Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata.

Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain hanya dalam hitungan menit.

Suara tokoh publik dapat ditiru hampir sempurna.

Bahkan video yang sebenarnya tidak pernah terjadi kini bisa tampak sangat meyakinkan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar:
sampai mana batas teknologi seperti deepfake diperbolehkan dalam Islam?

Deepfake Tidak Selalu Haram, Tapi Ada Batas Besarnya

Dalam fiqih kontemporer, para ulama umumnya melihat teknologi sebagai alat. Artinya, hukum penggunaan AI dan deepfake bergantung pada tujuan, dampak, dan cara penggunaannya.

Jika teknologi dipakai untuk edukasi, keamanan, film, atau hiburan yang tidak melanggar syariat, sebagian ulama memandangnya masih dalam ruang yang diperbolehkan.

Namun persoalannya berubah ketika deepfake mulai dipakai untuk:

  • fitnah,
  • penipuan,
  • manipulasi,
  • pornografi,
  • atau penghinaan terhadap orang lain.

Di titik itulah masalah fiqih muncul dengan sangat serius.

Islam sejak awal melarang segala bentuk kebohongan dan manipulasi yang merugikan manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa menipu, maka ia bukan golongan kami.”

(HR Muslim)

Karena itu, ketika deepfake dipakai untuk menipu publik atau merusak kehormatan seseorang, hukumnya jelas mendekati keharaman.

Edit Wajah AI dan Budaya Pencitraan Digital

Menariknya, persoalan deepfake tidak hanya soal kriminalitas digital.

Ada sisi lain yang kini mulai banyak dibahas:
budaya pencitraan di media sosial.

Hari ini, banyak orang mengedit wajah secara berlebihan hingga hampir tidak menyerupai bentuk aslinya.

Filter AI membuat kulit tampak sempurna.

Wajah dibuat lebih tirus.

Tubuh diubah lebih ideal.

Lama-kelamaan, sebagian orang mulai kehilangan rasa syukur terhadap dirinya sendiri.

Dalam Islam, menjaga penampilan tentu diperbolehkan.

Namun ketika perubahan dilakukan secara ekstrem demi membangun citra palsu, para ulama mulai mengingatkan adanya unsur:

  • penipuan identitas,
  • ketidakjujuran,
  • dan hilangnya keaslian diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat tersebut sering dijadikan pengingat bahwa manusia seharusnya tidak terjebak pada obsesi berlebihan terhadap standar visual buatan.

Teknologi AI Bisa Membantu, Tapi Juga Bisa Menghancurkan

Di satu sisi, AI memang mempermudah banyak hal. Bahkan sekarang, edit video rumit pun bisa selesai hanya lewat ponsel.

Teknologi ini membantu pendidikan, kesehatan, keamanan digital, bahkan dakwah Islam modern.

Namun di sisi lain, AI juga menghadirkan ancaman baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Hari ini, seseorang bisa difitnah menggunakan video palsu.

Tokoh agama dapat dibuat seolah mengucapkan sesuatu yang tidak pernah ia katakan.

Dan masyarakat awam sering sulit membedakan mana yang asli dan mana yang hasil manipulasi.

Karena itu, fiqih kontemporer mulai menaruh perhatian besar pada etika digital.

Bukan hanya soal halal dan haram secara teknis.

Tetapi juga soal tanggung jawab moral di era teknologi.

Islam Mengajarkan Kejujuran di Tengah Dunia Virtual

Di era digital, manusia semakin mudah membentuk identitas baru di internet.

Namun Islam tetap menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan.” (HR. Muslim)

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut terasa sangat relevan hari ini.

Sebab dunia digital sering membuat manusia tergoda untuk:

  • terlihat sempurna,
  • tampil berbeda,
  • atau membangun realitas palsu demi perhatian publik.

Padahal semakin canggih teknologi berkembang, nilai kejujuran justru semakin penting dijaga.

Fiqih Kontemporer Mulai Menjawab Tantangan Zaman

Perdebatan tentang deepfake menunjukkan bahwa fiqih Islam terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Ulama kontemporer kini tidak hanya membahas persoalan klasik.

Mereka juga mulai membicarakan:

  • AI,
  • identitas digital,
  • manipulasi visual,
  • hingga etika media sosial.

Hal itu membuktikan bahwa Islam tetap relevan menghadapi tantangan modern.

Teknologi bukan musuh.

Namun manusia tetap harus memiliki batas moral saat menggunakannya.

Karena ketika dunia digital semakin sulit dibedakan antara nyata dan palsu, kejujuran justru menjadi sesuatu yang paling mahal.

Dan mungkin, di era AI seperti hari ini, menjaga keaslian diri adalah bentuk ibadah yang mulai langka. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bawang putih Korea di Garut

    Bawang Putih Korea Akan Diuji Coba di Garut, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rencana bawang putih Korea di Garut mulai menjadi perhatian setelah Pemerintah Kabupaten Garut menjajaki kerja sama pengembangan komoditas hortikultura bersama praktisi industri asal Korea dan akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad). Bukan hanya bawang putih. Rencana uji coba juga mencakup kentang dan stroberi. Penjajakan tersebut diarahkan untuk melihat peluang pengembangan pertanian Garut melalui […]

  • jemaah haji Garut

    Jemaah Haji Garut Berangkat ke Tanah Suci, Pengamanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Pamengkang Pendopo Garut saat ratusan keluarga mengantar keberangkatan jemaah haji Garut Kloter 22 Gelombang II Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (7/5/2026). Di tengah padatnya lokasi pelepasan calon haji tersebut, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto turun langsung memimpin pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan […]

  • Ilustrasi pekerja Indonesia dengan kebijakan buruh 2026 seperti UMP, BSU, JKP, dan program subsidi rumah pemerintah

    Dampak Besar untuk Pekerja! Ini 6 Kebijakan Baru Kesejahteraan Buruh 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menaruh perhatian besar pada Kebijakan Buruh 2026 yang menyentuh langsung kehidupan jutaan pekerja di Indonesia. Paket kebijakan ini tidak hanya bicara soal angka upah, tetapi juga menyentuh hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perlindungan saat kehilangan pekerjaan, bantuan tunai, hingga mimpi memiliki rumah sendiri. Di lapangan, sejumlah […]

  • ilustrasi kisah Nabi Yusuf dari sumur gelap hingga menjadi penguasa Mesir menurut Al-Qur'an

    Kisah Nabi Yusuf: Dari Sumur Gelap hingga Menguasai Mesir

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak ada yang menyangka bahwa seorang anak yang dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sendiri kelak akan menjadi pemimpin besar di Mesir. Kisah Nabi Yusuf, cerita Nabi Yusuf, serta perjalanan Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam sejarah Islam. Awalnya, Yusuf hanyalah seorang anak yang hidup dalam […]

  • Ilustrasi penyitaan aset debitur oleh negara berdasarkan aturan baru PMK 23 Tahun 2026 tentang pengurusan piutang negara.

    Aturan Baru Penyitaan Aset Bikin Publik Resah, Seberapa Aman Hak Warga?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Bagi sebagian orang, rumah bukan sekadar bangunan. Ada tabungan hidup di dalamnya. Ada kerja keras bertahun-tahun. Dan ada rasa aman. Serta ada masa depan keluarga yang perlahan dibangun sedikit demi sedikit. Karena itu, ketika pemerintah menerbitkan aturan baru yang memungkinkan negara menguasai aset debitur tanpa persetujuan pemilik utang, perhatian publik langsung tersedot ke […]

  • DebtCollector

    Didatangi Debt Collector? Ini Hak Konsumen yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Editorial edukatif Albadarpost: memahami batas kewenangan debt collector agar konsumen tak lagi ditakuti praktik ilegal. Mengapa Edukasi Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Banyak warga merasa tak punya pilihan ketika debt collector datang. Suaranya keras. Jumlahnya lebih dari satu. Di tangan mereka ada surat tugas. Kalimatnya tegas: kendaraan harus diserahkan. Situasi ini membuat banyak konsumen langsung […]

expand_less