Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara.

Namun, berbeda dengan dinamika jalanan yang riuh, peran Try Sutrisno 1998 justru terlihat tenang. Ia tidak tampil sebagai figur konfrontatif. Sebaliknya, ia menunjukkan gaya kepemimpinan yang cenderung stabil dan terukur. Karena itu, menarik untuk membaca ulang bagaimana posisi wapres militer bekerja di tengah krisis multidimensi.

Di Pusat Kekuasaan Saat Krisis Mengguncang

Krisis moneter Asia 1997 memukul Indonesia dengan keras. Nilai rupiah terjun bebas, harga kebutuhan pokok melonjak, dan gelombang demonstrasi mahasiswa meluas. Dalam konteks tersebut, Try Sutrisno 1998 berada dalam lingkar inti pemerintahan.

Sebagai wapres, ia memiliki akses langsung pada pengambilan keputusan strategis. Meski demikian, struktur kekuasaan Orde Baru menempatkan presiden sebagai figur dominan. Karena itu, ruang manuver wakil presiden relatif terbatas. Ia lebih sering tampil dalam fungsi representatif, sementara keputusan politik utama tetap terkonsentrasi di tangan presiden.

Meski begitu, kehadiran Try tidak bisa dilepaskan dari latar belakang militernya. Sebelumnya, ia menjabat Panglima ABRI. Pengalaman tersebut membentuk karakternya dalam membaca stabilitas nasional. Ia memahami betul bagaimana gejolak sosial dapat berkembang menjadi krisis keamanan.

Wapres Militer dan Bayang-Bayang Dwifungsi

Pada era Orde Baru, militer memegang peran sosial-politik melalui konsep dwifungsi ABRI. Dalam kerangka itu, pengangkatan Try sebagai wapres bukan sekadar simbol. Pemerintah saat itu menilai figur militer mampu menjaga keseimbangan di tengah tekanan internal dan eksternal.

Namun, situasi berubah cepat menjelang 1998. Tuntutan reformasi menguat. Mahasiswa mendesak supremasi sipil. Publik mempertanyakan dominasi militer dalam jabatan politik. Dalam fase transisi ini, Try Sutrisno 1998 berdiri di antara dua arus: menjaga stabilitas sekaligus menghadapi gelombang perubahan.

Menariknya, ia tidak tercatat sebagai tokoh yang mendorong langkah represif secara terbuka. Ia juga tidak tampil sebagai figur reformis yang progresif. Posisi itu membuatnya berada di ruang abu-abu sejarah. Publik mengenalnya, tetapi jarang membedah kontribusinya secara rinci.

Detik-Detik Kejatuhan dan Posisi Wapres

Mei 1998 menjadi titik balik. Tekanan politik meningkat setelah tragedi Trisakti dan kerusuhan meluas di berbagai kota. Akhirnya, Soeharto menyatakan pengunduran diri. Peristiwa itu menandai runtuhnya Orde Baru.

Dalam momen krusial tersebut, peran Try Sutrisno 1998 kembali dipertanyakan. Secara konstitusional, wakil presiden memiliki posisi strategis. Namun, dinamika politik bergerak sangat cepat. Transisi kekuasaan berlangsung dalam tekanan publik yang masif.

Baca juga: Strategi Perang Nabi: Konsolidasi Kekuasaan di Tengah Krisis Abad ke-7

Setelah Reformasi bergulir, pola kepemimpinan nasional berubah drastis. Jabatan wakil presiden lebih banyak diisi tokoh sipil. Dominasi militer dalam politik berangsur surut. Oleh sebab itu, periode kepemimpinan Try menjadi penanda akhir tradisi wapres berlatar belakang jenderal aktif Orde Baru.

Mengapa Nama Try Jarang Disorot?

Sejarah sering menyorot figur paling vokal. Padahal, aktor yang bekerja dalam senyap juga memegang peran penting. Try Sutrisno 1998 termasuk dalam kategori terakhir. Ia hadir dalam momen menentukan, tetapi tidak menjadi pusat narasi populer.

Karena itu, membaca ulang kiprahnya membantu publik memahami struktur kekuasaan Orde Baru secara lebih utuh. Ia bukan tokoh oposisi, namun juga bukan simbol agresivitas politik. Ia berada dalam sistem, bekerja di dalamnya, dan menyaksikan perubahannya dari dekat.

Dalam konteks politik Indonesia hari ini, refleksi atas peran wapres militer memberi pelajaran penting. Stabilitas, loyalitas, dan legitimasi tidak selalu berjalan seiring. Ketika tekanan sosial meningkat, sistem politik diuji hingga batasnya. Dan di sanalah sejarah menemukan titik baliknya. (Red)


Al-Fatihah untuk almarhum Bapak Try Sutrisno.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pelatih Timnas Indonesia

    PSSI Percayakan Timnas kepada John Herdman

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk memperkuat arah pembinaan nasional. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan menjadi langkah strategis federasi dalam membangun arah baru pembinaan sepak bola nasional, baik di […]

  • kemiskinan ekstrem Lebak

    Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali muncul setelah seorang lansia dan anak ODGJ hidup tanpa bantuan pemerintah. Kemiskinan Ekstrem Lebak dan Kelalaian Pengawasan Negara albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali menjadi sorotan setelah seorang lansia dan putranya yang hidup dengan gangguan jiwa bertahan di gubuk rapuh tanpa dukungan negara. Kisah ini mencerminkan celah serius […]

  • wakaf produktif

    Dua Kota Perluas Wakaf Produktif demi Kemandirian Fiskal Warga

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sukabumi dan Tasikmalaya sepakat memperkuat wakaf produktif sebagai solusi pendanaan sosial dan kemandirian ekonomi. albadarpost.com, LENSA – Kolaborasi dua pemerintah kota di Jawa Barat kembali menguat, kali ini pada sektor yang dinilai mampu menciptakan kemandirian fiskal daerah. Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya sepakat memperluas pemanfaatan wakaf produktif, instrumen ekonomi yang dianggap bisa menjawab […]

  • cuaca ekstrem Sumatera Utara

    Cuaca Ekstrem Sumatera Utara Picu Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Cuaca ekstrem Sumatera Utara memicu banjir dan longsor di empat kabupaten, ribuan warga terdampak. albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca ekstrem Sumatera Utara pada 24–25 November memicu banjir dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Dampaknya bukan hanya korban jiwa, tetapi juga gangguan ekonomi, mobilitas warga, hingga kebutuhan logistik harian. Cuaca ekstrem […]

  • kehidupan santri di pesantren

    Bangun Sebelum Subuh, Tidur Larut Malam: Hidup Seorang Santri

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jarum jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi ketika suara ketukan pintu asrama terdengar pelan. Bagi sebagian orang, waktu itu masih terlalu dini untuk bangun. Namun bagi santri, inilah awal dari kehidupan santri di pesantren yang penuh disiplin dan makna. Keseharian santri atau rutinitas pesantren dimulai sebelum matahari terbit, saat udara masih dingin […]

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

expand_less