Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIAllah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui.

Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dipandang baik, dihormati, bahkan dijadikan panutan. Namun beberapa waktu kemudian, kabar buruk muncul dan semua orang terkejut.

Padahal kenyataannya sederhana. Selama ini aibnya hanya belum terbuka.

Di sinilah letak pelajaran penting yang sering dilupakan manusia.

Ulama Tasawuf Sudah Lama Mengingatkan Hal Ini

Ulama sufi besar Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa ketika seseorang dihormati manusia, hakikatnya mereka menghormati “tutupan Allah” yang ada pada dirinya.

Artinya, manusia memuji karena tidak mengetahui keburukan yang sebenarnya ada.

Baca juga: Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

Setiap orang memiliki sisi lemah yang ia sembunyikan. Ada kesalahan yang tidak pernah diceritakan. Ada dosa yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.

Namun Allah tidak selalu membuka semua itu.

Sebaliknya, Allah sering menutupnya.

Akibatnya, yang terlihat oleh orang lain hanya sisi baiknya saja.

Jika Semua Aib Manusia Dibuka, Mungkin Tidak Ada yang Dipuji

Bayangkan satu keadaan sederhana.

Jika seluruh dosa manusia terlihat jelas seperti tulisan di dahi, mungkin kehidupan sosial tidak akan berjalan normal. Orang akan saling menjauh karena mengetahui kekurangan masing-masing.

Karena itu Allah memiliki sifat As-Sattār, yaitu Yang Maha Menutupi aib.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Menutupi aib dan menyukai sikap menutup aib.”
(HR. Abu Dawud)

Sifat ini menjadi rahmat besar bagi manusia.

Tanpa sifat tersebut, kehormatan manusia bisa runtuh dalam hitungan detik.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan agar manusia tidak merasa dirinya paling baik.

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)

Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia tidak pernah sepenuhnya akurat.

Hanya Allah yang mengetahui isi hati dan keadaan sebenarnya.

Ironi Zaman Sekarang: Manusia Senang Dipuji

Di era media sosial, pujian bahkan menjadi sesuatu yang dikejar.

Like, komentar, dan validasi publik sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Banyak orang merasa bangga ketika dipuji oleh banyak orang.

Namun ada satu pertanyaan sederhana yang jarang dipikirkan.

Apakah pujian itu muncul karena kita benar-benar baik, atau karena orang lain belum mengetahui sisi buruk kita?

Pertanyaan ini terdengar satir, tetapi sangat realistis.

Sejarah menunjukkan banyak tokoh yang dipuja sebelum akhirnya jatuh karena aib yang terbongkar.

Ketika rahasia itu muncul ke permukaan, persepsi manusia berubah dalam sekejap.

Cara Bijak Menyikapi Pujian

Karena itu para ulama mengajarkan sikap yang sangat bijak ketika menerima pujian.

Bukan merasa hebat.

Melainkan merasa malu kepada Allah.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika seseorang dipuji:

“Ya Allah, jangan Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan. Ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui dan jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Doa ini menunjukkan sikap rendah hati yang luar biasa.

Seseorang tidak menolak pujian secara kasar. Namun ia juga tidak membiarkan hatinya terlena.

Sebaliknya, ia mengembalikan semua kebaikan kepada Allah.

Pujian Sebenarnya Sebuah Pengingat

Pada akhirnya, pujian manusia bukanlah tanda kesempurnaan diri.

Pujian justru bisa menjadi pengingat bahwa Allah masih menjaga kehormatan kita.

Jika Allah membuka aib manusia sedikit saja, citra baik bisa runtuh dalam waktu singkat.

Karena itu ketika pujian datang, orang bijak tidak langsung bangga.

Ia justru bersyukur kepada Allah.

Sebab ia sadar satu hal penting.

Yang dipuji manusia sering kali bukan dirinya.

Melainkan rahmat Allah yang masih menutupi aibnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • rokok ilegal

    Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan. albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan […]

  • malaikat dalam islam

    8 Kisah Malaikat dalam Islam yang Bikin Hati Sulit Tenang

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagaimana jika seseorang yang pernah kita temui ternyata bukan manusia biasa? Malaikat dalam Islam, kisah malaikat, dan interaksi malaikat bukan sekadar cerita lama, melainkan bagian dari realitas yang pernah terjadi. Bahkan, dalam beberapa momen, kehadiran malaikat terasa begitu dekat—nyaris tak bisa dibedakan dari manusia. Banyak orang membaca kisah ini sebagai pengetahuan. Namun, […]

  • Lonjakan wisatawan

    Pengelola TWA Papandayan Perketat Pengamanan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Lonjakan wisatawan Nataru di TWA Gunung Papandayan mendorong pengelola memperketat pengamanan kawasan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Lonjakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memperketat pengamanan kawasan. Ribuan pengunjung tercatat memadati destinasi unggulan pegunungan tersebut sejak beberapa hari menjelang pergantian tahun, memicu […]

  • pendaratan darurat pesawat

    Pesawat GA8 Airvan Alami Loss Power, Pilot Arahkan Pendaratan ke Sawah

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pesawat GA8 Airvan melakukan pendaratan darurat di Karawang akibat gangguan mesin, seluruh awak selamat. albadarpost.com, LENSA – Di tengah hamparan hijau Desa Kertawaluya, sebuah pesawat kecil tampak miring dengan moncong menancap tanah. Beberapa warga berdiri tak jauh, masih menahan napas setelah melihat manuver terakhir pilot yang membawa pesawat itu mendarat di persawahan. Tak ada ledakan, […]

  • Chef Halal Ciamis

    Chef Pesantren dan Siswa SMK Ramaikan Kurasi Chef Halal di Ciamis

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/5/2026), terlihat berbeda dari biasanya. Aroma masakan khas Nusantara bercampur dengan semangat kompetisi para peserta yang sibuk menata hidangan terbaik mereka. Di lokasi itu, puluhan peserta mengikuti kegiatan kurasi Chef Halal Ciamis yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya sebagai bagian dari penjaringan talenta […]

  • Hari Jumat

    Hari Jumat Sebagai Titik Disiplin Ibadah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari Jumat kembali diingatkan para ulama sebagai hari yang menentukan arah ibadah dan kesadaran umat Islam. Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi momentum disiplin spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral masyarakat. Penegasan ini muncul di tengah kecenderungan sebagian umat yang memandang Jumat sebatas kewajiban formal. Padahal, dalam ajaran Islam, […]

expand_less