Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINISurat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar bacaan pendek shalat; ia adalah alarm keras bagi manusia modern yang gemar menunda dan merasa aman.

Allah berfirman:

Wal-‘ashr. Innal insāna lafī khusr.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Menariknya, Allah tidak bersumpah demi harta, jabatan, atau popularitas. Allah bersumpah demi waktu. Artinya, waktu adalah saksi sekaligus hakim. Namun ironisnya, manusia justru paling sering menyia-nyiakan yang satu ini.

Demi Waktu, Bukan Demi Wacana

Pertama, Allah membuka surah ini dengan sumpah. Sumpah dalam Al-Qur’an selalu menunjukkan urgensi. Karena itu, ketika Allah bersumpah demi waktu, pesan yang dibawa bukan hal remeh.

Sayangnya, hari ini kita hidup dalam budaya “nanti saja”. Kita menunda taubat, menunda belajar, menunda memperbaiki diri. Sementara itu, kita merasa produktif hanya karena kalender penuh dan notifikasi tak pernah sepi. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa standar keberhasilan bukan sekadar sibuk.

Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadis sahih riwayat Muhammad:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan. Banyak orang sehat, tetapi tidak bermanfaat. Banyak orang punya waktu, tetapi tidak bernilai. Karena itu, kerugian yang dimaksud dalam Surat Al-‘Ashr bukan kerugian finansial semata, melainkan kerugian eksistensial.

Kerugian yang Kita Anggap Normal

Ayat kedua menyebutkan bahwa manusia benar-benar dalam kerugian. Kata lafī khusr menggunakan penegasan ganda. Artinya, kerugian itu pasti, menyeluruh, dan tak terhindarkan—kecuali ada syaratnya.

Di sinilah letak satirnya. Manusia modern gemar berburu cuan, tetapi lupa menghitung rugi akhirat. Kita khawatir saldo menipis, tetapi tidak cemas pahala kosong. Kita panik ketika proyek gagal, namun santai ketika shalat bolong.

Imam Al-Shafi’i pernah berkata, “Seandainya manusia merenungkan surah ini saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.” Pernyataan ini menunjukkan betapa padat dan komprehensifnya pesan Surat Al-‘Ashr. Namun, kita justru sering melewatinya tanpa jeda berpikir.

Empat Syarat Lolos dari Kerugian

Walaupun ancamannya tegas, Allah tetap memberi jalan keluar. Ada empat syarat agar manusia tidak rugi.

1. Beriman

Iman bukan sekadar identitas. Ia menuntut keyakinan yang hidup dan memengaruhi keputusan sehari-hari. Tanpa iman, waktu hanya diisi ambisi duniawi.

2. Beramal Saleh

Iman tanpa aksi hanyalah wacana. Karena itu, Surat Al-‘Ashr langsung menyandingkan iman dengan amal saleh. Amal saleh berarti tindakan nyata yang sesuai syariat dan memberi manfaat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa mengerjakan kebajikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada usaha baik yang sia-sia. Sebaliknya, waktu yang diisi maksiat atau kesia-siaan akan menumpuk kerugian.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Islam bukan agama individualistis. Kita tidak cukup menjadi baik sendirian. Kita harus aktif mengingatkan. Namun tentu saja, nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Perjuangan mempertahankan iman tidak selalu nyaman. Karena itu, kesabaran menjadi fondasi. Tanpa sabar, orang mudah menyerah pada tekanan sosial dan godaan zaman.

Sindiran untuk Generasi “Nanti”

Jika kita jujur, banyak di antara kita hidup seolah waktu tidak terbatas. Kita menunda membaca Al-Qur’an, menunda memperbaiki akhlak, dan menunda berdamai dengan orang tua. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi.

Baca juga: Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

Selain itu, budaya pamer produktif di media sosial membuat kita merasa sudah cukup. Kita unggah pencapaian, tetapi lupa evaluasi keikhlasan. Kita rayakan kesibukan, namun jarang mengaudit tujuan.

Karena itu, surah ini terasa seperti tamparan lembut. Ia tidak panjang, tetapi tajam. Ia tidak bertele-tele, tetapi menghujam. Setiap kali kita membacanya dalam shalat, seharusnya kita bertanya: hari ini aku untung atau rugi?

Alarm yang Terlalu Sering Dimatikan

Pada akhirnya, Surat Al-‘Ashr adalah pengingat sederhana dengan konsekuensi besar. Waktu terus berjalan, sementara manusia sering terjebak ilusi aman. Namun Allah sudah memberi rumus keselamatan yang jelas: iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

Maka, sebelum waktu benar-benar habis, mari berhenti sejenak. Evaluasi arah hidup. Perbaiki niat. Isi hari dengan makna. Sebab ketika waktu bersaksi, tidak ada alasan yang tersisa.

والله أعلمُ بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pernyataan sikap resmi SMAN 1 Pontianak terkait polemik LCC 4 Pilar Kalimantan Barat 2026.

    Setelah Polemik LCC Kalbar, SMAN 1 Pontianak Sampaikan Sikap Resmi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

      albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Polemik LCC 4 Pilar Kalbar akhirnya mendapat respons resmi dari SMAN 1 Pontianak. Dalam pernyataan sikap yang dirilis Kamis 14 Mei 2026, pihak sekolah menegaskan bahwa langkah yang mereka lakukan selama ini bertujuan memperoleh klarifikasi demi menjaga transparansi, objektivitas, dan integritas pelaksanaan lomba. Sekolah juga memastikan tidak memiliki niat untuk […]

  • Piutang Negara

    Piutang Negara Kini Jadi Perhatian Publik, Picu Diskusi Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Istilah piutang negara mendadak ramai dibahas publik setelah pemerintah menerbitkan aturan baru yang memberi kewenangan lebih besar kepada negara dalam pengelolaan aset debitur. Lewat PMK Nomor 23 Tahun 2026, pemerintah kini dapat mendayagunakan aset sitaan tanpa harus meminta persetujuan penanggung utang atau penjamin utang. Kebijakan tersebut langsung memantik perhatian masyarakat karena […]

  • Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas kontingen Persigar Garut menuju putaran nasional Liga 4 di Pasuruan

    Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langit Garut masih menyisakan hawa dingin pagi ketika satu per satu pemain Persigar mulai berkumpul di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Sebagian pemain tampak membawa tas ransel hitam dengan logo klub yang mulai sedikit pudar di bagian sudut. Ada pula yang sibuk merapikan jaket tim sambil bercanda kecil […]

  • ketahanan pangan Subang

    Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Subang tetap tangguh menjaga ketahanan pangan nasional meski lahan pertanian berkurang akibat industrialisasi. Subang Hadapi Alih Fungsi Lahan dengan Strategi Pertanian Intensif albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, terus memperkuat ketahanan pangan Subang di tengah derasnya arus pembangunan industri. Meskipun sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan infrastruktur, Subang […]

  • sosialisasi pengaduan publik

    Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Sosialisasi pengaduan publik di Tasikmalaya menentukan arah transparansi dan kualitas layanan. albadarpost.com, EDITORIAL – Sosialisasi pengaduan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan satu hal mendasar: transparansi bukan lagi jargon, melainkan ukuran mutu pelayanan publik. Acara yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nana Heryana, di Op.room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (09/12/2025), […]

  • Grafik peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM melalui strategi berbasis data dan analisis bisnis

    Data Bicara! Ini 9 Cara UMKM Bikin Pelanggan Setia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Meningkatkan loyalitas pelanggan UMKM kini tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ramah. Pelaku usaha perlu memahami retensi pelanggan, membangun pelanggan setia, serta menggunakan strategi berbasis data. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan terukur mampu meningkatkan pembelian ulang sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Data Penting: Mengapa Loyalitas Pelanggan Sangat Krusial? Pertama, berbagai […]

expand_less