalaya. Namun yang menarik perhatian bukan hanya momen pernikahannya. Banyak warga justru menyoroti keputusan keluarga Diky Chandra yang memilih menggelar acara tanpa kemewahan berlebihan, tanpa tamu VIP, dan tanpa perlakuan khusus bagi pejabat.

Di tengah tren pesta megah yang sering menjadi sorotan publik, pilihan tersebut menghadirkan cerita yang berbeda.

Surat Terbuka yang Mengundang Simpati

Menjelang hari pernikahan, Diky Chandra mengirimkan surat terbuka kepada sejumlah pimpinan daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta warga Kota Tasikmalaya.

Isi surat itu sederhana.

Ia tidak mengundang secara khusus.

Serta ia hanya menyampaikan kabar bahagia sekaligus memohon doa agar prosesi pernikahan putranya berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Dalam surat tersebut, Diky menjelaskan bahwa keluarga sengaja membatasi jumlah tamu sesuai kemampuan yang dimiliki. Selain itu, tidak ada fasilitas khusus bagi pejabat atau tamu tertentu.

Tidak ada karpet merah.

Tidak ada ruang tamu khusus.

Dan tidak ada perlakuan berbeda.

Semua tamu ditempatkan dalam posisi yang sama.

Keputusan itu diambil untuk menjaga kesederhanaan acara sekaligus menghindari potensi yang dapat menimbulkan persepsi kurang baik, termasuk persoalan gratifikasi.

Ketika Kesederhanaan Menjadi Perbincangan

Di berbagai grup WhatsApp warga Tasikmalaya, kabar pernikahan tersebut mulai beredar sejak pagi. Sebagian warga membagikan potongan surat terbuka yang ditulis Diky Chandra. Sebagian lainnya mengapresiasi sikap keluarga yang memilih fokus pada makna pernikahan dibanding kemeriahan acara.

Di media sosial, percakapan serupa juga muncul.

Ada yang menganggap langkah itu sebagai teladan.

Ada pula yang menilai sikap tersebut menunjukkan bahwa jabatan tidak harus selalu diikuti dengan pesta besar dan seremonial yang berlebihan.

Anehnya, justru kesederhanaan sering kali lebih mudah menyentuh hati masyarakat dibanding kemewahan yang dipertontonkan.

Mungkin karena banyak orang melihat ketulusan di dalamnya.

Momen Bahagia Seorang Ayah

Bagi seorang ayah, pernikahan anak bukan sekadar seremoni.

Ada perjalanan panjang yang terlintas dalam ingatan.

Dari masa kecil yang dulu digendong. Hari pertama masuk sekolah. Hingga akhirnya tiba pada satu hari ketika sang anak memulai kehidupan baru bersama pasangannya.

Perasaan itu sulit dijelaskan.

Dan hampir setiap orang tua pernah merasakannya.

Di Jonggol, suasana bahagia itu menjadi milik keluarga besar Diky Chandra. Di sisi lain, doa-doa juga mengalir dari warga Tasikmalaya yang mengenal sosoknya sebagai tokoh publik sekaligus figur yang cukup dekat dengan masyarakat.

Tanggal 6 Juni 2026 mungkin hanya satu hari dalam kalender.

Namun bagi keluarga pengantin, hari itu akan dikenang sepanjang hidup.

Pernikahan Bukan Tentang Kemewahan

Pernikahan sering kali identik dengan gedung besar, dekorasi mewah, atau daftar tamu yang panjang.

Padahal esensinya jauh lebih sederhana.

Pernikahan adalah tentang dua orang yang sepakat berjalan bersama dalam satu perjalanan panjang.

Tentang komitmen.

Tentang tanggung jawab.

Dan tentang saling menguatkan ketika keadaan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Karena itu, banyak warga melihat keputusan keluarga Diky Chandra sebagai pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari seberapa besar pesta yang digelar.

Kadang justru lahir dari kesederhanaan yang dijalani dengan tulus.

Dan nilai itu terasa semakin kuat ketika datang dari seseorang yang sedang berada dalam jabatan publik.

Doa untuk Diffa dan Putri Endita

Melalui pesan yang disampaikannya, Diky Chandra berharap putra dan menantunya diberikan kebahagiaan, kelanggengan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Harapan itu tentu menjadi doa banyak orang.

Sebab setiap pernikahan selalu membawa harapan yang sama: kehidupan yang dipenuhi cinta, saling menghormati, dan kemampuan untuk bertahan menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Pada akhirnya, yang akan dikenang dari sebuah pernikahan bukan seberapa mewah dekorasinya atau siapa saja yang hadir di dalamnya. Yang paling lama tinggal dalam ingatan adalah ketulusan dua hati yang memulai perjalanan bersama. Dan pada Sabtu yang hangat di bulan Juni itu, di tengah kesederhanaan yang dipilih dengan sadar, sebuah keluarga baru memulai kisahnya dengan doa-doa yang mengalir dari banyak hati. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arti simbol NU memuat nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang membentuk identitas umat Islam Indonesia hingga kini.

    Membaca Arti Simbol NU dalam Sejarah Umat Islam Indonesia

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 271
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Lambang Nahdlatul Ulama bukan sekadar gambar organisasi. Di balik bintang sembilan, tali melingkar, dan bola dunia, tersimpan arti simbol NU yang merekam sejarah panjang, nilai spiritual, serta identitas sosial umat Islam Indonesia. Simbol ini lahir bukan dari ruang kosong, melainkan dari pergulatan pemikiran ulama yang ingin menjaga tradisi, iman, dan kebangsaan dalam […]

  • SE Nomor 7 Tahun 2026

    Saat Guru Honorer Cemas, Mendikdasmen Keluarkan Surat Penting Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pagi itu ruang guru di sebuah sekolah negeri pinggiran Tasikmalaya belum terlalu ramai. Beberapa kursi masih kosong. Di sudut ruangan, seorang guru honorer tampak sibuk memeriksa buku tugas siswa sambil sesekali membuka telepon genggamnya. Ia sedang membaca kabar tentang SE Nomor 7 Tahun 2026. Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu […]

  • sertifikat tanah

    Saat Sertifikat Tanah Menentukan Sengketa Warga

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sengketa tanah menunjukkan sertifikat tanah belum sepenuhnya melindungi warga dalam kebijakan agraria. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus yang menimpa Nenek Elina Widjajati di Surabaya bukan sekadar perkara sengketa rumah. Ia adalah potret kebijakan agraria yang belum sepenuhnya bekerja melindungi warga paling rentan. Ketika konflik tanah berujung pada pengusiran dan perobohan rumah, pertanyaannya bukan hanya siapa yang […]

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

  • BBM subsidi 50 liter

    Heboh! Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Ramai Dibahas, Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu BBM subsidi 50 liter per hari tiba-tiba ramai diperbincangkan dan langsung memicu reaksi luas. Banyak masyarakat, khususnya pengguna kendaraan harian, mulai mengaitkan kabar ini dengan potensi pembatasan baru. Tidak sedikit yang menganggap aturan tersebut akan segera berlaku. Selain itu, istilah pembatasan BBM bersubsidi juga ikut mencuat. Kombinasi antara kata kunci […]

  • penyalahgunaan gas subsidi

    Polres Tasikmalaya Bongkar Penyalahgunaan Gas Subsidi

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya bongkar penyalahgunaan gas subsidi 3 kg ke 12 kg yang merugikan negara dan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Praktik penyalahgunaan gas subsidi kembali terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Kepolisian Resor Tasikmalaya membongkar aktivitas ilegal pemindahan gas LPG 3 kilogram bersubsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi di Kecamatan Cigalontang. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum, […]

expand_less