Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Tak Lapor Wajib Militer Singapura, Pria Keturunan Indonesia Terancam Penjara

Tak Lapor Wajib Militer Singapura, Pria Keturunan Indonesia Terancam Penjara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus wajib militer Singapura kembali menjadi sorotan publik setelah pengadilan menyatakan seorang pria berdarah Indonesia bersalah karena tidak menjalani National Service Singapura (NS). Pria tersebut dianggap melanggar hukum wajib militer Singapura, meskipun ia mengklaim memiliki kewarganegaraan Indonesia dan merasa tidak wajib mengikuti program tersebut.

Perkara ini menarik perhatian karena menyangkut status kewarganegaraan ganda serta aturan ketat yang diterapkan Singapura terhadap kewajiban militer warganya. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Singapura tidak memberikan toleransi bagi warga negara yang mengabaikan kewajiban National Service.

Akibatnya, pria tersebut kini menghadapi ancaman hukuman penjara serta denda yang cukup besar.

Kronologi Kasus Wajib Militer yang Terjadi Sejak 1997

Pria bernama Edmond Yao Zhi Hai, yang kini berusia 47 tahun, seharusnya mulai menjalani wajib militer Singapura pada Januari 1997. Namun, ia tidak pernah melapor untuk menjalankan National Service sebagaimana diwajibkan oleh hukum negara tersebut.

Sejak saat itu, Yao tidak menjalani kewajiban militernya selama bertahun-tahun. Otoritas Singapura kemudian membawa kasus ini ke pengadilan setelah menemukan bahwa ia tetap memiliki kewajiban sebagai warga negara Singapura.

Dalam persidangan, jaksa menegaskan bahwa kewajiban National Service berlaku bagi semua pria warga negara Singapura. Oleh karena itu, seseorang tidak dapat menghindarinya hanya dengan alasan tertentu.

Kasus ini akhirnya sampai pada tahap persidangan di pengadilan distrik Singapura, yang kemudian memutuskan bahwa Yao terbukti bersalah.

Status Kewarganegaraan Jadi Perdebatan

Salah satu poin utama dalam persidangan berkaitan dengan status kewarganegaraan Yao.

Ia lahir di Singapura pada tahun 1978 dari ibu warga Singapura dan ayah warga negara Indonesia. Setelah kelahirannya, ayahnya mengurus kewarganegaraan Indonesia untuknya. Yao kemudian memperoleh paspor Indonesia beberapa tahun kemudian.

Meski demikian, hukum Singapura tetap menganggapnya sebagai warga negara karena ia lahir di negara tersebut dan menjalani pendidikan di sana.

Yao juga menempuh pendidikan di beberapa sekolah bergengsi Singapura, seperti:

  • Catholic High School
  • Raffles Institution
  • Raffles Junior College

Fakta ini memperkuat pandangan pengadilan bahwa ia memiliki hubungan kuat dengan negara tersebut.

Namun, pihak pembela berargumen bahwa Yao menganggap dirinya sebagai warga Indonesia sehingga ia tidak merasa wajib mengikuti National Service.

Alasan Tidak Mengikuti National Service

Selama persidangan, tim pembela menjelaskan alasan mengapa Yao tidak melapor untuk menjalani wajib militer Singapura.

Menurut mereka, hukum Indonesia melarang warga negaranya bergabung dengan militer negara lain. Jika Yao mengikuti wajib militer Singapura, ia berisiko kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

Namun jaksa menolak argumen tersebut.

Jaksa menegaskan bahwa seseorang tidak dapat memilih hukum mana yang ingin dipatuhi. Jika seseorang tetap memiliki kewarganegaraan Singapura, maka kewajiban National Service tetap berlaku.

Selain itu, jaksa menyatakan bahwa Yao mengetahui kewajiban tersebut sejak lama.

Putusan Pengadilan Singapura

Hakim distrik James Elisha Lee akhirnya menolak seluruh pembelaan yang diajukan oleh tim pengacara Yao.

Hakim menyatakan bahwa terdakwa mengetahui kewajibannya sebagai warga negara Singapura. Karena itu, keputusan untuk tidak melapor menjalani National Service merupakan pelanggaran hukum.

Hakim juga menegaskan bahwa pelanggaran ini termasuk kategori liability mutlak. Artinya, jaksa tidak perlu membuktikan niat jahat terdakwa. Mereka hanya perlu menunjukkan bahwa kewajiban tersebut memang tidak dijalankan.

Dengan dasar itu, pengadilan menyatakan Yao bersalah atas pelanggaran hukum wajib militer Singapura.

Ancaman Hukuman yang Dihadapi

Setelah dinyatakan bersalah, Yao menghadapi ancaman hukuman cukup berat.

Berdasarkan hukum Singapura, seseorang yang tidak menjalani National Service dapat dikenai:

  • hukuman penjara hingga 3 tahun
  • denda hingga 5.000 dolar Singapura
  • atau kombinasi keduanya

Selain itu, Yao juga menghadapi 14 dakwaan tambahan karena tidak menunjukkan paspor Singapura saat memasuki negara tersebut.

Pengadilan masih akan menentukan keputusan akhir terkait hukuman yang akan dijatuhkan.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan

Kasus ini memicu perhatian publik karena menyoroti ketatnya aturan wajib militer Singapura.

Negara tersebut dikenal memiliki sistem National Service yang sangat disiplin. Semua pria warga negara dan penduduk tetap wajib menjalani pelatihan militer selama periode tertentu.

Selain itu, pemerintah Singapura menilai National Service sebagai bagian penting dari sistem pertahanan negara.

Karena alasan tersebut, pelanggaran terhadap kewajiban ini sering mendapatkan penanganan hukum yang tegas.

Kasus yang menimpa Edmond Yao Zhi Hai menunjukkan bahwa hukum wajib militer Singapura diterapkan secara konsisten tanpa pengecualian.

Status kewarganegaraan ganda tidak serta-merta membebaskan seseorang dari kewajiban National Service. Selama seseorang masih dianggap warga negara Singapura, kewajiban tersebut tetap berlaku.

Oleh karena itu, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa aturan wajib militer di Singapura memiliki konsekuensi hukum serius bagi siapa pun yang mencoba mengabaikannya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSSI Awards 2026

    Voting PSSI Awards 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Voting publik PSSI Awards 2026 resmi dibuka, libatkan pencinta sepak bola Indonesia dalam menentukan prestasi terbaik. Voting Publik PSSI Awards 2026 Resmi Dimulai albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi membuka voting publik PSSI Awards 2026 mulai hari ini. Melalui mekanisme pemungutan suara berbasis daring, masyarakat pencinta sepak bola diberi […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan khusyuk di waktu pagi untuk memohon keberkahan hidup dan rezeki halal menurut ajaran Islam

    Doa Hidup Berkah yang Jarang Disadari, Tapi Dampaknya Nyata

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang merasa sudah bekerja keras, tetapi hidup tetap terasa sempit. Di sisi lain, ada yang penghasilannya biasa saja, namun hidupnya tenang dan penuh kecukupan. Di titik inilah banyak orang mulai mencari doa hidup berkah, doa agar hidup berkah, serta amalan pembuka keberkahan yang benar-benar berdampak dalam kehidupan nyata. Sebab dalam […]

  • kiai mengajar santri di pesantren dalam pendidikan pesantren tradisional

    Kiai Menjadi Jantung Pesantren: Peran Besarnya Membentuk Akhlak Santri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi masih sangat muda ketika para santri mulai memenuhi serambi masjid pesantren. Kitab-kitab kuning terbuka di hadapan mereka. Di depan para santri, seorang kiai pesantren duduk tenang sambil menjelaskan makna ayat demi ayat. Inilah gambaran sederhana dari peran kiai pesantren dalam kehidupan pendidikan Islam. Dalam tradisi pendidikan pesantren, kiai bukan sekadar […]

  • toko Sen Sen Tasikmalaya

    Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan. […]

  • Prediksi Persija vs Persebaya

    Duel Panas Persija vs Persebaya, Ini Skor yang Paling Masuk Akal

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya pada 11 April 2026 menjadi salah satu laga paling dinanti di Liga 1. Prediksi Persija vs Persebaya langsung menarik perhatian karena mempertemukan dua tim besar dengan karakter berbeda. Selain itu, banyak penggemar juga mencari prediksi skor Persija vs Persebaya serta analisis kekuatan kedua tim jelang […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

expand_less