Dini Hari Mencekam di Garut, Korban Disekap Saat Perampok Gondol Mobil dan LPG
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Sancang membekuk dua tersangka di dua titik berbeda. Jumat(1/5/2026). (Foto :Kasat Reskrim Garut)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Perampokan Garut yang sempat bikin geger warga Karangpawitan akhirnya berhasil diungkap polisi. Aksi pencurian dengan kekerasan atau curas itu berlangsung brutal karena pelaku nekat menyekap korban sebelum membawa kabur mobil Mitsubishi L300 dan ratusan tabung gas LPG 3 kilogram.
Peristiwa tersebut terjadi di area PT Mustika Sagara Utama, Kampung Sukaraja, Desa Jatisari, Kecamatan Karangpawitan, Garut, sekitar pukul 01.00 WIB. Situasi dini hari yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya tanpa banyak diketahui warga sekitar.
Namun, pelarian para pelaku tidak berlangsung lama. Tim Sancang Satreskrim Polres Garut bergerak cepat hingga akhirnya berhasil menangkap dua tersangka di lokasi berbeda.
Pelaku Masuk dengan Memanjat Pagar Perusahaan
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko menjelaskan, para pelaku lebih dulu menyelinap masuk ke area perusahaan dengan memanjat pagar gerbang.
Sesudah berhasil masuk, mereka langsung menghampiri korban yang saat itu berada di lokasi. Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan golok agar tidak melakukan perlawanan.
Situasi berubah mencekam ketika korban diikat dan tidak bisa bergerak. Dalam kondisi tak berdaya, korban hanya mampu melihat para pelaku mengangkut barang-barang dari lokasi perusahaan.
Tidak hanya membawa satu unit Mitsubishi L300, para pelaku juga menggondol ratusan tabung gas LPG 3 kilogram yang tersimpan di gudang.
Akibat kejadian itu, perusahaan mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp100 juta.
Tim Sancang Bergerak Cepat Usai Olah TKP
Sesudah menerima laporan, Unit III Pidum Satreskrim Polres Garut yang tergabung dalam Tim Sancang langsung bergerak melakukan penyelidikan.
Polisi lebih dulu melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, lalu menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Dari hasil pengembangan tersebut, petugas mulai menemukan petunjuk penting terkait keberadaan pelaku.
Tim Sancang akhirnya berhasil membekuk dua tersangka di dua lokasi berbeda, yakni di sebuah rumah kontrakan wilayah Banyuresmi dan di Jalan Raya Samarang, Tarogong Kidul.
Kedua pelaku diketahui berinisial FM (27) dan AS (36). Keduanya merupakan warga Kabupaten Majalengka.
Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti. Polisi langsung membawa para tersangka ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Satu unit motor yang digunakan pelaku ikut di amankan, Jumat(1/5/2026). (Foto: Kasat Reskrim Garut).
Polisi Sita Mobil hingga Puluhan Tabung Gas
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan.
Barang bukti tersebut meliputi satu unit Mitsubishi L300, sepeda motor Yamaha Mio M3, sekitar 80 tabung gas LPG 3 kilogram, serta beberapa alat yang digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.
AKP Joko menegaskan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Polisi menduga masih ada kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi curas tersebut.
Selain itu, petugas juga masih memburu sisa barang bukti yang belum ditemukan.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujar AKP Joko, Jumat (1/5/2026).
Kasus Ini Jadi Peringatan untuk Pelaku Kejahatan
Polres Garut memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku pencurian dengan kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Apalagi, aksi para pelaku kali ini tergolong nekat karena dilakukan dengan ancaman senjata tajam dan penyekapan korban.
Kepolisian menilai kejahatan seperti ini berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani secara serius.
Karena itu, Tim Sancang disebut akan terus memperkuat patroli serta pengawasan terhadap tindak kriminal di wilayah Garut dan sekitarnya.
Selain mengungkap kasus, polisi juga mengimbau perusahaan maupun masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan, terutama saat malam hingga dini hari.
Penggunaan CCTV tambahan, penjagaan area gudang, serta sistem keamanan berlapis dinilai penting untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa pergerakan pelaku kriminal kini semakin mudah terlacak lewat kombinasi penyelidikan lapangan dan teknologi digital.
Dan bagi para pelaku kejahatan, pesan polisi sangat jelas: cepat atau lambat, pelarian mereka akan berakhir.
Tim Sancang sudah membuktikan, ruang gerak penjahat di Garut makin sempit. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar