Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbincangan mengenai Lailatul Qadr yang berbeda kembali muncul di tengah masyarakat. Tahun ini, sebagian umat Islam menyebut malam ini sebagai malam 27 Ramadan menurut pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sementara bagi Muhammadiyah malam yang sama justru dihitung sebagai malam ke-28 Ramadan. Perbedaan ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Lailatul Qadr berbeda bagi masing-masing kelompok?

Bahkan muncul pertanyaan unik di media sosial. Ada yang bertanya apakah malaikat harus memilih antara NU atau Muhammadiyah, apakah malaikat turun dua kali, atau bahkan bolak-balik di dua malam yang berbeda.

Namun dalam pandangan ulama, pertanyaan seperti itu sebenarnya lahir dari kesalahpahaman kecil dalam memahami konsep waktu dalam Islam.

Perbedaan Awal Ramadan Menyebabkan Perbedaan Hitungan

Perbedaan Lailatul Qadr berbeda sebenarnya berawal dari metode penentuan awal bulan Ramadan.

Di Indonesia, pemerintah dan Nahdlatul Ulama biasanya menggunakan metode rukyat, yaitu pengamatan langsung hilal atau bulan sabit pertama.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yakni perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan.

Karena metode tersebut berbeda, awal Ramadan kadang bisa berbeda satu hari. Akibatnya, hitungan malam-malam di bulan Ramadan juga ikut bergeser.

Jika awal Ramadan berbeda satu hari, maka hitungan malam ganjil di sepuluh hari terakhir otomatis berbeda pula. Karena itulah muncul perbedaan dalam menentukan malam yang dianggap sebagai malam ke-27 Ramadan.

Lailatul Qadr Tidak Dipastikan Hanya pada Malam 27

Dalam ajaran Islam, sebenarnya tidak ada kepastian bahwa Lailatul Qadr selalu jatuh pada malam ke-27 Ramadan.

Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Rasulullah SAW bersabda:

“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi juga menegaskan:

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa tanggal pasti Lailatul Qadr memang tidak disebutkan secara mutlak.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya fokus pada satu malam tertentu.

Hikmah di Balik Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadr

Allah SWT sengaja tidak menjelaskan secara pasti kapan malam Lailatul Qadr terjadi. Para ulama menyebut hal ini sebagai bagian dari hikmah agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh beribadah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadr.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Dalam ayat lain disebutkan:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)

Ayat tersebut menunjukkan betapa agungnya malam Lailatul Qadr. Nilai ibadah pada malam tersebut bahkan lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan berbagai ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.

Malaikat Tidak Memilih Kelompok Tertentu

Perbedaan kalender yang terjadi di kalangan umat Islam tidak berarti malaikat harus memilih kelompok tertentu.

Lailatul Qadr terjadi sesuai ketetapan Allah SWT, bukan berdasarkan perhitungan kalender manusia.

Manusia hanya berusaha mendekati waktu tersebut dengan metode ijtihad yang berbeda.

Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
(QS. Al-Qadr: 4)

Ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa turunnya malaikat terjadi pada malam yang telah ditetapkan Allah.

Sementara manusia hanya berusaha mencari dan mendekatinya melalui ibadah.

Fokus Utama adalah Kesungguhan Beribadah

Para ulama menegaskan bahwa perbedaan hitungan malam tidak perlu menjadi perdebatan panjang.

Yang terpenting justru kesungguhan umat Islam dalam menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan.

Jika seseorang mengisi malam-malam tersebut dengan ibadah, doa, dan kebaikan, maka ia telah menjalankan anjuran Rasulullah SAW.

Dengan cara itu, peluang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr akan semakin besar.

Karena itu, umat Islam dianjurkan fokus pada peningkatan ibadah, bukan pada perdebatan mengenai angka malam tertentu.

Perbedaan Tidak Mengurangi Nilai Ibadah

Perbedaan penentuan kalender hijriah merupakan bagian dari ijtihad para ulama.

Hal tersebut tidak mengurangi nilai ibadah seseorang di sisi Allah SWT.

Sebaliknya, perbedaan ini justru menunjukkan bahwa umat Islam memiliki berbagai metode ilmiah dalam menentukan waktu ibadah.

Selama ibadah dilakukan dengan niat yang tulus dan mengikuti tuntunan syariat, maka pahala tetap menjadi hak setiap hamba.

Pada akhirnya, malam Lailatul Qadr bukan sekadar angka dalam kalender. Malam tersebut adalah kesempatan spiritual bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

والله أعلم بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • banjir Sumatra

    Banjir Sumatra 2025: DPR Tekan Menhut soal Data DAS dan Rehabilitasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Komisi IV DPR panggil Menhut bahas banjir Sumatra, pengelolaan DAS, dan evaluasi kebijakan pasca 303 korban. albadarpost.com, HUMANIORA – Air berwarna cokelat tua masih menggenangi desa-desa di Aceh dan Sumatera Barat. Di tepian sungai, batang kayu besar berserakan, tersangkut di jembatan darurat yang dibangun relawan. Di rumah pengungsian, keluarga yang kehilangan anggota tak banyak bicara. […]

  • Kegiatan bersih-bersih Pantai Pangandaran bersama Kapolda Jabar, Bupati, Susi Pudjiastuti, dan masyarakat menjaga kebersihan pesisir.

    Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat menjaga kelestarian pesisir kembali menggema di kawasan wisata unggulan Jawa Barat. Aksi bersih-bersih Pantai Pangandaran yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh nasional, hingga masyarakat menjadi bukti nyata bahwa laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 ini dipimpin langsung Kapolda Jawa […]

  • Kapolres Cup 2026

    Kapolres Cup 2026 Dibuka Gratis, Kesempatan Emas Gamer Tasikmalaya Unjuk Gigi

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Tasikmalaya resmi membuka pendaftaran Esports Kapolres Cup 2026 untuk game Mobile Legends: Bang Bang mulai 16 hingga 25 Juni 2026. Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut terbuka bagi peserta berusia 16 hingga 22 tahun yang berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya. Informasi pembukaan pendaftaran tersebut dipublikasikan melalui […]

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

  • Passport Index 2026

    Kini, WNI Bisa Keliling Dunia Tanpa Visa

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Passport Index 2026 membuka akses bebas visa ke 43 negara, memberi kemudahan perjalanan internasional bagi WNI. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagi banyak warga Indonesia, bepergian ke luar negeri selama ini identik dengan antrean visa, biaya tambahan, dan ketidakpastian. Mulai Januari 2026, situasi itu perlahan berubah. Passport Index 2026 mencatat paspor Indonesia kini mendapat akses bebas visa […]

  • utang Whoosh

    Pemerintah Bahas Pembayaran Utang Whoosh Gunakan Dana Hasil Korupsi

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Pemerintah bahas pembayaran utang Whoosh dengan dana sitaan korupsi, skema fiskal dan negosiasi dengan Tiongkok masih disusun. albadarpost.com, HUMANIORA – Rencana pemerintah membayar utang Whoosh menggunakan dana hasil sitaan korupsi memasuki tahap pembahasan teknis antarkementerian. Mekanisme pelunasan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung itu belum diputuskan, namun pemerintah memastikan skema fiskalnya sedang disusun sebelum kembali bernegosiasi […]

expand_less