Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Uya Kuya Kecewa Merasa Dikhianati Teman Sendiri di Tengah Badai Hujatan Netizen

Uya Kuya Kecewa Merasa Dikhianati Teman Sendiri di Tengah Badai Hujatan Netizen

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Uya Kuya kecewa karena merasa dikhianati teman sendiri saat dihujat netizen dan rumahnya dijarah.

Uya Kuya Ungkap Kekecewaan Usai Dikhianati Teman Sendiri

albadarpost.com, HUMANIORA – Artis sekaligus anggota DPR Uya Kuya mengaku kecewa dan terluka secara emosional setelah merasa dikhianati oleh orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat. Kekecewaan itu muncul di tengah badai hujatan netizen terhadap dirinya pasca-viral aksi joget di DPR yang menuai kritik publik hingga berujung pada peristiwa penjarahan rumah pribadinya pada Agustus 2025.

Dalam wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo yang tayang Rabu (5/11/2025), Uya Kuya dikhianati menjadi sorotan publik setelah secara terbuka ia mengungkap perasaan kecewa terhadap sikap sejumlah orang terdekat. “Gue ngerti kalau teman-teman gue saat itu memilih diam. Karena siapa pun yang membela gue diserang. Tapi yang bikin gue kecewa, justru orang yang kenal dan tahu gue malah ikut menghujat,” kata Uya.

Pengakuan itu menjadi titik terang dari sisi emosional seorang publik figur yang harus menghadapi tekanan ganda—baik dari publik maupun lingkar sosial terdekat. Dalam potongan video tersebut, Uya terlihat menahan emosi ketika bercerita bagaimana orang-orang yang selama ini ia bantu justru ikut menambah beban mentalnya di tengah krisis reputasi yang ia hadapi.


Hujatan di Media Sosial dan Luka Pengkhianatan

Kasus Uya Kuya dikhianati bermula dari viralnya potongan video dirinya berjoget di gedung DPR. Aksi itu dianggap tidak pantas oleh sebagian publik karena dilakukan saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Ledakan kritik di media sosial membuat nama Uya masuk dalam pusaran perbincangan nasional.

Namun, bukan hanya netizen anonim yang menyerangnya. Uya mengaku menemukan sejumlah kenalan, bahkan teman dekatnya, ikut memberikan komentar negatif di kolom komentar akun orang lain. “Ikut menyerang, tapi bukan di akun gue. Mereka numpang di akun orang lain, tapi kalau ketemu di depan malah bersikap baik,” ungkapnya.

Uya menyebut, beberapa di antara mereka bahkan berpura-pura memberikan simpati secara langsung. “Pas di depan gue bilang turut prihatin, tapi di luar ngomong jelek. Bahkan ada orang di Amerika yang pernah gue bantu juga, malah ikut provokasi, nyuruh publik serang rumah gue,” ucapnya dengan nada kecewa.

Baca juga: MKD Putuskan Uya Kuya Tak Langgar Etik, Kembali Aktif di DPR

Pernyataan ini menyingkap sisi rapuh seorang figur publik yang tak hanya harus menghadapi badai opini, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap lingkaran sosialnya sendiri. Di tengah situasi yang semakin panas, rumah pribadinya pun menjadi sasaran amarah publik hingga terjadi peristiwa penjarahan yang merugikan secara material maupun psikologis.


Uya Kuya dan Fenomena Tekanan Sosial di Era Digital

Fenomena Uya Kuya dikhianati tidak sekadar menjadi kisah pribadi seorang selebritas, tetapi juga mencerminkan bagaimana tekanan sosial di era digital bisa mengubah dinamika hubungan antarmanusia. Di media sosial, batas antara kritik dan kebencian sering kali kabur, membuat siapa pun rentan menjadi sasaran empati semu atau pengkhianatan terselubung.

Uya Kuya menilai, sebagian orang di lingkungannya memilih berpihak pada arus besar opini publik demi citra sosial. “Gue ngerti, mungkin mereka takut diserang netizen juga. Tapi bukan berarti lo harus ikut nyerang teman sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sikap diam lebih terhormat daripada ikut memperkeruh suasana. Dalam konteks ini, pernyataan Uya seolah menjadi refleksi bagi banyak publik figur yang kerap menghadapi dilema serupa: antara menjaga reputasi dan mempertahankan hubungan sosial yang tulus.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa dunia digital dapat mempercepat penyebaran opini tanpa memberi ruang bagi klarifikasi. Seseorang bisa dijatuhkan bukan karena kesalahannya semata, tetapi karena persepsi publik yang dibangun secara kolektif dan emosional.


Upaya Bangkit dan Pesan Moral Uya Kuya

Meski kecewa, Uya mengaku memilih untuk tidak menyimpan dendam terhadap mereka yang telah menyakitinya. Ia lebih fokus pada proses introspeksi dan pemulihan nama baik. “Gue tetap jalanin hidup, fokus kerja, dan gak mau larut dalam drama,” katanya menutup wawancara.

Sikapnya mencerminkan upaya untuk menanggapi krisis dengan kedewasaan emosional. Dalam beberapa unggahan terbarunya, Uya juga terlihat mulai kembali aktif menjalankan kegiatan sosial dan keartisan.

Bagi publik, kisah Uya Kuya dikhianati menjadi potret nyata betapa tipisnya garis antara dukungan dan pengkhianatan di tengah arus deras opini digital. Dalam dunia yang serba terhubung, empati nyata kini terasa semakin langka dibandingkan validasi semu di layar kaca media sosial.

Uya Kuya kecewa dikhianati teman sendiri di tengah badai hujatan netizen dan kasus penjarahan rumah pribadinya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haji 2026

    Haji 2026 Berakhir, Ujian Negara Baru Dimulai

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Haji 2026 telah berakhir. Jutaan jemaah kembali ke Tanah Air membawa pengalaman spiritual yang mendalam. Namun, bagi negara, musim haji seharusnya bukan garis finis. Sebaliknya, inilah saat paling tepat membuka ruang audit kebijakan. Sebab, penyelenggaraan Haji 2026 bukan sekadar ibadah massal, melainkan salah satu layanan publik terbesar sekaligus pengelolaan dana umat dengan […]

  • Pelaku UMKM Kota Tasikmalaya mengikuti program pendampingan usaha untuk meningkatkan daya saing dan pemasaran digital.

    UMKM Tasikmalaya yang Aktif di Medsos Berpeluang Ikut Program Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang bagi pelaku UMKM Kota Tasikmalaya untuk berkembang semakin terbuka. Program UMKM Naik Kelas resmi hadir sebagai upaya mendorong usaha kecil agar lebih kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Program pendampingan usaha tersebut digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Koperasi, […]

  • Dunia Adalah Ujian

    Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Dunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat […]

  • anggaran Rutilahu APBD

    Anggaran Rutilahu APBD Bandung Dijaga, Program Tetap Berjalan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kembali ditegaskan. Di tengah tantangan geografis dan dinamika fiskal daerah, pemerintah daerah memastikan anggaran Rutilahu APBD tetap terjaga agar program tersebut terus menyentuh warga yang membutuhkan. Penegasan itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau sekaligus meresmikan 10 unit […]

  • Konferensi pers Polres Ciamis terkait kasus penipuan hibah palsu Rp33 miliar dan uang mainan pecahan Rp100 ribu

    Sindikat Hibah Rp33 Miliar Terbongkar, Pelaku Menyamar Jadi Kiai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana malam di kawasan Alun-alun Banjarsari awalnya terlihat biasa saja. Lampu jalan masih menyala terang. Beberapa warung kopi di pinggir jalan belum tutup sepenuhnya. Namun di tengah suasana itu, seorang pria bernama H. Nanang Kosim Rohmana ternyata sedang masuk ke dalam skenario penipuan yang sudah disusun cukup rapi. Korban percaya akan […]

  • Evakuasi Ular Ciamis

    Kobra Jawa Masuk Kamar, Damkar Ciamis Bergerak Cepat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Evakuasi ular Ciamis kembali dilakukan setelah seekor kobra jawa (Naja sputatrix) ditemukan bersembunyi di dalam kamar rumah seorang warga di Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Berkat laporan cepat dari pemilik rumah, UPTD Damkar Ciamis segera turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi ular berbisa tersebut tanpa menimbulkan korban. Peristiwa itu terjadi […]

expand_less