Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa hidup makin penuh, tetapi hati tetap kosong.

Dan anehnya, salah satu tandanya justru sering diabaikan.

Hari ini orang bisa membeli hampir apa saja dalam hitungan menit. Makanan datang sebelum rasa lapar benar-benar terasa. Barang diskon muncul bahkan ketika dompet sebenarnya sedang tipis. Orang-orang bekerja lebih lama, tidur lebih sedikit, lalu menyebut kelelahan itu sebagai “bagian dari proses.”

Padahal tubuh mulai gampang marah. Tidur tidak nyenyak. Waktu bersama keluarga terasa makin pendek. Tetapi rekening memang terus bertambah.

Ya sudahlah. Yang penting pemasukan aman.

Di titik itu, ulama tasawuf biasanya mulai mengingatkan sesuatu yang tidak terlalu populer:

tidak semua rezeki yang banyak otomatis membawa keberkahan.

Ketika Rezeki Membuat Hidup Terasa Penuh, Tapi Kosong

Dalam tradisi tasawuf, keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari jumlah uang. Ulama lebih sering melihat dampaknya terhadap hati dan kehidupan seseorang.

Apakah hidupnya semakin tenang?
Apakah keluarganya semakin hangat?
Dan apakah ibadahnya semakin baik?

Atau justru sebaliknya.

Ada orang yang penghasilannya naik terus, tetapi emosinya ikut naik. Sedikit masalah langsung meledak. Pulang kerja badan ada di rumah, tetapi pikirannya masih berkeliaran di kantor.

Bahkan sekarang muncul kebiasaan yang terasa aneh kalau dipikir-pikir.

Ada orang yang tetap mengecek notifikasi pekerjaan bahkan saat makan bersama keluarga. Sendok masih di tangan, tetapi pikirannya sudah ada di target besok pagi.

Dan lucunya, itu mulai dianggap normal.

Di beberapa rumah, makan malam tidak lagi penuh obrolan. Anak sibuk dengan video pendek di ponsel. Ayah membalas pesan pekerjaan. Ibu sesekali membuka marketplace karena ada “flash sale tinggal tiga menit lagi.”

Rumah tetap ramai. Tetapi hangatnya seperti pelan-pelan menghilang.

Salah Satu Tanda yang Sering Tidak Disadari

Ulama tasawuf sering menjelaskan bahwa salah satu tanda rezeki tidak berkah adalah:

hati sulit merasa cukup meski kebutuhan terus terpenuhi.

Rumah makin bagus.
Barang makin lengkap.
Tetapi hidup terasa makin sempit.

Ironisnya, banyak orang baru sadar ketika suasana rumah mulai dingin. Percakapan kecil mudah berubah jadi emosi. Tidur terasa capek meski tidak melakukan pekerjaan berat. Bahkan hari libur pun rasanya tetap melelahkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit.”
(QS Thaha: 124)

Banyak ulama menjelaskan bahwa “kehidupan sempit” tidak selalu berarti miskin secara materi. Kadang uang ada. Makanan cukup. Tetapi hati kehilangan rasa tenang.

Dan ya… mungkin memang itu yang sedang banyak dialami orang sekarang. Semuanya bergerak cepat sekali sampai-sampai manusia lupa kapan terakhir benar-benar merasa tenang.

Tasawuf Tidak Mengajarkan Membenci Dunia

Sebagian orang salah memahami tasawuf. Seolah-olah hidup sederhana berarti harus menjauhi dunia dan anti terhadap harta. Padahal banyak ulama tasawuf justru aktif berdagang, bekerja, dan membangun kehidupan.

Tasawuf tidak melarang kaya.

Yang diperingatkan adalah ketika hati mulai diperbudak oleh keinginan yang tidak selesai-selesai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, ulama tasawuf lebih menekankan:

  • bagaimana cara mencari rezeki,
  • bagaimana cara menggunakannya,
  • dan apakah rezeki itu membuat seseorang semakin dekat atau justru semakin jauh dari ketenangan hidup.

Di kampung-kampung dulu, ada orang yang penghasilannya biasa saja tetapi rumahnya terasa hidup. Seusai Magrib terdengar suara anak mengaji pelan dari ruang tengah. Gelas teh manis diletakkan di meja kayu yang sudutnya mulai mengelupas. Tidak mewah memang. Tetapi ada rasa nyaman yang sulit dicari sekarang.

Dan sering kali, justru bagian paling sederhana itu yang pertama hilang.

Ketika Hati Kehilangan Nikmat Hal Kecil

Ulama tasawuf sering mengatakan bahwa hati yang terlalu lelah oleh dunia perlahan kehilangan kemampuan menikmati hal-hal sederhana.

Makan enak terasa biasa.
Liburan cepat membosankan.
Hari libur tetap dipenuhi kecemasan.

Sebagian orang bahkan merasa bersalah kalau duduk tenang terlalu lama. Seolah hidup harus terus sibuk agar terlihat berhasil. Padahal… ya tidak juga sebenarnya.

Mungkin yang lelah bukan tubuhnya.

Mungkin hatinya.

Karena itu, tasawuf selalu mengingatkan satu hal penting:

rezeki terbaik bukan yang paling besar, tetapi yang paling membawa keberkahan.

Dan keberkahan sering tumbuh dari hal-hal yang sekarang mulai jarang dijaga:

  • waktu bersama keluarga,
  • salat tepat waktu,
  • hati yang tidak terlalu rakus,
  • serta rasa syukur terhadap hidup yang sederhana.

Kadang hidup terasa sempit bukan karena rezekinya kurang, melainkan karena hati perlahan lupa cara menikmati keberkahan yang sebenarnya sudah ada di rumahnya sendiri.

وَٱللَّٰهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah untuk kalibrasi dan pengecekan arah kiblat di Indonesia tahun 2026.

    27–29 Mei 2026 Waktu Paling Akurat Cek Arah Kiblat, Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena arah kiblat kembali menjadi perhatian umat Muslim setelah BMKG mengumumkan peristiwa Matahari tepat berada di atas Ka’bah akan terjadi pada 27–29 Mei 2026. Momen astronomi ini bukan hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga menjadi waktu paling akurat untuk mengecek ulang posisi kiblat di rumah, mushola, hingga masjid. Menariknya lagi, proses […]

  • permohonan maaf

    Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf terbuka di tengah proses perceraian yang berdampak pada keluarga dan publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun resmi media sosialnya, Selasa, 23 Desember 2025. Permintaan maaf itu disampaikan di tengah proses perceraian yang tengah ia jalani dengan istrinya, Atalia Praratya. Pernyataan tersebut segera menarik […]

  • Ilustrasi gedung Baznas RI sebagai simbol penetapan dan penyesuaian zakat fitrah berdasarkan harga beras di daerah Indonesia

    Harga Beras Naik, Zakat Fitrah Menyesuaikan? Ini Penjelasan Baznas RI

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) kembali menegaskan bahwa zakat fitrah tidak harus diseragamkan secara kaku di seluruh wilayah Indonesia. Meski secara nasional Baznas RI menetapkan nilai zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa pada Ramadhan 1447 Hijriah, pelaksanaannya tetap memperhatikan kondisi harga beras di masing-masing daerah. Pendekatan ini dinilai lebih […]

  • Donor Darah Tasikmalaya

    Diky Chandra Apresiasi Para Pendonor Darah di Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejumlah warga tampak saling menyapa, berbincang hangat, dan berbagi pengalaman tentang satu hal yang sama: donor darah. Di tengah pertemuan itu, tersimpan banyak kisah yang jarang terdengar. Ada yang sudah mendonorkan darah puluhan kali. Ada pula yang mengaku pertama kali […]

  • Lagu Bupati Purwakarta

    Lagu Diprotes Publik, Ini Penjelasan Lengkap Bupati Purwakarta

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lagu Bupati Purwakarta menjadi sorotan publik setelah liriknya memicu perdebatan dan menuai kritik dari sejumlah kalangan. Lagu kontroversial Bupati Purwakarta itu dinilai oleh sebagian pihak mengandung diksi yang dianggap merendahkan perempuan. Menanggapi polemik tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan latar belakang lahirnya karya yang kini ramai diperbincangkan. […]

  • Ekosistem Halal Ciamis

    DPR RI & BPJPH Turun Tangan, Ekosistem Halal Ciamis “Digaskeun”

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ekosistem halal Ciamis kini bergerak cepat. Penguatan ekosistem halal di Ciamis bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang mulai dijalankan dari hulu hingga hilir. Di tengah dorongan sertifikasi halal, UMKM dihadapkan pada satu kenyataan: peluang besar terbuka, tetapi risiko tertinggal juga semakin nyata. Senin, 27 April 2026, ruang BKPSDM Kabupaten […]

expand_less