Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lapas Tasikmalaya Cetak Barista, Kopinya Bersaing dengan Kafe

Lapas Tasikmalaya Cetak Barista, Kopinya Bersaing dengan Kafe

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi warga binaan dari Lapas Klas IIB Tasikmalaya kini mencuri perhatian. Produk yang juga dikenal sebagai kopi narapidana dan kopi hasil pembinaan lapas ini tidak hanya dikonsumsi internal, tetapi sudah menembus pasar luar, termasuk hotel di Tasikmalaya.

Fenomena ini muncul dari program Giat Bina Mandiri yang dijalankan secara serius. Program tersebut mengubah masa pidana menjadi masa produktif melalui pelatihan keterampilan berbasis industri, salah satunya barista kopi.

Di dalam ruang pelatihan, suara mesin espresso dan grinder terdengar bersahutan. Aroma kopi segar mengisi ruangan, menciptakan suasana yang tidak biasa untuk sebuah lembaga pemasyarakatan.

Dilatih dari Nol hingga Jadi Barista

Program ini tidak berjalan setengah-setengah. Warga binaan dilatih mulai dari dasar. Mereka belajar mengenali jenis biji kopi, teknik roasting, proses grinding, hingga kalibrasi mesin espresso.

Selain itu, mereka juga diajarkan teknik latte art yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Semua pelatihan dilakukan dengan pendampingan barista profesional yang rutin datang ke lapas.

Pelaksana Harian Kepala Lapas, Yadi Suryaman, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari perubahan paradigma pemasyarakatan.

“Di sini bukan hanya menjalani hukuman. Mereka belajar, berkarya, dan dipersiapkan untuk mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, hasil dari program ini sudah terlihat nyata. Produk kopi yang dihasilkan warga binaan kini mulai diterima pasar.

Kopi Haskana Tembus Hotel, Kualitas Diakui

Brand Gallery of Haskana menjadi wadah utama pemasaran produk kopi tersebut. Nama ini merupakan singkatan dari “Hasil Karya Narapidana”.

Kopi racikan warga binaan bahkan sudah masuk ke beberapa hotel di Tasikmalaya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk tidak bisa dipandang sebelah mata.

Seorang peserta pelatihan mengaku awalnya tidak memiliki pengalaman sama sekali di dunia kopi. Kini, ia mampu meracik espresso hingga membuat latte art dengan tangan yang lebih terampil.

“Dulu hidup saya pahit. Sekarang saya belajar bikin pahit yang enak,” katanya sambil tersenyum.

Pernyataan itu mencerminkan perubahan yang terjadi, bukan hanya pada keterampilan, tetapi juga pada cara pandang terhadap masa depan.

Pemerintah Dorong Naik Kelas dan Perluas Pasar

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, turut mencicipi langsung kopi hasil racikan warga binaan. Ia mengapresiasi kualitas produk tersebut.

“Rasanya tidak kalah dengan coffee shop. Ini bukti bahwa pembinaan berjalan efektif,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar produk kopi ini naik kelas. Menurutnya, penguatan branding, kemasan, dan jalur pemasaran menjadi langkah penting agar produk bisa bersaing lebih luas.

“Pemkot siap membantu. Publik harus tahu bahwa karya warga binaan memiliki kualitas,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Kopi, Ini Tentang Kesempatan Kedua

Program ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membuka peluang baru bagi warga binaan. Mereka tidak lagi hanya menunggu masa bebas, tetapi mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya.

Keterampilan yang diperoleh menjadi bekal nyata. Dengan kemampuan tersebut, mereka memiliki peluang untuk bekerja atau membuka usaha sendiri.

Selain itu, program ini juga mengubah persepsi masyarakat. Warga binaan tidak lagi dilihat hanya dari masa lalunya, tetapi juga dari potensi yang dimiliki.

Gallery of Haskana Jadi Simbol Perubahan

Kini, kopi warga binaan dari Gallery of Haskana tidak hanya menjadi produk, tetapi juga simbol perubahan. Dari biji kopi, lahir cerita baru tentang harapan dan kesempatan kedua.

Di balik tembok lapas, proses itu berlangsung perlahan. Setiap cangkir kopi yang disajikan membawa pesan bahwa perubahan selalu mungkin terjadi.

Program Giat Bina Mandiri di Lapas Tasikmalaya menunjukkan bahwa pembinaan dapat menghasilkan dampak nyata. Melalui pelatihan barista, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga membangun masa depan.

Kopi yang mereka racik kini telah menembus pasar, bahkan masuk ke hotel. Hal ini menjadi bukti bahwa kesempatan kedua dapat diwujudkan melalui pembinaan yang tepat.

Dari dalam lapas, aroma kopi itu terus mengepul—membawa harapan yang perlahan tumbuh. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bata Plastik Daur Ulang

    Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang […]

  • Pembatal Wudhu

    Banyak yang Belum Tahu, 4 Hal Ini Bisa Membatalkan Wudhu Tanpa Disadari

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pembatal wudhu menjadi salah satu perkara fikih yang sering dianggap sederhana, padahal dampaknya sangat besar terhadap sah atau tidaknya ibadah. Banyak orang memahami tata cara berwudhu sejak kecil, tetapi tidak sedikit yang masih bingung mengenai hal-hal yang membuat wudhu batal. Di teras sebuah masjid menjelang Magrib, misalnya, beberapa jamaah tampak mengantre di […]

  • Skema swakelola pengadaan barang dan jasa pemerintah

    Swakelola PBJ: Efisiensi yang Butuh Integritas

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Swakelola pengadaan pemerintah kembali menjadi topik krusial dalam diskursus tata kelola keuangan negara. Skema pengadaan swakelola atau pengadaan barang dan jasa secara swakelola ini kerap dipromosikan sebagai solusi efisiensi anggaran sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Namun, di balik fleksibilitasnya, swakelola menyimpan tantangan serius yang menuntut integritas tinggi dan pengawasan ketat agar tidak berubah […]

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

  • korban love scam

    Korban Love Scam Kehilangan Rp2,1 Miliar, Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kasus korban love scam Rp2,1 miliar asal Surabaya mandek setahun. Pelaku dan istrinya masih buron. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang korban love scam asal Surabaya berinisial WS kembali menyuarakan tuntutan keadilan setelah kehilangan uang Rp2,1 miliar. Setahun sejak laporan dibuat, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat belum menemukan terduga pelaku, yakni pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien […]

  • guru digantikan AI

    Apakah AI Akan Menggantikan Guru? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru digantikan AI semakin sering muncul dalam diskusi tentang masa depan pendidikan. Seiring berkembangnya artificial intelligence, banyak orang mulai bertanya apakah peran guru di era AI masih diperlukan. Namun di balik kekhawatiran tersebut, terdapat fakta penting tentang guru di era artificial intelligence yang justru jarang dibahas. Teknologi AI memang berkembang sangat […]

expand_less