Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Berangkat ke Pesantren, Dua Santriwati asal Garut Tak Kunjung Tiba

Berangkat ke Pesantren, Dua Santriwati asal Garut Tak Kunjung Tiba

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar mengenai dua santriwati hilang asal Garut menjadi perhatian warga media sosial sejak Sabtu (23/5/2026). Informasi tentang santriwati hilang Garut tersebut menyebar luas melalui Facebook dan grup percakapan warga setelah keluarga membuat laporan resmi ke Polsek Bayongbong.

Redaksi albadarpost.com telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak keluarga terkait kebenaran informasi tersebut. Selain itu, redaksi juga telah memperoleh izin untuk merilis identitas dan informasi pencarian kedua santriwati tersebut demi membantu proses penelusuran.

Kedua remaja yang dilaporkan belum sampai ke pondok pesantren itu diketahui bernama Ana Rahma Farihan dan Ani Rahmi Syaidah. Keduanya merupakan anak kembar asal Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Berdasarkan surat tanda penerimaan laporan orang hilang dari Polsek Bayongbong, kedua santriwati tersebut berangkat dari rumah pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Dan informasi terakhir yang didapatkan keluarga, keduanya sudah sampai di terminal Singaparna pada hari keberangkatan.

Keluarga mengantar keduanya hingga Terminal Guntur Garut sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bus Primajasa jurusan Singaparna Tasikmalaya. Setelah itu, keduanya direncanakan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Darul Huda Banjar.

Namun hingga laporan dibuat pihak keluarga, kedua santriwati tersebut belum tiba di pondok tujuan.

Keluarga Mulai Khawatir Setelah Tak Ada Kabar

Ibu kedua santriwati, Erwin Winarti, kemudian mendatangi Polsek Bayongbong untuk membuat laporan resmi terkait keberadaan anaknya.

Dalam laporan tersebut, keluarga menyebut sebelum keberangkatan keduanya sempat menyampaikan keberatan untuk kembali mengikuti aktivitas pondok pesantren karena akan menghadapi ujian.

Sejak saat itu, keluarga mulai kehilangan komunikasi dengan keduanya.

Sejumlah warga di sekitar rumah keluarga turut membantu menyebarkan informasi pencarian melalui media sosial. Selain itu, beberapa warga juga mencoba mencari informasi terkait kemungkinan jalur perjalanan yang dilalui kedua santriwati tersebut.

Ciri-Ciri Dua Santriwati asal Garut

Ana Rahma Farihan memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter dengan rambut panjang bergelombang, kulit sawo matang, dan mata bulat. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan gamis hitam, kerudung hitam, dan sepatu putih.

Sementara Ani Rahmi Syaidah memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dengan rambut bergelombang panjang, kulit sawo matang, dan mata bulat. Saat berangkat, ia memakai pakaian dominan putih lengkap dengan kerudung putih dan sandal putih.

Pihak keluarga berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan keduanya segera menghubungi keluarga maupun kepolisian terdekat.

Nomor keluarga yang dapat dihubungi yakni 081320660887 atas nama Ibu Erwin Winarti.

Polisi dan Warga Ikut Membantu Penelusuran

Kasus orang hilang seperti ini biasanya cepat menyebar karena memunculkan empati publik, terutama ketika melibatkan anak dan keluarga.

Meski demikian, redaksi albadarpost.com juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak saat membagikan informasi di media sosial serta tidak menambahkan narasi yang belum terverifikasi.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga bersama kepolisian masih melakukan penelusuran terkait keberadaan kedua santriwati tersebut.

Warga sekitar berharap keduanya segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kabar kehilangan memang dapat menyebar hanya dalam hitungan menit. Namun bagi keluarga, situasi ini bukan sekadar unggahan viral di media sosial.

Ada kecemasan yang terus menunggu jawaban.

Ada doa yang terus dipanjatkan setiap malam.

Dan ada harapan sederhana agar keduanya bisa segera pulang dengan selamat.

Di balik ribuan unggahan dan tombol “bagikan” di media sosial, ada dua orang tua yang masih berharap anak-anak mereka pulang dan kembali mengetuk pintu rumahnya sendiri. (Redaksi)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK Kota Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Mengangkat 1.855 PPPK dan Menata Arah Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya menegaskan komitmen pelayanan publik, tetapi kesejahteraan masih jadi pekerjaan dasar. Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya dan Makna Publiknya albadarpost.com, EDITORIAL – Sebanyak 1.855 tenaga non-ASN Kota Tasikmalaya resmi diangkat menjadi PPPK pada 24 November 2025. Peristiwa ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik balik dari penantian panjang ribuan pegawai honorer yang […]

  • Juwono Sudarsono

    Sosok Juwono Sudarsono: Menteri 4 Presiden yang Ubah Wajah Pertahanan

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Juwono Sudarsono menjadi sorotan publik setelah kabar wafatnya menyebar luas. Sosok Menhan sipil pertama Indonesia ini dikenal sebagai tokoh reformasi pertahanan yang membawa perubahan besar dalam sistem militer nasional. Selain itu, kiprah panjangnya sebagai menteri lintas era menjadikan namanya lekat dalam sejarah politik Indonesia. Jejak Awal dan Latar Belakang Akademisi Sejak […]

  • Judi Bola Menurut Islam

    Prediksi Skor Piala Dunia, Bolehkah Menurut Syariat?

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Judi bola menurut Islam kembali menjadi topik yang ramai diperbincangkan seiring berlangsungnya Piala Dunia 2026. Bersamaan dengan euforia sepak bola terbesar di dunia tersebut, aktivitas taruhan olahraga, prediksi skor berhadiah, hingga permainan fantasy league ikut menjadi bahan obrolan di berbagai tempat. Karena itu, tidak sedikit orang yang bertanya, apakah semua bentuk hiburan […]

  • Kapolresta Cup 2026

    Kapolresta Cup Tasikmalaya Pecah, 633 Atlet Rebut Gelar

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara shuttlecock beradu dengan senar raket terdengar nyaris tanpa jeda. Dari satu lapangan ke lapangan lain, para atlet bergerak cepat mengejar setiap poin. Sorak penonton sesekali pecah ketika reli panjang berakhir dengan smash keras yang sulit dikembalikan. Atmosfer itulah yang terasa dalam Kejuaraan Bulutangkis Kapolresta Cup Open 2026. Turnamen yang menjadi […]

  • Delta Force AS

    Mengenal Delta Force, Pasukan Elite AS

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Delta Force AS dikenal sebagai pasukan elite Amerika untuk misi rahasia dan target bernilai tinggi di berbagai konflik. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Nama Delta Force AS kembali menjadi sorotan publik internasional. Unit militer elite Amerika Serikat ini dikenal luas sebagai pasukan khusus yang menangani operasi paling sensitif, mulai dari misi rahasia hingga penindakan terhadap target […]

  • Ilustrasi Umar bin Khattab sebagai khalifah Islam dengan nuansa kepemimpinan, keadilan, dan ketegasan.

    Umar bin Khattab: Pemimpin Tegas yang Dicintai Umat

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok pemimpin Islam yang tegas, adil, dan berpihak pada kebenaran. Khalifah kedua ini tidak hanya mengawal pertumbuhan Islam, tetapi juga membangun fondasi pemerintahan yang rapi dan berkeadilan. Kepemimpinan Umar Al-Faruq hingga kini tetap relevan, bahkan dalam konteks modern. Masuk Islam pada tahun keenam kenabian, Ia segera tampil […]

expand_less