Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIAllah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui.

Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dipandang baik, dihormati, bahkan dijadikan panutan. Namun beberapa waktu kemudian, kabar buruk muncul dan semua orang terkejut.

Padahal kenyataannya sederhana. Selama ini aibnya hanya belum terbuka.

Di sinilah letak pelajaran penting yang sering dilupakan manusia.

Ulama Tasawuf Sudah Lama Mengingatkan Hal Ini

Ulama sufi besar Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa ketika seseorang dihormati manusia, hakikatnya mereka menghormati “tutupan Allah” yang ada pada dirinya.

Artinya, manusia memuji karena tidak mengetahui keburukan yang sebenarnya ada.

Baca juga: Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

Setiap orang memiliki sisi lemah yang ia sembunyikan. Ada kesalahan yang tidak pernah diceritakan. Ada dosa yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.

Namun Allah tidak selalu membuka semua itu.

Sebaliknya, Allah sering menutupnya.

Akibatnya, yang terlihat oleh orang lain hanya sisi baiknya saja.

Jika Semua Aib Manusia Dibuka, Mungkin Tidak Ada yang Dipuji

Bayangkan satu keadaan sederhana.

Jika seluruh dosa manusia terlihat jelas seperti tulisan di dahi, mungkin kehidupan sosial tidak akan berjalan normal. Orang akan saling menjauh karena mengetahui kekurangan masing-masing.

Karena itu Allah memiliki sifat As-Sattār, yaitu Yang Maha Menutupi aib.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Menutupi aib dan menyukai sikap menutup aib.”
(HR. Abu Dawud)

Sifat ini menjadi rahmat besar bagi manusia.

Tanpa sifat tersebut, kehormatan manusia bisa runtuh dalam hitungan detik.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan agar manusia tidak merasa dirinya paling baik.

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)

Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia tidak pernah sepenuhnya akurat.

Hanya Allah yang mengetahui isi hati dan keadaan sebenarnya.

Ironi Zaman Sekarang: Manusia Senang Dipuji

Di era media sosial, pujian bahkan menjadi sesuatu yang dikejar.

Like, komentar, dan validasi publik sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Banyak orang merasa bangga ketika dipuji oleh banyak orang.

Namun ada satu pertanyaan sederhana yang jarang dipikirkan.

Apakah pujian itu muncul karena kita benar-benar baik, atau karena orang lain belum mengetahui sisi buruk kita?

Pertanyaan ini terdengar satir, tetapi sangat realistis.

Sejarah menunjukkan banyak tokoh yang dipuja sebelum akhirnya jatuh karena aib yang terbongkar.

Ketika rahasia itu muncul ke permukaan, persepsi manusia berubah dalam sekejap.

Cara Bijak Menyikapi Pujian

Karena itu para ulama mengajarkan sikap yang sangat bijak ketika menerima pujian.

Bukan merasa hebat.

Melainkan merasa malu kepada Allah.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika seseorang dipuji:

“Ya Allah, jangan Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan. Ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui dan jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Doa ini menunjukkan sikap rendah hati yang luar biasa.

Seseorang tidak menolak pujian secara kasar. Namun ia juga tidak membiarkan hatinya terlena.

Sebaliknya, ia mengembalikan semua kebaikan kepada Allah.

Pujian Sebenarnya Sebuah Pengingat

Pada akhirnya, pujian manusia bukanlah tanda kesempurnaan diri.

Pujian justru bisa menjadi pengingat bahwa Allah masih menjaga kehormatan kita.

Jika Allah membuka aib manusia sedikit saja, citra baik bisa runtuh dalam waktu singkat.

Karena itu ketika pujian datang, orang bijak tidak langsung bangga.

Ia justru bersyukur kepada Allah.

Sebab ia sadar satu hal penting.

Yang dipuji manusia sering kali bukan dirinya.

Melainkan rahmat Allah yang masih menutupi aibnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama

    Resmi Berlaku di Jabar! Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama kini resmi diterapkan di Jawa Barat. Kebijakan pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama ini menjadi solusi bagi masyarakat yang mengalami kendala administrasi. Aturan baru ini langsung menarik perhatian karena menawarkan proses yang lebih sederhana dan efisien. Kebijakan ini diumumkan oleh Dedi Mulyadi melalui […]

  • Jadwal Persigar Garut

    Persigar Garut Siap Tempur di Babak 8 Besar Nasional

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ribuan pendukung Persigar Garut akhirnya dapat menandai kalender mereka. Jadwal Persigar Garut pada Putaran Nasional Babak 8 Besar Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 resmi dirilis oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Tiga pertandingan penting kini sudah menanti Laskar Domba dalam perjuangan menuju fase berikutnya. Bagi masyarakat Garut, babak 8 besar […]

  • Jadwal Timnas U-20

    Jadwal Timnas U-20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2027

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Jadwal Timnas U-20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 menjadi informasi penting bagi pencinta sepak bola Tanah Air. Garuda Muda akan menghadapi Malaysia, Laos, dan Australia dalam tiga pertandingan Grup H yang berlangsung di Vientiane, Laos. Rangkaian pertandingan tersebut berlangsung pada 31 Agustus, 3 September, dan 6 September 2026. Karena […]

  • Strawberry Moon 2026

    Strawberry Moon 2026 Hiasi Langit, Islam Mengajarkan Cara Memandangnya

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Saat langit mulai gelap pada Senin (29/6/2026) malam, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan Strawberry Moon 2026, sebutan untuk purnama yang muncul pada bulan Juni. Fenomena ini diperkirakan menjadi salah satu momen astronomi yang menarik perhatian karena bulan tampak bulat penuh dan terlihat lebih besar ketika berada rendah di ufuk timur. Berdasarkan data fase […]

  • Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan pesan konsolidasi NU menjelang abad kedua dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama

    Konsolidasi NU Menjelang Abad Kedua

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama resmi melangkah ke fase baru sejarahnya. Seratus tahun perjalanan NU bukan hanya penanda usia, melainkan titik refleksi sekaligus penentuan arah. Dalam momentum Harlah ke-100, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan kunci yang tegas: konsolidasi organisasi menjadi syarat utama memasuki NU abad kedua. Pesan itu bukan sekadar seruan […]

expand_less