Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Ternyata Salat Qashar Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

Ternyata Salat Qashar Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat qashar menjadi salah satu rukhsah atau keringanan dalam Islam yang sering dibahas, tetapi jarang dikupas sampai detail. Banyak orang memahami hukum safar dan qashar hanya sebatas “kalau bepergian boleh memendekkan salat”. Padahal, praktiknya jauh lebih kompleks, terutama di era perjalanan modern sekarang.

Hari ini orang bisa bekerja dari kereta cepat, membalas email dari bandara, bahkan mengikuti rapat daring sambil menunggu boarding pesawat. Semuanya terasa cepat. Kadang terlalu cepat.

Namun di tengah mobilitas itu, pertanyaan tentang status musafir justru makin sering muncul.

“Kalau saya dinas luar kota seminggu, masih boleh qashar?”
“Kalau pulang-pergi antar kota tiap hari bagaimana?”

Kadang orang baru sadar status safarnya setelah iqamah mulai terdengar.

Dalil Salat Qashar dalam Al-Qur’an dan Hadis

Allah SWT berfirman:

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salatmu.”
(QS An-Nisa: 101)

Selain itu, Rasulullah SAW juga hampir selalu mengqashar salat ketika safar. Dalam hadis riwayat Muslim, Umar bin Khattab RA berkata:

“صَلَاةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ”
“Salat safar itu dua rakaat, sempurna dan bukan pengurangan.”

Karena itu, mayoritas ulama sepakat bahwa salat qashar merupakan bentuk kasih sayang syariat kepada manusia yang sedang dalam perjalanan.

Meskipun demikian, detail hukumnya tetap membutuhkan pemahaman yang matang.

Ukuran Safar Ternyata Tidak Selalu Sama

Sebagian masyarakat mengenal batas safar sekitar 80 kilometer. Akan tetapi, para ulama memiliki penjelasan yang lebih luas daripada sekadar hitungan angka.

Sebagian mazhab memang menetapkan jarak tertentu. Namun, sebagian ulama lain juga mempertimbangkan kebiasaan masyarakat tentang apa yang dianggap perjalanan jauh.

Di sinilah kehidupan modern mulai menghadirkan banyak pertanyaan baru.

Contohnya:

  • pekerja yang rutin Bandung–Jakarta,
  • sopir travel antarprovinsi,
  • wartawan liputan keliling daerah,
  • hingga pegawai proyek yang berpindah kota hampir setiap pekan.

Apakah semuanya otomatis boleh qashar?

Jawabannya tidak selalu sama.

Kadang situasi kecil di lapangan justru terasa lebih nyata dibanding perdebatan panjang di media sosial. Di beberapa rest area, charger ponsel kadang lebih cepat penuh dibanding safar yang terasa selesai.

Ketika Hotel Sudah Terasa Seperti Rumah Sendiri

Selain jarak perjalanan, niat tinggal juga menjadi pembahasan penting dalam fikih safar.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa musafir yang berniat menetap selama beberapa hari dapat kehilangan status safarnya. Meski begitu, jumlah hari menurut tiap mazhab berbeda-beda.

Karena itu, seseorang tidak bisa langsung menganggap dirinya musafir terus-menerus hanya karena sedang berada di luar kota.

Masalah ini sering terjadi pada:

  • pekerja proyek,
  • sales lapangan,
  • konten kreator perjalanan,
  • hingga pegawai yang dinas berminggu-minggu.

Kadang situasinya terasa unik juga. Koper sudah terbuka penuh di kamar hotel. Sandal hotel sudah dipakai membeli kopi ke minimarket bawah. Bahkan laundry mulai menumpuk. Tetapi pertanyaan soal qashar masih terus muncul di kepala.

Dan memang, fikih tidak selalu sesederhana video pendek satu menit.

Perjalanan Nyaman, Apakah Tetap Bisa Qashar?

Dulu safar identik dengan rasa lelah, panas, dan perjalanan berat. Sekarang orang bisa bepergian sambil rebahan di kursi kereta eksekutif, menonton film, atau menikmati pendingin ruangan sepanjang jalan.

Lalu muncul pertanyaan:
“Kalau safarnya nyaman, apakah qashar masih berlaku?”

Mayoritas ulama tetap membolehkan qashar selama status safarnya terpenuhi. Sebab, hukum safar tidak bergantung sepenuhnya pada tingkat kelelahan seseorang.

Meski demikian, fenomena ini menjadi semakin menarik di era modern. Ada orang yang lebih sering bangun pagi di hotel dibanding di rumah sendiri.

Dan itu benar-benar terjadi sekarang.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Jadi Makmum

Banyak musafir juga belum memahami aturan qashar ketika salat berjamaah.

Jika seorang musafir menjadi makmum imam mukim yang salat empat rakaat, maka mayoritas ulama mewajibkan makmum mengikuti imam sampai selesai.

Artinya, makmum tidak boleh salam sendiri di rakaat kedua tanpa alasan syar’i.

Situasi seperti ini cukup sering terjadi di:

  • masjid rest area,
  • terminal,
  • bandara,
  • atau masjid pusat perbelanjaan.

Kadang orang baru sadar setelah melihat jamaah lain belum salam. Lalu buru-buru berdiri lagi. Situasi kecil seperti itu sering terjadi. Dan biasanya wajahnya langsung terlihat kikuk.

Salat Qashar Bukan Sekadar Pengurangan Rakaat

Allah SWT berfirman:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS Al-Baqarah: 185)

Karena itu, qashar bukan hanya soal mempersingkat rakaat salat. Lebih dari itu, qashar menunjukkan bahwa Islam memahami kondisi manusia yang terus bergerak dan berpindah.

Hari ini perjalanan bukan cuma soal berpindah kota. Pikiran manusia juga ikut berpindah ke mana-mana. Tubuh ada di stasiun, tetapi kepala masih sibuk memikirkan target besok pagi.

Dan di tengah perjalanan yang makin cepat, manusia tetap butuh jeda untuk memastikan arah ibadahnya tidak ikut kabur.

Di zaman ketika manusia bisa bekerja dari mana saja dan tidur di kota berbeda setiap pekan, satu hal tetap tidak berubah: sejauh apa pun perjalanan seseorang, ia tetap membutuhkan arah agar langkahnya tidak kehilangan tujuan. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • waspada hoaks rekrutmen

    Waspada Hoaks Rekrutmen CPNS dan PPPK Kemenag

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rekrutmen CPNS maupun PPPK di lingkungan kementerian tersebut. Masyarakat diminta waspada hoaks rekrutmen yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat, karena informasi tersebut berpotensi merugikan pencari kerja. Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya unggahan dan pesan berantai yang mengatasnamakan […]

  • Sertifikat Pantai Madasari

    Harim Laut Pangandaran Diduga Dipenuhi Sertifikat, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sertifikat Pantai Madasari kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menduga persoalan sertifikat tanah di kawasan pesisir tidak hanya terjadi di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bahkan menyebut kasus serupa kemungkinan ditemukan di lebih dari satu lokasi. Pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru: berapa banyak sertifikat yang telah terbit […]

  • takdir Allah

    Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Takdir Allah SWT membatasi kehendak manusia. Ulama menegaskan ikhtiar wajib, hasil tetap ditentukan Tuhan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keyakinan bahwa manusia bebas menentukan nasibnya kembali ditegaskan memiliki batas. Ulama mengingatkan, sekuat apa pun ikhtiar dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan takdir Allah Swt. Pemahaman ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada ambisi berlebihan yang […]

  • Ilustrasi refleksi batin tentang syukur sebagai jalan ruhani dalam Islam berdasarkan Surat Ibrahim ayat 7

    Janji Allah di Jalan Syukur

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang tidak turun untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan. Ia tidak menggedor telinga, tetapi mengetuk hati. Surat Ibrahim ayat 7 adalah salah satunya. Sebuah pengumuman dari langit yang tidak memaksa, tetapi mengundang kesadaran terdalam manusia. “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Namun jika kamu mengingkari, sungguh azab-Ku sangat […]

  • penggelapan dana

    Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman penjara atas penggelapan dana salah transfer. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Seorang pria di Singapura dijatuhi hukuman 12 minggu penjara setelah terbukti menggunakan dana salah transfer yang seharusnya dikembalikan kepada institusi pengirim. Kasus ini menyoroti pentingnya integritas pribadi dalam sistem keuangan modern yang semakin bergantung pada kepercayaan dan kecepatan transaksi digital. Putusan […]

  • Ilustrasi muslim berwudhu dan larangan ibadah tertentu ketika wudhu batal menurut ajaran Islam

    Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Wudhu memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini berfungsi sebagai syarat sah bagi sejumlah amalan tertentu. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami konsekuensi ketika wudhu batal. Pemahaman yang benar akan membantu menjaga kesucian ibadah dan menghindari amalan yang tidak sah. Dalam fiqih Islam, para ulama menjelaskan bahwa batalnya wudhu membawa […]

expand_less