Herdiat: JAZIRAH x CCE 2026 Pecahkan Sejarah Ekonomi Syariah Priangan Timur
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membuka JAZIRAH x CCE 2026 di Rest Area Situs Karangkamulyan untuk penguatan ekonomi syariah dan UMKM halal, Jumat (5/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 menciptakan momentum baru bagi perkembangan ekonomi syariah di Priangan Timur. Tidak digelar di pusat kota, tidak pula berada di kawasan jalan tol, kegiatan yang berlangsung di kawasan Rest Area Situs Karangkamulyan justru memperlihatkan arah baru: ekonomi syariah mulai tumbuh dari ruang ekonomi rakyat.
Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai inovasi besar yang memecahkan sejarah pengembangan ekonomi syariah di wilayah Priangan Timur. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Bank Indonesia Tasikmalaya berhasil menghadirkan model baru penguatan UMKM halal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Di tengah hamparan kawasan Karangkamulyan yang dikenal sebagai situs bersejarah Kerajaan Galuh, puluhan stan UMKM berdiri berjejer. Aroma makanan olahan lokal sesekali bercampur dengan suara pengunjung yang berbincang di bawah tenda pameran. Sebagian pelaku usaha sibuk melayani calon pembeli. Sebagian lainnya menjelaskan produknya kepada tamu yang datang silih berganti.
Suasananya terasa hidup.
Bukan sekadar pameran.
Melainkan pertemuan berbagai kekuatan ekonomi lokal dalam satu ruang yang sama.
Ekonomi Syariah Keluar dari Zona Nyaman
Herdiat menilai JAZIRAH x CCE 2026 menghadirkan pendekatan yang berbeda dibanding kegiatan serupa yang selama ini identik dengan kota-kota besar.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak boleh hanya berkembang di pusat pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, ekosistem halal harus mampu menjangkau daerah yang memiliki potensi besar namun selama ini belum mendapatkan ruang promosi yang memadai.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena mampu menghadirkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” ujar Herdiat saat membuka kegiatan, Jumat (5/6/2026).
Karena itu, ia melihat pelaksanaan kegiatan di Rest Area Situs Karangkamulyan sebagai simbol bahwa ekonomi syariah dapat tumbuh dari mana saja.
Tidak harus dari kawasan bisnis.
Tidak harus dari pusat kota.
Dan tidak harus menunggu kawasan industri besar hadir terlebih dahulu.
UMKM Halal Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Selain menyoroti aspek ekonomi syariah, Herdiat juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan UMKM halal yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan.
Ia menilai keberadaan 15 UMKM unggulan yang tampil dalam pameran menunjukkan kualitas produk lokal Ciamis semakin kompetitif. Bahkan, sebagian produk dinilai sudah memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas melalui jaringan ritel modern maupun platform digital.
Di beberapa stan, pengunjung tampak memotret produk menggunakan telepon genggam. Ada yang langsung bertanya harga. Ada pula yang meminta akun media sosial pelaku usaha untuk melakukan pemesanan di lain waktu.
Fenomena kecil seperti itu sering luput dari perhatian.
Padahal di situlah transaksi masa depan mulai terbentuk.
Menurut Herdiat, penguatan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan dan pendampingan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar, promosi, jejaring bisnis, dan dukungan digitalisasi agar mampu bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen.
“Saya melihat potensi ekonomi lokal Ciamis sangat besar. Potensi itu harus didorong lewat penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar,” ungkapnya.
Karangkamulyan Bukan Hanya Situs Sejarah
Menariknya, kegiatan JAZIRAH x CCE 2026 juga memperlihatkan bagaimana sektor pariwisata dapat terhubung langsung dengan ekonomi syariah dan ekonomi kreatif.
Selama ini, Karangkamulyan lebih dikenal sebagai destinasi sejarah dan budaya. Namun melalui kegiatan tersebut, kawasan itu mulai menunjukkan wajah baru sebagai ruang promosi produk lokal.
Di satu sisi pengunjung datang untuk menikmati wisata sejarah.
Di sisi lain mereka menemukan produk UMKM, kuliner halal, layanan keuangan syariah, hingga berbagai inovasi ekonomi kreatif.
Kombinasi inilah yang menurut banyak pihak menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut.
Karena ekonomi tidak bergerak sendirian.
Pariwisata ikut bergerak.
UMKM ikut tumbuh.
Komunitas ikut hidup.
Dan masyarakat sekitar memperoleh manfaat secara langsung.
Model Baru yang Berpotensi Direplikasi
Herdiat meyakini konsep kolaborasi seperti ini memiliki peluang besar untuk diterapkan di berbagai daerah lain sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan ekonomi juga harus menyesuaikan potensi lokal yang tersedia.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen melanjutkan sinergi bersama Bank Indonesia dan berbagai mitra strategis untuk memperkuat ekosistem halal, memperluas digitalisasi ekonomi, serta meningkatkan daya saing UMKM daerah.
Jika langkah tersebut berjalan konsisten, ekonomi syariah tidak hanya menjadi konsep pembangunan. Namun dapat berkembang menjadi mesin pertumbuhan baru yang memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ketika ekonomi syariah berhasil tumbuh dari kawasan bersejarah seperti Karangkamulyan, pesan yang lahir menjadi sangat jelas: masa depan ekonomi tidak selalu dimulai dari kota besar, tetapi bisa berangkat dari desa yang berani bergerak lebih dulu. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar