Warga Panik! Sapi Kurban 720 Kg Tercebur Saat Lewati Gang Sempit
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya mengevakuasi sapi kurban Limousin berbobot 720 kilogram yang tercebur ke kolam di Bungursari, Selasa (26/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa sapi kurban Tasikmalaya mendadak menyita perhatian warga Kampung Lengo, Jalan Bantar Sari 03/07, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (26/5/2026). Seekor sapi jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram tercebur ke kolam saat hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan.
Insiden itu langsung memicu kepanikan. Selain karena ukuran sapi yang sangat besar, kondisi jalan sempit dan tanah licin membuat proses penyelamatan berlangsung menegangkan.
Suara teriakan warga sempat pecah ketika tubuh sapi mulai tergelincir ke sisi kolam. Dalam hitungan detik, hewan kurban tersebut jatuh ke air berlumpur dan meronta keras.
Beberapa warga mencoba mendekat, tetapi bobot sapi yang luar biasa membuat situasi sulit dikendalikan. Sebagian anak-anak bahkan terlihat memanjat pagar rumah untuk menyaksikan proses penyelamatan dari kejauhan.
Tak lama kemudian, laporan masuk ke Pos Damkar Kota Tasikmalaya sekitar pukul 17.45 WIB.
Jalan Sempit dan Lumpur Jadi Tantangan Berat
Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya langsung bergerak cepat menuju lokasi lima menit setelah laporan diterima. Dengan respon time sekitar 15 menit, petugas tiba di lokasi pukul 18.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, suasana sudah penuh ketegangan. Air kolam terlihat keruh akibat gerakan sapi yang terus memberontak. Lumpur di dasar kolam membuat posisi hewan semakin sulit dikendalikan.
Selain itu, tanah di sekitar lokasi juga terlalu lembek untuk menopang beban sapi Limousin seberat 720 kilogram.
Petugas Damkar yang dipimpin Eman Sulaeman langsung melakukan asesmen lapangan. Mereka kemudian membagi tugas agar proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
Sebagian anggota turun ke kolam untuk menjaga posisi sapi agar tidak tenggelam. Sementara anggota lain menyiapkan tali tambang khusus dan alat bantu penarik.
Di sisi lain, warga diminta menjauh demi menghindari risiko cedera. Karena saat panik, sapi beberapa kali menghentakkan tubuh dan membuat lumpur di sekitar kolam ikut longsor kecil.
Evakuasi Berlangsung Menegangkan
Proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis. Petugas harus bergerak hati-hati karena setiap pijakan mudah amblas ke lumpur.
Beberapa kali tali penarik terlihat menegang keras ketika sapi mencoba berdiri. Namun bobot tubuh yang besar membuat gerakan sapi justru memperberat proses evakuasi.
Di tengah suasana itu, komunikasi antarpetugas terus dijaga agar gerakan tetap serempak.
Suara instruksi terdengar bersahut-sahutan di tengah riuh warga yang menonton dari pinggir gang. Sesekali terdengar embusan napas berat sapi bercampur suara cipratan lumpur.
Lampu rumah warga mulai menyala satu per satu ketika proses evakuasi belum juga selesai. Sebagian ibu-ibu tampak berdiri sambil memegang ponsel, merekam detik-detik penyelamatan yang berlangsung menegangkan.
Namun perlahan situasi mulai terkendali.
Setelah berjibaku melawan lumpur dan berat tubuh sapi, petugas akhirnya berhasil menarik sapi Limousin tersebut ke daratan dalam keadaan selamat.
Warga yang sejak tadi menahan napas langsung bertepuk tangan ketika tubuh sapi berhasil berdiri kembali.
Damkar Tasikmalaya Imbau Warga Lebih Waspada
Komandan Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya, Eman Sulaeman, menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi terjadi berkat kekompakan tim dan penerapan prosedur penanganan yang tepat.
Menurutnya, medan sempit dan kondisi tanah labil menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan hewan berukuran besar.
Karena itu, Damkar Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memindahkan hewan kurban, terutama melalui jalur sempit atau area yang dekat dengan kolam dan saluran air.
Selain itu, warga juga disarankan menyiapkan pengaman tambahan ketika membawa sapi berbobot besar agar risiko kecelakaan bisa diminimalkan.
Momen Idul Adha memang identik dengan suasana ramai dan aktivitas pemotongan hewan kurban. Namun di balik itu, faktor keselamatan tetap menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Apalagi sapi Limousin dengan bobot ratusan kilogram memiliki tenaga yang sangat kuat ketika panik atau kehilangan keseimbangan.
Warga Masih Membahas Evakuasi Dramatis Itu
Hingga malam hari, peristiwa sapi tercebur tersebut masih menjadi bahan obrolan warga sekitar. Sebagian membicarakannya di warung kopi, sebagian lagi membagikan video evakuasi melalui grup percakapan.
Beberapa warga bahkan mengaku baru pertama kali melihat proses penyelamatan sapi sebesar itu secara langsung.
Ada yang masih mengingat suara lumpur yang amblas saat petugas turun ke kolam. Ada pula yang mengaku sempat khawatir sapi tidak bisa diselamatkan.
Namun pada akhirnya, kerja cepat Damkar berhasil mencegah situasi berubah menjadi lebih buruk.
Dan di tengah riuh suasana Idul Adha, satu pelajaran sederhana kembali terasa nyata: kepanikan bisa datang kapan saja, tetapi kekompakan sering menjadi penyelamat paling pertama.
Karena di balik seekor sapi kurban yang nyaris tenggelam, ada pelajaran tentang keberanian, kerja sama, dan manusia-manusia yang tetap turun ke lumpur saat yang lain memilih menjauh. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar