albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pungli Jembatan Cirahong mendadak viral dan ramai dibicarakan di media sosial. Dugaan pungutan liar di Jembatan Cirahong, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya itu memicu kemarahan banyak warga. Selain itu, sejumlah netizen mengaku pernah mengalami hal serupa ketika melintas di jembatan penghubung Tasikmalaya dan Ciamis tersebut.
Video yang beredar memperlihatkan beberapa pengendara berhenti sejenak di ujung jembatan. Setelah itu, mereka terlihat menyerahkan uang kepada orang yang berjaga. Karena itulah, kasus ini langsung menjadi perhatian publik, terutama karena Jembatan Cirahong selama ini dikenal sebagai jalur alternatif penting bagi warga dan pemudik.
1. Video Viral Sudah Ditonton Lebih dari 180 Ribu Kali
Kasus ini pertama kali meledak setelah sebuah video di TikTok tersebar luas. Dalam waktu singkat, video tersebut ditonton lebih dari ribuan kali dan memunculkan ribuan komentar dari netizen.
Banyak warganet mengaku tidak kaget. Sebab, mereka menyebut praktik meminta uang di Jembatan Cirahong sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, beberapa pengendara menulis bahwa mereka hampir selalu diminta uang saat melintas di lokasi itu.
Ramainya komentar membuat isu pungli Jembatan Cirahong semakin cepat menyebar. Akibatnya, kasus yang sebelumnya hanya diketahui warga sekitar kini menjadi pembicaraan nasional.
2. PT KAI Tegaskan Melintas di Jembatan Cirahong Gratis
Hal kedua yang jarang diketahui adalah status resmi Jembatan Cirahong. Meski banyak orang dimintai uang, PT Kereta Api Indonesia menegaskan bahwa melintas di jembatan itu sebenarnya gratis.
Tidak ada tiket, karcis, atau biaya resmi yang harus dibayar pengguna jalan. Oleh karena itu, uang yang diminta oleh oknum di lokasi tidak memiliki dasar hukum.
Fakta ini membuat publik semakin geram. Pasalnya, banyak pengendara selama ini mengira uang tersebut merupakan biaya resmi untuk melintas. Padahal, Jembatan Cirahong merupakan fasilitas umum yang dapat digunakan tanpa pungutan.
Selain itu, Jembatan Cirahong termasuk jembatan bersejarah yang telah berdiri sekitar 133 tahun. Karena usianya sangat tua, jembatan itu berada di bawah pengelolaan PT KAI dan menjadi salah satu ikon penghubung Tasikmalaya dengan Ciamis.
3. Warga Menyebut Uang Itu Hanya โSumbangan Sukarelaโ
Di tengah ramainya tudingan pungli, muncul penjelasan dari warga sekitar. Mereka membantah adanya pemaksaan. Menurut sejumlah warga dan aparat desa, uang yang diberikan pengendara hanyalah sumbangan sukarela.
Warga beralasan mereka membantu mengatur arus lalu lintas di Jembatan Cirahong. Sebab, jalur di bagian bawah jembatan sangat sempit dan hanya cukup untuk satu arah kendaraan dalam satu waktu.
Jika kendaraan dari dua sisi masuk bersamaan, risiko tabrakan cukup besar. Karena itu, warga berjaga di kedua ujung jembatan agar pengendara bisa melintas dengan aman.
Meski demikian, penjelasan tersebut justru memicu perdebatan baru. Sebagian netizen menilai sumbangan tidak lagi disebut sukarela apabila pengendara merasa tidak enak atau takut menolak.
Selain itu, beberapa warga mengaku pernah melihat pengendara yang tidak memberi uang mendapat tatapan sinis. Karena itulah, publik mulai mempertanyakan apakah praktik tersebut benar-benar sukarela atau justru sudah mengarah pada pungutan liar.
4. Jembatan Cirahong Memang Sangat Rawan dan Sempit
Ada fakta lain yang membuat kasus ini berbeda dari pungli di tempat lain. Jembatan Cirahong memang memiliki kondisi yang cukup ekstrem. Jalur bawah jembatan hanya dapat dilalui sepeda motor dan lebarnya sangat terbatas.
Pengendara harus bergantian dari arah Tasikmalaya dan Ciamis. Sementara itu, di bagian atas jembatan terdapat rel kereta api yang masih aktif digunakan.
Selain sempit, alas kayu di bagian bawah jembatan juga mulai rapuh di beberapa titik. Karena itu, banyak warga setempat merasa keberadaan orang yang membantu mengatur arus kendaraan memang dibutuhkan.
Namun, masyarakat menilai pengaturan lalu lintas seharusnya dilakukan oleh petugas resmi, bukan oleh oknum yang kemudian meminta uang kepada pengguna jalan.
5. Polisi dan Pemerintah Langsung Turun Tangan
Setelah kasus ini viral, polisi dan pemerintah daerah langsung bergerak. Polres Ciamis mendatangi lokasi dan mengambil alih pengaturan lalu lintas di sekitar Jembatan Cirahong.
Langkah itu dilakukan agar tidak ada lagi warga yang meminta uang kepada pengendara. Selain itu, aparat juga ingin memastikan arus kendaraan tetap aman dan lancar.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan pungli dapat diproses secara hukum.
Pernyataan itu membuat publik berharap persoalan di Jembatan Cirahong tidak berhenti hanya sebagai isu viral. Warga ingin ada tindakan nyata agar praktik serupa tidak terulang.
Terlebih lagi, Jembatan Cirahong merupakan jalur penting yang setiap hari dilalui warga Tasikmalaya dan Ciamis. Karena itu, masyarakat berharap pengguna jalan bisa melintas dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa khawatir dimintai uang.
Sementara itu, pemerintah juga sedang mempercepat rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2. Jika proyek tersebut selesai, jalur baru diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus menghilangkan potensi munculnya pungutan liar di lokasi lama. (Red)
