Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

Ratusan Botol Dihancurkan, Pesan Besarnya Lebih Keras dari Suara Pecahnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang melihat pemusnahan miras hanya sebagai kegiatan seremonial. Namun di Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya peristiwa ini menunjukkan makna yang jauh lebih dalam. Aksi penghancuran minuman keras atau penertiban alkohol ilegal ini bukan sekadar rutinitas aparat, melainkan pesan terbuka tentang arah masa depan sebuah wilayah.

Suara pecah botol terdengar keras.
Namun pesan yang dibawanya jauh lebih keras.

Karena yang sedang dijaga bukan hanya ketertiban, tetapi generasi.

Ketika Ulama dan Umaro Tidak Lagi Berjalan Sendiri

Senin, 27 April 2026, halaman Polsek Karangnunggal menjadi saksi. Ratusan botol minuman keras dimusnahkan di depan publik. Namun yang menarik bukan hanya jumlahnya.

Semua elemen hadir.

Aparat, pemerintah kecamatan, tokoh agama, hingga masyarakat berdiri dalam satu barisan. Ini bukan pemandangan yang selalu terjadi di setiap daerah.

Kapolsek Karangnunggal, AKP Jaja Hidayat, menegaskan bahwa perang melawan miras tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata.

Pernyataan itu tidak berhenti sebagai kata-kata.

Hari itu, semua pihak benar-benar hadir dan bertindak.

Simbol yang Sering Diremehkan

Sebagian orang mungkin menganggap pemusnahan botol hanya simbolik. Namun simbol memiliki kekuatan.

Saat botol dihancurkan di depan masyarakat, pesan itu menjadi nyata. Tidak lagi sekadar aturan tertulis, tetapi tindakan yang terlihat.

Camat Karangnunggal, Suherman, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari langkah serius menyiapkan generasi emas. Ia tidak berbicara tentang hari ini saja.

Ia berbicara tentang masa depan.

Karena miras bukan hanya soal pelanggaran hukum. Ia berkaitan langsung dengan rusaknya potensi generasi muda.

Antara Penegakan dan Harapan

Menariknya, suasana tidak berhenti pada penindakan. Ada sisi lain yang muncul.

Ketika Ketua MUI Kecamatan Karangnunggal, Zakaria Anshory, memimpin doa, suasana berubah. Ia tidak hanya mengutuk peredaran miras. Ia justru mendoakan para pelaku.

“Ya Allah, lembutkan hati mereka.”

Kalimat itu sederhana. Namun maknanya dalam.

Di sinilah terlihat bahwa pendekatan yang digunakan bukan hanya represif. Ada ruang untuk perubahan.

Kenapa Miras Selalu Jadi Masalah?

Pertanyaan ini penting.

Karena selama masih ada permintaan, peredaran akan terus terjadi. Miras tidak hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga soal budaya dan kebiasaan.

Namun Karangnunggal mencoba pendekatan berbeda. Mereka tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran.

Melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah dalam satu gerakan adalah langkah strategis.

Karena perubahan tidak bisa dipaksakan dari satu arah saja.

Mimpi Besar di Balik Aksi Kecil

Di balik pemusnahan ratusan botol, ada visi yang lebih besar. Camat Karangnunggal menyebut tentang peningkatan status wilayah.

Ini bukan hal kecil.

Sebuah daerah tidak bisa berkembang jika masalah sosial terus dibiarkan. Miras sering menjadi pintu masuk berbagai persoalan lain, mulai dari kriminalitas hingga kerusakan moral.

Karena itu, langkah ini bukan sekadar penertiban.

Ini bagian dari pembangunan.

Pelajaran yang Sering Terlewat

Banyak daerah melakukan razia. Banyak juga yang memusnahkan barang bukti. Namun tidak semua mampu membangun narasi bersama.

Karangnunggal menunjukkan satu hal penting:

Perubahan membutuhkan kebersamaan.

Ketika ulama dan umaro berada di jalur yang sama, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat. Masyarakat tidak lagi melihat ini sebagai kebijakan sepihak.

Mereka melihatnya sebagai gerakan bersama.

Lebih dari Sekadar Aksi

Pemusnahan miras di Karangnunggal bukan sekadar kegiatan rutin. Ia adalah simbol komitmen, kolaborasi, dan arah masa depan.

Dari suara pecah botol, muncul pesan yang jelas:
bahwa menjaga generasi tidak bisa ditunda.

Botolnya memang hancur hari itu.
Tapi yang ingin diselamatkan adalah masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Diskon Transportasi

    Pemerintah Berlakukan Diskon Transportasi untuk Dorong Mobilitas Nataru

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Pemerintah mengaktifkan Program Diskon Transportasi Nataru untuk mendorong mobilitas dan belanja akhir tahun. albadarpost.com, LENSA – Kebijakan Program Diskon Transportasi resmi berlaku untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah memulai penerapan program ini pada Jumat, 21 November 2025, sebagai langkah mendorong mobilitas masyarakat saat puncak perjalanan akhir tahun. Kebijakan ini dinilai penting […]

  • Truk Terguling Garut

    Truk Bermuatan 5 Ton Terguling di Garut

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Truk terguling Garut kembali terjadi di jalur selatan Kabupaten Garut. Sebuah truk Hino yang mengangkut sekitar 5 ton material bangunan mengalami kecelakaan di Tikungan Sumadra, Jalan Raya Cisandaan, Kampung Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Jumat (17/7/2026). Akibat insiden tersebut, material bangunan berhamburan ke badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat tersendat. […]

  • HMI Ciamis

    Bupati Ciamis Tegas Tolak Tambang, HMI Siap Dorong Ekonomi Hijau

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu lingkungan hidup menjadi sorotan utama dalam pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI Ciamis) beserta Korps HMI-Wati (KOHATI) dan Badan Pengelola Latihan (BPL) periode 2026–2027. Di tengah pembahasan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau Ciamis, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan sikap tegas: aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan tidak akan memperoleh izin […]

  • Motor Terbakar SPBU

    Diduga Korslet, Tiga Motor Terbakar di Area SPBU Karangnunggal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana SPBU di wilayah Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya mendadak panik ketika tiga sepeda motor tiba-tiba terbakar saat sedang antre mengisi bensin, Selasa (19/5/2026). Peristiwa motor terbakar SPBU itu memicu kepanikan pengunjung setelah api muncul cepat disertai asap hitam pekat yang langsung membumbung tinggi di area pengisian bahan bakar. Tiga motor yang terbakar […]

  • data pribadi guru online

    Hoaks Mengintai, Data Pribadi Guru Online Jadi Target

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gelombang hoaks yang menyasar guru kembali menunjukkan wajah aslinya: bukan sekadar informasi palsu, tetapi ancaman serius terhadap data pribadi guru online. Dalam beberapa pekan terakhir, beredar tautan pendaftaran bantuan, seleksi PPPK, hingga program insentif yang mencatut nama lembaga pendidikan resmi. Di balik tampilan yang meyakinkan, hoaks ini menyimpan risiko kebocoran data yang […]

  • Cermin Hati

    Cermin Hati Kotor, Mengapa Cahaya Allah Sulit Masuk?

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – “Barangkali Allah tidak pernah menjauh. Mungkin hati kita saja yang terlalu sesak.” Pernahkah Anda membersihkan layar ponsel karena merasa tampilannya mulai buram? Lalu, tanpa sadar, hati sendiri dibiarkan berdebu selama bertahun-tahun. Ironisnya, kita langsung panik ketika sinyal internet melemah. Namun, saat hubungan dengan Allah terasa hambar, kita sering menganggapnya sebagai hal biasa. […]

expand_less