Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk, pengeras suara, dan bergantian menyampaikan orasi terkait kondisi dunia pendidikan yang mereka nilai semakin jauh dari semangat pemerataan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Suasana sempat memanas ketika massa mulai menyinggung dugaan praktik “kapitalisme pendidikan” di lingkungan kekuasaan.

Dan itu langsung menarik perhatian warga yang melintas.

Massa Soroti Dugaan “Persentase Program” Pendidikan

Salah satu peserta aksi, Indra Maulana, menyebut demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah program pendidikan.

Menurutnya, pihaknya menerima berbagai informasi dari satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP terkait dugaan adanya praktik pembagian persentase kepada pihak tertentu yang dianggap mengondisikan program.

“Aksi demonstrasi yang kami lakukan hari ini membahas tentang kapitalisme program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam lingkungan kekuasaan,” ujar Indra dalam orasinya.

Ia menilai dugaan praktik semacam itu mencederai tujuan utama pendidikan yang seharusnya fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa dan pembangunan fasilitas sekolah secara sehat.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sebelum dan sesudah program revitalisasi berjalan sering kali ada persentase pembagian terhadap pihak luar,” tambahnya.

Pernyataan itu langsung memancing sorakan massa aksi lain yang hadir di lokasi.

Pendidikan Dinilai Mulai Kalah oleh Politik Anggaran

Selain isu dugaan pungli dan penyimpangan program, massa aksi juga menyoroti arah kebijakan pemerintah dalam sektor pendidikan nasional.

Massa aksi bernama Raffi Faza menyampaikan kritik terhadap prioritas anggaran pemerintah yang dinilai lebih fokus pada program tertentu dibanding pembangunan kualitas pendidikan jangka panjang.

“Saya menilai pemerintah hari ini lebih mementingkan isi perut daripada isi kepala,” ujarnya dalam orasi.

Menurut Raffi, cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai apabila sektor pendidikan tidak ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menyinggung kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun anggaran 2026 yang dinilai lebih menonjolkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding penguatan kualitas pendidikan.

“Kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat memprioritaskan MBG sebagai program utama dan sektor pendidikan menjadi program pendukung,” katanya.

Pernyataan itu memicu diskusi panjang di tengah massa aksi yang hadir.

Belakangan, percakapan soal kualitas pendidikan memang semakin sering muncul di media sosial maupun ruang publik. Dari persoalan fasilitas sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kekhawatiran soal arah kebijakan pendidikan nasional. Karena itu, aksi di depan Disdik Tasikmalaya sore itu terasa lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

Dan keresahan itu terasa nyata.

Massa Datang Membawa Kekhawatiran tentang Masa Depan Pendidikan

Sejak siang, kawasan kantor Disdik Kabupaten Tasikmalaya mulai dipadati peserta aksi.

Sebagian massa datang menggunakan almamater organisasi, sementara yang lain membawa poster bertuliskan kritik terhadap dugaan praktik pungli dan lemahnya pengawasan program pendidikan.

Di sela orasi, beberapa peserta terlihat berdiskusi serius tentang kondisi sekolah di daerah mereka masing-masing. Ada yang menyinggung fasilitas pendidikan yang belum merata. Ada pula yang mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran revitalisasi sekolah.

Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak di pinggir jalan hanya untuk mendengarkan isi tuntutan massa.

Dan suasana itu terasa cukup emosional.

Pendidikan Disebut Harus Jadi Prioritas Utama

Massa aksi menilai pendidikan tidak boleh hanya menjadi program pelengkap pembangunan.

Menurut mereka, kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah serius membangun sektor pendidikan sejak hari ini.

Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat pengawasan terhadap program-program pendidikan yang menggunakan anggaran negara.

Selain itu, massa juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pendidikan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di lapangan.

Hingga aksi berakhir, massa tetap menyampaikan tuntutan secara bergantian di bawah pengawasan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Publik Menunggu Transparansi dan Respons Pemerintah

Aksi demonstrasi di depan Disdik Kabupaten Tasikmalaya menambah daftar sorotan publik terhadap tata kelola pendidikan di daerah.

Di tengah harapan besar menuju Indonesia Emas, masyarakat kini tidak hanya menuntut pembangunan fisik sekolah.

Tetapi juga transparansi, integritas, dan keberanian memperbaiki sistem pendidikan dari dalam.

Karena sekolah bukan sekadar bangunan.

Tetapi tempat masa depan bangsa dibentuk setiap hari.

Bangsa ini mungkin bisa membangun gedung sekolah yang megah.

Namun tanpa pendidikan yang bersih, adil, dan benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak…

Indonesia hanya sedang membangun tembok, bukan peradaban. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Pengaruh Sunan Giri membentuk jaringan dakwah dan legitimasi kekuasaan Islam di Nusantara. albadarpost.com, PELITA – Peran Sunan Giri dalam sejarah Islam di Jawa bukan hanya tercatat dalam catatan keagamaan, tetapi juga dalam narasi politik dan budaya masyarakat Nusantara. Figur yang bernama asli Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin ini menjadi salah satu tokoh kunci Wali […]

  • Gedong Duwur

    Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Vandalisme saat syuting film merusak Gedong Duwur, ancam nilai sejarah Indramayu. albadarpost.com, EDITORIAL – Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu rusak setelah aktivitas produksi film layar lebar. Coretan, noda, dan tempelan material ditemukan di dinding bangunan kolonial berusia hampir 150 tahun itu. Kerusakan ini bukan sekadar insiden teknis produksi, tetapi bentuk […]

  • Ledakan SMAN 72

    Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Diidentifikasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku Ledakan SMAN 72 dan terus mendalami motif serta jaringan terkait. albadarpost.com, LENSA – Penyelidikan atas Ledakan SMAN 72 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, bergerak cepat. Kepolisian memastikan sudah mengantongi identitas terduga pelaku dan kini tengah mendalami berbagai aspek penting terkait aksi yang mengguncang sekolah negeri tersebut pada Jumat, 7 November […]

  • Beasiswa Kuliah Gratis 2026

    Kemenko PM Buka Beasiswa Kuliah Gratis 2026

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Kuliah Gratis 2026 resmi dibuka melalui kolaborasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Universitas Siber Asia (UNSIA). Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh kedua penyelenggara, program beasiswa pendidikan tinggi ini memberikan pembebasan biaya pendidikan tahun pertama sekaligus menawarkan sistem kuliah daring penuh (full online). Pendaftaran dibuka hingga 17 Agustus 2026. Program […]

  • Porseni Madrasah Tasikmalaya

    174 Siswa Tasikmalaya Siap Berlaga di Porseni Jabar

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 174 siswa madrasah Kota Tasikmalaya bersiap membawa nama daerah ke ajang Porseni Siswa Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Mereka terdiri atas peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA yang akan berkompetisi dalam 13 cabang perlombaan. Persiapan kontingen ditandai dengan apel kesiapan panitia sekaligus pelepasan kontingen Kota Tasikmalaya di Kantor […]

  • UU Pers

    UU Pers Boleh Rekam Tanpa Izin? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – UU Pers kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan yang menyebut bahwa merekam seseorang tanpa persetujuan dapat melanggar Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Di tengah derasnya arus informasi digital, banyak orang kemudian bertanya, apakah aturan itu juga berlaku bagi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik? Atau justru kegiatan jurnalistik memiliki perlindungan hukum yang berbeda? […]

expand_less