Frame of Garut Jadi Sorotan, Pameran Foto Ini Bikin Pesona Garut Makin Mendunia
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut Buka Pameran Foto "Frame of Garut", Dorong Potensi Pariwisata Melalui Seni Fotografi, Jumat (1/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pameran fotografi Frame of Garut resmi dibuka Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Lantai UG Ciplaz Garut, Jumat 1 Mei 2026. Ajang yang digelar dalam rangka hari jadi ke-6 Garut Photo Club (GPC) itu langsung mencuri perhatian karena menghadirkan puluhan karya visual yang menampilkan keindahan wisata Garut dari berbagai sudut.
Melalui pameran foto Garut tersebut, para fotografer lokal mencoba menghadirkan narasi baru tentang pesona alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Garut yang selama ini belum banyak terekspos secara maksimal.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai fotografi memiliki kekuatan besar dalam membangun citra daerah sekaligus menarik minat wisatawan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut mendukung penuh kegiatan kreatif yang mampu memperkenalkan potensi wisata Garut kepada publik lebih luas.
Fotografi Dinilai Jadi Senjata Baru Promosi Wisata Garut
Dalam sambutannya, Bupati Syakur menegaskan bahwa Garut memiliki banyak talenta kreatif yang mampu menghasilkan karya berkualitas.
Namun, menurutnya, potensi tersebut masih membutuhkan ruang agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dan wisatawan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Garut kini terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Karena itu, promosi visual melalui fotografi dinilai menjadi strategi yang sangat penting di era digital.
“Garut harus memiliki cerita dan narasi visual yang kuat tentang keindahannya,” ujar Syakur di hadapan peserta dan pengunjung pameran.
Menurutnya, wisatawan saat ini lebih tertarik datang ke suatu daerah setelah melihat visual yang menarik di media sosial maupun platform digital lainnya.
Selain itu, karya fotografi juga dinilai mampu menghadirkan emosi dan pengalaman yang lebih dekat dengan publik.
Karena itu, pemerintah berharap komunitas kreatif seperti Garut Photo Club terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam promosi daerah.
50 Karya Foto Tampilkan Sisi Garut yang Jarang Dilihat
Pameran Frame of Garut menampilkan 50 karya foto pilihan hasil bidikan anggota Garut Photo Club.
Foto-foto tersebut memotret berbagai sisi Garut mulai dari panorama alam, budaya lokal, aktivitas masyarakat, hingga sudut-sudut daerah yang jarang terekspos.
Tidak hanya menghadirkan keindahan visual, pameran ini juga mencoba memperlihatkan identitas Garut melalui pendekatan artistik dan humanis.
Pengunjung terlihat antusias menikmati setiap karya yang dipajang di area pameran.
Sebagian pengunjung bahkan mengaku baru mengetahui sejumlah lokasi wisata setelah melihat hasil foto para fotografer lokal.
Fenomena itu memperlihatkan bahwa fotografi kini bukan sekadar karya seni.
Lebih dari itu, fotografi telah berkembang menjadi media promosi yang mampu membangun rasa penasaran publik terhadap suatu daerah.
Penghormatan untuk Fotografer Legendaris Garut
Salah satu momen paling emosional dalam pameran ini hadir melalui penghormatan kepada mendiang Frans Liniart, fotografer legendaris Garut yang dikenal aktif mendokumentasikan kehidupan dan keindahan daerah tersebut selama bertahun-tahun.
Garut Photo Club menampilkan lima karya terbaik hasil jepretan almarhum sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya di dunia fotografi.
Koordinator GPC, Andreas, mengatakan sosok Frans Liniart memiliki kontribusi besar dalam perjalanan fotografi Garut.
Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan penghormatan khusus agar semangat dan karya beliau tetap hidup di tengah generasi muda.
Selain menjadi ajang apresiasi seni, pameran ini juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya dokumentasi visual dalam menjaga identitas daerah.
Kolaborasi Kreatif Dinilai Perkuat Ekonomi Daerah
Perayaan enam tahun Garut Photo Club tahun ini terasa berbeda karena digabungkan dengan agenda Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Selain menghadirkan karya seni visual, kegiatan ini juga mempertemukan komunitas kreatif, pelaku budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.
Banyak pihak menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak besar terhadap promosi wisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebab di era digital saat ini, kekuatan visual sering kali menjadi pintu pertama yang membuat wisatawan tertarik mengunjungi suatu daerah.
Karena itu, komunitas fotografi dinilai memiliki peran penting dalam membangun citra positif Garut di tingkat nasional maupun internasional.
Garut Tidak Hanya Indah, Tapi Punya Cerita
Pameran Frame of Garut menjadi bukti bahwa keindahan sebuah daerah tidak hanya lahir dari panorama alam.
Cerita, emosi, dan sudut pandang kreatif juga mampu membuat sebuah tempat terasa hidup di mata publik.
Lewat lensa kamera, Garut kini tidak hanya tampil sebagai kota wisata.
Tetapi juga sebagai daerah yang memiliki identitas visual kuat dan layak dikenal lebih luas oleh dunia.
Dan ketika sebuah daerah mulai mampu bercerita lewat gambar, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat keindahan—mereka datang untuk merasakan kisah di baliknya. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar