Bupati Cecep Tegaskan Peran Strategis Penyuluh KB untuk Selamatkan Generasi Muda
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., melantik dan mengukuhkan 24 orang pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya Periode 2025–2029, Kamis (07/05/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat pagi, tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Sejumlah tamu undangan mulai berdatangan sejak pagi dengan mengenakan pakaian formal. Di beberapa kursi bagian depan, para pengurus yang akan dilantik terlihat sesekali berbincang sambil merapikan berkas pelantikan.
Di lokasi itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melantik dan mengukuhkan 24 pengurus Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kabupaten Tasikmalaya periode 2025–2029.
Momentum tersebut langsung menarik perhatian karena berkaitan dengan penguatan peran penyuluh KB di tengah tantangan pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Dalam beberapa tahun terakhir, isu kualitas keluarga dan kesehatan anak memang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Cecep Sebut Penyuluh KB Punya Peran Strategis
Dalam sambutannya, Cecep menegaskan bahwa penyuluh keluarga berencana tidak sekadar menjalankan program administratif pemerintah. Menurutnya, mereka menjadi ujung tombak edukasi masyarakat hingga tingkat desa.
“Penyuluh KB memiliki peran strategis dalam pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Cecep.
Pernyataan itu membuat suasana ruangan mendadak lebih tenang. Beberapa peserta tampak mencatat pesan Bupati di buku kecil yang mereka pegang. Sementara sesekali terdengar suara kursi bergeser saat peserta mencatat arahan Bupati tersebut.
Ia menilai keberadaan penyuluh KB semakin penting karena mereka bersentuhan langsung dengan persoalan keluarga di lapangan. Mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan keluarga muda, hingga upaya menekan angka stunting.
Menurut Cecep, keberhasilan program keluarga berencana tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dari atas. Dibutuhkan pendekatan yang dekat dengan masyarakat agar program benar-benar berjalan efektif.
Pengurus Baru Diminta Perkuat Kolaborasi
Selain menyoroti peran penyuluh KB, Cecep juga meminta kepengurusan baru DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat keberhasilan program Bangga Kencana sekaligus memperkuat gerakan penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kolaborasi menjadi kunci. Program akan lebih kuat kalau semua unsur bergerak bersama,” katanya.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi penyuluh KB saat ini tidak ringan. Mereka harus mampu menghadapi perubahan pola hidup masyarakat, perkembangan informasi digital, hingga persoalan kesehatan keluarga yang semakin kompleks.
Karena itu, penguatan organisasi dinilai penting agar para penyuluh memiliki kapasitas dan jaringan kerja yang lebih solid.
Fokus pada Pembangunan Keluarga dan Generasi Masa Depan
Pelantikan pengurus IPeKB kali ini bukan hanya agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ingin mendorong gerakan pembangunan keluarga yang lebih nyata hingga tingkat akar rumput.
Sejumlah tamu undangan yang hadir terlihat menyimak jalannya kegiatan dengan serius. Sesekali terdengar tepuk tangan ketika Bupati menyinggung pentingnya menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Program pembangunan keluarga dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penyuluh KB diharapkan tidak hanya fokus pada sosialisasi program, tetapi juga mampu menjadi pendamping masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah tersebut dianggap relevan dengan kondisi saat ini, ketika isu stunting dan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian nasional.
Hadirkan Dukungan dari Berbagai Organisasi
Kegiatan pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya, Ketua DPD IPeKB Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ketua DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya, Ketua PC IBI Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Persatuan Ahli Gizi, Ketua Forum Pos PKB, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai organisasi itu memperlihatkan bahwa pembangunan keluarga tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh, dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap kepengurusan baru IPeKB mampu menghadirkan gerakan yang lebih aktif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah ancaman stunting dan tantangan sosial yang terus berubah, Tasikmalaya tampaknya sadar satu hal: masa depan daerah tidak dimulai dari gedung besar, tetapi dari keluarga yang kuat. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar