Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sindikat Hibah Rp33 Miliar Terbongkar, Pelaku Menyamar Jadi Kiai

Sindikat Hibah Rp33 Miliar Terbongkar, Pelaku Menyamar Jadi Kiai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana malam di kawasan Alun-alun Banjarsari awalnya terlihat biasa saja. Lampu jalan masih menyala terang. Beberapa warung kopi di pinggir jalan belum tutup sepenuhnya. Namun di tengah suasana itu, seorang pria bernama H. Nanang Kosim Rohmana ternyata sedang masuk ke dalam skenario penipuan yang sudah disusun cukup rapi.

Korban percaya akan menerima hibah palsu senilai Rp33 miliar. Namun yang datang justru jebakan, uang mainan, dan aksi pembegalan rekayasa yang akhirnya membuat korban kehilangan Rp150 juta.

Kasus tersebut kini berhasil dibongkar jajaran Polres Ciamis melalui Polsek Banjarsari. Polisi mengamankan empat pelaku, sementara tiga lainnya masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

Modus Hibah Rp33 Miliar Bermula dari Sosok yang Mengaku Kiai

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menjelaskan bahwa kasus itu bermula ketika korban bertemu salah satu pelaku yang mengaku sebagai tokoh agama di kawasan Masjid Agung Ciamis.

Pelaku kemudian menjanjikan dana hibah sebesar Rp33 miliar kepada korban.

Agar dana bisa cair, korban diminta menyerahkan uang jaminan awal sebesar Rp150 juta. Para pelaku bahkan meyakinkan korban bahwa ia hanya perlu mengembalikan 50 persen dari dana hibah tersebut setelah pencairan berhasil dilakukan.

“Para pelaku menjanjikan dana hibah sebesar Rp33 miliar kepada korban,” kata Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (26/5/2026).

Di beberapa kasus penipuan, pelaku memang sering memanfaatkan simbol kepercayaan:

  • tokoh agama,
  • bantuan sosial,
  • hibah,
  • hingga jaringan pejabat.

Karena ketika korban mulai percaya, logika perlahan ikut melemah.

Korban Diajak Naik Mobil Pembawa Uang Hibah

Setelah korban menyerahkan uang tunai Rp150 juta di kawasan Alun-alun Banjarsari sekitar pukul 20.30 WIB, para pelaku melanjutkan skenario berikutnya.

Korban diajak naik ke mobil Toyota Avanza warna silver yang disebut membawa uang hibah miliaran rupiah. Mobil itu disebut akan menuju bank untuk proses penyetoran.

Namun suasana berubah ketika kendaraan memasuki wilayah Sukajadi, Kecamatan Pamarican.

Di tengah perjalanan, mobil Avanza tiba-tiba dipepet Mitsubishi Xpander hitam yang ternyata dikendarai komplotan pelaku lain.

Mereka lalu berpura-pura melakukan aksi pembegalan terhadap kendaraan pembawa uang hibah.

Korban diturunkan di pinggir jalan. Sementara mobil yang diklaim membawa uang miliaran rupiah langsung dibawa kabur.

“Korban ditinggalkan di pinggir jalan setelah para pelaku melakukan skenario seolah-olah terjadi pembegalan,” ungkap Kapolres.

Di malam seperti itu, jalanan Pamarican memang mulai sepi. Lampu kendaraan sesekali melintas cepat di jalur utama. Sementara korban kemungkinan masih mencoba memahami apa yang sebenarnya baru saja terjadi.

Kadang penipuan besar memang tidak selalu dimulai dengan ancaman.

Tetapi dengan harapan.

Polisi Kejar Pelaku hingga KM 75 Cileunyi

Kasus tersebut akhirnya dilaporkan korban ke Polsek Banjarsari pada 17 Mei 2026.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil melacak keberadaan para pelaku di wilayah Tasikmalaya sebelum bergerak menuju Bandung.

Tim gabungan Polsek Banjarsari bersama Resmob Polres Ciamis dan Resmob Polda Jawa Barat kemudian melakukan pengejaran hingga KM 75 wilayah Cileunyi.

Saat hendak diamankan, para pelaku sempat tidak mengindahkan perintah petugas meski polisi sudah melepaskan tembakan peringatan.

Polisi akhirnya memecahkan kaca kendaraan untuk menghentikan dan menangkap para pelaku.

Di dalam mobil, petugas menemukan ribuan lembar uang mainan pecahan Rp100 ribu yang sebelumnya digunakan untuk meyakinkan korban.

“Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit Toyota Avanza silver dan 3.062 lembar uang mainan pecahan Rp100 ribu,” jelas Kapolres.

Di meja konferensi pers Mapolres Ciamis, tumpukan uang mainan itu terlihat hampir menyerupai uang asli jika dilihat sekilas. Plastik pembungkusnya masih rapi. Warnanya juga cukup meyakinkan.

Mungkin itu sebabnya korban sempat percaya.

Empat Pelaku Ditangkap, Tiga Lainnya Masih Diburu

Empat tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial:

  • TY alias Y warga Garut yang berperan sebagai kiai pemberi dana hibah,
  • KF warga Kota Tasikmalaya yang bertugas meyakinkan korban,
  • ADS warga Kabupaten Ciamis sebagai sopir pengantar korban,
  • serta satu pelaku lain yang menjadi sopir penjemput saat aksi berlangsung.

Sementara pelaku utama berinisial PH alias Abah Novan bersama dua orang lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Pasal yang Dilanggar Para Pelaku

Polisi menjerat para tersangka dengan:

  • Pasal 378 KUHP tentang Penipuan,
  • Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan,
  • serta ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru yang mengatur tindak penipuan dan kekerasan terencana.

Ancaman hukuman maksimal dalam kasus tersebut mencapai 12 tahun penjara.

Modus Hibah Palsu Masih Jadi Ancaman

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus hibah palsu masih sering memakan korban karena memanfaatkan:

  • rasa percaya,
  • kebutuhan ekonomi,
  • dan harapan mendapatkan bantuan besar secara cepat.

Padahal di balik janji uang miliaran rupiah, pelaku sudah menyiapkan skenario yang cukup matang sejak awal.

Dan mungkin benar, penipuan paling berbahaya bukan selalu yang memakai kekerasan di awal.

Tetapi yang terlebih dahulu membuat korbannya merasa sedang ditolong.

Karena ketika harapan besar bertemu janji yang terlalu mudah dipercaya, seseorang kadang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya sedang berjalan pelan masuk ke dalam jebakan yang sudah disiapkan sejak awal. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Denda BPJS Kesehatan

    Jangan Sampai Salah Paham, Begini Cara Kerja Denda BPJS Saat Rawat Inap

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL– Denda BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku terkejut saat masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk layanan rawat inap. Padahal, status kepesertaan mereka sudah aktif kembali. Situasi ini memunculkan pertanyaan sekaligus kebingungan di kalangan peserta yang mengira seluruh biaya perawatan otomatis ditanggung setelah kartu JKN […]

  • Ilustrasi pekerja Indonesia dengan kebijakan buruh 2026 seperti UMP, BSU, JKP, dan program subsidi rumah pemerintah

    Dampak Besar untuk Pekerja! Ini 6 Kebijakan Baru Kesejahteraan Buruh 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menaruh perhatian besar pada Kebijakan Buruh 2026 yang menyentuh langsung kehidupan jutaan pekerja di Indonesia. Paket kebijakan ini tidak hanya bicara soal angka upah, tetapi juga menyentuh hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perlindungan saat kehilangan pekerjaan, bantuan tunai, hingga mimpi memiliki rumah sendiri. Di lapangan, sejumlah […]

  • Kereta Petani dan Pedagang

    Pemerintah Terapkan Tarif Rp3.000 Kereta Petani dan Pedagang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi dengan tarif Rp3.000 melalui subsidi PSO untuk pelaku distribusi lokal. Layanan Transportasi Terjangkau, Pemerintah Tekan Biaya Distribusi Lokal albadarpost.com, LENSA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi mulai 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000. Kereta Petani dan Pedagang ini dirancang sebagai armada distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha kecil […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan temannya sebagai simbol kasih sayang Nabi dan empati di tengah kehidupan modern

    Dunia Semakin Keras, Nabi Ajarkan Kasih Sayang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

     albadarpost.com, LIFESTYLE – Kasih sayang Nabi sering kita dengar, tetapi tidak selalu kita rasakan. Hadis Nabi tentang kasih sayang mengajarkan empati, kelembutan, dan kepedulian—nilai yang justru terasa semakin hilang di tengah kehidupan modern. Hari ini, orang mudah marah, cepat menghakimi, dan lambat memahami. Padahal, satu sikap lembut bisa menyelamatkan banyak hal. Hadis yang Menampar: Tanpa […]

  • Makam Pahlawan Pamarican

    Hari Bhayangkara, Warga Bersihkan Makam Pahlawan Pamarican

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak warga yang mengetahui bahwa Makam Pahlawan Pamarican menyimpan kisah penting perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Ciamis Selatan. Situs Makam Pahlawan Pamarican menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat bahwa Kecamatan Pamarican pernah menjadi jalur gerilya para pejuang. Karena itu, semangat menjaga sejarah Pamarican kembali menguat saat unsur Muspika bersama masyarakat menggelar […]

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

expand_less