Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Keringat Buruh dalam Islam: Hak, Kehormatan, dan Keadilan yang Sering Dilupakan

Keringat Buruh dalam Islam: Hak, Kehormatan, dan Keadilan yang Sering Dilupakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pembahasan tentang buruh menurut Islam kembali menarik perhatian di tengah meningkatnya isu kesejahteraan pekerja dan ketimpangan ekonomi. Dalam ajaran Islam, pekerja, buruh, dan pencari nafkah memiliki kedudukan yang mulia. Bahkan, Rasulullah SAW memberi perhatian besar terhadap hak tenaga kerja, keadilan upah, dan penghormatan terhadap orang yang bekerja keras demi keluarganya.

Islam tidak memandang kemuliaan manusia dari jabatan atau kekayaan. Sebaliknya, agama ini justru menghormati siapa pun yang mencari rezeki dengan cara halal.

Karena itu, seorang buruh yang bekerja dengan jujur memiliki nilai tinggi di hadapan Allah.

Islam Memuliakan Orang yang Bekerja

Dalam kehidupan modern, istilah buruh sering dipandang rendah oleh sebagian orang. Padahal, Islam mengajarkan bahwa bekerja adalah bentuk ibadah.

Rasulullah SAW bahkan pernah mencium tangan seorang sahabat pekerja kasar yang penuh luka karena bekerja keras.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

هَذِهِ يَدٌ يُحِبُّهَا اللهُ وَرَسُولُهُ
“Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.”

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai kerja keras dan perjuangan mencari nafkah halal.

Selain itu, Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk bekerja dan berusaha.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 105:

“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu.”

Ayat itu menegaskan bahwa pekerjaan bukan sekadar aktivitas dunia, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual manusia.

Upah Buruh Harus Adil dan Tepat Waktu

Salah satu ajaran Islam yang paling kuat tentang buruh adalah kewajiban membayar upah secara adil.

Rasulullah SAW bersabda:

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ”
“Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.”
(HR Ibnu Majah)

Hadis tersebut menjadi prinsip penting dalam hubungan antara pekerja dan pemberi kerja.

Islam melarang keras penindasan terhadap buruh, termasuk:

  • menahan gaji,
  • mengurangi hak pekerja,
  • atau memperlakukan pekerja secara tidak manusiawi.

Karena itu, keadilan ekonomi dalam Islam tidak hanya berbicara soal sedekah, tetapi juga tentang menghormati hak orang lain.

Dalam pandangan Islam, mengambil hak pekerja termasuk perbuatan zalim.

Buruh Bukan Simbol Kelemahan

Banyak orang hari ini mengejar jabatan tinggi, tetapi malu mengakui pekerjaan sederhana.

Padahal, para nabi juga bekerja.

Nabi Daud AS dikenal sebagai pandai besi. Nabi Musa AS pernah menjadi penggembala. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga pernah berdagang dan bekerja sejak muda.

Hal itu menunjukkan bahwa pekerjaan halal tidak pernah merendahkan manusia.

Sebaliknya, kemalasan dan ketergantungan kepada orang lain justru lebih dekat pada kehinaan.

Karena itu, Islam mengajarkan bahwa kemuliaan hidup lahir dari kejujuran dan kerja keras, bukan dari status sosial semata.

Islam Menolak Eksploitasi Pekerja

Di tengah perkembangan industri modern, isu eksploitasi buruh masih sering muncul.

Mulai dari jam kerja berlebihan, upah rendah, hingga perlakuan tidak adil masih menjadi persoalan di berbagai tempat.

Islam sejak awal sudah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak pekerja dan kepentingan perusahaan.

Karena itu, seorang pemimpin atau pemilik usaha wajib memperlakukan pekerja dengan manusiawi.

Dalam sebuah riwayat diceritakan:

إِخْوَتُكَ مَسْؤُوْلِيَّتُكَ””
“Saudara-saudaramu adalah tanggung jawabmu.”

Ajaran tersebut menunjukkan bahwa hubungan kerja dalam Islam bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga hubungan moral dan kemanusiaan.

Keringat Buruh Adalah Kehormatan

Hari Buruh sering diperingati dengan demonstrasi dan tuntutan kesejahteraan. Namun di balik itu semua, ada jutaan orang yang setiap hari berjuang demi keluarga mereka.

Mereka bangun pagi, bekerja dalam panas, menghadapi tekanan hidup, lalu pulang dengan harapan sederhana: keluarganya bisa makan dan hidup lebih baik.

Islam melihat perjuangan itu sebagai sesuatu yang mulia.

Karena itu, menghina pekerjaan orang lain sama saja merendahkan perjuangan hidup manusia.

Di mata Allah, bisa jadi seorang buruh yang jujur lebih mulia daripada orang kaya yang sombong.

Islam Mengajarkan Keadilan Sosial

Ajaran Islam tentang buruh sebenarnya sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Ketika dunia sibuk membahas hak pekerja, Islam sudah lebih dulu mengajarkan:

  • keadilan upah,
  • penghormatan tenaga kerja,
  • dan larangan menzalimi pekerja.

Karena itu, nilai-nilai Islam tidak hanya cocok untuk urusan ibadah, tetapi juga menjadi solusi sosial dalam kehidupan modern.

Jika prinsip Islam benar-benar diterapkan, hubungan antara pekerja dan perusahaan akan lebih manusiawi.

Dan ketika keadilan hadir dalam dunia kerja, kesejahteraan masyarakat akan ikut tumbuh.

Dalam Islam, tangan yang lelah karena bekerja halal jauh lebih mulia daripada tangan yang sibuk menghitung keuntungan sambil menzalimi orang lain. (Redaksi)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam peristiwa pengorbanan yang penuh keikhlasan kepada Allah SWT

    Kisah Nabi Ismail: Ujian Pengorbanan yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua ujian datang dalam bentuk kehilangan harta. Kadang, Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Kisah Nabi Ismail menjadi bukti bagaimana iman, cinta, dan pengorbanan bertemu dalam satu peristiwa yang membuat langit dan bumi menjadi saksi. Hingga hari ini, kisah pengorbanan Nabi Ismail masih terus dikenang jutaan umat Islam di […]

  • A400M Indonesia

    Indonesia Makin Kuat! A400M Kedua Resmi Hadir, Ini Dampaknya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kedatangan A400M Indonesia kembali menjadi sorotan setelah unit kedua resmi diterima. Pesawat angkut berat ini, atau dikenal juga sebagai pesawat militer A400M dan angkut udara strategis Indonesia, langsung memperkuat mobilitas nasional dalam berbagai skenario penting—baik militer maupun kemanusiaan. Pengumuman dari Airbus Defence menegaskan bahwa Indonesia kini semakin serius membangun kekuatan udara […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin rapat MBG dengan pembentukan 7 satgas dan pengawasan dapur via CCTV real-time

    Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi […]

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • judi online

    Tasikmalaya dan Lahirnya Gelombang Judi Online

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti ledakan judi online di Kabupaten Tasikmalaya sebagai bukti kegagalan literasi digital dan tekanan ekonomi yang tak kunjung teratasi. Luka Sunyi yang Muncul dari Layar Kecil albadarpost.com, EDITORIAL – Ledakan judi online di Tasikmalaya bukan semata perkara moral. Ini adalah cermin luka ekonomi yang jarang diakui pemerintah daerah, tetapi terasa dalam setiap rumah […]

  • kemiskinan ekstrem Lebak

    Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali muncul setelah seorang lansia dan anak ODGJ hidup tanpa bantuan pemerintah. Kemiskinan Ekstrem Lebak dan Kelalaian Pengawasan Negara albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali menjadi sorotan setelah seorang lansia dan putranya yang hidup dengan gangguan jiwa bertahan di gubuk rapuh tanpa dukungan negara. Kisah ini mencerminkan celah serius […]

expand_less