Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINISurat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar bacaan pendek shalat; ia adalah alarm keras bagi manusia modern yang gemar menunda dan merasa aman.

Allah berfirman:

Wal-‘ashr. Innal insāna lafī khusr.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Menariknya, Allah tidak bersumpah demi harta, jabatan, atau popularitas. Allah bersumpah demi waktu. Artinya, waktu adalah saksi sekaligus hakim. Namun ironisnya, manusia justru paling sering menyia-nyiakan yang satu ini.

Demi Waktu, Bukan Demi Wacana

Pertama, Allah membuka surah ini dengan sumpah. Sumpah dalam Al-Qur’an selalu menunjukkan urgensi. Karena itu, ketika Allah bersumpah demi waktu, pesan yang dibawa bukan hal remeh.

Sayangnya, hari ini kita hidup dalam budaya “nanti saja”. Kita menunda taubat, menunda belajar, menunda memperbaiki diri. Sementara itu, kita merasa produktif hanya karena kalender penuh dan notifikasi tak pernah sepi. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa standar keberhasilan bukan sekadar sibuk.

Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadis sahih riwayat Muhammad:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan. Banyak orang sehat, tetapi tidak bermanfaat. Banyak orang punya waktu, tetapi tidak bernilai. Karena itu, kerugian yang dimaksud dalam Surat Al-‘Ashr bukan kerugian finansial semata, melainkan kerugian eksistensial.

Kerugian yang Kita Anggap Normal

Ayat kedua menyebutkan bahwa manusia benar-benar dalam kerugian. Kata lafī khusr menggunakan penegasan ganda. Artinya, kerugian itu pasti, menyeluruh, dan tak terhindarkan—kecuali ada syaratnya.

Di sinilah letak satirnya. Manusia modern gemar berburu cuan, tetapi lupa menghitung rugi akhirat. Kita khawatir saldo menipis, tetapi tidak cemas pahala kosong. Kita panik ketika proyek gagal, namun santai ketika shalat bolong.

Imam Al-Shafi’i pernah berkata, “Seandainya manusia merenungkan surah ini saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.” Pernyataan ini menunjukkan betapa padat dan komprehensifnya pesan Surat Al-‘Ashr. Namun, kita justru sering melewatinya tanpa jeda berpikir.

Empat Syarat Lolos dari Kerugian

Walaupun ancamannya tegas, Allah tetap memberi jalan keluar. Ada empat syarat agar manusia tidak rugi.

1. Beriman

Iman bukan sekadar identitas. Ia menuntut keyakinan yang hidup dan memengaruhi keputusan sehari-hari. Tanpa iman, waktu hanya diisi ambisi duniawi.

2. Beramal Saleh

Iman tanpa aksi hanyalah wacana. Karena itu, Surat Al-‘Ashr langsung menyandingkan iman dengan amal saleh. Amal saleh berarti tindakan nyata yang sesuai syariat dan memberi manfaat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa mengerjakan kebajikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada usaha baik yang sia-sia. Sebaliknya, waktu yang diisi maksiat atau kesia-siaan akan menumpuk kerugian.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Islam bukan agama individualistis. Kita tidak cukup menjadi baik sendirian. Kita harus aktif mengingatkan. Namun tentu saja, nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Perjuangan mempertahankan iman tidak selalu nyaman. Karena itu, kesabaran menjadi fondasi. Tanpa sabar, orang mudah menyerah pada tekanan sosial dan godaan zaman.

Sindiran untuk Generasi “Nanti”

Jika kita jujur, banyak di antara kita hidup seolah waktu tidak terbatas. Kita menunda membaca Al-Qur’an, menunda memperbaiki akhlak, dan menunda berdamai dengan orang tua. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi.

Baca juga: Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

Selain itu, budaya pamer produktif di media sosial membuat kita merasa sudah cukup. Kita unggah pencapaian, tetapi lupa evaluasi keikhlasan. Kita rayakan kesibukan, namun jarang mengaudit tujuan.

Karena itu, surah ini terasa seperti tamparan lembut. Ia tidak panjang, tetapi tajam. Ia tidak bertele-tele, tetapi menghujam. Setiap kali kita membacanya dalam shalat, seharusnya kita bertanya: hari ini aku untung atau rugi?

Alarm yang Terlalu Sering Dimatikan

Pada akhirnya, Surat Al-‘Ashr adalah pengingat sederhana dengan konsekuensi besar. Waktu terus berjalan, sementara manusia sering terjebak ilusi aman. Namun Allah sudah memberi rumus keselamatan yang jelas: iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

Maka, sebelum waktu benar-benar habis, mari berhenti sejenak. Evaluasi arah hidup. Perbaiki niat. Isi hari dengan makna. Sebab ketika waktu bersaksi, tidak ada alasan yang tersisa.

والله أعلمُ بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Perang Nabi

    Strategi Perang Nabi: Konsolidasi Kekuasaan di Tengah Krisis Abad ke-7

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Membaca Strategi Perang Nabi tanpa konteks geopolitik sama seperti membaca peta tanpa legenda. Perang-perang yang dipimpin Muhammad di Madinah tidak terjadi dalam ruang kosong. Ia berlangsung ketika kawasan Arab berada di persimpangan dua imperium besar yang sedang melemah: Bizantium dan Persia. Sejarawan Amerika, Fred M. Donner, dalam kajiannya tentang komunitas awal Islam, […]

  • penyebaran konten asusila

    Polisi Tangkap Pelaku Penyebaran Konten Asusila di Bekasi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Polisi menetapkan MSY sebagai tersangka penyebaran konten asusila dan pemerasan di Cikarang Pusat. albadarpost.com, LENSA – Kasus penyebaran konten asusila di Kabupaten Bekasi memasuki babak baru setelah Unit Reskrim Polsek Cikarang Pusat bersama Polres Metro Bekasi menangkap seorang pemuda berinisial MSY (20). Ia terbukti menyebarkan konten pribadi mantan kekasihnya dan memeras korban menggunakan rekaman bermuatan […]

  • guru termenung di kelas kosong menggambarkan sisi sunyi dunia guru yang jarang diketahui murid

    Tak Pernah Terlihat, Ini Sisi Sunyi Dunia Guru yang Bikin Terdiam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Dunia guru sering terlihat sederhana dari bangku kelas. Namun, kehidupan guru, realita dunia guru, dan beban profesi guru menyimpan cerita yang jauh lebih dalam dari yang tampak. Banyak murid hanya melihat guru sebagai sosok yang mengajar, padahal dunia guru penuh tekanan, pengorbanan, dan sisi sunyi yang jarang terungkap. Bahkan, tidak sedikit siswa […]

  • Renungan tentang tanda matinya hati menurut Syekh Athaillah dan hadis Nabi Muhammad SAW

    Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati. Syekh Athaillah […]

  • Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menerima kunjungan Kepala BPS Kota Banjar di ruang tamu Polres Banjar

    Bukan Sekadar Silaturahmi, Polres Banjar dan BPS Siapkan Langkah Strategis

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Ruang Tamu Kapolres Banjar terlihat cukup hangat pada Senin (25/05/2026). Beberapa cangkir kopi masih tersusun di atas meja ketika jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar memasuki ruangan untuk melakukan silaturahmi resmi bersama Polres Banjar. Di luar ruangan, aktivitas Mapolres tetap berjalan seperti biasa. Suara kendaraan patroli sesekali terdengar dari […]

  • makna iman dalam kehidupan

    Iman yang Dihidupkan Dalam Keluarga

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Makna iman dalam kehidupan melalui keteladanan Nabi Yahya AS yang menunjukkan iman lewat tindakan nyata sehari-hari. albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak rumah Muslim, iman sering diperkenalkan lewat kata-kata. Orang tua menasihati anak agar rajin beribadah, berkata jujur, dan berperilaku baik. Namun, dalam kehidupan keluarga sehari-hari, anak-anak justru lebih cepat belajar dari apa yang mereka lihat […]

expand_less