Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sindikat Hibah Rp33 Miliar Terbongkar, Pelaku Menyamar Jadi Kiai

Sindikat Hibah Rp33 Miliar Terbongkar, Pelaku Menyamar Jadi Kiai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana malam di kawasan Alun-alun Banjarsari awalnya terlihat biasa saja. Lampu jalan masih menyala terang. Beberapa warung kopi di pinggir jalan belum tutup sepenuhnya. Namun di tengah suasana itu, seorang pria bernama H. Nanang Kosim Rohmana ternyata sedang masuk ke dalam skenario penipuan yang sudah disusun cukup rapi.

Korban percaya akan menerima hibah palsu senilai Rp33 miliar. Namun yang datang justru jebakan, uang mainan, dan aksi pembegalan rekayasa yang akhirnya membuat korban kehilangan Rp150 juta.

Kasus tersebut kini berhasil dibongkar jajaran Polres Ciamis melalui Polsek Banjarsari. Polisi mengamankan empat pelaku, sementara tiga lainnya masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

Modus Hibah Rp33 Miliar Bermula dari Sosok yang Mengaku Kiai

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menjelaskan bahwa kasus itu bermula ketika korban bertemu salah satu pelaku yang mengaku sebagai tokoh agama di kawasan Masjid Agung Ciamis.

Pelaku kemudian menjanjikan dana hibah sebesar Rp33 miliar kepada korban.

Agar dana bisa cair, korban diminta menyerahkan uang jaminan awal sebesar Rp150 juta. Para pelaku bahkan meyakinkan korban bahwa ia hanya perlu mengembalikan 50 persen dari dana hibah tersebut setelah pencairan berhasil dilakukan.

“Para pelaku menjanjikan dana hibah sebesar Rp33 miliar kepada korban,” kata Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (26/5/2026).

Di beberapa kasus penipuan, pelaku memang sering memanfaatkan simbol kepercayaan:

  • tokoh agama,
  • bantuan sosial,
  • hibah,
  • hingga jaringan pejabat.

Karena ketika korban mulai percaya, logika perlahan ikut melemah.

Korban Diajak Naik Mobil Pembawa Uang Hibah

Setelah korban menyerahkan uang tunai Rp150 juta di kawasan Alun-alun Banjarsari sekitar pukul 20.30 WIB, para pelaku melanjutkan skenario berikutnya.

Korban diajak naik ke mobil Toyota Avanza warna silver yang disebut membawa uang hibah miliaran rupiah. Mobil itu disebut akan menuju bank untuk proses penyetoran.

Namun suasana berubah ketika kendaraan memasuki wilayah Sukajadi, Kecamatan Pamarican.

Di tengah perjalanan, mobil Avanza tiba-tiba dipepet Mitsubishi Xpander hitam yang ternyata dikendarai komplotan pelaku lain.

Mereka lalu berpura-pura melakukan aksi pembegalan terhadap kendaraan pembawa uang hibah.

Korban diturunkan di pinggir jalan. Sementara mobil yang diklaim membawa uang miliaran rupiah langsung dibawa kabur.

“Korban ditinggalkan di pinggir jalan setelah para pelaku melakukan skenario seolah-olah terjadi pembegalan,” ungkap Kapolres.

Di malam seperti itu, jalanan Pamarican memang mulai sepi. Lampu kendaraan sesekali melintas cepat di jalur utama. Sementara korban kemungkinan masih mencoba memahami apa yang sebenarnya baru saja terjadi.

Kadang penipuan besar memang tidak selalu dimulai dengan ancaman.

Tetapi dengan harapan.

Polisi Kejar Pelaku hingga KM 75 Cileunyi

Kasus tersebut akhirnya dilaporkan korban ke Polsek Banjarsari pada 17 Mei 2026.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil melacak keberadaan para pelaku di wilayah Tasikmalaya sebelum bergerak menuju Bandung.

Tim gabungan Polsek Banjarsari bersama Resmob Polres Ciamis dan Resmob Polda Jawa Barat kemudian melakukan pengejaran hingga KM 75 wilayah Cileunyi.

Saat hendak diamankan, para pelaku sempat tidak mengindahkan perintah petugas meski polisi sudah melepaskan tembakan peringatan.

Polisi akhirnya memecahkan kaca kendaraan untuk menghentikan dan menangkap para pelaku.

Di dalam mobil, petugas menemukan ribuan lembar uang mainan pecahan Rp100 ribu yang sebelumnya digunakan untuk meyakinkan korban.

“Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit Toyota Avanza silver dan 3.062 lembar uang mainan pecahan Rp100 ribu,” jelas Kapolres.

Di meja konferensi pers Mapolres Ciamis, tumpukan uang mainan itu terlihat hampir menyerupai uang asli jika dilihat sekilas. Plastik pembungkusnya masih rapi. Warnanya juga cukup meyakinkan.

Mungkin itu sebabnya korban sempat percaya.

Empat Pelaku Ditangkap, Tiga Lainnya Masih Diburu

Empat tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial:

  • TY alias Y warga Garut yang berperan sebagai kiai pemberi dana hibah,
  • KF warga Kota Tasikmalaya yang bertugas meyakinkan korban,
  • ADS warga Kabupaten Ciamis sebagai sopir pengantar korban,
  • serta satu pelaku lain yang menjadi sopir penjemput saat aksi berlangsung.

Sementara pelaku utama berinisial PH alias Abah Novan bersama dua orang lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Pasal yang Dilanggar Para Pelaku

Polisi menjerat para tersangka dengan:

  • Pasal 378 KUHP tentang Penipuan,
  • Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan,
  • serta ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru yang mengatur tindak penipuan dan kekerasan terencana.

Ancaman hukuman maksimal dalam kasus tersebut mencapai 12 tahun penjara.

Modus Hibah Palsu Masih Jadi Ancaman

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus hibah palsu masih sering memakan korban karena memanfaatkan:

  • rasa percaya,
  • kebutuhan ekonomi,
  • dan harapan mendapatkan bantuan besar secara cepat.

Padahal di balik janji uang miliaran rupiah, pelaku sudah menyiapkan skenario yang cukup matang sejak awal.

Dan mungkin benar, penipuan paling berbahaya bukan selalu yang memakai kekerasan di awal.

Tetapi yang terlebih dahulu membuat korbannya merasa sedang ditolong.

Karena ketika harapan besar bertemu janji yang terlalu mudah dipercaya, seseorang kadang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya sedang berjalan pelan masuk ke dalam jebakan yang sudah disiapkan sejak awal. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

  • Hari Bhayangkara 2026

    Di Antara Nisan Pahlawan, Ada Pesan Penting untuk Polri

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deretan batu nisan berdiri tenang di bawah langit pagi Kota Tasikmalaya. Angin bergerak perlahan di antara pepohonan yang menaungi Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa. Namun suasana yang tampak hening itu menyimpan makna yang jauh lebih besar. Menjelang Hari Bhayangkara 2026, peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dan momentum refleksi pengabdian Polri, jajaran Polresta […]

  • Suasana Muslim berbuka puasa di Islandia saat Ramadhan dengan durasi puasa hampir 20 jam di bawah langit senja panjang.

    Ramadhan di Islandia: Puasa 20 Jam di Negeri Matahari Tak Terbenam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Puasa 20 Jam Islandia menjadi fenomena nyata setiap Ramadhan di negara Nordik tersebut. Ramadhan di Islandia identik dengan puasa hampir 20 jam, bahkan di beberapa tahun bisa mendekati 21 jam ketika musim panas tiba. Durasi puasa ekstrem di Islandia terjadi karena posisi geografisnya yang dekat Lingkar Arktik sehingga matahari bersinar sangat lama. […]

  • Keselamatan Anak & Pendidikan

    Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya kini menjadi jalur utama warga, sekaligus membuka babak baru bagi akses pendidikan pedesaan. Bagi anak-anak sekolah, jembatan ini mengakhiri risiko harian yang selama bertahun-tahun mereka hadapi saat menyeberangi sungai. Jembatan gantung Harumandala menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Desa Sindangasih, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak berfungsi […]

  • ornamen kujang

    Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Revitalisasi Tugu Pancakarsa memicu polemik setelah perubahan ornamen kujang dianggap menggeser identitas visual Kabupaten Bogor. albadarpost.com, LENSA – Perubahan bentuk dan tampilan ornamen kujang pada Tugu Pancakarsa memantik sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Tugu yang berada di kawasan Sentul itu sebelumnya dikenal sebagai simbol yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah […]

  • Norwegia ganti hotel

    Norwegia Ganti Hotel Jelang Duel Krusial Lawan Inggris

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia ganti hotel menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris setelah muncul sejumlah keluhan terkait kondisi akomodasi yang ditempati tim. Pergantian hotel Timnas Norwegia dilakukan menyusul laporan mengenai kebersihan kamar, dugaan aroma lembap akibat jamur, serta kebisingan dari proyek konstruksi di sekitar lokasi. Di sisi lain, langkah tersebut diambil […]

expand_less