Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata.

Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain hanya dalam hitungan menit.

Suara tokoh publik dapat ditiru hampir sempurna.

Bahkan video yang sebenarnya tidak pernah terjadi kini bisa tampak sangat meyakinkan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar:
sampai mana batas teknologi seperti deepfake diperbolehkan dalam Islam?

Deepfake Tidak Selalu Haram, Tapi Ada Batas Besarnya

Dalam fiqih kontemporer, para ulama umumnya melihat teknologi sebagai alat. Artinya, hukum penggunaan AI dan deepfake bergantung pada tujuan, dampak, dan cara penggunaannya.

Jika teknologi dipakai untuk edukasi, keamanan, film, atau hiburan yang tidak melanggar syariat, sebagian ulama memandangnya masih dalam ruang yang diperbolehkan.

Namun persoalannya berubah ketika deepfake mulai dipakai untuk:

  • fitnah,
  • penipuan,
  • manipulasi,
  • pornografi,
  • atau penghinaan terhadap orang lain.

Di titik itulah masalah fiqih muncul dengan sangat serius.

Islam sejak awal melarang segala bentuk kebohongan dan manipulasi yang merugikan manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menipu, maka ia bukan golongan kami.”

(HR Muslim)

Karena itu, ketika deepfake dipakai untuk menipu publik atau merusak kehormatan seseorang, hukumnya jelas mendekati keharaman.

Edit Wajah AI dan Budaya Pencitraan Digital

Menariknya, persoalan deepfake tidak hanya soal kriminalitas digital.

Ada sisi lain yang kini mulai banyak dibahas:
budaya pencitraan di media sosial.

Hari ini, banyak orang mengedit wajah secara berlebihan hingga hampir tidak menyerupai bentuk aslinya.

Filter AI membuat kulit tampak sempurna.

Wajah dibuat lebih tirus.

Tubuh diubah lebih ideal.

Lama-kelamaan, sebagian orang mulai kehilangan rasa syukur terhadap dirinya sendiri.

Dalam Islam, menjaga penampilan tentu diperbolehkan.

Namun ketika perubahan dilakukan secara ekstrem demi membangun citra palsu, para ulama mulai mengingatkan adanya unsur:

  • penipuan identitas,
  • ketidakjujuran,
  • dan hilangnya keaslian diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat tersebut sering dijadikan pengingat bahwa manusia seharusnya tidak terjebak pada obsesi berlebihan terhadap standar visual buatan.

Teknologi AI Bisa Membantu, Tapi Juga Bisa Menghancurkan

Di satu sisi, AI memang mempermudah banyak hal. Bahkan sekarang, edit video rumit pun bisa selesai hanya lewat ponsel.

Teknologi ini membantu pendidikan, kesehatan, keamanan digital, bahkan dakwah Islam modern.

Namun di sisi lain, AI juga menghadirkan ancaman baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Hari ini, seseorang bisa difitnah menggunakan video palsu.

Tokoh agama dapat dibuat seolah mengucapkan sesuatu yang tidak pernah ia katakan.

Dan masyarakat awam sering sulit membedakan mana yang asli dan mana yang hasil manipulasi.

Karena itu, fiqih kontemporer mulai menaruh perhatian besar pada etika digital.

Bukan hanya soal halal dan haram secara teknis.

Tetapi juga soal tanggung jawab moral di era teknologi.

Islam Mengajarkan Kejujuran di Tengah Dunia Virtual

Di era digital, manusia semakin mudah membentuk identitas baru di internet.

Namun Islam tetap menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan.” (HR. Muslim)

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut terasa sangat relevan hari ini.

Sebab dunia digital sering membuat manusia tergoda untuk:

  • terlihat sempurna,
  • tampil berbeda,
  • atau membangun realitas palsu demi perhatian publik.

Padahal semakin canggih teknologi berkembang, nilai kejujuran justru semakin penting dijaga.

Fiqih Kontemporer Mulai Menjawab Tantangan Zaman

Perdebatan tentang deepfake menunjukkan bahwa fiqih Islam terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Ulama kontemporer kini tidak hanya membahas persoalan klasik.

Mereka juga mulai membicarakan:

  • AI,
  • identitas digital,
  • manipulasi visual,
  • hingga etika media sosial.

Hal itu membuktikan bahwa Islam tetap relevan menghadapi tantangan modern.

Teknologi bukan musuh.

Namun manusia tetap harus memiliki batas moral saat menggunakannya.

Karena ketika dunia digital semakin sulit dibedakan antara nyata dan palsu, kejujuran justru menjadi sesuatu yang paling mahal.

Dan mungkin, di era AI seperti hari ini, menjaga keaslian diri adalah bentuk ibadah yang mulai langka. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • kemandirian santri

    Jarang Disadari, Ini Alasan Santri Lebih Mandiri Sejak Muda

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kemandirian santri bukan sekadar kemampuan hidup jauh dari orang tua, tetapi juga mencakup disiplin, tanggung jawab, dan ketahanan mental. Banyak orang hanya melihat santri sebagai pelajar agama, padahal mandiri ala santri dan kehidupan santri di pesantren justru menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter tangguh yang jarang disadari. Menariknya, pola hidup ini tidak […]

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa saat sahur sambil membaca niat puasa Ramadan dan mempelajari Al-Qur'an

    Rahasia Makna Niat Puasa yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setiap Ramadan, umat Islam melafalkan niat puasa sebelum fajar. Namun tidak semua orang memahami makna niat puasa secara mendalam. Dalam perspektif tauhid, hakikat niat puasa Ramadan bukan sekadar bacaan sebelum sahur. Sebaliknya, niat menjadi kesadaran spiritual bahwa seluruh ibadah dilakukan hanya karena Allah. Karena itu, memahami makna niat puasa dalam Islam membantu […]

  • Pembagian ribuan paket sembako kepada yatim piatu dan kaum dhuafa di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya bersama Kemendes RI.

    Saat Harga Kebutuhan Naik, Ribuan Warga Tasikmalaya Dapat Bantuan Sembako

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 3.700 paket sembako Tasikmalaya dibagikan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa di Kota serta Kabupaten Tasikmalaya melalui kegiatan bakti sosial yang digagas Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia bersama Sahabat Ryano, Gandara Group 37, dan Yonif TP 939/Macan Putih. Bantuan sosial tersebut langsung menyasar masyarakat […]

  • Program Lebaran Bersayap SWAKKA membagikan hadiah lebaran untuk anak yatim piatu tidak mampu melalui sistem Kupon Digital transparan.

    Lebaran Bersayap SWAKKA: Hadiah Lebaran untuk Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran Bersayap SWAKKA hadir sebagai gerakan sosial Ramadan yang menguatkan semangat berbagi untuk anak yatim piatu tidak mampu. Program donasi yatim ini menjadi wujud nyata kepedulian di bulan suci. Melalui sistem Kupon Digital SWAKKA, gerakan ini memastikan transparansi sekaligus menghadirkan hadiah lebaran yang benar-benar dibutuhkan setiap anak. Ramadan selalu menghadirkan dua rasa […]

  • Ilustrasi penahanan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK terkait kasus kuota haji dengan suasana tegang dan dramatis

    Yaqut Kembali Ditahan KPK: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar Yaqut ditahan KPK kembali menjadi sorotan publik. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, kembali menjalani penahanan di rumah tahanan setelah sebelumnya berstatus tahanan rumah. Kasus kuota haji yang menyeret namanya kini memasuki babak baru dan semakin memanas. Status Penahanan Berubah, Ada Apa? Perubahan status dari tahanan rumah ke rutan bukan […]

expand_less