Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Di tengah berbagai dinamika organisasi, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan New Zealand (PCINU ANZ) memilih cara yang berbeda untuk menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) ke-10. Alih-alih langsung berbicara soal kepengurusan atau agenda organisasi, PCINU ANZ terlebih dahulu mengajak warga Nahdliyin memperkuat ikatan spiritual melalui Tahlil dan Istighosah Kubro.

Kegiatan bertajuk Menuju Konfercab PCINU Australia New Zealand X tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 18.00 AEST atau 15.00 WIB.,

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Konfercab sekaligus membawa semangat menyambut satu abad Nahdlatul Ulama yang kini memasuki abad kedua perjalanan organisasinya.

Konfercab Diawali dengan Doa dan Munajat Bersama

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, tahlil dan istighosah bukan sekadar agenda seremonial. Keduanya menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memohon keberkahan atas setiap langkah yang akan dijalani.

Karena itu, menjelang Konfercab X, PCINU ANZ memilih mengawali proses konsolidasi dengan pendekatan spiritual.

Kegiatan akan dipimpin oleh Rois Syuriah PCINU ANZ, KH Emil Idad, serta Mustasyar PCINU ANZ, Ust Mohammad Mubarak Omo atau yang akrab disapa Aang Mumu.

Kehadiran kedua tokoh tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat ukhuwah warga Nahdliyin yang tersebar di berbagai kota di Australia dan New Zealand.

Menjaga Tradisi NU di Negeri Rantau

Bagi diaspora Indonesia, menjaga tradisi keagamaan di luar negeri bukan selalu perkara mudah.

Jarak geografis yang jauh, kesibukan pekerjaan, hingga perbedaan zona waktu sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Namun justru di tengah kondisi itulah kegiatan seperti tahlil dan istighosah memiliki makna yang lebih dalam.

Tidak sedikit warga Indonesia di luar negeri yang menjadikan kegiatan keagamaan sebagai ruang untuk menjaga identitas, mempererat persaudaraan, dan mengobati kerinduan terhadap suasana kampung halaman.

Menariknya, meski kegiatan dilaksanakan secara daring, semangat kebersamaan tetap terasa. Dalam berbagai agenda serupa sebelumnya, peserta sering datang dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, akademisi, hingga keluarga Indonesia yang telah lama menetap di Australia dan New Zealand.

Menjelang Acara, Poster Mulai Beredar di Grup Diaspora

Menjelang pelaksanaan kegiatan, poster digital Tahlil dan Istighosah Kubro mulai beredar di berbagai grup WhatsApp warga Nahdliyin Australia dan New Zealand. Sebagian anggota membagikannya kembali ke komunitas diaspora Indonesia di kota masing-masing, mulai dari Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth hingga Auckland.

Di beberapa grup percakapan, sejumlah anggota terlihat saling mengingatkan jadwal kegiatan. Hal itu cukup penting karena peserta berasal dari wilayah dengan zona waktu yang berbeda. Tidak sedikit yang memastikan kembali konversi waktu antara Australia, New Zealand, dan Indonesia agar tidak terlambat bergabung ke ruang Zoom.

Fragmen Kecil yang Sering Terjadi di Balik Layar Zoom

Di balik layar Zoom, suasana kegiatan keagamaan daring sering menghadirkan cerita-cerita sederhana yang jarang terlihat.

Ada peserta yang bergabung dari ruang kerja setelah menyelesaikan aktivitas kantor. Ada pula yang mengikuti acara dari ruang keluarga sambil menemani anak-anak mereka.

Sebagian peserta biasanya masuk ke ruang virtual beberapa menit lebih awal untuk menyapa sesama jamaah. Sementara yang lain baru bergabung menjelang acara dimulai karena menyesuaikan jadwal pekerjaan dan aktivitas harian.

Fragmen-fragmen kecil seperti itu menjadi bagian dari wajah diaspora Indonesia yang berusaha menjaga tradisi meski berada ribuan kilometer dari tanah air.

Menjaga Tradisi di Tengah Kesibukan Negeri Rantau

Jujur saja, mengikuti kegiatan organisasi dari luar negeri tidak selalu mudah. Jadwal kerja, perbedaan waktu, hingga kesibukan keluarga sering menjadi tantangan tersendiri bagi diaspora Indonesia.

Sebagian peserta mungkin baru dapat bergabung setelah menyelesaikan pekerjaan kantor. Sebagian lainnya harus menyesuaikan agenda keluarga terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan secara daring. Namun justru di tengah berbagai keterbatasan itulah semangat kebersamaan warga Nahdliyin di perantauan sering kali terlihat lebih kuat.

Menyambut Abad Kedua Nahdlatul Ulama

Keberadaan logo 100 Tahun Nahdlatul Ulama dalam poster kegiatan menunjukkan bahwa acara ini juga membawa pesan yang lebih luas.

NU kini memasuki abad kedua dengan berbagai tantangan baru, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika kehidupan global.

Karena itu, menjaga tradisi tidak berarti menolak perubahan. Sebaliknya, tradisi menjadi fondasi agar perubahan tetap memiliki arah dan nilai.

Jujur saja, tidak semua generasi muda mengenal tradisi tahlil dan istighosah dengan tingkat pemahaman yang sama. Sebagian tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan tradisi tersebut, sementara yang lain baru mulai mempelajarinya ketika berada di komunitas Nahdliyin.

Karena itulah kegiatan seperti ini tetap relevan. Selain mempererat hubungan antaranggota, acara juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi.

Teknologi Menjadi Jembatan Tradisi

Di era rapat virtual dan komunikasi serba digital, kegiatan tahlil daring menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjauhkan manusia dari tradisi. Justru dalam banyak kasus, teknologi membantu tradisi tetap hidup meski dipisahkan ribuan kilometer oleh lautan dan perbedaan negara.

Bagi sebagian diaspora Indonesia, layar komputer atau telepon genggam mungkin menjadi ruang pertemuan baru. Namun doa yang dipanjatkan, bacaan tahlil yang dilantunkan, dan rasa kebersamaan yang terbangun tetap memiliki makna yang sama seperti ketika berkumpul secara langsung.

Bukan Sekadar Agenda Organisasi

Dalam banyak organisasi, persiapan konferensi biasanya identik dengan pembahasan program kerja, laporan pertanggungjawaban, atau pemilihan kepemimpinan.

Namun PCINU ANZ memilih menambahkan satu hal yang tidak kalah penting, yaitu doa bersama.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya dibangun oleh struktur dan program, tetapi juga oleh nilai, kebersamaan, dan spiritualitas yang menjadi fondasi perjalanan bersama.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, tahlil dan istighosah menghadirkan jeda sejenak untuk kembali mengingat tujuan yang lebih besar daripada sekadar aktivitas organisasi.

Konferensi mungkin memilih pemimpin baru. Program kerja mungkin berubah dari waktu ke waktu. Namun sebuah organisasi akan tetap kuat ketika langkahnya diawali dengan doa, dipersatukan oleh ukhuwah, dan dijaga oleh nilai-nilai yang tidak lekang oleh zaman. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan Kumuh Tasikmalaya

    168,49 Hektare Kumuh Tasikmalaya, Baru 46,27 Tertangani

    • calendar_month 17 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com  BERITA DAERAH — Angka kawasan kumuh di Kota Tasikmalaya bukan sekadar statistik pembangunan. Di balik setiap hektare yang tercatat, ada rumah, lingkungan, dan warga yang menunggu kualitas hidupnya diperbaiki. Data yang dikutip dari Open Data Tasikmalaya menunjukkan luas kawasan kumuh berdasarkan kecamatan pada 2025 mencapai 168,49 hektare. Dari angka tersebut, 46,27 hektare tercatat dalam […]

  • Operasi Patuh Lodaya 2026

    Sudah Siap Jalan, Operasi Patuh Lodaya 2026 Tiba-Tiba Ditunda

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi Patuh Lodaya 2026 resmi ditunda. Kabar penundaan operasi lalu lintas atau razia kendaraan berskala besar tersebut langsung menjadi perhatian banyak pengendara di Tasikmalaya. Pasalnya, sebagian masyarakat sudah bersiap menghadapi penertiban yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada Senin, 8 Juni 2026. Di berbagai grup WhatsApp komunitas pengemudi hingga media sosial lokal, informasi […]

  • PLTP Kamojang

    Abdusy Syakur Kagum PLTP Kamojang, Listrik Hijau Garut Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PLTP Kamojang kembali jadi sorotan setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi milik PT Indonesia Power Kamojang (KMJ) di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Rabu (20/05/2026). Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Garut ingin memastikan bahwa energi panas bumi atau […]

  • Banner penjualan sapi kurban dan domba aqiqah milik Ari di Sukahurip, Sukaratu, Tasikmalaya.

    Domba Kurban Tasikmalaya, Penjual Tawarkan Daging Siap Santap

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencarian domba kurban Tasikmalaya mulai meningkat di berbagai wilayah menjelang Idul Adha 2026. Tidak sedikit warga yang kini mencari hewan kurban dengan harga terjangkau, kondisi sehat, sekaligus layanan yang praktis. Di tengah kebutuhan itu, penjualan Sapi Qurban dan Domba Aqiqah milik Ari di Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya […]

  • penghinaan Presiden

    MK Putuskan Penghinaan Presiden, Ini Siapa yang Bisa Mengadu

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penghinaan Presiden kini memiliki batas yang lebih tegas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara Nomor 275/PUU-XXIII/2025. Putusan tersebut menegaskan bahwa tindak pidana dalam Pasal 218 dan Pasal 219 KUHP hanya dapat dituntut berdasarkan aduan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Dengan demikian, ketentuan mengenai penyerangan kehormatan Presiden tetap ada, tetapi mekanisme pengaduannya diperjelas. […]

  • Kegiatan forum KPID Jabar bersama mahasiswa dan jurnalis di Universitas Islam Tasikmalaya membahas peningkatan kompetensi penyiaran

    Tantangan Media Makin Berat, KPID Jabar Ambil Langkah Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya penguatan kualitas penyiaran terus digencarkan oleh KPID Jabar. Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat atau KPID Jabar menggelar forum peningkatan kompetensi penyiaran di Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi media sekaligus menyiapkan SDM penyiaran yang adaptif di tengah […]

expand_less