Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jalan Lingkar Utara Masih Kotor, Pemkot Tasik Disorot

Jalan Lingkar Utara Masih Kotor, Pemkot Tasik Disorot

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Jum’at Resik Tasik kembali menjadi sorotan setelah Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan kegiatan gotong royong di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih yang rutin digelar itu masih terlalu fokus pada seremoni dan pencitraan, namun belum benar-benar menyentuh persoalan utama di lapangan.

“Sayang sekali kalau Jum’at Resik hanya berhenti di seremoni. Jalan Lingkar Utara masih terlihat kotor, saluran air tersumbat, rumput liar belum tertangani. Ini bukan sekadar foto bersama,” tegas Diky, Jumat (22/5/2026).

Pernyataan itu langsung menarik perhatian masyarakat.

Karena kritiknya terasa sangat dekat dengan kondisi sehari-hari.

Jalan Dibersihkan, Tapi Cepat Kotor Lagi

Plh Wali Kota menilai kegiatan kebersihan seharusnya tidak berhenti pada rutinitas formal semata.

Menurutnya, tanpa pengawasan dan tindak lanjut yang konsisten, hasil kerja di lapangan akan cepat hilang begitu kegiatan selesai.

Ia meminta seluruh perangkat daerah hingga unsur kewilayahan benar-benar serius menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.

Bukan hanya bergerak ketika ada agenda resmi atau kunjungan tertentu.

“Kalau kita serius menjaga kota, maka harus konsisten. Jangan tunggu ada tamu atau ada liputan baru jalan dibersihkan,” ujarnya.

Tidak sedikit warga Tasikmalaya sebenarnya sudah lama mengeluhkan kondisi beberapa titik jalan yang cepat kembali kotor meski baru dibersihkan beberapa hari sebelumnya.

Ada saluran air yang dipenuhi sampah.

Ada pula rumput liar yang tumbuh kembali di pinggir jalan sebelum genap satu minggu.

Dan itu terlihat jelas.

Kritik yang Dianggap Mewakili Suara Warga

Pernyataan Diky dinilai cukup mewakili keresahan sebagian masyarakat soal budaya “bersih dadakan” yang sering muncul menjelang kegiatan resmi.

Belakangan, suasana seperti itu memang terasa familiar di banyak daerah. Jalan mulai dibersihkan ketika ada kunjungan pejabat. Pot bunga mendadak dirapikan. Rumput liar dipangkas cepat-cepat sehari sebelum acara berlangsung.

Namun setelah itu, kondisi perlahan kembali seperti semula.

Kadang sederhana.

Tapi masyarakat bisa melihat bedanya.

Tidak sedikit warga mulai membicarakan kondisi kebersihan kota sambil melintas di Jalan Lingkar Utara setiap pagi atau sore hari.

Ada pengendara motor yang menghindari genangan di dekat saluran tersumbat.

Ada juga pedagang kecil yang mengeluhkan sampah kembali menumpuk di titik tertentu.

Dan pemandangan itu terus berulang.

Jum’at Resik Dinilai Harus Jadi Gerakan Nyata

Diky menegaskan bahwa program Jum’at Resik sebenarnya memiliki tujuan baik jika dijalankan dengan serius dan berkelanjutan.

Menurutnya, gerakan kebersihan harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar kegiatan simbolik.

Ia berharap kritik tersebut menjadi bahan evaluasi agar program benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Karena wajah kota tidak hanya terlihat dari gedung besar atau taman baru.

Tetapi juga dari kebersihan jalan, saluran air, dan lingkungan sehari-hari.

Warga Ingin Perubahan yang Terlihat

Sebagian masyarakat berharap kritik tersebut benar-benar diikuti langkah nyata di lapangan.

Bukan sekadar menjadi pernyataan yang ramai sesaat lalu hilang begitu saja.

Belakangan, media sosial lokal Tasikmalaya juga cukup sering dipenuhi unggahan soal jalan kotor, rumput liar, hingga drainase yang tersumbat setelah hujan turun.

Ada yang mengunggah foto sambil bercanda.

Ada juga yang benar-benar kesal karena kondisi itu mengganggu aktivitas harian.

Dan semuanya terus muncul hampir setiap minggu.

Lucunya, sebagian kota hari ini kadang terlihat paling bersih justru ketika kamera mulai menyala dan pejabat datang meninjau lokasi.

Padahal kebersihan seharusnya terasa setiap hari.

Bukan hanya saat ada dokumentasi.

Kebersihan Kota Jadi Cerminan Keseriusan Pemerintah

Kritik Plh Wali Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa persoalan kebersihan kota bukan hanya soal sampah semata.

Tetapi juga soal konsistensi, pengawasan, dan budaya menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Karena kota yang nyaman tidak lahir dari kegiatan seremonial sesaat.

Melainkan dari kerja rutin yang terus dijaga bahkan ketika tidak ada sorotan kamera.

Dan itu yang mulai dituntut masyarakat hari ini.

Kadang wajah asli sebuah kota tidak terlihat saat acara resmi berlangsung.

Tetapi justru terlihat jelas… sehari setelah semua kamera pulang. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • Ayat Mutasyabih

    Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah Anda membaca Al-Qur’an lalu berhenti beberapa detik karena menemukan ayat yang terasa sulit dipahami? Mungkin itu terjadi saat melihat rangkaian huruf seperti Alif Lam Mim. Atau ketika membaca ayat tentang Arsy, surga, neraka, dan berbagai perkara gaib lainnya. Sebagian orang melanjutkan bacaan begitu saja. Sebagian lagi membuka kitab tafsir. Ada juga […]

  • Hajat Laut Pangandaran

    Budaya Terawat, Aqidah Terjaga: Hajat Laut Pangandaran 2026 Hadir Lebih Meriah

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 260
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Hajat Laut Pangandaran 2026 kembali hadir dengan wajah yang lebih lengkap. Tidak hanya menghadirkan perlombaan dan festival budaya, tradisi tahunan masyarakat pesisir ini juga mengusung kegiatan istighosah sebagai penguat nilai spiritual. Mengangkat tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga”, Hajat Laut Pangandaran akan digelar pada Selasa, 16 Juni 2026 di kawasan Pantai Timur Pangandaran. […]

  • Bata Plastik Daur Ulang

    Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang […]

  • Patroli Maung Galuh Ciamis

    Maung Galuh Patroli Tengah Malam, Sejumlah Titik Ciamis Disambangi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Saat sebagian warga mulai beristirahat, personel Patroli Maung Galuh Ciamis justru bergerak menyusuri sejumlah wilayah pada dini hari. Patroli tersebut berlangsung Jumat (28/8/2026) mulai pukul 00.00 WIB hingga selesai sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas Ciamis). Berdasarkan keterangan Humas Polres Ciamis, personel Sat Samapta menyambangi sejumlah titik yang menjadi […]

  • Kebijakan ASN

    Apa Yang Membuat Dedi Naik?

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Faktor kenaikan elektoral Dedi Mulyadi terlihat dari basis Jabar, kebijakan publik, dan perubahan peta politik nasional. Pendahuluan: Kenaikan yang Tidak Datang dari Ruang Hampa Lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi dalam simulasi calon presiden versi Indikator Politik Indonesia masih menjadi tanda tanya besar—bahkan di kalangan analis politik. Dalam survei yang dirilis 8 November 2025, elektabilitas Dedi mencapai […]

expand_less