Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Usia 25-28 Disebut Paling Ideal untuk Menikah, Ini Penjelasan KUA Padakembang

Usia 25-28 Disebut Paling Ideal untuk Menikah, Ini Penjelasan KUA Padakembang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Perbincangan soal usia menikah kembali ramai di media sosial setelah beredar infografik kategori usia menikah dari KUA Gayamsari, Kota Semarang. Grafik tersebut membagi usia pernikahan ke dalam beberapa kategori, mulai dari “kurang”, “matang (ideal)”, “cukup”, “waspada”, hingga “siaga”.

Infografik usia menikah itu langsung menarik perhatian publik karena memuat simulasi perjalanan hidup keluarga, mulai dari usia saat memiliki anak pertama, anak masuk sekolah, kuliah, hingga menikah.

Banyak warganet kemudian membandingkan usia mereka dengan kategori dalam grafik tersebut. Sebagian merasa tertampar. Sebagian lain justru mulai menghitung ulang rencana hidup dan kesiapan finansial sebelum menikah.

Namun di balik viralnya grafik itu, ada pesan yang lebih dalam: pernikahan bukan hanya soal siap akad atau resepsi, melainkan kesiapan menjalani fase hidup jangka panjang.

Usia Menikah Dinilai Berkaitan dengan Stabilitas Keluarga

Dalam infografik yang beredar, kategori usia 25 hingga 28 tahun disebut sebagai fase “matang” atau ideal untuk menikah. Pada rentang usia itu, pasangan dinilai lebih seimbang secara fisik, mental, dan finansial ketika membangun keluarga.

Sebaliknya, kategori usia terlalu muda disebut memiliki tantangan tersendiri. Risiko mental yang belum stabil, kesiapan ekonomi yang belum kuat, hingga potensi kehilangan masa produktif menjadi beberapa catatan yang disorot.

Sementara itu, usia menikah yang terlalu matang juga dianggap memerlukan kewaspadaan ekstra. Faktor kesehatan, energi fisik, hingga kesiapan menghadapi masa pensiun saat anak belum mandiri menjadi perhatian tersendiri.

Fenomena ini kemudian memunculkan diskusi luas di media sosial. Banyak pengguna internet mulai membahas tekanan ekonomi, biaya pendidikan anak, harga rumah, hingga kondisi kerja generasi muda yang semakin tidak pasti.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai tidak ada ukuran mutlak soal usia menikah. Mereka menekankan bahwa kesiapan mental dan tanggung jawab tetap menjadi faktor utama.

KUA Ingatkan Pernikahan Bukan Sekadar Tren Sosial

Kepala KAU Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Dede Burhanudin, S.Ag., M.Ag., menilai diskusi soal usia menikah sebenarnya dapat menjadi momentum edukasi bagi generasi muda.

Menurutnya, masyarakat sering melihat pernikahan hanya dari sisi romantisme atau tren media sosial. Padahal setelah akad berlangsung, pasangan akan menghadapi tanggung jawab panjang yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan anak, kesehatan, hingga ketahanan mental keluarga.

“Jangan sampai menikah hanya karena tekanan usia atau ikut-ikutan tren. Rumah tangga itu panjang, bukan sekadar ramai satu hari di pelaminan,” ujar Dede.,” ujar Dede Burhanudin saat dimintai tanggapan terkait viralnya infografik usia menikah.

Ia juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki kondisi berbeda. Karena itu, infografik tersebut tidak boleh dipahami sebagai aturan mutlak.

“Angka-angka itu lebih kepada bahan edukasi dan perencanaan kehidupan keluarga. Jadi jangan dipahami secara kaku. Ada banyak faktor lain yang menentukan keberhasilan rumah tangga, termasuk komunikasi, akhlak, dan kedewasaan berpikir,” tambahnya.

Kepala KAU Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Dede Burhanudin, S.Ag., M.Ag.

Generasi Muda Mulai Menghitung Realita Kehidupan Setelah Menikah

Viralnya pembahasan usia menikah juga memperlihatkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan.

Jika dulu banyak orang menikah pada usia muda tanpa banyak pertimbangan ekonomi, kini banyak pasangan mulai menghitung biaya hidup secara detail sebelum memutuskan menikah.

Harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya pendidikan anak, cicilan rumah, hingga tekanan pekerjaan membuat banyak anak muda merasa perlu lebih matang sebelum membangun keluarga.

Di media sosial, sebagian warganet bahkan mulai bercanda menghitung usia pensiun mereka saat anak pertama nanti wisuda kuliah

Ada yang mulai menghitung usia ketika anak masuk kuliah. Ada pula yang baru sadar bahwa saat anak menikah nanti, mereka mungkin sudah mendekati masa pensiun.

Karena itu, pembahasan usia menikah tidak lagi sekadar soal angka. Topik ini mulai menyentuh isu yang lebih luas, seperti stabilitas ekonomi keluarga, kesehatan mental, hingga kesiapan menjadi orang tua.

Pernikahan Tetap Kembali pada Kesiapan dan Tanggung Jawab

Meski infografik usia menikah viral di berbagai platform media sosial, banyak pihak mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada standar tunggal.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan usia, tetapi juga cara pasangan menghadapi masalah, menjaga komunikasi, dan membangun tanggung jawab bersama.

Namun satu hal yang kini mulai disadari banyak orang: menikah memang membutuhkan cinta, tetapi mempertahankan rumah tangga membutuhkan kesiapan yang jauh lebih besar.

Akad nikah mungkin hanya berlangsung beberapa menit.
Tetapi setelah itu, seseorang akan menjalani puluhan tahun kehidupan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata “siap”. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meja Iftar Timur Tengah paling mewah dengan dekorasi emas, lampu gantung kristal, dan hidangan khas Arab premium.

    Meja Iftar Timur Tengah Paling Mewah dan Menggoda

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Meja Iftar Timur Tengah Paling Mewah selalu menarik perhatian setiap Ramadhan tiba. Tradisi berbuka puasa di kawasan Arab ini tidak hanya menonjolkan cita rasa, tetapi juga menghadirkan kemegahan yang memikat. Bahkan, meja iftar mewah kerap menjadi simbol keramahan, status sosial, dan penghormatan terhadap tamu. Di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, […]

  • Dugaan Kekerasan Seksual Anak

    Perut Anak Membesar, Dugaan Kasus di Pangandaran Terungkap

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah kecurigaan sederhana dari keluarga menjadi awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual anak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Perubahan kondisi fisik korban membuat keluarga mencari jawaban. Dari proses itulah muncul dugaan tindak pidana terhadap anak yang kemudian dilaporkan kepada kepolisian dan kini memasuki tahap penyelidikan. Berdasarkan dokumen laporan polisi dan kronologi penanganan […]

  • Dana MBG Raib

    Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal. Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi […]

  • Ilustrasi Islami Thalhah dan Zubair sebagai sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan demi Islam.

    Thalhah dan Zubair: Persahabatan, Pengorbanan, dan Loyalitas Tanpa Batas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Thalhah dan Zubair menjadi dua nama besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keberanian, loyalitas, dan pengorbanannya untuk Rasulullah SAW. Kisah Thalhah dan Zubair, dua sahabat Nabi Muhammad SAW ini, hingga kini terus dikenang umat Islam karena memperlihatkan bagaimana iman mampu mengalahkan rasa takut, harta, bahkan kepentingan pribadi. Di tengah tekanan kaum […]

  • kajian Isra Mikraj

    Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim. Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 […]

  • Persib Bandung balas kekalahan dari Persita Tangerang dengan kemenangan 1-0 di Stadion GBLA melalui sundulan Andrew Jung.

    Persib Balas Kekalahan Persita, Puncak Klasemen Aman

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Persib balas kekalahan Persita dengan kemenangan tipis 1-0 pada pekan ke-22 Liga Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2/2026). Revans ini menjadi jawaban atas kekalahan di putaran pertama sekaligus mempertegas dominasi Maung Bandung di kandang. Dengan hasil tersebut, Persib membalas kekalahan dari Persita pada momentum yang krusial dalam […]

expand_less