Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk, pengeras suara, dan bergantian menyampaikan orasi terkait kondisi dunia pendidikan yang mereka nilai semakin jauh dari semangat pemerataan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Suasana sempat memanas ketika massa mulai menyinggung dugaan praktik “kapitalisme pendidikan” di lingkungan kekuasaan.

Dan itu langsung menarik perhatian warga yang melintas.

Massa Soroti Dugaan “Persentase Program” Pendidikan

Salah satu peserta aksi, Indra Maulana, menyebut demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan sejumlah program pendidikan.

Menurutnya, pihaknya menerima berbagai informasi dari satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP terkait dugaan adanya praktik pembagian persentase kepada pihak tertentu yang dianggap mengondisikan program.

“Aksi demonstrasi yang kami lakukan hari ini membahas tentang kapitalisme program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam lingkungan kekuasaan,” ujar Indra dalam orasinya.

Ia menilai dugaan praktik semacam itu mencederai tujuan utama pendidikan yang seharusnya fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa dan pembangunan fasilitas sekolah secara sehat.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sebelum dan sesudah program revitalisasi berjalan sering kali ada persentase pembagian terhadap pihak luar,” tambahnya.

Pernyataan itu langsung memancing sorakan massa aksi lain yang hadir di lokasi.

Pendidikan Dinilai Mulai Kalah oleh Politik Anggaran

Selain isu dugaan pungli dan penyimpangan program, massa aksi juga menyoroti arah kebijakan pemerintah dalam sektor pendidikan nasional.

Massa aksi bernama Raffi Faza menyampaikan kritik terhadap prioritas anggaran pemerintah yang dinilai lebih fokus pada program tertentu dibanding pembangunan kualitas pendidikan jangka panjang.

“Saya menilai pemerintah hari ini lebih mementingkan isi perut daripada isi kepala,” ujarnya dalam orasi.

Menurut Raffi, cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai apabila sektor pendidikan tidak ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menyinggung kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun anggaran 2026 yang dinilai lebih menonjolkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibanding penguatan kualitas pendidikan.

“Kita ketahui bersama bahwa pemerintah pusat memprioritaskan MBG sebagai program utama dan sektor pendidikan menjadi program pendukung,” katanya.

Pernyataan itu memicu diskusi panjang di tengah massa aksi yang hadir.

Belakangan, percakapan soal kualitas pendidikan memang semakin sering muncul di media sosial maupun ruang publik. Dari persoalan fasilitas sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kekhawatiran soal arah kebijakan pendidikan nasional. Karena itu, aksi di depan Disdik Tasikmalaya sore itu terasa lebih dari sekadar demonstrasi biasa.

Dan keresahan itu terasa nyata.

Massa Datang Membawa Kekhawatiran tentang Masa Depan Pendidikan

Sejak siang, kawasan kantor Disdik Kabupaten Tasikmalaya mulai dipadati peserta aksi.

Sebagian massa datang menggunakan almamater organisasi, sementara yang lain membawa poster bertuliskan kritik terhadap dugaan praktik pungli dan lemahnya pengawasan program pendidikan.

Di sela orasi, beberapa peserta terlihat berdiskusi serius tentang kondisi sekolah di daerah mereka masing-masing. Ada yang menyinggung fasilitas pendidikan yang belum merata. Ada pula yang mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran revitalisasi sekolah.

Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak di pinggir jalan hanya untuk mendengarkan isi tuntutan massa.

Dan suasana itu terasa cukup emosional.

Pendidikan Disebut Harus Jadi Prioritas Utama

Massa aksi menilai pendidikan tidak boleh hanya menjadi program pelengkap pembangunan.

Menurut mereka, kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah serius membangun sektor pendidikan sejak hari ini.

Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat pengawasan terhadap program-program pendidikan yang menggunakan anggaran negara.

Selain itu, massa juga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pendidikan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di lapangan.

Hingga aksi berakhir, massa tetap menyampaikan tuntutan secara bergantian di bawah pengawasan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Publik Menunggu Transparansi dan Respons Pemerintah

Aksi demonstrasi di depan Disdik Kabupaten Tasikmalaya menambah daftar sorotan publik terhadap tata kelola pendidikan di daerah.

Di tengah harapan besar menuju Indonesia Emas, masyarakat kini tidak hanya menuntut pembangunan fisik sekolah.

Tetapi juga transparansi, integritas, dan keberanian memperbaiki sistem pendidikan dari dalam.

Karena sekolah bukan sekadar bangunan.

Tetapi tempat masa depan bangsa dibentuk setiap hari.

Bangsa ini mungkin bisa membangun gedung sekolah yang megah.

Namun tanpa pendidikan yang bersih, adil, dan benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak…

Indonesia hanya sedang membangun tembok, bukan peradaban. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam sebagai bagian dari strategi regenerasi kiper klub Eredivisie

    Strategi Besar Ajax di Balik Transfer Maarten Paes

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ajax Amsterdam kembali membuat keputusan yang memancing perhatian. Namun kali ini, sorotan tidak datang dari nama besar atau transfer mahal. Klub asal Belanda itu justru memilih jalan senyap dengan merekrut Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia yang sebelumnya bermain di Major League Soccer. Di balik pengumuman singkat tersebut, Ajax sebenarnya sedang menjalankan […]

  • Ilustrasi keluarga muslim harmonis sedang berdoa bersama di rumah dengan suasana hangat dan penuh kebahagiaan

    Amalkan! Doa Agar Rumah Tangga Selalu Bahagia dan Penuh Cinta

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa keluarga harmonis menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika kehidupan modern. Banyak pasangan mencari doa rumah tangga bahagia, doa agar keluarga sakinah, serta amalan islami yang mampu menjaga cinta tetap hangat. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan doa-doa ini bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga. Di era yang penuh […]

  • Suasana Balai Kota Tasikmalaya dengan spanduk kritik sebagai simbol kekecewaan publik terhadap komunikasi kepemimpinan wali kota.

    Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang tertulis, tetapi juga dari cara seorang pemimpin hadir dan merespons warganya. Di Tasikmalaya, kritik wali kota Tasikmalaya kembali mengemuka, kali ini melalui sebuah spanduk yang terpasang di area Balai Kota. Spanduk itu sederhana, namun pesannya tajam: “Wapres Datang Wali Kota Terdepan. Giliran Masyarakat Datang […]

  • Ilustrasi pemimpin Iran dan elite politik yang menjadi kandidat pengganti Khamenei dalam proses suksesi kepemimpinan nasional.

    Perebutan Kursi Tertinggi Iran Dimulai, Siapa Pengganti Khamenei?

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Proses penentuan pengganti Khamenei mulai menjadi fokus utama elite Iran setelah kematian pemimpin tertinggi negara tersebut. Sejumlah nama kuat muncul sebagai kandidat pemimpin tertinggi Iran baru, termasuk tokoh dari keluarga Khamenei, keturunan pendiri revolusi, dan figur politik berpengaruh. Selain itu, kalangan militer dan ulama konservatif disebut memainkan peran penting dalam menentukan […]

  • Evakuasi WNI dari Iran menuju Azerbaijan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia di tengah situasi keamanan Timur Tengah.

    32 WNI Dievakuasi dari Iran, Pemerintah Bergerak Cepat

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah Indonesia memulai evakuasi WNI Iran setelah situasi keamanan di kawasan tersebut menunjukkan eskalasi. Langkah penyelamatan warga negara Indonesia dari Iran atau pemulangan WNI dari Iran menjadi prioritas diplomasi pemerintah. Melalui koordinasi intensif, evakuasi WNI Iran dilakukan secara bertahap demi memastikan keselamatan setiap warga. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Kedutaan […]

  • kenangan nasi padang Singapura

    Rendang Terakhir di Kampong Glam Singapura

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Warong Nasi Pariaman, warung nasi Padang tertua di Singapura, resmi mengumumkan akan menutup operasionalnya pada 31 Januari 2026. Kabar ini menandai akhir perjalanan kuliner yang telah berlangsung selama 78 tahun dan meninggalkan jejak mendalam bagi warga lokal maupun diaspora Indonesia. Bagi banyak pelanggan, ini bukan sekadar penutupan restoran, melainkan berakhirnya kenangan […]

expand_less