Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara
- account_circle redaktur
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026.
Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini.
Kontestasi ini bukan sekadar perebutan jabatan. Taruhannya lebih besar: arah masa depan PPP di Tasikmalaya lima tahun ke depan.
Namun di tengah tensi yang terus naik, sinyal peringatan justru datang dari tokoh senior partai, Otong Koswara.
Nada bicaranya tak lagi sekadar imbauan—melainkan peringatan keras.
“Jangan sampai kita kehilangan jati diri hanya karena kompetisi. Politik boleh dinamis, tapi adab harus tetap dijaga,” tegasnya.
Aroma Konflik Mulai Terasa
Di balik kontestasi kandidat, dinamika internal PPP Tasikmalaya ternyata tidak sedang baik-baik saja.
Pergantian kepengurusan di sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC), seperti di Indihiang dan Cipedes, memicu polemik di kalangan kader.
Keputusan yang disebut berasal dari DPW PPP Jawa Barat pada Maret 2026 itu kini jadi bahan perbincangan serius. Bukan hanya soal struktur, tapi juga soal arah dukungan politik di Muscab nanti.
Situasi ini jelas bukan sinyal biasa.
Ada yang mulai bergeser. Dan sebagian kader mulai membaca arah angin.
Pertarungan Sesungguhnya Ada di Akar Rumput
Dalam Muscab PPP, peta kekuatan tidak ditentukan di permukaan—melainkan di tingkat PAC.
Di sinilah pertarungan sebenarnya berlangsung.
Siapa yang menguasai dukungan PAC, hampir bisa dipastikan mengunci peluang menang.
Tak heran jika dalam beberapa pekan terakhir, manuver politik di tingkat bawah mulai terasa lebih intens. Konsolidasi berjalan senyap, tapi menentukan.
“Menang Jangan Sampai Kehilangan Persaudaraan”
Otong Koswara tampaknya membaca situasi ini dengan jernih.
Ia mengingatkan bahwa kemenangan politik tidak boleh dibayar mahal dengan rusaknya soliditas partai.
Pesannya sederhana, tapi dalam.
“Jangan sampai kita menang dalam proses, tapi justru kehilangan persaudaraan,” ujarnya.
Kalimat ini seperti menyentil semua pihak yang terlibat dalam kontestasi.
Karena jika konflik tak terkendali, dampaknya bukan hanya pada hasil Muscab—tapi bisa menjalar ke kekuatan PPP di masa depan.
Taruhan Besar: Masa Depan PPP Tasikmalaya
Muscab kali ini bukan agenda rutin biasa. Ini momentum krusial.
Jika soliditas terjaga, PPP bisa bangkit dan kembali kompetitif di panggung politik lokal.
Sebaliknya, jika konflik internal dibiarkan membesar, bukan tak mungkin berdampak pada melemahnya posisi partai dalam kontestasi politik mendatang.
Publik Tasikmalaya pun kini ikut menaruh perhatian.
Karena stabilitas partai politik, pada akhirnya, akan berpengaruh pada arah kebijakan dan dinamika kepemimpinan di daerah.
Tinggal hitungan hari menuju Muscab.
Pertanyaannya:
Apakah PPP Tasikmalaya akan keluar sebagai partai yang lebih solid… atau justru meninggalkan luka baru di internalnya?
Semua akan terjawab pada 18 April 2026. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar