Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbincangan mengenai Lailatul Qadr yang berbeda kembali muncul di tengah masyarakat. Tahun ini, sebagian umat Islam menyebut malam ini sebagai malam 27 Ramadan menurut pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sementara bagi Muhammadiyah malam yang sama justru dihitung sebagai malam ke-28 Ramadan. Perbedaan ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Lailatul Qadr berbeda bagi masing-masing kelompok?

Bahkan muncul pertanyaan unik di media sosial. Ada yang bertanya apakah malaikat harus memilih antara NU atau Muhammadiyah, apakah malaikat turun dua kali, atau bahkan bolak-balik di dua malam yang berbeda.

Namun dalam pandangan ulama, pertanyaan seperti itu sebenarnya lahir dari kesalahpahaman kecil dalam memahami konsep waktu dalam Islam.

Perbedaan Awal Ramadan Menyebabkan Perbedaan Hitungan

Perbedaan Lailatul Qadr berbeda sebenarnya berawal dari metode penentuan awal bulan Ramadan.

Di Indonesia, pemerintah dan Nahdlatul Ulama biasanya menggunakan metode rukyat, yaitu pengamatan langsung hilal atau bulan sabit pertama.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yakni perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan.

Karena metode tersebut berbeda, awal Ramadan kadang bisa berbeda satu hari. Akibatnya, hitungan malam-malam di bulan Ramadan juga ikut bergeser.

Jika awal Ramadan berbeda satu hari, maka hitungan malam ganjil di sepuluh hari terakhir otomatis berbeda pula. Karena itulah muncul perbedaan dalam menentukan malam yang dianggap sebagai malam ke-27 Ramadan.

Lailatul Qadr Tidak Dipastikan Hanya pada Malam 27

Dalam ajaran Islam, sebenarnya tidak ada kepastian bahwa Lailatul Qadr selalu jatuh pada malam ke-27 Ramadan.

Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Rasulullah SAW bersabda:

“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi juga menegaskan:

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa tanggal pasti Lailatul Qadr memang tidak disebutkan secara mutlak.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya fokus pada satu malam tertentu.

Hikmah di Balik Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadr

Allah SWT sengaja tidak menjelaskan secara pasti kapan malam Lailatul Qadr terjadi. Para ulama menyebut hal ini sebagai bagian dari hikmah agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh beribadah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadr.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Dalam ayat lain disebutkan:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)

Ayat tersebut menunjukkan betapa agungnya malam Lailatul Qadr. Nilai ibadah pada malam tersebut bahkan lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan berbagai ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.

Malaikat Tidak Memilih Kelompok Tertentu

Perbedaan kalender yang terjadi di kalangan umat Islam tidak berarti malaikat harus memilih kelompok tertentu.

Lailatul Qadr terjadi sesuai ketetapan Allah SWT, bukan berdasarkan perhitungan kalender manusia.

Manusia hanya berusaha mendekati waktu tersebut dengan metode ijtihad yang berbeda.

Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
(QS. Al-Qadr: 4)

Ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa turunnya malaikat terjadi pada malam yang telah ditetapkan Allah.

Sementara manusia hanya berusaha mencari dan mendekatinya melalui ibadah.

Fokus Utama adalah Kesungguhan Beribadah

Para ulama menegaskan bahwa perbedaan hitungan malam tidak perlu menjadi perdebatan panjang.

Yang terpenting justru kesungguhan umat Islam dalam menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan.

Jika seseorang mengisi malam-malam tersebut dengan ibadah, doa, dan kebaikan, maka ia telah menjalankan anjuran Rasulullah SAW.

Dengan cara itu, peluang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr akan semakin besar.

Karena itu, umat Islam dianjurkan fokus pada peningkatan ibadah, bukan pada perdebatan mengenai angka malam tertentu.

Perbedaan Tidak Mengurangi Nilai Ibadah

Perbedaan penentuan kalender hijriah merupakan bagian dari ijtihad para ulama.

Hal tersebut tidak mengurangi nilai ibadah seseorang di sisi Allah SWT.

Sebaliknya, perbedaan ini justru menunjukkan bahwa umat Islam memiliki berbagai metode ilmiah dalam menentukan waktu ibadah.

Selama ibadah dilakukan dengan niat yang tulus dan mengikuti tuntunan syariat, maka pahala tetap menjadi hak setiap hamba.

Pada akhirnya, malam Lailatul Qadr bukan sekadar angka dalam kalender. Malam tersebut adalah kesempatan spiritual bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

والله أعلم بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istigasah Galunggung

    Muharam 1448 H di Galunggung: Ketika Seribu Warga Sukaratu Bersatu dalam Istigasah Akbar

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara sejuk lereng Gunung Galunggung pada Sabtu (27/6/2026) pagi terasa berbeda. Ribuan pasang sandal berjajar di pinggir area kegiatan. Hamparan tikar memenuhi kawasan Cipanas Galunggung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 1.000 warga berkumpul dalam Istigasah Galunggung untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, sebuah momentum yang mereka maknai bukan sekadar pergantian […]

  • Ilustrasi fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah untuk kalibrasi dan pengecekan arah kiblat di Indonesia tahun 2026.

    27–29 Mei 2026 Waktu Paling Akurat Cek Arah Kiblat, Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena arah kiblat kembali menjadi perhatian umat Muslim setelah BMKG mengumumkan peristiwa Matahari tepat berada di atas Ka’bah akan terjadi pada 27–29 Mei 2026. Momen astronomi ini bukan hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga menjadi waktu paling akurat untuk mengecek ulang posisi kiblat di rumah, mushola, hingga masjid. Menariknya lagi, proses […]

  • Wakil Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat koordinasi perlindungan LP2B dan lahan sawah produktif di Jakarta.

    87 Persen Lahan Sawah Masuk LP2B, Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat pembahasan terkait LP2B Tasikmalaya atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan daerah. Isu perlindungan lahan sawah produktif menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan untuk permukiman dan pembangunan infrastruktur. Pembahasan mengenai lahan baku sawah Tasikmalaya itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi […]

  • Dapur MBG Banjar

    Kasus Dapur MBG Banjar Berlanjut, Kini Muncul Laporan Baru

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Polemik Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul laporan dugaan penipuan dan penggelapan terkait pembangunan dapur MBG, kini Sherly Ingga Setiawati melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Banjar. Perkara ini menjadi perhatian karena kedua belah pihak sama-sama memilih jalur hukum. Hingga berita ini […]

  • Ilustrasi konflik Timur Tengah dengan latar kilang minyak dan peta kawasan sebagai simbol dampak perang AS Israel Iran terhadap harga minyak global.

    Perang AS–Israel vs Iran: Dunia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ketegangan Perang AS Israel Iran kembali meningkat dan memicu kekhawatiran global. Konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini bukan hanya persoalan militer, tetapi juga menyentuh stabilitas geopolitik serta harga minyak dunia. Seiring eskalasi konflik Timur Tengah tersebut, pasar energi dan hubungan internasional ikut bergejolak. Situasi memanas setelah serangkaian serangan dan respons balasan […]

  • Guru membantu murid sulit diatur melalui pendekatan empati dan komunikasi positif di ruang kelas modern.

    Rahasia Kelas Tenang Tanpa Bentakan, Ini Seni Guru Modern

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang guru pernah berdiri diam di depan kelas yang gaduh, bukan karena menyerah, tetapi karena memilih memahami. Di momen itulah ia sadar: murid sulit diatur bukan musuh pembelajaran, melainkan pesan yang belum dipahami. Fenomena murid sulit diatur, siswa sulit fokus, hingga perilaku kelas yang menantang kini semakin sering terjadi. Namun menariknya, banyak […]

expand_less