Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Jejak Islam dalam Lahirnya Sains Modern

Jejak Islam dalam Lahirnya Sains Modern

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Malam di Baghdad pada abad ke-9 tidak selalu gelap dan sunyi.

Di beberapa sudut kota, lampu minyak masih menyala hingga larut. Sejumlah orang duduk mengelilingi meja kayu panjang. Di depan mereka, lembar demi lembar manuskrip terbuka. Ada yang menyalin tulisan Yunani kuno. Ada yang menghitung pergerakan bintang. Dan ada pula yang memperdebatkan rumus matematika sambil sesekali mencelupkan pena ke tinta hitam pekat.

Di tempat seperti itulah, sebagian fondasi sains modern perlahan tumbuh.

Hari ini banyak orang mengenal Eropa sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan modern. Namun sejarah sebenarnya menyimpan cerita yang jauh lebih panjang. Islam dan sains modern ternyata memiliki hubungan yang sangat erat, bahkan sejak ratusan tahun sebelum revolusi ilmiah Eropa dimulai.

Pada masa ketika sebagian wilayah Eropa masih berada dalam periode yang sering disebut Abad Kegelapan, dunia Islam justru berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan global.

Baghdad Pernah Menjadi “Ibu Kota Ilmu Pengetahuan”

Sejarawan menyebut periode abad ke-8 hingga ke-14 sebagai masa keemasan peradaban Islam atau Islamic Golden Age.

Pada masa itu, kota-kota seperti Baghdad, Damaskus, dan Cordoba tidak hanya dikenal karena perdagangan atau kekuatan politiknya. Kota-kota tersebut juga menjadi pusat riset, pendidikan, dan penerjemahan ilmu pengetahuan dunia.

Di Baghdad berdiri Baitul Hikmah atau House of Wisdom.

Tempat itu sering digambarkan seperti perpustakaan raksasa sekaligus pusat penelitian. Para ilmuwan dari berbagai latar belakang datang membawa manuskrip Yunani, Persia, hingga India untuk dipelajari bersama.

Namun mereka tidak berhenti sebagai penerjemah.

Mereka mengembangkan teori baru, menguji perhitungan, memperbaiki metode lama, lalu menghasilkan pengetahuan yang kemudian memengaruhi dunia modern.

Menurut Encyclopaedia Britannica dan UNESCO, perkembangan besar dalam matematika, astronomi, hingga kedokteran banyak terjadi pada era tersebut.

Dari Aljabar sampai Algoritma

Nama Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi mungkin tidak sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Namun jejak pemikirannya masih hidup di hampir semua teknologi modern.

Istilah “algoritma” berasal dari nama Al-Khwarizmi.

Sementara kata “aljabar” lahir dari judul bukunya, Al-Jabr wa’l-Muqabala.

Konsep-konsep itu kini menjadi dasar penting dalam dunia komputer, kecerdasan buatan, hingga teknologi digital yang digunakan miliaran orang setiap hari.

Sulit membayangkan dunia modern tanpa matematika.

Dan sulit pula memisahkan perkembangan matematika modern dari kontribusi ilmuwan Muslim pada masa itu.

Rumah Sakit Modern Ternyata Punya Akar dari Dunia Islam

Pada masa yang sama, dunia Islam juga mengalami kemajuan besar dalam bidang kedokteran.

Ibnu Sina menulis The Canon of Medicine, buku medis yang digunakan universitas-universitas Eropa selama berabad-abad.

Di dalamnya terdapat pembahasan tentang anatomi tubuh, diagnosis penyakit, hingga metode pengobatan yang pada zamannya dianggap sangat maju.

Sementara Al-Razi dikenal sebagai salah satu dokter pertama yang membedakan campak dan cacar secara ilmiah.

Di beberapa kota Islam, rumah sakit bahkan sudah memiliki bangsal terpisah, ruang perawatan khusus, hingga sistem pendidikan dokter.

World History Encyclopedia mencatat bahwa perkembangan rumah sakit publik modern banyak dipengaruhi sistem medis dunia Islam abad pertengahan.

Langit, Bintang, dan Rasa Ingin Tahu

Pada malam-malam tertentu, para astronom Muslim menghabiskan waktu mengamati langit dengan alat observasi sederhana.

Mereka menghitung posisi bintang, memperbaiki data astronomi kuno, lalu mencatatnya dengan sangat rinci.

Beberapa nama bintang yang masih digunakan sampai sekarang ternyata berasal dari bahasa Arab:

  • Altair,
  • Betelgeuse,
  • Aldebaran.

Pengetahuan astronomi itu kemudian membantu perkembangan navigasi laut dan pemetaan dunia.

Dan semua itu lahir dari rasa ingin tahu yang terus dipelihara selama berabad-abad.

Ketika Ilmu Pengetahuan Menjadi Bagian dari Peradaban

Banyak ilmuwan Muslim pada masa itu tidak melihat agama dan ilmu sebagai dua hal yang saling bertentangan.

Sebaliknya, mereka memandang pencarian ilmu sebagai bagian dari memahami ciptaan Tuhan.

Karena itu, perpustakaan dibangun. Observatorium didirikan. Diskusi ilmu berkembang hampir di berbagai pusat kota besar dunia Islam.

Hari ini, sebagian warisan itu mungkin tidak lagi terlihat secara fisik.

Namun pengaruhnya masih hidup.

Ia hadir dalam angka yang dipakai sehari-hari. Dalam teknologi digital. Dalam metode medis modern. Bahkan dalam cara manusia memahami ilmu pengetahuan.

Mengapa Sejarah Ini Jarang Dibicarakan?

Beberapa akademisi menilai sejarah sains modern lebih sering dimulai dari revolusi ilmiah Eropa.

Padahal sebelum masa itu, dunia Islam berperan besar menjaga, mengembangkan, sekaligus menyebarkan ilmu pengetahuan ke berbagai wilayah dunia.

Banyak manuskrip Arab diterjemahkan ke bahasa Latin dan kemudian dipelajari di universitas Eropa.

Dari sanalah sebagian fondasi ilmu modern berkembang lebih jauh.

Namun seiring perubahan politik dunia dan kolonialisme, kontribusi besar ilmuwan Muslim perlahan jarang muncul dalam percakapan populer.

Hari ini manusia hidup di tengah dunia digital, rumah sakit modern, dan teknologi canggih. Tetapi jauh sebelum semua itu berkembang, ada cahaya lampu minyak di ruang-ruang belajar dunia Islam — tempat para ilmuwan Muslim menulis, menghitung, dan diam-diam membantu membangun masa depan peradaban manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berbuat kebaikan secara diam-diam tanpa diketahui orang lain, menggambarkan konsep Amal Lupa Diri.

    Hikmah Amal Kecil: Yang Lupa Justru Diterima

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Amal Lupa Diri (amal yang terlupakan) terdengar sederhana, bahkan seolah tidak penting. Namun justru di situlah letak rahasianya. Dalam dunia yang gemar memamerkan kebaikan, konsep amal tersembunyi dan ikhlas tanpa riya terasa seperti barang langka. Padahal, Syekh Ibnu ‘Athoillah dalam Kitab al-Hikam telah mengingatkan bahwa tidak ada amal yang lebih diharapkan diterima […]

  • ilustrasi suasana tenang seseorang bermunajat menggambarkan mahabbah kepada Allah dalam tasawuf

    Inilah Cinta Sejati Menurut Sufi: Mahabbah kepada Allah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah kita bertanya dalam diam—apakah cinta kita kepada Allah sudah benar-benar tulus? Atau justru masih penuh harap pada balasan? Mahabbah kepada Allah bukan sekadar konsep dalam kitab tasawuf. Ia adalah cinta Ilahi yang hidup, berdenyut di hati, dan perlahan mengubah cara seseorang melihat dunia. Dalam pandangan para sufi, cinta kepada Allah bukan […]

  • Sambal tempoyak pedas asam khas Sumatera dalam mangkuk dengan cabai merah dan daun kunyit, tampilan menggugah selera

    Resep Sambal Tempoyak Viral, Pedas Asamnya Bikin Lupa Diet

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep sambal tempoyak kini kembali naik daun dan viral di berbagai platform. Sambal tempoyak, sambal durian fermentasi, serta olahan tempoyak khas Sumatera ini menghadirkan sensasi pedas asam yang unik dan bikin nagih. Tak hanya itu, banyak orang kini mencari cara membuat sambal tempoyak rumahan karena rasanya yang autentik dan cocok dipadukan dengan […]

  • modus ganjal ATM

    Modus Ganjal ATM di Tasikmalaya: Polisi Buru Pelaku yang Tukar Kartu Nasabah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kasus modus ganjal ATM di Tasikmalaya rugikan korban Rp21 juta. Polisi selidiki pola dan pelakunya. albadarpost.com, LENSA – Kesibukan pagi di pusat kota Tasikmalaya berubah menjadi kekhawatiran bagi seorang warga ketika saldo rekeningnya hilang setelah menjadi korban modus ganjal ATM. Kejadian ini menegaskan kembali celah keamanan yang masih menghantui layanan perbankan, terutama di gerai ATM […]

  • kompensasi pekerja tambang

    Dedi Mulyadi Pastikan Pekerja Tambang Bogor Terima Kompensasi Rp9 Juta dari Pemprov Jabar

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar beri kompensasi Rp9 juta bagi pekerja tambang Bogor terdampak penutupan tambang. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh pekerja tambang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang akan menerima kompensasi sebesar Rp9 juta per orang. Bantuan ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menata kembali sektor pertambangan agar lebih adil […]

  • Kendangers Tasikmalaya

    Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara puluhan kendang bersahut-sahutan memecah malam di Selasar Gedung Creative Centre Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026). Dentuman ritmis yang menggetarkan itu menjadi penanda lahirnya Kendangers Tasikmalaya, sebuah komunitas penabuh kendang yang kini menghimpun ratusan seniman dari wilayah Priangan Timur. Peluncuran komunitas pecinta kendang Sunda tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Gaung Kendang. […]

expand_less