Suasana Khidmat Warnai Doa Bersama HUT Kodam III/Siliwangi di Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Kodim 0612 Tasikmalaya mengikuti doa bersama HUT ke-80 Kodam III Siliwangi di Masjid At-Taqwa Makodim Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar doa bersama dalam rangka memperingati HUT Kodam Siliwangi ke-80 di Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otista No. 11, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan religius tersebut mengusung tema “Manunggal dengan Rakyat, Mengabdi untuk Indonesia Bersatu, Sejahtera, dan Maju.” Tema itu sekaligus menjadi penegasan bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat tidak hanya terbangun melalui pengamanan wilayah, tetapi juga melalui kebersamaan sosial dan nilai kemanusiaan.
Suasana pagi di lingkungan Makodim terlihat lebih tenang dibanding biasanya. Sejumlah anggota TNI berjalan memasuki area masjid dengan seragam dinas lengkap. Sebagian duduk berbaris sambil menundukkan kepala sebelum acara dimulai.
Dan pagi itu, suasana tidak hanya terasa formal. Ada nuansa reflektif yang cukup kuat.
Doa Bersama Jadi Momentum Kebersamaan TNI dan Rakyat
Kegiatan doa bersama tersebut diikuti jajaran anggota Kodim 0612/Tasikmalaya beserta unsur terkait lainnya. Selain menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kodam III/Siliwangi, acara ini juga menjadi momentum mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat.
Kodam III/Siliwangi sendiri selama puluhan tahun dikenal memiliki sejarah panjang dalam menjaga stabilitas wilayah Jawa Barat dan Banten. Karena itu, peringatan HUT ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai seremoni institusi, tetapi juga refleksi pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui doa bersama tersebut, seluruh prajurit dan keluarga besar Kodim 0612/Tasikmalaya berharap mendapatkan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas pengabdian.
Apalagi tantangan sosial dan keamanan masyarakat saat ini terus berkembang.
Tidak hanya soal pertahanan wilayah, tetapi juga menyangkut kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat di lapangan.

Anggota Kodim 0612 Tasikmalaya mengikuti doa bersama HUT ke-80 Kodam III Siliwangi di Masjid At-Taqwa Makodim Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).
Tema “Manunggal dengan Rakyat” Kembali Ditekankan
Dalam momentum HUT Kodam Siliwangi kali ini, tema “Manunggal dengan Rakyat” kembali menjadi perhatian utama.
Tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial. Sebaliknya, tema itu mencerminkan pendekatan TNI yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
Kodim 0612/Tasikmalaya menilai pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dilakukan melalui operasi besar atau kegiatan militer formal. Kadang kedekatan justru tumbuh dari aktivitas sederhana seperti kerja sosial, komunikasi warga, hingga kegiatan keagamaan bersama.
Karena itu, kegiatan doa bersama dipilih sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Di dalam masjid, lantunan doa terdengar pelan dan khidmat. Beberapa anggota terlihat menundukkan kepala cukup lama setelah doa selesai dibacakan. Sementara di bagian belakang ruangan, sejumlah personel duduk bersandar sambil tetap menjaga ketertiban acara.
Suasana seperti itu terasa sederhana. Tetapi justru di situlah muncul kesan hangat yang jarang terlihat dalam kegiatan formal militer.
HUT Kodam III/Siliwangi Jadi Refleksi Pengabdian
Peringatan HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi juga menjadi momen refleksi terhadap perjalanan panjang institusi tersebut dalam mendukung keamanan dan pembangunan daerah.
Selama ini Kodam III/Siliwangi tidak hanya terlibat dalam pengamanan wilayah, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, penanganan bencana, hingga pendampingan masyarakat di berbagai daerah.
Karena itu, peringatan hari jadi kali ini menjadi pengingat bahwa pengabdian TNI tidak berhenti pada aspek pertahanan semata.
Ada tanggung jawab sosial yang juga terus berjalan.
Dan itu terlihat dari bagaimana hubungan antara aparat dan masyarakat dibangun dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pendekatan humanis seperti itu justru semakin penting.
Masyarakat hari ini tidak hanya melihat aparat dari sisi kekuatan atau kewenangan. Mereka juga melihat bagaimana kehadiran aparat mampu memberi rasa aman dan kedekatan sosial.
Kegiatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Tidak ada kemeriahan berlebihan. Namun suasana religius dan rasa syukur terasa cukup kuat sepanjang acara berlangsung.
Beberapa anggota tampak tetap berbincang santai seusai kegiatan selesai. Ada pula yang langsung kembali menjalankan aktivitas dinas seperti biasa.
Di luar area masjid, kendaraan operasional tetap terparkir rapi. Aktivitas Makodim pun perlahan kembali normal.
Tetapi peringatan HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi pagi itu meninggalkan satu pesan penting: bahwa pengabdian tidak selalu harus terlihat besar untuk terasa berarti.
Kadang justru tumbuh dari doa-doa sederhana yang dipanjatkan bersama.
Doa bersama itu akhirnya selesai. Barisan kembali rapi. Aktivitas kembali berjalan seperti biasa.
Namun di tengah dunia yang semakin gaduh, mungkin kebersamaan sederhana seperti itulah yang justru paling dibutuhkan bangsa ini: tetap dekat dengan rakyat, tanpa kehilangan arah pengabdian. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar