Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 293
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa hidup makin penuh, tetapi hati tetap kosong.

Dan anehnya, salah satu tandanya justru sering diabaikan.

Hari ini orang bisa membeli hampir apa saja dalam hitungan menit. Makanan datang sebelum rasa lapar benar-benar terasa. Barang diskon muncul bahkan ketika dompet sebenarnya sedang tipis. Orang-orang bekerja lebih lama, tidur lebih sedikit, lalu menyebut kelelahan itu sebagai “bagian dari proses.”

Padahal tubuh mulai gampang marah. Tidur tidak nyenyak. Waktu bersama keluarga terasa makin pendek. Tetapi rekening memang terus bertambah.

Ya sudahlah. Yang penting pemasukan aman.

Di titik itu, ulama tasawuf biasanya mulai mengingatkan sesuatu yang tidak terlalu populer:

tidak semua rezeki yang banyak otomatis membawa keberkahan.

Ketika Rezeki Membuat Hidup Terasa Penuh, Tapi Kosong

Dalam tradisi tasawuf, keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari jumlah uang. Ulama lebih sering melihat dampaknya terhadap hati dan kehidupan seseorang.

Apakah hidupnya semakin tenang?
Apakah keluarganya semakin hangat?
Dan apakah ibadahnya semakin baik?

Atau justru sebaliknya.

Ada orang yang penghasilannya naik terus, tetapi emosinya ikut naik. Sedikit masalah langsung meledak. Pulang kerja badan ada di rumah, tetapi pikirannya masih berkeliaran di kantor.

Bahkan sekarang muncul kebiasaan yang terasa aneh kalau dipikir-pikir.

Ada orang yang tetap mengecek notifikasi pekerjaan bahkan saat makan bersama keluarga. Sendok masih di tangan, tetapi pikirannya sudah ada di target besok pagi.

Dan lucunya, itu mulai dianggap normal.

Di beberapa rumah, makan malam tidak lagi penuh obrolan. Anak sibuk dengan video pendek di ponsel. Ayah membalas pesan pekerjaan. Ibu sesekali membuka marketplace karena ada “flash sale tinggal tiga menit lagi.”

Rumah tetap ramai. Tetapi hangatnya seperti pelan-pelan menghilang.

Salah Satu Tanda yang Sering Tidak Disadari

Ulama tasawuf sering menjelaskan bahwa salah satu tanda rezeki tidak berkah adalah:

hati sulit merasa cukup meski kebutuhan terus terpenuhi.

Rumah makin bagus.
Barang makin lengkap.
Tetapi hidup terasa makin sempit.

Ironisnya, banyak orang baru sadar ketika suasana rumah mulai dingin. Percakapan kecil mudah berubah jadi emosi. Tidur terasa capek meski tidak melakukan pekerjaan berat. Bahkan hari libur pun rasanya tetap melelahkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit.”
(QS Thaha: 124)

Banyak ulama menjelaskan bahwa “kehidupan sempit” tidak selalu berarti miskin secara materi. Kadang uang ada. Makanan cukup. Tetapi hati kehilangan rasa tenang.

Dan ya… mungkin memang itu yang sedang banyak dialami orang sekarang. Semuanya bergerak cepat sekali sampai-sampai manusia lupa kapan terakhir benar-benar merasa tenang.

Tasawuf Tidak Mengajarkan Membenci Dunia

Sebagian orang salah memahami tasawuf. Seolah-olah hidup sederhana berarti harus menjauhi dunia dan anti terhadap harta. Padahal banyak ulama tasawuf justru aktif berdagang, bekerja, dan membangun kehidupan.

Tasawuf tidak melarang kaya.

Yang diperingatkan adalah ketika hati mulai diperbudak oleh keinginan yang tidak selesai-selesai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, ulama tasawuf lebih menekankan:

  • bagaimana cara mencari rezeki,
  • bagaimana cara menggunakannya,
  • dan apakah rezeki itu membuat seseorang semakin dekat atau justru semakin jauh dari ketenangan hidup.

Di kampung-kampung dulu, ada orang yang penghasilannya biasa saja tetapi rumahnya terasa hidup. Seusai Magrib terdengar suara anak mengaji pelan dari ruang tengah. Gelas teh manis diletakkan di meja kayu yang sudutnya mulai mengelupas. Tidak mewah memang. Tetapi ada rasa nyaman yang sulit dicari sekarang.

Dan sering kali, justru bagian paling sederhana itu yang pertama hilang.

Ketika Hati Kehilangan Nikmat Hal Kecil

Ulama tasawuf sering mengatakan bahwa hati yang terlalu lelah oleh dunia perlahan kehilangan kemampuan menikmati hal-hal sederhana.

Makan enak terasa biasa.
Liburan cepat membosankan.
Hari libur tetap dipenuhi kecemasan.

Sebagian orang bahkan merasa bersalah kalau duduk tenang terlalu lama. Seolah hidup harus terus sibuk agar terlihat berhasil. Padahal… ya tidak juga sebenarnya.

Mungkin yang lelah bukan tubuhnya.

Mungkin hatinya.

Karena itu, tasawuf selalu mengingatkan satu hal penting:

rezeki terbaik bukan yang paling besar, tetapi yang paling membawa keberkahan.

Dan keberkahan sering tumbuh dari hal-hal yang sekarang mulai jarang dijaga:

  • waktu bersama keluarga,
  • salat tepat waktu,
  • hati yang tidak terlalu rakus,
  • serta rasa syukur terhadap hidup yang sederhana.

Kadang hidup terasa sempit bukan karena rezekinya kurang, melainkan karena hati perlahan lupa cara menikmati keberkahan yang sebenarnya sudah ada di rumahnya sendiri.

وَٱللَّٰهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donald Trump bereaksi keras setelah Spanyol menolak penggunaan pangkalan militer AS untuk menyerang Iran.

    Spanyol Blokir Pangkalan AS, Trump Ancam Balasan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump Spanyol Iran menjadi sorotan internasional setelah ketegangan diplomatik mencuat antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintah Spanyol. Perseteruan ini dipicu penolakan Madrid atas penggunaan pangkalan militer Amerika di wilayahnya untuk menyerang Iran. Konflik Trump-Spanyol ini langsung memantik reaksi keras dari Gedung Putih sekaligus membuka babak baru dalam hubungan transatlantik. […]

  • Ilustrasi Islami Thalhah dan Zubair sebagai sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan demi Islam.

    Thalhah dan Zubair: Persahabatan, Pengorbanan, dan Loyalitas Tanpa Batas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Thalhah dan Zubair menjadi dua nama besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keberanian, loyalitas, dan pengorbanannya untuk Rasulullah SAW. Kisah Thalhah dan Zubair, dua sahabat Nabi Muhammad SAW ini, hingga kini terus dikenang umat Islam karena memperlihatkan bagaimana iman mampu mengalahkan rasa takut, harta, bahkan kepentingan pribadi. Di tengah tekanan kaum […]

  • Lowongan SIHREN 2026

    Bukan CPNS, Kemenkes Buka Rekrutmen SIHREN 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL — Rekrutmen SIHREN 2026 menjadi salah satu peluang kerja yang menarik perhatian pencari kerja profesional. Materi yang dibagikan melalui akun resmi Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya sejumlah posisi dalam program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) untuk kandidat berpendidikan S1 hingga S2. Berbeda dari informasi seleksi CPNS atau PPPK, materi tersebut menampilkan […]

  • pemberdayaan perempuan

    Hari Ibu, Pemkot Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya menegaskan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi pembangunan pada peringatan Hari Ibu 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan kembali komitmen pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah melalui Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Penegasan ini penting karena menyangkut arah kebijakan publik yang menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap agenda. Upacara […]

  • Ilustrasi seseorang mendapat pujian banyak orang sementara Allah menutup aib manusia yang tidak diketahui orang lain.

    Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Allah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui. Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan […]

  • wisata Pangandaran

    Wisata Pangandaran Menarik Ribuan Pengunjung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Libur awal 2026, wisata Pangandaran dipadati ribuan pengunjung dan menggerakkan ekonomi lokal warga pesisir. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Memasuki hari ketiga libur Tahun Baru 2026, kawasan wisata Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih dipadati ribuan wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa wisata Pangandaran tetap menjadi tujuan utama masyarakat untuk menghabiskan libur panjang, sekaligus memberi dampak […]

expand_less