Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tak Sekadar Seremonial, HKB 2026 di Tasikmalaya Diisi Aksi Lapangan

Tak Sekadar Seremonial, HKB 2026 di Tasikmalaya Diisi Aksi Lapangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bersih sungai Tasikmalaya menjadi aksi nyata dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan yang juga dikenal sebagai aksi bersih sungai dan pembersihan saluran air ini digelar di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Minggu (26/4/2026), saat ancaman genangan masih kerap muncul di sejumlah titik kota.

Sejak pagi, ratusan orang sudah berkumpul di bantaran sungai. Mereka datang dari berbagai unsur—mulai dari aparat pemerintah, TNI-Polri, relawan, hingga warga sekitar. Tanpa banyak seremoni, mereka langsung turun ke aliran sungai yang tampak keruh, mengangkat sampah plastik, mengeruk lumpur, dan membuka aliran air yang tersumbat.

Di beberapa titik, bau tidak sedap masih terasa. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkah peserta. Aktivitas berlangsung cepat, saling bergantian, dan penuh koordinasi.

Pemkot Tegaskan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Agenda Tahunan

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menekankan bahwa peringatan HKB harus menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. Ia memimpin apel di Gedung Tasmalia sebelum kegiatan dimulai.

“Harus ada aksi konkret. Masyarakat perlu merasakan manfaatnya, salah satunya melalui pembersihan saluran air,” ujarnya.

Ia melihat persoalan banjir tidak bisa dilepaskan dari kondisi drainase dan sungai. Karena itu, upaya pembersihan seperti ini menjadi bagian penting dari strategi pencegahan.

Selain fokus pada musim hujan, pemerintah kota juga mulai mengantisipasi musim kemarau. Distribusi air bersih, optimalisasi SPAM, serta pemanfaatan embung dan jaringan air terus diperkuat agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.

Data Bencana Jadi Dasar Aksi Lapangan

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyebut HKB 2026 mengusung tema “Siap untuk Selamat. Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana.”

Tema tersebut tidak dipilih tanpa alasan. Sepanjang 2025, Tasikmalaya mencatat 19 kejadian longsor, 42 cuaca ekstrem, dan 6 kejadian banjir. Meski sebagian besar berupa genangan, dampaknya tetap dirasakan warga.

Menurut Hanafi, banyak genangan terjadi karena aliran air tidak berjalan optimal. Sampah rumah tangga dan sedimentasi menjadi penyebab utama.

Karena itu, bersih sungai Tasikmalaya tidak hanya bersifat simbolik. Kegiatan ini langsung menyasar akar masalah yang selama ini berulang setiap musim hujan.

bersih sungai Tasikmalaya

Pemkot Tasik Gelar Aksi Bersih Sungai di Tugujaya Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Minggu (26/4/2026).

Tugujaya Jadi Titik Fokus karena Rawan Genangan

Kelurahan Tugujaya dipilih sebagai lokasi utama karena tingkat kerawanannya cukup tinggi. Di sisi lain, partisipasi warga di wilayah ini tergolong aktif.

Kombinasi itu dinilai penting. Ketika masyarakat terlibat, upaya mitigasi menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

Seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku sudah sering melihat air meluap saat hujan deras. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

“Kalau saluran bersih, air biasanya cepat surut. Tapi kalau tersumbat, genangan bisa lama,” ujarnya singkat di sela kegiatan.

Edukasi dan Aksi Akan Terus Dilanjutkan

BPBD memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan. Selain aksi lapangan, edukasi kebencanaan juga akan diperluas melalui simulasi dan pelatihan di tingkat masyarakat.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena langsung menyentuh kebiasaan sehari-hari warga. Kesadaran tidak dibangun lewat imbauan semata, tetapi melalui keterlibatan langsung.

Dengan cara itu, kesiapsiagaan diharapkan tumbuh secara alami, mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Mitigasi Dimulai dari Hal Sederhana

Aksi ini menunjukkan bahwa penanganan risiko bencana tidak selalu harus menunggu skala besar. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan sungai dapat memberi dampak nyata.

Melalui momentum HKB 2026, Tasikmalaya menegaskan satu hal: pencegahan selalu lebih efektif daripada penanganan.

Jika kolaborasi seperti ini terus terjaga, potensi banjir bisa ditekan, dan masyarakat akan semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penolakan Visa Atlet Israel

    Penolakan Visa Atlet Israel: Indonesia Dapat Dukungan FIG, Siap Hadapi Gugatan ke CAS

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    FIG mendukung Indonesia atas penolakan visa atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025, meski digugat ke CAS oleh Federasi Israel. Indonesia Tegas Tolak Visa Atlet Israel albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Indonesia menegaskan sikapnya menolak penerbitan visa bagi enam atlet asal Israel yang dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta pada 19–25 Oktober mendatang. […]

  • Peta Kekuatan Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Lahirkan Raja Baru Sepak Bola

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 mulai menunjukkan perubahan yang sulit diabaikan. Babak 16 Besar tidak hanya menghadirkan persaingan menuju perempat final, tetapi juga memperlihatkan bergesernya pusat kekuatan sepak bola dunia. Jika selama puluhan tahun panggung utama didominasi negara-negara Eropa dan Amerika Selatan, kini Afrika, kawasan CONCACAF, serta sejumlah tim nontradisional tampil sebagai […]

  • Dinas Baru Bogor

    Pemkab Bogor Bentuk Dinas Baru

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Pemkab Bogor membentuk dua dinas baru untuk memperkuat layanan publik dan penataan tata ruang sejak 2026. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Bogor mengawali tahun 2026 dengan langkah penataan birokrasi. Dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru resmi dibentuk dan mulai beroperasi. Kebijakan ini tidak sekadar perubahan struktur organisasi, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan layanan […]

  • Gerakan Indonesia Asri

    Gerakan Indonesia Asri: Ini Aksi Nyata Polres Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Indonesia Asri kembali menunjukkan dampak nyata di ruang publik. Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, ratusan personel Polres Tasikmalaya turun langsung membersihkan Alun-Alun Singaparna sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan bersama. Aksi sosial yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, itu menjadi bagian dari upaya […]

  • Indonesia U-17 vs Qatar

    Malam Penentuan! Timnas U-17 Tantang Qatar di Jeddah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Qatar U-17 pada laga penting fase grup Piala Asia U-17 2026, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Duel Indonesia U-17 vs Qatar diprediksi berlangsung panas karena kedua tim sama-sama memburu poin penting demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Lampu stadion King Abdullah Sports City Training Stadium […]

  • Ilustrasi guru madrasah swasta mengajar di kelas terkait polemik guru madrasah PPPK 2026 yang terbentur aturan UU ASN.

    Harapan Jadi PPPK 2026 Pupus: Guru Madrasah Swasta di Persimpangan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru madrasah PPPK 2026 mendadak menjadi perhatian nasional setelah rencana pengangkatan ratusan ribu guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menghadapi hambatan regulasi. Harapan tersebut sebelumnya muncul ketika pemerintah membahas kemungkinan formasi bagi tenaga pendidik madrasah. Namun kini, nasib guru madrasah PPPK 2026 berada di titik yang tidak […]

expand_less