Sorotan di BKPSDM: Wali Kota Tasikmalaya dan Momen Tak Biasa dengan Jurnalis
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Bale Kota Tasikmalaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di Aula BKPSDM Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026), awalnya berjalan seperti agenda kedinasan pada umumnya. Namun, di tengah deretan kursi dan kamera yang sudah bersiap, muncul satu momen kecil yang kemudian menyebar cepat di kalangan jurnalis: interaksi singkat antara Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan sejumlah wartawan di area tangga menuju aula.
Tidak ada suara tinggi. Tidak ada debat terbuka. Tetapi justru karena itu, momen tersebut menjadi bahan perbincangan setelah acara Penyerahan Keputusan Wali Kota tentang Pemberhentian dan Pemberian Pensiun PNS serta Kenaikan Pangkat Periode 1 Mei 2026 berlangsung.
Beberapa jurnalis yang berada di lokasi mengaku momen itu terjadi begitu cepat, nyaris seperti selingan di antara mobilitas tamu undangan yang naik ke ruang utama.
Interaksi Singkat di Tangga yang Memicu Tanda Tanya
Di titik tangga menuju aula, Wali Kota Tasikmalaya disebut melontarkan pertanyaan spontan kepada wartawan yang ikut bergerak naik bersama rombongan pejabat lainnya.
“Kenapa pada ikut naik,” ujar salah satu wartawan menirukan kembali ucapan tersebut saat ditemui di lokasi.
Kalimat itu terdengar ringan, tetapi cukup membuat beberapa jurnalis saling berpandangan. Sebab, dalam praktik peliputan pemerintahan, kehadiran wartawan dalam agenda penyerahan SK PNS biasanya tidak menjadi persoalan.
Seorang wartawan lain yang berada di lokasi mengatakan dirinya sempat berhenti sejenak karena tidak menyangka ada pertanyaan seperti itu dalam suasana acara resmi yang terbuka.
“Biasanya kalau kegiatan seperti ini, apalagi penyerahan SK dan kenaikan pangkat, kami bisa meliput seperti biasa,” ujarnya dengan nada datar.
Namun pada hari itu, situasi terasa sedikit berbeda dari biasanya.
Agenda BKPSDM Tetap Berjalan, Tapi Suasana Tak Sepenuhnya Biasa
Acara di Aula BKPSDM tetap berlangsung sesuai jadwal. Penyerahan SK pensiun dan kenaikan pangkat PNS dilakukan di hadapan jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Namun beberapa jurnalis mengaku atmosfer di awal kegiatan terasa lebih “terjaga” dibanding biasanya. Tidak ada penjelasan awal terkait pola peliputan, sehingga sebagian wartawan memilih mengikuti alur acara sambil menunggu kepastian teknis dari panitia.
Di sisi lain, tidak semua tamu undangan menyadari adanya momen kecil di tangga tersebut. Banyak yang tetap fokus pada agenda utama yang sedang berjalan.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan sebelum berangkat ke Tanah Suci, Sabtu (9/5/2026).
Wartawan Menunggu Kejelasan Pola Peliputan
Hingga acara berakhir, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait situasi singkat yang terjadi di tangga Aula BKPSDM itu.
Beberapa jurnalis menyebut, yang menjadi perhatian bukan sekadar kalimat yang terlontar, melainkan konteksnya dalam acara yang bersifat kedinasan dan rutin dilakukan pemerintah daerah.
“Ini kan agenda publik. Biasanya terbuka saja,” kata seorang wartawan senior yang sudah lama meliput di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.
Ia menambahkan, dalam banyak kasus serupa, kegiatan penyerahan SK ASN justru menjadi salah satu momen yang sering dijadikan rilis resmi pemerintah kepada media.
Menjelang Keberangkatan Haji, Sorotan Publik Menguat
Peristiwa ini ramai diperbincangkan karena terjadi beberapa hari sebelum Wali Kota Tasikmalaya berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah haji.
Momen itu pun memicu sorotan terhadap komunikasi publik dalam agenda pemerintahan yang melibatkan ASN dan media.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan lanjutan dari pihak terkait yang menjelaskan secara detail situasi di lapangan.
Ruang Publik, Media, dan Batas yang Kerap Kabur
Peristiwa kecil seperti ini kerap muncul di banyak daerah: bukan karena konflik besar, tetapi karena perbedaan persepsi mengenai ruang liputan dan keterbukaan agenda.
Di satu sisi, pemerintah daerah memiliki agenda protokoler yang padat dan terstruktur. Dan di sisi lain, media bekerja dengan prinsip keterbukaan informasi publik yang sudah menjadi bagian dari ekosistem pemerintahan modern.
Di titik inilah, momen singkat di tangga BKPSDM Tasikmalaya kemudian menemukan relevansinya di ruang publik.
Momen Kecil yang Menjadi Besar di Ruang Publik
Tidak semua peristiwa besar dimulai dari kejadian besar. Kadang hanya satu kalimat pendek di tangga gedung pemerintahan, lalu berkembang menjadi diskusi di ruang redaksi dan percakapan publik.
Di Tasikmalaya, momen itu terjadi di sela agenda rutin ASN. Tidak ada yang dramatis secara visual, tetapi cukup untuk meninggalkan tanda tanya yang belum sepenuhnya terjawab.
Dan seperti banyak peristiwa serupa, publik kini menunggu satu hal sederhana: penjelasan resmi yang bisa meredakan tafsir yang berkembang di lapangan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar