Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIAllah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui.

Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dipandang baik, dihormati, bahkan dijadikan panutan. Namun beberapa waktu kemudian, kabar buruk muncul dan semua orang terkejut.

Padahal kenyataannya sederhana. Selama ini aibnya hanya belum terbuka.

Di sinilah letak pelajaran penting yang sering dilupakan manusia.

Ulama Tasawuf Sudah Lama Mengingatkan Hal Ini

Ulama sufi besar Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa ketika seseorang dihormati manusia, hakikatnya mereka menghormati “tutupan Allah” yang ada pada dirinya.

Artinya, manusia memuji karena tidak mengetahui keburukan yang sebenarnya ada.

Baca juga: Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

Setiap orang memiliki sisi lemah yang ia sembunyikan. Ada kesalahan yang tidak pernah diceritakan. Ada dosa yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.

Namun Allah tidak selalu membuka semua itu.

Sebaliknya, Allah sering menutupnya.

Akibatnya, yang terlihat oleh orang lain hanya sisi baiknya saja.

Jika Semua Aib Manusia Dibuka, Mungkin Tidak Ada yang Dipuji

Bayangkan satu keadaan sederhana.

Jika seluruh dosa manusia terlihat jelas seperti tulisan di dahi, mungkin kehidupan sosial tidak akan berjalan normal. Orang akan saling menjauh karena mengetahui kekurangan masing-masing.

Karena itu Allah memiliki sifat As-Sattār, yaitu Yang Maha Menutupi aib.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Menutupi aib dan menyukai sikap menutup aib.”
(HR. Abu Dawud)

Sifat ini menjadi rahmat besar bagi manusia.

Tanpa sifat tersebut, kehormatan manusia bisa runtuh dalam hitungan detik.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan agar manusia tidak merasa dirinya paling baik.

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)

Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia tidak pernah sepenuhnya akurat.

Hanya Allah yang mengetahui isi hati dan keadaan sebenarnya.

Ironi Zaman Sekarang: Manusia Senang Dipuji

Di era media sosial, pujian bahkan menjadi sesuatu yang dikejar.

Like, komentar, dan validasi publik sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Banyak orang merasa bangga ketika dipuji oleh banyak orang.

Namun ada satu pertanyaan sederhana yang jarang dipikirkan.

Apakah pujian itu muncul karena kita benar-benar baik, atau karena orang lain belum mengetahui sisi buruk kita?

Pertanyaan ini terdengar satir, tetapi sangat realistis.

Sejarah menunjukkan banyak tokoh yang dipuja sebelum akhirnya jatuh karena aib yang terbongkar.

Ketika rahasia itu muncul ke permukaan, persepsi manusia berubah dalam sekejap.

Cara Bijak Menyikapi Pujian

Karena itu para ulama mengajarkan sikap yang sangat bijak ketika menerima pujian.

Bukan merasa hebat.

Melainkan merasa malu kepada Allah.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika seseorang dipuji:

“Ya Allah, jangan Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan. Ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui dan jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Doa ini menunjukkan sikap rendah hati yang luar biasa.

Seseorang tidak menolak pujian secara kasar. Namun ia juga tidak membiarkan hatinya terlena.

Sebaliknya, ia mengembalikan semua kebaikan kepada Allah.

Pujian Sebenarnya Sebuah Pengingat

Pada akhirnya, pujian manusia bukanlah tanda kesempurnaan diri.

Pujian justru bisa menjadi pengingat bahwa Allah masih menjaga kehormatan kita.

Jika Allah membuka aib manusia sedikit saja, citra baik bisa runtuh dalam waktu singkat.

Karena itu ketika pujian datang, orang bijak tidak langsung bangga.

Ia justru bersyukur kepada Allah.

Sebab ia sadar satu hal penting.

Yang dipuji manusia sering kali bukan dirinya.

Melainkan rahmat Allah yang masih menutupi aibnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bediding

    Kenapa Musim Kemarau Justru Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira musim kemarau identik dengan cuaca yang panas sepanjang hari. Namun, mengapa justru udara terasa lebih dingin saat malam hingga pagi? Fenomena bediding atau udara dingin saat kemarau inilah yang kembali dirasakan masyarakat di sejumlah daerah Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut merupakan fenomena alam yang normal […]

  • Obat Keras Tasikmalaya

    Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pengungkapan ini […]

  • Motor Terbakar SPBU

    Diduga Korslet, Tiga Motor Terbakar di Area SPBU Karangnunggal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana SPBU di wilayah Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya mendadak panik ketika tiga sepeda motor tiba-tiba terbakar saat sedang antre mengisi bensin, Selasa (19/5/2026). Peristiwa motor terbakar SPBU itu memicu kepanikan pengunjung setelah api muncul cepat disertai asap hitam pekat yang langsung membumbung tinggi di area pengisian bahan bakar. Tiga motor yang terbakar […]

  • Persib vs Bhayangkara

    Bhayangkara vs Persib: Saat Tekanan Juara Bertemu Tim Penuh Kejutan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada pertandingan yang sekadar soal tiga poin. Namun ada juga pertandingan yang perlahan berubah menjadi ujian mental satu musim penuh. Laga antara FC Bhayangkara melawan Persib Bandung terasa seperti itu. Di atas kertas, Persib memang lebih unggul. Klasemen memihak mereka. Statistik juga berbicara jelas. Maung Bandung duduk di papan atas dengan […]

  • perpisahan Ramadhan

    Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Perpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah […]

  • Ilustrasi label sertifikasi halal pada produk makanan sebagai simbol kebijakan sertifikasi halal wajib di Indonesia.

    Sertifikasi Halal Kini Wajib, Negara Diminta Tegas

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sertifikasi halal wajib kini menjadi perhatian serius setelah pimpinan Majelis Ulama Indonesia menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal bukan lagi pilihan. Dalam pernyataannya, Ketua MUI menyebut negara harus hadir memastikan jaminan produk halal berjalan optimal. Karena itu, isu kewajiban halal dan perlindungan konsumen Muslim kembali menguat di ruang publik. Penegasan tersebut disampaikan oleh […]

expand_less