Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Keringat Buruh dalam Islam: Hak, Kehormatan, dan Keadilan yang Sering Dilupakan

Keringat Buruh dalam Islam: Hak, Kehormatan, dan Keadilan yang Sering Dilupakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pembahasan tentang buruh menurut Islam kembali menarik perhatian di tengah meningkatnya isu kesejahteraan pekerja dan ketimpangan ekonomi. Dalam ajaran Islam, pekerja, buruh, dan pencari nafkah memiliki kedudukan yang mulia. Bahkan, Rasulullah SAW memberi perhatian besar terhadap hak tenaga kerja, keadilan upah, dan penghormatan terhadap orang yang bekerja keras demi keluarganya.

Islam tidak memandang kemuliaan manusia dari jabatan atau kekayaan. Sebaliknya, agama ini justru menghormati siapa pun yang mencari rezeki dengan cara halal.

Karena itu, seorang buruh yang bekerja dengan jujur memiliki nilai tinggi di hadapan Allah.

Islam Memuliakan Orang yang Bekerja

Dalam kehidupan modern, istilah buruh sering dipandang rendah oleh sebagian orang. Padahal, Islam mengajarkan bahwa bekerja adalah bentuk ibadah.

Rasulullah SAW bahkan pernah mencium tangan seorang sahabat pekerja kasar yang penuh luka karena bekerja keras.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

هَذِهِ يَدٌ يُحِبُّهَا اللهُ وَرَسُولُهُ
“Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai kerja keras dan perjuangan mencari nafkah halal.

Selain itu, Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk bekerja dan berusaha.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 105:

“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu.”

Ayat itu menegaskan bahwa pekerjaan bukan sekadar aktivitas dunia, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual manusia.

Upah Buruh Harus Adil dan Tepat Waktu

Salah satu ajaran Islam yang paling kuat tentang buruh adalah kewajiban membayar upah secara adil.

Rasulullah SAW bersabda:

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ”
“Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.”
(HR Ibnu Majah)

Hadis tersebut menjadi prinsip penting dalam hubungan antara pekerja dan pemberi kerja.

Islam melarang keras penindasan terhadap buruh, termasuk:

  • menahan gaji,
  • mengurangi hak pekerja,
  • atau memperlakukan pekerja secara tidak manusiawi.

Karena itu, keadilan ekonomi dalam Islam tidak hanya berbicara soal sedekah, tetapi juga tentang menghormati hak orang lain.

Dalam pandangan Islam, mengambil hak pekerja termasuk perbuatan zalim.

Buruh Bukan Simbol Kelemahan

Banyak orang hari ini mengejar jabatan tinggi, tetapi malu mengakui pekerjaan sederhana.

Padahal, para nabi juga bekerja.

Nabi Daud AS dikenal sebagai pandai besi. Nabi Musa AS pernah menjadi penggembala. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga pernah berdagang dan bekerja sejak muda.

Hal itu menunjukkan bahwa pekerjaan halal tidak pernah merendahkan manusia.

Sebaliknya, kemalasan dan ketergantungan kepada orang lain justru lebih dekat pada kehinaan.

Karena itu, Islam mengajarkan bahwa kemuliaan hidup lahir dari kejujuran dan kerja keras, bukan dari status sosial semata.

Islam Menolak Eksploitasi Pekerja

Di tengah perkembangan industri modern, isu eksploitasi buruh masih sering muncul.

Mulai dari jam kerja berlebihan, upah rendah, hingga perlakuan tidak adil masih menjadi persoalan di berbagai tempat.

Islam sejak awal sudah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak pekerja dan kepentingan perusahaan.

Karena itu, seorang pemimpin atau pemilik usaha wajib memperlakukan pekerja dengan manusiawi.

Dalam sebuah riwayat diceritakan:

إِخْوَتُكَ مَسْؤُوْلِيَّتُكَ””
“Saudara-saudaramu adalah tanggung jawabmu.”

Ajaran tersebut menunjukkan bahwa hubungan kerja dalam Islam bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga hubungan moral dan kemanusiaan.

Keringat Buruh Adalah Kehormatan

Hari Buruh sering diperingati dengan demonstrasi dan tuntutan kesejahteraan. Namun di balik itu semua, ada jutaan orang yang setiap hari berjuang demi keluarga mereka.

Mereka bangun pagi, bekerja dalam panas, menghadapi tekanan hidup, lalu pulang dengan harapan sederhana: keluarganya bisa makan dan hidup lebih baik.

Islam melihat perjuangan itu sebagai sesuatu yang mulia.

Karena itu, menghina pekerjaan orang lain sama saja merendahkan perjuangan hidup manusia.

Di mata Allah, bisa jadi seorang buruh yang jujur lebih mulia daripada orang kaya yang sombong.

Islam Mengajarkan Keadilan Sosial

Ajaran Islam tentang buruh sebenarnya sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Ketika dunia sibuk membahas hak pekerja, Islam sudah lebih dulu mengajarkan:

  • keadilan upah,
  • penghormatan tenaga kerja,
  • dan larangan menzalimi pekerja.

Karena itu, nilai-nilai Islam tidak hanya cocok untuk urusan ibadah, tetapi juga menjadi solusi sosial dalam kehidupan modern.

Jika prinsip Islam benar-benar diterapkan, hubungan antara pekerja dan perusahaan akan lebih manusiawi.

Dan ketika keadilan hadir dalam dunia kerja, kesejahteraan masyarakat akan ikut tumbuh.

Dalam Islam, tangan yang lelah karena bekerja halal jauh lebih mulia daripada tangan yang sibuk menghitung keuntungan sambil menzalimi orang lain. (Redaksi)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi kisah Nabi Yusuf dari sumur gelap hingga menjadi penguasa Mesir menurut Al-Qur'an

    Kisah Nabi Yusuf: Dari Sumur Gelap hingga Menguasai Mesir

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak ada yang menyangka bahwa seorang anak yang dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sendiri kelak akan menjadi pemimpin besar di Mesir. Kisah Nabi Yusuf, cerita Nabi Yusuf, serta perjalanan Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam sejarah Islam. Awalnya, Yusuf hanyalah seorang anak yang hidup dalam […]

  • Zidane Timnas Prancis

    Zidane Resmi Latih Prancis, Ujian Besarnya Baru Dimulai

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA– Zidane Timnas Prancis akhirnya bukan lagi sekadar wacana. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Timnas Prancis atau Les Bleus. Keputusan itu mengakhiri era panjang Didier Deschamps sekaligus membuka babak baru bagi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Namun, penunjukan ini bukan hanya soal pergantian pelatih. […]

  • Child Online Protection

    Internet Tak Lagi Aman untuk Anak? Ini Fakta dan Cara Cegahnya Sekarang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Child Online Protection atau Perlindungan Anak di Dunia Maya bukan lagi sekadar istilah teknis, melainkan kebutuhan mendesak di era digital. Perlindungan anak di internet, keamanan anak digital, hingga pencegahan kejahatan siber kini harus dipahami semua orang tua. Sebab, di balik layar gadget yang tampak aman, ancaman justru sering bergerak tanpa suara. Banyak […]

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Ramai dan Menggiurkan, Azis Gagap Bongkar Potensi Ekonomi Bonsai di Tasik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya langsung menyedot perhatian publik saat ratusan peserta memadati lokasi pameran. Event bonsai nasional ini bukan hanya soal estetika tanaman, tetapi juga membuka mata tentang potensi ekonomi bonsai yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejak hari pertama, suasana sudah terasa berbeda. Deretan bonsai dengan bentuk unik dan karakter […]

  • Nasi goreng kampung premium dengan udang besar dan plating elegan ala hotel bintang 5, tampilan mewah dan menggugah selera

    Nasi Goreng Kampung Jadi Mewah? Ini Rahasia Chef!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi goreng kampung premium kini jadi sorotan pecinta kuliner. Hidangan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan transformasi dari nasi goreng tradisional, nasi goreng rumahan, hingga nasi goreng ala hotel bintang 5. Menariknya, rasa khas tetap dipertahankan, sementara tampilan berubah lebih elegan. Awalnya, nasi goreng kampung dikenal sederhana dan cepat saji. Namun, kini […]

  • OJK program 3 juta rumah

    Kabar Baik untuk Pejuang Rumah: Aturan SLIK Diubah, KPR Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Punya rumah sering terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau. Banyak orang sudah menabung bertahun-tahun, tetapi gagal di tahap pengajuan KPR. Penyebabnya sering sama: riwayat kredit di SLIK. Namun kini, angin segar datang. OJK dukung akselerasi program 3 juta rumah dengan mulai menunjukkan perubahan nyata setelah aturan SLIK diperbarui. Sistem yang dulu […]

expand_less