Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » HUT Persit ke-80 Berbeda: Tanam Pohon, Tanam Masa Depan

HUT Persit ke-80 Berbeda: Tanam Pohon, Tanam Masa Depan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persit tanam pohon menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-80 tahun ini. Gerakan ini menghadirkan makna baru, jauh dari seremoni kaku. Aksi nyata seperti penanaman pohon, penghijauan, dan kepedulian lingkungan justru menjadi inti perayaan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Persit tanam pohon bukan sekadar simbolik, tetapi strategi berkelanjutan untuk masa depan.

Jumat (17/4/2026), jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Koorcab Korem 062/PD III Siliwangi turun langsung ke lapangan. Mereka tidak datang untuk seremoni, melainkan membawa semangat perubahan. Dipimpin Ketua Persit KCK Ny. Rima Imvan Ibrahim, kegiatan ini menjadi bukti bahwa aksi sederhana mampu memberi dampak panjang.

Gerakan Nyata: Dari Tanah Basah Tumbuh Harapan

Alih-alih hanya merayakan, Persit memilih menanam berbagai jenis pohon produktif. Mangga kiojay, matoa, jambu kristal, jambu citra merah, hingga jambu madu delima ditanam secara bertahap. Pilihan ini bukan kebetulan.

Setiap pohon memiliki manfaat ganda. Di satu sisi, tanaman tersebut membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Di sisi lain, hasil buahnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga. Dengan demikian, gerakan ini langsung menyentuh dua aspek penting sekaligus: ekologi dan ketahanan pangan.

Selain itu, suasana kebersamaan terlihat begitu kuat. Para anggota Persit bekerja bersama, saling membantu, dan berbagi peran. Tangan yang biasanya sibuk dengan aktivitas organisasi kini menyatu dengan tanah. Momentum ini memperkuat nilai gotong royong yang menjadi identitas bangsa.

Perempuan Persit: Dari Pendamping Jadi Penggerak

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran penting perempuan dalam perubahan sosial. Persit tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping. Sebaliknya, mereka tampil sebagai penggerak utama yang membawa dampak nyata.

Ketua Persit KCK Cabang XXIII menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk cinta terhadap lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa menanam pohon hari ini sama dengan menyiapkan masa depan generasi berikutnya.

Dengan langkah ini, Persit menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari program besar. Justru, aksi kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menciptakan efek jangka panjang.

HUT ke-80: Momentum Menanam Masa Depan

Perayaan HUT ke-80 Persit menjadi refleksi penting. Usia organisasi yang semakin matang justru diiringi dengan semangat baru yang lebih relevan. Tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang berdampak langsung.

Penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen jangka panjang. Setiap bibit yang ditanam membawa harapan baru. Seiring waktu, pohon-pohon tersebut akan tumbuh, memberikan manfaat, dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Lebih dari itu, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi. Menjaga lingkungan tidak harus menunggu kebijakan besar. Sebaliknya, setiap individu bisa memulai dari langkah sederhana seperti menanam pohon di sekitar rumah.

Dari Satu Pohon, Tumbuh Perubahan Besar

Pada akhirnya, aksi Persit tanam pohon bukan sekadar kegiatan perayaan. Gerakan ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Selain itu, langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan.

Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak, Persit berhasil menghadirkan makna baru dalam perayaan ulang tahun organisasi. Mereka tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menanam harapan.

Karena itu, satu pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman. Pohon tersebut adalah simbol kehidupan, keberlanjutan, dan masa depan yang lebih baik. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi guru madrasah swasta mengajar di kelas terkait polemik guru madrasah PPPK 2026 yang terbentur aturan UU ASN.

    Harapan Jadi PPPK 2026 Pupus: Guru Madrasah Swasta di Persimpangan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru madrasah PPPK 2026 mendadak menjadi perhatian nasional setelah rencana pengangkatan ratusan ribu guru madrasah swasta sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menghadapi hambatan regulasi. Harapan tersebut sebelumnya muncul ketika pemerintah membahas kemungkinan formasi bagi tenaga pendidik madrasah. Namun kini, nasib guru madrasah PPPK 2026 berada di titik yang tidak […]

  • peran pesantren

    Pesantren Kini Tak Lagi Hanya Mengajar Agama

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pesantren selama ini dikenal sebagai tempat belajar agama. Namun, peran pesantren di tengah masyarakat jauh lebih besar. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan pusat pembinaan umat kini menjadi kekuatan penting yang membentuk karakter, menjaga budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Di banyak daerah, pesantren tidak hanya mencetak santri yang memahami ilmu agama. Sebaliknya, […]

  • inovasi ASN Tasikmalaya

    3 Inovasi ASN Tasikmalaya yang Bikin BKN Terkesan, Bisa Ditiru Nasional!

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pujian terhadap inovasi ASN Kabupaten Tasikmalaya kembali menguat. Dalam kunjungan kerja terbaru, inovasi pelayanan publik Tasikmalaya dan terobosan ASN daerah ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai sejumlah program yang dijalankan pemerintah daerah layak direplikasi secara nasional karena terbukti berdampak nyata bagi masyarakat. Momentum […]

  • Pantai Pasir Putih Pangandaran

    Status Pantai Pasir Putih Pangandaran Diusulkan Jadi Kawasan Wisata Alam

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Usulan perubahan status Pantai Pasir Putih Pangandaran dari cagar alam jadi kawasan wisata alam berkelanjutan. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah daerah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran tengah mengkaji perubahan status Pantai Pasir Putih Pangandaran dari kawasan cagar alam menjadi kawasan wisata alam. Langkah ini diambil sebagai upaya menyesuaikan antara aturan konservasi dan realitas […]

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya di Jalan Mohammad Hatta yang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya dan pusat peringatan Hari Koperasi Nasional.

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

expand_less