815 Santri Meriahkan PORSADIN XI Indihiang 2026
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana berbeda terlihat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Misbah, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, halaman madrasah sudah dipenuhi ratusan santri yang datang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) XI tingkat Kecamatan Indihiang.
PORSADIN Indihiang 2026 yang mengusung tema “Mupuk Ukhwah Meraih Barokah dalam Meraih Prestasi untuk Mewujudkan Kesholehan Sosial” itu diikuti sekitar 815 santri dari 55 Madrasah Diniyah Takmiliyah yang tersebar di enam kelurahan, yakni Indihiang, Panyingkiran, Parakannyasag, Sirnagalih, Sukamaju Kaler, dan Sukamaju Kidul.
Sejak pukul pagi, peserta terus berdatangan. Sebagian membawa map plastik berisi perlengkapan lomba, sementara yang lain menggenggam botol minum dan lembar hafalan yang sesekali masih dibaca sebelum perlombaan dimulai.
Di halaman madrasah, kursi-kursi plastik berwarna biru tersusun rapi menghadap panggung sederhana yang menjadi pusat kegiatan. Spanduk besar bertuliskan PORSADIN XI Kecamatan Indihiang terbentang di bagian depan, menjadi latar berbagai aktivitas para peserta dan panitia.
18 Mata Lomba Siap Dipertandingkan
Ketua DPAC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Indihiang, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I., menjelaskan bahwa PORSADIN tahun ini mempertandingkan 18 mata lomba yang mencakup bidang akademik, seni, dan olahraga.
Menurutnya, seluruh persiapan kegiatan telah dilakukan secara matang sehingga pelaksanaan acara siap berjalan sesuai jadwal.
“Insya Allah PORSADIN Tingkat Kecamatan Indihiang 2026 akan berlangsung hari ini, dibuka pagi hari dan diperkirakan selesai pada sore hari,” ujar Ajat.
Sebanyak 34 dewan juri turut dilibatkan untuk memastikan seluruh perlombaan berjalan objektif dan profesional.
Bukan Hanya Mencari Juara
Ajat menegaskan bahwa tujuan utama PORSADIN tidak semata-mata mencari peserta terbaik di setiap cabang lomba.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah antar santri Madrasah Diniyah sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi dan kesholehan sosial.
“PORSADIN menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah antar santri Madrasah Diniyah, menumbuhkan semangat berprestasi, sekaligus membentuk generasi yang memiliki kesholehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Karena itu, nilai persaudaraan dan kebersamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan.
Ada yang Gugup, Ada yang Terus Mengulang Hafalan
Di balik semarak acara, suasana pagi di lokasi kegiatan juga menghadirkan banyak momen kecil yang menarik perhatian.
Tidak semua peserta terlihat tenang.
Beberapa santri tampak gugup saat menunggu giliran tampil. Ada yang terus mengulang hafalan dengan suara pelan. Ada pula yang berkali-kali melihat daftar peserta yang ditempel panitia di dinding kelas.
Di bawah rindangnya pepohonan sekitar madrasah, beberapa peserta lomba pidato masih berlatih intonasi. Sementara peserta lain tampak duduk berkelompok sambil saling menyemangati.
Sesekali terdengar tawa kecil ketika mereka bertemu teman dari madrasah lain yang sudah lama tidak berjumpa.
Momen-momen sederhana seperti itu justru menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan PORSADIN.
Orang Tua Ikut Menunggu dari Pagi
Di area teras madrasah, sejumlah orang tua terlihat ikut mengantar anak-anak mereka sejak pagi.
Sebagian memilih menunggu jalannya perlombaan sambil berbincang dengan wali santri lainnya. Ada pula yang sesekali mengabadikan penampilan anak mereka menggunakan telepon genggam.
Sementara itu, para guru pendamping tampak sibuk mengatur peserta, memastikan jadwal lomba berjalan lancar, sekaligus memberikan motivasi kepada santri yang akan tampil.
Suasana kekeluargaan terasa cukup kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Karena bagi banyak peserta, PORSADIN bukan hanya soal mendapatkan piala. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu, belajar, dan membangun persahabatan baru dengan santri dari madrasah lain.
Menumbuhkan Kesholehan Sosial Sejak Dini
Melalui olahraga, seni, dan bidang akademik, para santri tidak hanya belajar tentang kompetisi. Mereka juga belajar menghargai proses, menerima hasil, dan menjaga sportivitas.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.
Hal itulah yang menjadi ruh utama PORSADIN XI Kecamatan Indihiang tahun ini.
Ketika lomba berakhir dan para juara membawa pulang piala, sesungguhnya ada kemenangan yang jauh lebih besar dari sekadar trofi. Kemenangan itu lahir saat ratusan santri belajar saling menghargai, memperkuat ukhuwah, dan menyadari bahwa prestasi terbaik bukan hanya tentang menjadi yang paling unggul, melainkan tentang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar